Jakarta: Humidifier telah menjadi alat yang semakin populer untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Penggunaan alat tak hanya membuat kelembaban udara terjaga, tetapi juga dapat membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan.
Humidifier memiliki beberapa manfaat seperti mencegah sakit tenggorokan, melembabkan kulit dan bibir pecah-pecah, mencegah atau mengurangi resiko iritasi pada mata, meredakan flu dan batuk, dan juga mencegah mimisan.
Jenis-jenis Humidifier
Jenis-jenis humidifier. Foto: Shutterstock
Dengan begitu banyak jenis humidifier yang tersedia di pasaran, penting untuk memahami perbedaannya untuk memilih yang terbaik untuk kebutuhan. Di bawah ini ada beberapa jenis humidifier yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan.
1. Humidifier uap panas
Humidifier uap panas, seperti namanya, memanaskan air hingga mendidih, menghasilkan uap yang dilepaskan ke udara. Proses ini efektif untuk meningkatkan kelembaban, tetapi juga dapat meningkatkan suhu ruangan.
Humidifier uap panas biasanya lebih mahal daripada jenis humidifier lainnya, dan dapat menimbulkan risiko luka bakar jika tidak digunakan dengan hati-hati.
2. Humidifier evaporatif
Humidifier evaporatif menggunakan kipas untuk menarik udara melalui filter yang dibasahi. Saat udara melewati filter, air menguap dan kelembaban dilepaskan ke udara. Humidifier evaporatif umumnya lebih murah dan lebih hemat energi daripada humidifier uap panas, tetapi membutuhkan perawatan rutin untuk mencegah pertumbuhan jamur.
3. Humidifier ultrasonik
Humidifier ultrasonik menggunakan getaran ultrasonik untuk memecah air menjadi partikel-partikel kecil yang dilepaskan ke udara sebagai kabut. Jenis humidifier ini tenang dan mudah dirawat, namun dapat menghasilkan debu putih jika air yang digunakan mengandung mineral.
4. Humidifier impeller
Humidifier impeller menggunakan cakram berputar cepat untuk memecah air menjadi tetesan kecil yang dilepaskan ke udara. Jenis humidifier ini mirip dengan humidifier ultrasonik, tetapi biasanya lebih murah dan tidak menghasilkan debu putih.
5. Humidifier sentral
Humidifier sentral terintegrasi dengan sistem pemanas atau pendingin udara pusat rumah tangga. Ini adalah solusi yang sangat efektif untuk meningkatkan kelembaban seluruh rumah, tetapi juga yang paling mahal dan memerlukan instalasi profesional. (Ridini Batmaro)
Jakarta: Penggunaan humidifier sebagai alat untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan terus meningkat. Humidifier digunakan oleh banyak orang sebagai alat untuk menjaga tingkat kelembapan udara di dalam rumah.
Tak hanya meningkatkan kelembapan, humidifier juga memilliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti mencegah sakit tenggorokan yang diakibatkan karena kadar kelembapan di ruangan sangat rendah.
Humidifier juga bisa meredakan flu dan batuk yang disebabkan lingkungan udara yang kering. Penggunaan humidifier dapat membantu meredakan flu dan batuk yang diderita hingga hidung mampet.
Pengertian humidifier
Humidifier merupakan sebuah perangkat yang bekerja dengan cara menambahkan kelembapan ke udara untuk mencegah terjadinya kekeringan. Humidifier berfungsi menjaga kelembaban udara agar tidak terlalu kering yang berpotensi menimbulkan iritasi pada beberapa bagian tubuh.
Fungsi humidifier
Humidifier memiliki fungsi utama untuk menjaga kelembapan udara, sehingga dapat memberikan berbagai manfaat seperti berikut ini.
Menjaga kesehatan dan kelembapan kulit
Meredakan gejala kekeringan pada hidung dan tenggorokan
Mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan
Menenangkan batuk dan pilek
Meningkatkan kualitas tidur
Kelebihan humidifier
Penggunaan humidifier memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:
Menjaga kelembapan udara agar tidak terlalu kering
Meredakan berbagai gejala kesehatan yang berhubungan dengan kekeringan udara
Meningkatkan kualitas tidur
Memberikan kenyamanan dan kesegaran pada ruangan
Kekurangan Humidifier
Meskipun memiliki kelebihan, humidifier juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:
Dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur jika tidak dibersihkan secara teratur
Dapat menimbulkan alergi atau memperburuk gejala asma bagi sebagian orang
Konsumsi listrik yang tinggi pada beberapa jenis humidifier
Cara menggunakan humidifier dengan aman
1. Kelola kelembapan
Jangan biarkan kelembaban terlalu tinggi. Kelembaban di dalam ruangan tidak boleh lebih tinggi dari 50 persen. Jika kelembapan lebih tinggi dari jumlah ini, jamur dan bakteri dapat tumbuh. Hal ini dapat memperburuk masalah pernapasan seperti alergi dan asma.
Untuk menjaga tingkat kelembaban tetap rendah, gunakan humidifier hanya saat Anda membutuhkannya, tidak setiap saat.
2. Gunakan air destilasi
Ketika Anda menggunakan humidifier, terdapat juga risiko bagi kesehatan Anda akibat partikel-partikel di udara yang bukan air. Partikel mineral yang tidak baik untuk kesehatan Anda dapat dilepaskan oleh humidifier, terutama yang menghasilkan kabut dingin.
Anda dapat membeli air destilasi untuk digunakan dalam humidifier Anda karena air tersebut memiliki lebih sedikit bahan kimia di dalamnya.
3. Bersihkan humidifier
Setelah digunakan, Anda harus membersihkan humidifier Anda dan memastikan tangki airnya benar-benar kering sebelum menggunakannya lagi.
Setiap malam, bilas air dalam tangki pelembab udara Anda dan tambahkan air baru agar Anda tidak menggunakan air lama yang mungkin mengandung jamur atau kuman atau jamur lainnya.
Bersihkan humidifier setiap beberapa hari dengan campuran air dan cuka, hidrogen peroksida, atau produk pembersih lain yang direkomendasikan oleh pembuatnya. Ini akan membantu Anda menghindari atau menghilangkan kerak dan jamur.
4. Filter harus sering diganti
Beberapa humidifier memiliki bagian yang perlu dibersihkan atau diganti, seperti filter. Sebagai contoh, ikuti petunjuk dari pabrik pembuatnya dan ganti filter pada pelembab udara sentral Anda secara teratur.
5. Hati-hati menggunakannya di kamar anak
Humidifier yang memanaskan atau mendidihkan air di dalamnya bisa berbahaya. Di sisi lain, humidifier kabut dingin dapat melepaskan lebih banyak zat berbahaya ke udara, jadi Anda harus menjaganya tetap bersih.
KOMPAS.com - Humidifier adalah perabotan rumah tangga yang digunakan untuk melembapkan udara di dalam ruangan.
Alat ini juga bisa membantu rumah agar terasa lebih hangat, meredakan alergi, bahkan menyehatkan tanaman hias.
Sebagai upaya menjaga agar usia pemakaian humidifier bertahan lama, beberapa perawatan harus dilakukan.
Salah satu contohnya dengan rutin mengganti sumbunya setiap tiga bulan sekali atau bahkan lebih awal.
Sumbu humidifier harus rutin diganti karena selama beroperasi alat ini menarik udara dan mengembalikannya ke ruangan sebagai kabut dingin maupun hangat, bergantung pada jenis humidifier yang dimiliki.
Selama proses tersebut, debu serta partikel lain menjadi terperangkap secara permanen dalam sumbu humidifier.
Sehingga, semakin lama humidifier digunakan, debu dan partikel dapat menyumbat dan menghambat kinerja akat pelembap ruangan ini.
Akibatnya, unit akan bekerja jauh lebih keras dan menjadi tidak efisien.
Selain itu, membersihkan area yang dekat dengan letak humidifier turut membantu pengguna untuk memperpanjang usia pemakaian humidifier.
Sementara itu, terdapat beberapa langkah untuk membersihkan humidifier yang direkomendasikan.
Adapun langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sanitasi tangki humidifier
Tangki humidifier harus disanitasi untuk menyingkirkan patogen berbahaya. Caranya adalah dengan mengosongkan air pada tangki humidifier.
Selanjutnya, buat larutan pemutih dan air sebagai disinfektan dan tuangkan larutan ke dalam tangki humidifier.
Setelah didiamkan sekitar 20 menit, kosongkan tangki air dan bilas dengan air jernih hingga bersih dan keringkan dengan kain lembut.
2. Bersihkan bagian dasar humidifier
Langkah selanjutnya untuk membuat humidifier tetap bersih adalah dengan membersihkan bagian dasar alat secara teratur.
Caranya, dengan mengangkat rumah motor atau mesin humidifier dengan hati-hati dari bagian dasarnya.
Setelah itu, gunakan penyedot debu atau kain kering untuk menyeka bagian dalam dengan lembut untuk menghilangkan debu dan kotoran.
Hal yang perlu diingat adalah untuk memastikan tidak ada air yang menetes ke bagian mesin humidifier karena dapat merusak komponen listrik yang ada.
Kemudian, tuangkan cuka putih murni dan diambkan selama 20 menit.
Anda juga bisa menggunakan kain lembut atau sikat berbulu lembut untuk membantu menghilangkan penumpukan kerak dari alas.
3. Pasang kembali seluruh komponen humidifier
Setelah humidifier selesai dibersihkan, langkah terakhir adalah mengembalikan semua komponen alat ini seperti semula.
Usap bagian luas humidifier dengan menggunakan kain kering dan lembut untuk menghilangkan debu yang menempel.