JAKARTA, investor.id – Kualitas air yang diminum yang merupakan salah satu faktor penting yang dapat membantu menekan angka prevalensi stunting. Untuk itu, Indonesian Hydration Working Group (IHWG) bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kota Depok terkhusus di wilayah Kelurahan Leuwinanggung.
Ketua IHWG FKUI Dr dr Diana Sunardi MGizi SpGK(K) menjelaskan, saat ini permasalahan hidrasi tidak hanya menekankan masalah kuantitas air minum yang kita konsumsi, tetapi juga bagaimana kualitas air tersebut. Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa air minum yang tercemar dapat menimbulkan permasalahan Kesehatan. “Sehingga penting untuk memastikan apakah sumber air minum yang kita konsumsi sudah aman dan terhindar dari berbagai cemaran,” ungkapnya dalam keterangan pers, Sabtu (10/8/2024).
Ketua Program Pengabdian Masyarakat IHWG FKUI Dr dr Nurul Ratna Mutu Manikam MGizi SpGK(K) menjelaskan, air minum yang tercemar bakteri E Coli atau koliform dapat menyebabkan terjadinya penyakit infeksi seperti diare. Penyakit infeksi yang terjadi berulang-ulang dan tanpa penanganan yang tepat, dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi.
“Hal itu dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi terhambat dan berisiko mengalami stunting,” papar Dr Nurul.
Berdasarkan Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Tahun 2020, hanya sebesar 31,3% sumber air minum rumah tangga Indonesia yang tidak tercemar bakteri E Coli. Hal ini menandakan bahwa masih banyak sumber air minum di Indonesia yang belum memenuhi syarat air layak minum.
Sebelum memilih sumber air minum, dr Nurul mengatakan, ada beberapa hal yang penting diperhatikan. Pastikan sumber air minum yang kita pilih jelas keamanannya dan berjarak minimal 10 meter dari tempat pembuangan kotoran, limbah dan sampah. Kemudian, pastikan air yang akan kita konsumsi tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, tidak mengandung bahan kimia berbahaya serta tidak terkontaminasi bakteri penyebab penyakit seperti E.Coli, dan koliform.
Sejalan dengan hal tersebut, dr Tria Rosemiarti Dipl in Nutrition MKK, Hydration Science Consultant AQUA, menjelaskan, air yang dikonsumsi tentunya harus selalu diperhatikan sumbernya dan bagaimana proses produksinya. Sumber yang baik dan terjaga didukung oleh proses produksi yang terintegrasi dan terjamin kualitasnya akan menjaga 100% kemurnian airnya.
“Untuk itu, kita harus memastikan sumber air nya berkualitas dan terlindungi serta seluruh prosesnya telah sesuai dengan standar serta regulasi yang telah ditetapkan oleh BPOM dan pemerintah,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News