PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) mencatat porsi penyaluran pembiayaan kendaraan listrik hingga September 2024 mencapai Rp 391 juta. [284] url asal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) mencatat porsi penyaluran pembiayaan kendaraan listrik hingga September 2024 mencapai sebesar Rp 391 juta.
Angka ini naik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Namun, perusahaan tidak menyebutkan besaran dari kenaikan tersebut.
Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa Hadi mengatakan hingga September 2024, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik masih di bawah 1% terhadap total penyaluran pembiayaan WOM Finance yang mencapai Rp 4 triliun.
Meskipun porsi penyaluran pembiayaan kendaraan listrik masih di bawah 1%, Cincin berpendapat prospek pembiayaan kendaraan listrik masih menjanjikan ke depannya.
"Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan kesadaran masyarakat atas penggunaan kendaraan ramah lingkungan, serta efisiensi dari kendaraan listrik," ujarnya kepada Kontan, Senin (4/11).
Adapun hingga September 2024, WOM Finance masih berfokus pada pembiayaan baru untuk motor listrik. Cincin memprediksi penyaluran pembiayaan untuk motor listrik ke depannya cukup potensial, meskipun masih memiliki tantangan tersendiri.
Dia menyebutkan, tantangan tersebut antara lain terbatasnya jaringan dealer dan after sales service untuk motor listrik, harga motor listrik yang relatif lebih tinggi dibandingkan motor bensin konvensional, keterbatasan infrastruktur untuk pengisian daya, dan berbagai tantangan lainnya.
Meski begitu, Cincin mengatakan bahwa WOM Finance terus melakukan sejumlah strategi untuk mendongkrak penyaluran pembiayaan kendaraan listrik hingga akhir tahun, di antaranya dengan melakukan sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat mengenai manfaat menggunakan kendaraan listrik.
"Selain itu, kami juga terus memperluas kerja sama dengan dealer kendaraan listrik dan menawarkan program pembiayaan yang menarik konsumen," tandasnya.
Adapun WOM Finance menargetkan total penyaluran pembiayaan sebanyak Rp 6,5 triliun sampai akhir 2024. Kemudian, laba bersih yang ditargetkan mencapai Rp259 miliar. Sementara dari sisi total aset dan ekuitas masing-masing Rp 8 triliun dan Rp1,9 triliun.
Perusahaan penyedia teknologi informasi dan komunikasi, Huawei, tengah serius untuk menggarap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Kabar ini diembuskan oleh CEO Digital Power PT Huawei Tech Investment, Jin Song, pada Konferensi EV PERIKLINDO 2024 yang digelar di Bali, Sabtu (14/9/24) kemarin.
CEO Digital Power PT. Huawei Tech Investment, Jin Song Foto: dok. PT Huawei Tech Investment
Menurut Jin Song, prospek populasi kendaraan listrik di Indonesia ataupun global sangat besar. Dengan tingginya minat masyarakat akan kendaraan tersebut, menurutnya ekosistem infrastruktur pun harus diperkuat.
"Prospeknya sangat menjanjikan dalam dekade mendatang dengan peningkatan jumlah kendaraan listrik setidaknya 10 kali lipat secara global, diikuti oleh kenaikan permintaan pengisian daya sebesar 8 kali lipat. Indonesia perlu segera memulai pengembangan jaringan pengisian daya berkualitas tinggi secara masif untuk mempercepat penetrasi kendaraan listrik baru (NEV) serta memperkuat industri dan ekosistem lokal," ujar Jin Song lewat rilis resmi yang diterima oleh detikcom.
Huawei menyebutkan, tantangan utama dari peningkatan tren penggunaan kendaraan listrik ini adalah jaringan pengisian daya atau pengecasan yang belum optimal.
Lantas hal tersebut membuat mereka meningkatkan investasi dalam hal riset dan pengembangan jaringan pengisian daya.
"Sebagai pemimpin teknologi industri, Huawei akan terus meningkatkan investasi dalam bidang R&D dan teknologi, serta membangun solusi jaringan pengisian daya yang dapat diandalkan para pemilik mobil, dipercaya operator, dan ramah terhadap jaringan listrik," ujar Song.
Perlu diketahui, Huawei memang tak hanya fokus memasarkan atau menjual gadget hingga alat elektronik lain di Indonesia.
Perusahaan asal China ini sejak lama juga fokus dalam mengembangkan ekosistem di industri teknologi informasi dan komunikasi.
Bahkan di awal September 2024 kemarin, dilansir dari Antara, Huawei dan PowerChina Hubei menunjukkan perannya dalam kesuksesan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ground-mounted terbesar di Indonesia yang terletak di Purwakarta.
Huawei sukses membawa teknologi inverter dan SmartLogger mereka dalam proyek PLTS berkapasitas 100 megawatt. Disebutkan bahwa 240 unit inverter Huawei digunakan untuk pengubah arus listrik dalam proyek ini.
Hyundai Ioniq 5 dipakai keliling lima negara di Asia Tenggara. Faktanya ketersediaan charging station di Indonesia lebih baik dari dua negara ASEAN lainnya.
Sangwook Lee, Head of Marketing & Public Relation Hyundai Motor Asia Pacific menjelaskan, tantangan pertama adalah kondisi infrastruktur. Menurutnya charging station di Indonesia jauh lebih baik dari Vietnam dan Kamboja.
"Pertama adalah charging infrastruktur. Indonesia relatif sudah baik infrastruktur untuk pengisian daya mobil listrik. Terbukti kita bisa banyak menemukan charging station," ujar Songwook Lee saat konferensi pers MURI Record Award Ceremony di Hyundai City Store, Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2024).
Di Indonesia, Hyundai juga membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) Private. Jumlahnya sudah mencapai 200 unit.
"Dari Hyundai sendiri, kita sudah mendirikan hampir 200 charging station. Kita adalah brand terbaik yang mendirikan infrastruktur EV charging di Indonesia," ujar Songwook Lee.
"Tapi tidak seperti di Indonesia, misalnya di Kamboja, Vietnam, kita sangat khawatir terkait charging stationnya," tambah dia lagi.
Seperti diketahui, Hyundai yang digunakan adalah tipe Long Range. Tipe Prime Long Range dan Signature Long Range menggunakan baterai berkaspasitas 72,6 kWh yang bisa memuntahkan tenaga 217 PS dan torsi 350 Nm. Di atas kertas,tipe Prime Long Range bisa dikendarai sejauh 481 kilometer.
Songwook Lee menjelaskan untuk bisa melintasi lima negara itu sudah dikalkulasi jarak tempuhnya.
"Tapi setelah kita studi dan mencari infrastruktur charging stationnya, mengkalkulasi, Anda tahu kapasitas daya dari Ioniq 5 yang mampu menempuh jarak 500 km dalam sekali pengisian, pada akhirnya kita bisa melewati hal tersebut."
"Tentu, mengisi daya (di negara lain) tidak mudah. Namun kita percaya bahwa semua itu bukanlah hal yang mustahil," jelasnya lagi.
Hyundai Ioniq 5 sudah menyelesaikan perjalanan melintasi lima negara di Asia. Tour ini melewati kota di ASEAN seperti Singapura, Kuala Lumpur, Ipoh, Penang, Hat Yai, Chumphon, Bangkok, Siem Reap, Phnom Penh, dan Ho Chi Minh.
Dia mengungkap tantangan lain untuk melintasi lima wilayah sekaligus ialah ketika melintasi perbatasan.
"Di kawasan Asia tenggara khususnya lima negara yang kita lintasi, untuk melewati border, kita menemukan sedikit kesulitan, kendaraan harus dicek lagi dan lain sebagainya," kata dia.
"Jadi setiap kita melintasi perbatasan, hal tersebut harus dilakukan. Menantang, tapi juga menyenangkan," jelasnya lagi.
Dia menyebut kondisi Hyundai Ioniq 5 yang dipakai melintas lima wilayah masih kondisi sangat oke. Apalagi mobil tersebut merupakan rakitan Indonesia.
"Kita juga membuktikan bahwa kualitas kendaraan yang dipakai, buatan Indonesia, dapat diandalkan untuk melintasi perbatasan, melakukan perjalanan jarak jauh, secara umum saya sangat bangga atas hal tersebut," tambah dia.
"Jadi mobil listrik buatan Indonesia sangat mumpuni untuk dipakai berpergian kemana saja," jelasnya lagi.