REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gunung Gede dan Panrango mengalami penurunan suhu yang mengakibatkan daerah sekitarnya menjadi mendadak dingin. Angka yang menunjukkan suhu di sana berkisar 0-6 derajat celsius. Ini merupakan angka suhu yang ‘menusuk’ kulit.
Dalam kondisi suhu demikian, siapapun yang ada di sana wajib ekstra hati-hati. Mereka harus membawa peralatan dan bekal yang dapat menghangatkan badan. Tujuannya adalah untuk menjadikan suhu badan tetap stabil dan dapat terus bergerak dan bertahan di area sekitar gunung.
Hawa dingin mematikan
Suhu dingin di area Gunung Gede dan Pangrango mengingatkan banyak orang kepada kisah hawa dingin mematikan yang dialami Kaum Aad. Mereka adalah kaum yang menjadi sasaran dakwah Nabi Hud dahulu.
Kaum Aad dikenal sangat kreatif. Mereka mampu menciptakan bangunan berpilar tinggi sehingga disebut Allah dalam Surah al-Fajr,
كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ
a lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi’ād
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?
إِرَمَ ذَاتِ ٱلْعِمَادِ
irama żātil-‘imād
7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,
ٱلَّتِى لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى ٱلْبِلَٰدِ
allatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilād
8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,
Ibnu Khaldun dalam Kitabul Ibar-nya menyebut kota Iram sebagai misteri yang harus dipecahkan sejarawan. Ini merupakan kota yang di dalamnya menyimpan banyak kreativitas manusia.
Selain itu, Kaum Aad juga dikenal berbadan tinggi seperti raksasa. Dengan badan demikian mereka mampu mengerahkan tenaga besar untuk menghasilkan kreasi-kreasi yang luar biasa.
Lihat halaman berikutnya >>>
Namun di balik segala anugerah yang ada, mereka sombong, menolak dakwah Nabi Hud yang menyerukan tauhidullah. Mereka tetap menyembah berhala.
Karena sikap ingkar tersebut, Allah murka, sehingga memerintahkan Hud dan pengikutnya untuk keluar dari Iram dan pergi sejauh mungkin.
Sementara itu, kaum Aad, dihajar angin puyuh yang luar biasa kencang yang membawa hawa dingin mematikan. Bisa dibayangkan, orang Arab yang terbiasa hidup di bawah panas mentari meski menyengat luar biasa, tiba-tiba dihantam hawa dingin menusuk sendi-sendi badan mereka.
Maka ketika angin puyuh berbalut hawa dingin sangat datang, terhempaslah mereka. Ada yang terbawa ke dalam pusaran angin sehingga berputar-putar di sana hingga akhirnya mati sia-sia membawa dosa dan kebiadaban.
Angin berhawa dingin ini merupakan sesuatu yang sangat ditakutkan dan menjadi azab semua Kaum Aad atau Adites dalam Bahasa latin yang banyak diceritakan orang Arab dari masa ke masa. Kisah mereka pun diabadikan Alquran dalam Surah al-Haqah ayat 6
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا۟ بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
Wa ammā 'ādun fa uhlikụ birīḥin ṣarṣarin 'ātiyah
Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang