JAKARTA, investor.id – Research and Development ICDX Gorta Yoga memprediksi harga batu bara bakal menguat pada pekan ini. Hal itu dipengaruhi beberapa indikator. Harganya pun akan bergerak pada kisaran segini.
Yoga menjelaskan, indikator yang mempengaruhi harga batu bara pekan ini adalah kondisi permintaan di negara China dan India, kondisi pasokan terutama di Indonesia dan Australia, perkembangan kebijakan energi bersih.
“Hal itu juga sejalan dengan prediksi harga gas alam pekan ini yang bergerak menguat. Sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga gas alam adalah kondisi stok gas alam di Amerika Serikat (AS), kondisi cuaca di negara konsumen utama seperti AS dan Eropa, serta situasi geopolitik di Timur Tengah,” ungkapnya kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Namun, Yoga mengingatkan, kenaikan harga batu bara akan terbatas. Sebab, dibayangi oleh permintaan batu bara China berpotensi menurun dipicu oleh isyarat peralihan pembangkit listrik berbasis tenaga batu bara ke tenaga terbarukan. Permintaan batu bara India juga berpotensi turun karena peningkatan produksi dalam negeri.
Ditambah lagi, lanjutnya, rilisnya laporan terbaru IEA yang memproyeksikan bahwa permintaan batu bara global akan cenderung melandai hingga 2025.
“Untuk itu, harga batu bara diprediksi bergerak pada resistance di kisaran US$ 145,5 – 148 per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menemui level support di kisaran US$ 140 – 137,5 per ton,” ucapnya.
Menurut Yoga, pergerakan harga batu bara pada pekan lalu melemah sebesar 1,68%. Sedangkan sepanjang Agustus 2024, harga batu bara terpantau mengalami kenaikan sebesar 0,49%. “Jika dilihat secara year to date (ytd), harga batu bara tercatat menguat dengan peningkatan mencapai 8,61%,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News