JAKARTA, Investor.id – Ruang pembayaran secara real time di Indonesia masih terbuka lebar. Meski begitu, ada tantangan teknologi dan regulasi yang perlu diatasi oleh regulator dan pelaku usaha untuk memacu pertumbuhan kegiatan usaha ini.
Hal itu mencuat dalam sesi diskusi DigiBank Summit yang bertajuk "What's Next: The Future of Payments in Indonesia" yang menampilkan berbagai pembicara terkemuka. Salah satunya adalah perwakilan dari Credit Bureau Indonesia (CBI), yakni Ivan Irawan selaku direktur. Adapun DigiBank Summit kali ini mengambil tema "Indonesia's Premier Event on Digital Banking Transformation".
Sesi ini membahas beberapa topik penting seperti mobile money 2.0 dan bagaimana adaptasi diperlukan untuk tetap terdepan dalam lanskap yang terus berkembang. Revolusi tanpa uang tunai juga menjadi sorotan, dengan pembahasan mengenai bagaimana Afrika dapat melompat ke depan dengan kode QR dan dompet digital. Selain itu, para pembicara membahas mengenai pembayaran real-time dan seberapa dekat Indonesia dengan pencapaiannya.
Ivan mengungkapkan, wawasan mendalam tentang pentingnya integrasi data kredit skor dalam transformasi digital perbankan. Dalam hal pembayaran real-time, menurut dia, Indonesia adalah pemain yang terlambat namun berhasil melompat jauh ke depan.
Beberapa penelitian menempatkan Indonesia sebagai peringkat kedelapan di dunia dan ketiga di Asia Pasifik dalam hal pertumbuhan, dengan sekitar 1,9 miliar transaksi pada tahun 2023 atau pertumbuhan 267% selama 2022-2023.
“Kami mengharapkan ada 12 miliar transaksi pada tahun 2028, namun ini hanya akan menjadi 13% dari total transaksi pembayaran. Masih ada ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut,” kata dia dalam siaran pers, Minggu (4/8/2024).
Ivan Irawan juga menekankan pentingnya sistem pembayaran real-time di Indonesia. Bagi dia, menyaksikan pertumbuhan pembayaran real-time di Indonesia sangat menarik, karena kita mungkin mendapatkan wawasan baru dari perilaku pembayaran untuk memiliki dimensi baru dalam penilaian kredit, selain hanya data kredit.
Pembayaran real time, kata dia, semakin penting dalam ekosistem perbankan digital. Dengan adopsi teknologi yang tepat dan dukungan regulasi yang kuat, Indonesia semakin mendekati realisasi pembayaran real-time yang menyeluruh. Namun, tantangan teknologi dan regulasi masih perlu diatasi.
Dalam konteks industri kredit biro, Ivan menjelaskan, sistem pembayaran real time dapat memberikan dimensi baru dalam penilaian kredit. Integrasi data pembayaran real-time dengan data kredit tradisional akan memungkinkan evaluasi yang lebih akurat terhadap perilaku pembayaran nasabah.
"Kolaborasi antara pihak pemerintah, penyedia layanan keuangan, dan penyedia teknologi adalah kunci untuk mencapai tujuan ini, khususnya agar semua pihak bisa mematuhi regulasi yang ada. CBI berkomitmen untuk mendukung langkah-langkah ini dengan menyediakan data yang akurat dan layanan analisis yang dapat diandalkan,” tegas dia.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News