#30 tag 24jam
Investasi ORI026 Berikan Kupon Mulai 6,30%, Mudah Belinya Pakai BRImo
Terdapat beberapa keuntungan jika kamu berinvestasi di ORI026-T3 dan ORI026-T6, antara lain sebagai berikut. [686] url asal
#bank-bri #surat-utang-negara #obligasi-ritel #brimo #kilas #ori026-t3 #ori026-t6 #investasi-aman #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Keuangan) 15/10/24 17:50
v/16509290/
Reporter: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini
KONTAN.CO.ID - Instrumen investasi yang bisa menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat adalah Obligasi Ritel (ORI). ORI merupakan salah satu jenis Surat Utang Negara Ritel (SUN Ritel) yang dikeluarkan pemerintah dan dijadikan tabungan investasi serta dijual kepada masyarakat.
Terbaru, pemerintah meluncurkan instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI026T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI026T6 dengan tenor 6 tahun. Kedua instrumen tersebut menawarkan tingkat kupon sebesar 6,30% dan 6,40%.
Ya, ORI026-T3 dan ORI026-T6 adalah seri terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah dan mulai dibuka penawarannya pada 30 September sampai 24 Oktober 2024. Kedua instrumen tersebut pun memiliki karakteristik yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa holding period selesai.
Fyi, ORI seri ORI026 merupakan ORI kedua yang diterbitkan oleh pemerintah dan biasanya ORI diterbitkan dalam dua tenor atau jangka waktu yaitu 3 tahun dan 6 tahun. Lantas, apa saja keuntungan investasi tersebut?
Keuntungan Investasi ORI026-T3 dan ORI026-T6
Dirangkum dari berbagai sumber, terdapat beberapa keuntungan jika kamu berinvestasi di ORI026-T3 dan ORI026-T6, antara lain:
1. Aman
SBN Ritel memiliki kredibilitas tinggi karena kupon dan pokok dijamin oleh Undang-Undang.
2. Imbal Hasil Menarik
Imbal hasil dari investasi di ORI026 pun menarik. Pasalnya, fixed coupon sampai dengan jatuh tempo dan dibayar tiap bulan, besaran kupon itu pun di atas rata-rata tingkat suku bunga deposito.
3. Mudah Diakses
Selain itu, keuntungan berinvestasi di ORI026 lainnya adalah mudah diakses. Bagaimana tidak? Kamu bisa melakukan pembelian serta penjualan melalui sistem elektronik (online).
4. Terjangkau
Pembelian ORI026 pun terhitung terjangkau karena kamu bisa membeli ORI026 mulai dari Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta. Selain itu, dengan berinvestasi di ORI026, kamu bisa mendukung pembiayaan pembangunan nasional serta bisa dijaminkan.
ORI026-T3 dan ORI026-T6 Minim Risiko
Risiko Gagal Bayar (Default Risk)
Risiko ini apabila investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo kupon dan pokok.
Ternyata, ORI026-T3 dan ORI026-T6 tidak memiliki risiko gagal bayar mengingat berdasarkan Undang-Undang SUN bahwa negara menjamin pembayaran kupon dan pokok Surat Utang Negara, termasuk ORI026-T3 dan ORI026-T6 sampai dengan jatuh tempo.
Risiko Likuiditas (Liquidity Risk)
Risiko ini terjadi apabila investor tidak dapat melikuidasi produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga yang wajar. ORI026-T3 dan ORI026-T6 pun tidak memiliki risiko likuiditas dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor dapat melakukan penjualan produk ORI sebelum dengan jatuh tempo.
Risiko Tingkat Bunga (Market Risk)
Risiko ini terjadi apabila terjadi perubahan tingkat bunga di pasar yang menyebabkan potensi kerugian bagi investor. ORI026-T3 dan ORI026-T6 tidak memiliki risiko tingkat bunga karena nilai pokok tidak berubah seiring dengan perubahan tingkat bunga di pasar dan tingkat kupon ORI026-T3 dan ORI026-T6 bersifat tetap sampai dengan jatuh tempo.
Dengan kata lain, ORI026-T3 dan ORI026-T6 terhindar dari ketiga risiko yang bisa membuat investasi yang kamu lakukan boncos.
Syarat dan Cara Pemesanan
Nah, jika kamu ingin memesan ORI026-T3 dan ORI026-T6, perlu mengetahui beberapa syarat di bawah ini.
1. Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
2. Memiliki NPWP, mengacu pada aturan PP 91 Tahun 2021, tentang pajak penghasilan atas penghasilan berupa bunga obligasi yang diterima atau diperoleh wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap akan dikenakan PPh Final sebesar 10% dari total kupon yang di dapat.
3. KTP dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar di Kementrian Dalam Negeri c.q. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Untuk proses pemesanan membeli ORI026T3 dan ORI026T6 dapat dilakukan secara daring melalui empat tahap, yakni registrasi, pemesanan, pembayaran, dan penyelesaian. Pemesanan dilakukan melalui sistem elektronik yang disediakan oleh mitra distribusi yang terhubung dengan sistem e-SBN.
Kamu pun bisa membeli Surat Utang Negara (SUN) ORI026 dengan mudah melalui aplikasi BRImo dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang menawarkan fitur lengkap untuk menabung dan memantau tabungan.
Dengan BRImo, kamu juga dapat melakukan pembelian SUN ORI026 dengan mudah. So, langsung saja unduh dan gunakan aplikasi BRImo sekarang juga biar kamu bisa mendapatkan keuntungan dari investasi ORI026, ya! Informasi selengkapnya mengenai ORI026 dapat mengunjungi link berikut ini
Menabung Emas di Pegadaian: Investasi Aman untuk Masa Depan Halaman all
Temukan bagaimana tabungan emas di Pegadaian memberikan rasa aman dan stabilitas finansial bagi keluarga Anda. Halaman all?page=all [490] url asal
#menabung-emas #pegadaian #investasi-aman #stabilitas-finansial
(Kompas.com) 20/09/24 20:49
v/15333249/
JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah kesibukan pagi, suara keriuhan anak-anak dan gemericik air dari dapur menjadi latar. Euis (29), seorang ibu rumah tangga asal Pangandaran, Jawa Barat, duduk di sudut meja makan dengan ponsel di tangan.
Sesekali ia mengusap layar sentuhnya, wajahnya serius namun tenang. Di layar kecil itu, tabungan emas miliknya terpampang, membawanya pada rasa tenang dan optimisme.
Sejak pandemi melanda, Euis mulai memikirkan cara yang lebih aman untuk menyimpan uang yang ia sisihkan dari gaji suaminya.
Uang yang dulunya hanya berdiam di rekening bank, kini ia investasikan sebagian dalam bentuk tabungan emas di Pegadaian.
“Awalnya saya ragu, tapi setelah baca-baca dan mencari informasi tentang investasi emas, saya jadi tertarik,” ujar Euis kepada Kompas.com, Kamis (19/9).
Euis membeberkan alasan memilih tabungan emas di Pegadaian. Selain prosesnya aman karena diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kantor Pegadaian pun tersebar di berbagai daerah.
“Selama ini sih aman-aman saja ya menabung emas di Pegadaian. Apalagi kalau suatu saat butuh uang tunai, cabangnya dekat dan mudah diakses,” tambahnya.
Dengan aplikasi Pegadaian Digital yang dapat diakses langsung dari ponsel pintarnya, Euis merasa memiliki kendali penuh atas keuangan keluarganya.
Aplikasi tersebut sederhana, mudah digunakan, dan yang terpenting, memberikan rasa aman. Setiap kali ada uang lebih dari belanja bulanan atau pemberian keluarga, Euis langsung mengubahnya menjadi gram emas yang disimpan secara virtual.
“Saya suka karena nilainya stabil, apalagi kalau dibandingkan dengan uang tunai yang sering habis tanpa terasa,” ungkap Euis sambil menunjuk grafik perkembangan harga emas yang ia amati setiap hari.
“Sekarang ini lebih nyaman. Nggak perlu takut uang tergerus inflasi. Kalau mau jual juga tinggal klik, nggak ribet,” ujar ibu dari tiga anak itu.
Tabungan emas memberikan Euis rasa aman untuk masa depan keluarganya. Ia memandang ini sebagai persiapan jika anak-anaknya memerlukan biaya lebih besar, seperti untuk pendidikan atau kesehatan.
Meskipun tidak bekerja di luar rumah, pengelolaan keuangan yang cermat membuatnya merasa berkontribusi besar dalam memastikan masa depan keluarga lebih aman.
“Tabungan emas ini seperti cara saya menjaga stabilitas keluarga. Saya bukan orang yang begitu paham soal keuangan, tapi dengan teknologi sekarang, semua jadi lebih mudah,” tuturnya.
Setiap pagi, setelah urusan rumah selesai, Euis menyempatkan diri memeriksa harga emas hari itu. Ia tahu, tidak setiap hari harga emas naik, tetapi baginya, ini adalah investasi jangka panjang.
Menabung Emas di Pegadaian: Investasi Aman untuk Masa Depan Halaman all
Temukan bagaimana tabungan emas di Pegadaian memberikan rasa aman dan stabilitas finansial bagi keluarga Anda. Halaman all [1,273] url asal
#menabung-emas #pegadaian #investasi-aman #stabilitas-finansial
(Kompas.com) 20/09/24 20:49
v/15315217/
JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah kesibukan pagi, suara keriuhan anak-anak dan gemericik air dari dapur menjadi latar. Euis (29), seorang ibu rumah tangga asal Pangandaran, Jawa Barat, duduk di sudut meja makan dengan ponsel di tangan.
Sesekali ia mengusap layar sentuhnya, wajahnya serius namun tenang. Di layar kecil itu, tabungan emas miliknya terpampang, membawanya pada rasa tenang dan optimisme.
Sejak pandemi melanda, Euis mulai memikirkan cara yang lebih aman untuk menyimpan uang yang ia sisihkan dari gaji suaminya.
Uang yang dulunya hanya berdiam di rekening bank, kini ia investasikan sebagian dalam bentuk tabungan emas di Pegadaian.
“Awalnya saya ragu, tapi setelah baca-baca dan mencari informasi tentang investasi emas, saya jadi tertarik,” ujar Euis kepada Kompas.com, Kamis (19/9).
Euis membeberkan alasan memilih tabungan emas di Pegadaian. Selain prosesnya aman karena diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kantor Pegadaian pun tersebar di berbagai daerah.
“Selama ini sih aman-aman saja ya menabung emas di Pegadaian. Apalagi kalau suatu saat butuh uang tunai, cabangnya dekat dan mudah diakses,” tambahnya.
Dengan aplikasi Pegadaian Digital yang dapat diakses langsung dari ponsel pintarnya, Euis merasa memiliki kendali penuh atas keuangan keluarganya.
Aplikasi tersebut sederhana, mudah digunakan, dan yang terpenting, memberikan rasa aman. Setiap kali ada uang lebih dari belanja bulanan atau pemberian keluarga, Euis langsung mengubahnya menjadi gram emas yang disimpan secara virtual.
“Saya suka karena nilainya stabil, apalagi kalau dibandingkan dengan uang tunai yang sering habis tanpa terasa,” ungkap Euis sambil menunjuk grafik perkembangan harga emas yang ia amati setiap hari.
“Sekarang ini lebih nyaman. Nggak perlu takut uang tergerus inflasi. Kalau mau jual juga tinggal klik, nggak ribet,” ujar ibu dari tiga anak itu.
Tabungan emas memberikan Euis rasa aman untuk masa depan keluarganya. Ia memandang ini sebagai persiapan jika anak-anaknya memerlukan biaya lebih besar, seperti untuk pendidikan atau kesehatan.
Meskipun tidak bekerja di luar rumah, pengelolaan keuangan yang cermat membuatnya merasa berkontribusi besar dalam memastikan masa depan keluarga lebih aman.
“Tabungan emas ini seperti cara saya menjaga stabilitas keluarga. Saya bukan orang yang begitu paham soal keuangan, tapi dengan teknologi sekarang, semua jadi lebih mudah,” tuturnya.
Setiap pagi, setelah urusan rumah selesai, Euis menyempatkan diri memeriksa harga emas hari itu. Ia tahu, tidak setiap hari harga emas naik, tetapi baginya, ini adalah investasi jangka panjang.
“Saya nggak pernah tergoda buat jual kalau harga emas turun. Prinsipnya sederhana, sabar. Karena ini bukan untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” ujarnya.
Di sudut meja makan yang sama, dengan secangkir teh hangat di depannya, Euis menutup aplikasinya. Dengan sebuah klik sederhana, ia baru saja menambah setengah gram emas lagi ke tabungannya.
Ilustrasi seorang ibu rumah tangga memegang Tabungan Emas PegadaianHarga Emas Berpotensi Terus Naik
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan bahwa emas kerap dipilih masyarakat untuk berinvestasi karena nilainya yang cenderung stabil dan aman terhadap inflasi.
“Kami sangat mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas, salah satunya dengan mendorong masyarakat berinvestasi, terutama melalui Tabungan Emas Pegadaian agar masa depan tak cemas,” ujarnya.
Melalui produk investasi emas tersebut, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyimpan logam mulia di rumah karena semua proses investasi dapat dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital maupun Pegadaian Syariah Digital.
“Tabungan Emas Pegadaian ini investasi yang mudah dan murah. Biaya pemeliharaannya juga sangat terjangkau, hanya 30 ribu per tahun,” kata Damar.
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidayah, memproyeksikan harga emas masih berpotensi naik.
“Iya, kemungkinan itu pasti ada ya, di sela-sela ketidakpastian apakah geopolitik semakin memanas atau suku bunga The Fed akan turun, ini kan akan berdampak,” kata Elvi, Selasa (3/9).
Dia menambahkan bahwa jika konflik atau ketegangan geopolitik semakin meningkat, ada kemungkinan harga emas bisa menembus 3.000 dollar AS per troy ons ke depan berdasarkan analisis beberapa analis.
“Beberapa analis menyampaikan, kalau hari ini harga emas di 2.500 dollar AS per troy ons, dan jika menunggu sampai akhir tahun, ketegangan geopolitik makin memanas, ini akan berdampak,” ujarnya.
Selama semester I 2024, PT Pegadaian telah menjual sebanyak 8,3 ton emas dengan jumlah penabung 3,1 juta orang.
Senior Vice President Pegadaian, Ferry Hariawan, mengatakan penjualan ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berkisar antara 7,4 ton hingga 7,5 ton.
Cara Menabung Emas di Pegadaian
Bagi Anda yang berminat membuka Tabungan Emas di Pegadaian, caranya cukup mudah. Anda bisa mendaftar secara offline di kantor cabang terdekat atau juga secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Nasabah hanya perlu memenuhi beberapa persyaratan, seperti memiliki identitas yang masih berlaku (KTP/Paspor), mengisi formulir pembukaan rekening, serta membayar biaya transaksi Tabungan Emas.
Menabung Emas di Pegadaian Secara Offline
Dilansir dari laman resmi Pegadaian, berikut cara menabung emas di Pegadaian secara offline:
- Nasabah mengisi formulir dan melampirkan fotokopi KTP
- Nasabah membayar biaya admin Rp 10.000, biaya pengelolaan rekening Rp 30.000 dan biaya meterai Rp 10.000
- Nasabah membeli emas batangan dengan berat minimal 0.01 gram
- Setelah semua proses selesai, nasabah akan mendapatkan buku tabungan emas sebagai bukti kepemilikan emas yang ditabung.
Menabung Emas di Pegadaian Digital
Selain offline, Pegadaian juga menyediakan layanan menabung emas secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital. Berikut langkah-langkahnya:
- Pertama, unduh dan login ke aplikasi Pegadaian Digital melalui ponsel Anda.
- Pilih menu "Buka Tabungan Emas" pada halaman utama aplikasi. Isi data diri dan pilih cabang Pegadaian tempat Anda ingin membuka rekening.
- Pilih metode pembayaran yang sesuai, lalu lakukan pembelian emas dengan nominal minimal Rp 50.000.
- Setelah pembayaran berhasil, rekening Tabungan Emas Anda akan aktif. Anda bisa mengambil buku tabungan di cabang yang dipilih maksimal 6 bulan setelah pembukaan rekening.
Biaya Pembukaan Tabungan Emas Pegadaian
- Biaya pembukaan rekening Tabungan Emas Pegadaian di kantor cabang atau agen: Rp 10.000 (gratis jika di aplikasi Pegadaian Digital).
- Biaya penitipan emas per tahun: Rp 30.000 (bebas biaya penitipan untuk 1 tahun pertama jika di aplikasi Pegadaian Digital).
- Biaya transfer emas ke rekening lain per transaksi di kantor cabang: Rp 2.000
- Pencetakan rekening koran tabungan emas di Pegadaian per lembar: Rp 2.000
- Penggantian buku tabungan emas Pegadaian yang hilang atau rusak per buku: Rp 10.000
- Penutupan rekening tabungan emas Pegadaian: Rp 30.000
Keunggulan Tabungan Emas Pegadaian
- Tersedia diseluruh outlet Pegadaian dan melalui Pegadaian Digital Service, Agen Pegadaian dan Marketplace.
- Order cetak emas dapat dilakukan mulai dari kepingan 1 gram.
- Harga jual dan buyback yang kompetitif.
- Biaya administrasi dan pengelolaan ringan.
- Dijamin karatase 24 karat.
- Nasabah dapat melakukan buyback mulai dari 1 gram.
- Nasabah dapat melakukan transfer ke rekening Tabungan Emas mulai dari 0,1 gram.
- Dikelola secara profesional dan transparan.
- Nasabah dapat melakukan pembelian Tabungan Emas (Top Up) mulai dari 0,01 gram
Cara Jual Emas Pegadaian
Saldo emas dapat dijual kembali (buyback) minimal 1 gram dan maksimal 100 gram per hari/CIF. Transaksi buyback bisa dilakukan melalui outlet Pegadaian dan aplikasi Pegadaian Digital.
Selain dijual kembali, Anda juga bisa menggadaikan saldo emas tersebut untuk mendapatkan dana tunai. Bisa gadai tabungan emas lewat outlet Pegadaian atau juga bisa lewat Aplikasi Pegadaian Digital.
Dengan berbagai kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan, menabung emas di Pegadaian menjadi pilihan menarik bagi masyarakat untuk mengamankan masa depan finansial mereka.
Menabung Emas di Pegadaian: Investasi Aman untuk Masa Depan
Temukan bagaimana tabungan emas di Pegadaian memberikan rasa aman dan stabilitas finansial bagi keluarga Anda. Halaman all [1,273] url asal
#menabung-emas #pegadaian #investasi-aman #stabilitas-finansial
(Kompas.com - Money) 20/09/24 20:49
v/15304027/
JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah kesibukan pagi, suara keriuhan anak-anak dan gemericik air dari dapur menjadi latar. Euis (29), seorang ibu rumah tangga asal Pangandaran, Jawa Barat, duduk di sudut meja makan dengan ponsel di tangan.
Sesekali ia mengusap layar sentuhnya, wajahnya serius namun tenang. Di layar kecil itu, tabungan emas miliknya terpampang, membawanya pada rasa tenang dan optimisme.
Sejak pandemi melanda, Euis mulai memikirkan cara yang lebih aman untuk menyimpan uang yang ia sisihkan dari gaji suaminya.
Uang yang dulunya hanya berdiam di rekening bank, kini ia investasikan sebagian dalam bentuk tabungan emas di Pegadaian.
“Awalnya saya ragu, tapi setelah baca-baca dan mencari informasi tentang investasi emas, saya jadi tertarik,” ujar Euis kepada Kompas.com, Kamis (19/9).
Euis membeberkan alasan memilih tabungan emas di Pegadaian. Selain prosesnya aman karena diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kantor Pegadaian pun tersebar di berbagai daerah.
“Selama ini sih aman-aman saja ya menabung emas di Pegadaian. Apalagi kalau suatu saat butuh uang tunai, cabangnya dekat dan mudah diakses,” tambahnya.
Dengan aplikasi Pegadaian Digital yang dapat diakses langsung dari ponsel pintarnya, Euis merasa memiliki kendali penuh atas keuangan keluarganya.
Aplikasi tersebut sederhana, mudah digunakan, dan yang terpenting, memberikan rasa aman. Setiap kali ada uang lebih dari belanja bulanan atau pemberian keluarga, Euis langsung mengubahnya menjadi gram emas yang disimpan secara virtual.
“Saya suka karena nilainya stabil, apalagi kalau dibandingkan dengan uang tunai yang sering habis tanpa terasa,” ungkap Euis sambil menunjuk grafik perkembangan harga emas yang ia amati setiap hari.
“Sekarang ini lebih nyaman. Nggak perlu takut uang tergerus inflasi. Kalau mau jual juga tinggal klik, nggak ribet,” ujar ibu dari tiga anak itu.
Tabungan emas memberikan Euis rasa aman untuk masa depan keluarganya. Ia memandang ini sebagai persiapan jika anak-anaknya memerlukan biaya lebih besar, seperti untuk pendidikan atau kesehatan.
Meskipun tidak bekerja di luar rumah, pengelolaan keuangan yang cermat membuatnya merasa berkontribusi besar dalam memastikan masa depan keluarga lebih aman.
“Tabungan emas ini seperti cara saya menjaga stabilitas keluarga. Saya bukan orang yang begitu paham soal keuangan, tapi dengan teknologi sekarang, semua jadi lebih mudah,” tuturnya.
Setiap pagi, setelah urusan rumah selesai, Euis menyempatkan diri memeriksa harga emas hari itu. Ia tahu, tidak setiap hari harga emas naik, tetapi baginya, ini adalah investasi jangka panjang.
“Saya nggak pernah tergoda buat jual kalau harga emas turun. Prinsipnya sederhana, sabar. Karena ini bukan untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” ujarnya.
Di sudut meja makan yang sama, dengan secangkir teh hangat di depannya, Euis menutup aplikasinya. Dengan sebuah klik sederhana, ia baru saja menambah setengah gram emas lagi ke tabungannya.
Ilustrasi seorang ibu rumah tangga memegang Tabungan Emas PegadaianHarga Emas Berpotensi Terus Naik
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan bahwa emas kerap dipilih masyarakat untuk berinvestasi karena nilainya yang cenderung stabil dan aman terhadap inflasi.
“Kami sangat mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas, salah satunya dengan mendorong masyarakat berinvestasi, terutama melalui Tabungan Emas Pegadaian agar masa depan tak cemas,” ujarnya.
Melalui produk investasi emas tersebut, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyimpan logam mulia di rumah karena semua proses investasi dapat dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital maupun Pegadaian Syariah Digital.
“Tabungan Emas Pegadaian ini investasi yang mudah dan murah. Biaya pemeliharaannya juga sangat terjangkau, hanya 30 ribu per tahun,” kata Damar.
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidayah, memproyeksikan harga emas masih berpotensi naik.
“Iya, kemungkinan itu pasti ada ya, di sela-sela ketidakpastian apakah geopolitik semakin memanas atau suku bunga The Fed akan turun, ini kan akan berdampak,” kata Elvi, Selasa (3/9).
Dia menambahkan bahwa jika konflik atau ketegangan geopolitik semakin meningkat, ada kemungkinan harga emas bisa menembus 3.000 dollar AS per troy ons ke depan berdasarkan analisis beberapa analis.
“Beberapa analis menyampaikan, kalau hari ini harga emas di 2.500 dollar AS per troy ons, dan jika menunggu sampai akhir tahun, ketegangan geopolitik makin memanas, ini akan berdampak,” ujarnya.
Selama semester I 2024, PT Pegadaian telah menjual sebanyak 8,3 ton emas dengan jumlah penabung 3,1 juta orang.
Senior Vice President Pegadaian, Ferry Hariawan, mengatakan penjualan ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berkisar antara 7,4 ton hingga 7,5 ton.
Cara Menabung Emas di Pegadaian
Bagi Anda yang berminat membuka Tabungan Emas di Pegadaian, caranya cukup mudah. Anda bisa mendaftar secara offline di kantor cabang terdekat atau juga secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Nasabah hanya perlu memenuhi beberapa persyaratan, seperti memiliki identitas yang masih berlaku (KTP/Paspor), mengisi formulir pembukaan rekening, serta membayar biaya transaksi Tabungan Emas.
Menabung Emas di Pegadaian Secara Offline
Dilansir dari laman resmi Pegadaian, berikut cara menabung emas di Pegadaian secara offline:
- Nasabah mengisi formulir dan melampirkan fotokopi KTP
- Nasabah membayar biaya admin Rp 10.000, biaya pengelolaan rekening Rp 30.000 dan biaya meterai Rp 10.000
- Nasabah membeli emas batangan dengan berat minimal 0.01 gram
- Setelah semua proses selesai, nasabah akan mendapatkan buku tabungan emas sebagai bukti kepemilikan emas yang ditabung.
Menabung Emas di Pegadaian Digital
Selain offline, Pegadaian juga menyediakan layanan menabung emas secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital. Berikut langkah-langkahnya:
- Pertama, unduh dan login ke aplikasi Pegadaian Digital melalui ponsel Anda.
- Pilih menu "Buka Tabungan Emas" pada halaman utama aplikasi. Isi data diri dan pilih cabang Pegadaian tempat Anda ingin membuka rekening.
- Pilih metode pembayaran yang sesuai, lalu lakukan pembelian emas dengan nominal minimal Rp 50.000.
- Setelah pembayaran berhasil, rekening Tabungan Emas Anda akan aktif. Anda bisa mengambil buku tabungan di cabang yang dipilih maksimal 6 bulan setelah pembukaan rekening.
Biaya Pembukaan Tabungan Emas Pegadaian
- Biaya pembukaan rekening Tabungan Emas Pegadaian di kantor cabang atau agen: Rp 10.000 (gratis jika di aplikasi Pegadaian Digital).
- Biaya penitipan emas per tahun: Rp 30.000 (bebas biaya penitipan untuk 1 tahun pertama jika di aplikasi Pegadaian Digital).
- Biaya transfer emas ke rekening lain per transaksi di kantor cabang: Rp 2.000
- Pencetakan rekening koran tabungan emas di Pegadaian per lembar: Rp 2.000
- Penggantian buku tabungan emas Pegadaian yang hilang atau rusak per buku: Rp 10.000
- Penutupan rekening tabungan emas Pegadaian: Rp 30.000
Keunggulan Tabungan Emas Pegadaian
- Tersedia diseluruh outlet Pegadaian dan melalui Pegadaian Digital Service, Agen Pegadaian dan Marketplace.
- Order cetak emas dapat dilakukan mulai dari kepingan 1 gram.
- Harga jual dan buyback yang kompetitif.
- Biaya administrasi dan pengelolaan ringan.
- Dijamin karatase 24 karat.
- Nasabah dapat melakukan buyback mulai dari 1 gram.
- Nasabah dapat melakukan transfer ke rekening Tabungan Emas mulai dari 0,1 gram.
- Dikelola secara profesional dan transparan.
- Nasabah dapat melakukan pembelian Tabungan Emas (Top Up) mulai dari 0,01 gram
Cara Jual Emas Pegadaian
Saldo emas dapat dijual kembali (buyback) minimal 1 gram dan maksimal 100 gram per hari/CIF. Transaksi buyback bisa dilakukan melalui outlet Pegadaian dan aplikasi Pegadaian Digital.
Selain dijual kembali, Anda juga bisa menggadaikan saldo emas tersebut untuk mendapatkan dana tunai. Bisa gadai tabungan emas lewat outlet Pegadaian atau juga bisa lewat Aplikasi Pegadaian Digital.
Dengan berbagai kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan, menabung emas di Pegadaian menjadi pilihan menarik bagi masyarakat untuk mengamankan masa depan finansial mereka.
Bukan Pakai Uang Suami-Perusahaan Seperti Bunga Zainal, Ini Cara Aman Investasi
Pesinetron Bunga Zainal diduga jadi korban penipuan investasi bodong hingga rugi Rp 15 miliar. Ahli keuangan beri tips aman berinvestasi. [956] url asal
#investasi-aman #penipuan-investasi #bunga-zainal #dana-dingin
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 30/08/24 14:37
v/14827547/
Jakarta - Pesinetron Bunga Zainal diduga menjadi korban penipuan investasi bodong yang ditawarkan oleh teman 'rasa saudara' berinisial CD dan SFS. Namun tidak hanya menggunakan dana pribadi, ia mengaku juga mengajak suami hingga menggunakan dana perusahaan miliknya sebagai modal investasi kepada terduga pelaku tadi.
Dalam catatan detikcom, kasus penipuan investasi bodong ini bermula pada 2022 lalu saat Bunga secara pribadi berinvestasi pada terduga pelaku. Secara bertahap Bunga meningkatkan jumlah uang yang ia investasikan hingga Rp 6,2 miliar.
"Saya dan para terlapor sudah dianggap sebagai saudara saya sendiri. Kedekatan dan aktivitas intens tersebut kemudian dimanfaatkan oleh para terlapor untuk mengajak saya berinvestasi pada proyek pengadaan yang saya kemudian menyetujui untuk berinvestasi dengan mengirimkan uang secara bertahap dari tahun 2022 hingga 2024," ujar Bunga Zainal dalam sebuah konferensi pers.
Ia juga sempat memaksa sang suami, Sukhdev Singh, untuk ikut berinvestasi sehingga menyerahkan uang sebanyak Rp 6,5 miliar untuk investasi fiktif tersebut. Kemudian ia juga menggunakan dana dari dua perusahaan miliknya sebagai modal tambahan investasi ke temannya itu.
"Total kerugian seluruhnya, diperhitungkan dari modal gabungan antara modal saya pribadi, suami saya dan juga modal dari dua perusahaan saya yaitu PT Bunga Cipta Mandiri dan Bunga Kreatif Studio, dengan modal keseluruhan mencapai kurang lebih 15 miliar," jelasnya lagi.
Belajar dari kasus itu, perencana keuangan Andy Nugroho mengatakan berinvestasi pada teman dekat atau kenalan merupakan hal yang wajar dan banyak terjadi. Namun bukan berarti investasi terhadap teman seperti ini kemudian aman untuk dilakukan.
Kemudian menurutnya hal yang wajar juga jika seseorang mengajak orang lain terutama orang terdekat seperti suami/istri hingga kerabat untuk ikut berinvestasi di tempat atau produk yang sama dengan yang ia gunakan.
"Sebenarnya ini merupakan psikologis yang bisa dibilang common sense ataupun wajar di dunia investasi, artinya ketika kita dijanjikan dengan keuntungan yang besar, biasanya dipancing dulu dengan ohh masukin dulu Rp 1 miliar dijanjikan keuntungan 50% misalnya. Dibayar sekali dua kali, wah ini investasi benar dong, akhirnya kita masuk lebih banyak lagi, 'ohh duit saya sendiri nggak cukup nih', akhirnya ya sudah diajak lah suaminya, terus ajak lagi saudara atau pakai duit perusahaan tadi itu," ucap Andy kepada detikcom.
"Yah atau misalkan saja kita punya tempat makan enak nih, pasti kan kita aja suami atau saudara-saudara kita untuk makan di sana juga kan, ini sama halnya dengan investasi. Kita tahu investasi yang menurut kita untung, biasanya ya kita bakal ajak juga kan saudara atau pasangan kita," terangnya lagi.
Meski begitu, menurut Andy saat ingin berinvestasi sebaiknya tidak menggunakan dana milik suami atau perusahaan. Terlebih jika dana yang digunakan untuk investasi itu masih diperlukan untuk keperluan lain.
Sebab menurutnya investasi dalam bentuk apapun pasti memiliki risiko kerugiannya sendiri. Sehingga selalu ada kemungkinan uang yang diinvestasikan itu tidak bisa kembali, apalagi memberikan keuntungan.
"Yang namanya investasi itu kan tidak bisa nol ya risikonya. Selalu ada kemungkinan kita kehilangan uang atau rugi apapun itu penyebabnya ya. Misalkan kita sudah investasi ke dia, tapi ternyata usahanya tidak berjalan sesuai keinginan, atau dia juga jadi korban penipuan investasi ke pihak lainnya, atau mungkin juga memang dia itu menipu," katanya.
Menurut Andy cara paling aman untuk berinvestasi adalah dengan menggunakan uang yang tidak terpakai atau diperlukan untuk kebutuhan lain yang disebut sebagai dana dingin. Sehingga ketika investasi yang dilakukan gagal, meski tetap kehilangan uang, namun pembiayaan untuk kebutuhan sehari-hari yang bersangkutan tidak akan terkendala.
"Yang sebaiknya digunakan sebagai investasi itu saya suka sebutnya sebagai dana dingin. Jadi dana dingin itu adalah dana yang memang seandainya duit ini hilang, itu nggak bikin nggak bisa makan, nggak bikin kita nggak bisa bayar cicilan, ya intinya untuk living cost sehari-hari nggak terganggu lah. Itu dana dingin," ungkap Andy
Ia sendiri tidak bisa merinci berapa persen penghasilan atau gaji seseorang yang bisa digunakan sebagai dana dingin untuk investasi. Sebab biaya untuk kebutuhan hidup masing-masing individu berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Namun ia mencontohkan kalau seseorang memiliki sisa dana tak terpakai bahkan setelah digunakan untuk keperluan biaya hidup hingga sebagiannya lagi sudah disisihkan untuk menabung, sisa dana inilah yang kemudian aman untuk digunakan berinvestasi.
"Ohh misalnya saya punya gaji Rp 10 juta, kebutuhan sehari-hari saya berapa sih? misalnya Rp 8 juta. Bahkan setelah saya gunakan untuk menabung segala macam ini masih lebih Rp 2 juta lagi. Nah Rp 2 juta ini yang disebut sebagai dana dingin. Seandainya dia nggak ada sebenarnya hidup saya fine-fine saja, cuma kesal saja karena duitnya ilang. Nah Rp 2 juta ini yang bisa digunakan untuk investasi," terangnya lagi.
Senada dengan itu perencana keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari mengatakan untuk cara aman untuk berinvestasi adalah menggunakan dana yang tidak perlu untuk digunakan dalam waktu dekat. Besaran dana tak terpakai ini bisa berbeda-beda antara satu dengan yang lain, sesuai dengan gaya dan kebutuhan hidup.
"Misalnya kalau kita gajian biasa per bulan, ya sudah dari gajinya berapa persen yang mau diinvestasikan. Misalnya 20%, 30%, gitu ya. Bisa ditaruh dalam produk-produk investasi," terangnya.
Cara untuk berinvestasi dengan aman lainnya adalah dengan mendiversifikasikan aset yang dimiliki dalam berbagai bentuk. Sehingga saat salah satu aset atau investasi yang ditanamkan gagal, yang bersangkutan masih memiliki aset lain.
"Nah kalau yang asetnya sudah banyak, misalnya saya punya Rp 100 juta, biasanya itu kita bagi dalam komposisi tuh supaya terdiversifikasi artinya bisa mengurangi risiko. Misalnya sebagian di properti, sebagian di emas, sebagian lagi di surat berharga, sebagian lagi di bisnis. Biasanya kita bagi tuh komposisinya," jelasnya.
"Memang bagusnya setengah dari aset kita tuh diinvestasikan, nggak cuma di dalam bentuk aset yang nggak bergerak atau berkembang. Cuma memang untuk menghindari risiko dari salah satu produk investasi, biasanya kita sarannya adalah diversifikasi. Jadi kalau diversifikasi atau dibagi-bagi, kalau salah satu investasinya gagal, sebenarnya nyesek juga, tapi karena sudah dibagi-bagi risikonya masih minim lah untuk keuangan kita," papar Tejasari lagi.
(fdl/fdl)
Hindari Nasib Miris Rafif, Ini 8 Jurus Ampuh Terhindar dari Investasi Bodong
Hindari ajakan atau promo dari influencer yang tidak paham seluk beluk investasi. [311] url asal
#investasi-saham-influencer #gagal-kelola-saham #pengelolaan-saham #tips-investasi-aman #ahmad-rafif-raya
(Republika - Ekonomi) 11/07/24 07:05
v/10387394/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom yang juga Co-Founder dan Dewan Pakar Institute of Social Economic and Digital (ISED) Ryan Kiryanto membagikan delapan resep bagi investor agar tidak terjerumus pada investasi bodong, seperti kasus Ahmad Rafif Raya yang belakangan mencuat. Di antara resepnya adalah menghindari promo dari influencer yang tidak memahami seluk beluk mengenai investasi keuangan.
“Resep investor atau pemodal yang berinvestasi menikmati hasil optimal, pertama, belajar dulu mengenali instrumen investasi beserta nilai return dan risikonya,” kata Ryan kepada Republika, Rabu (10/7/2024).
Kedua, lakukan investasi pada instrumen investasi yang sudah dikenali. Instrumen investasi diketahui beragam, di antaranya logam mulia atau emas, deposito, reksa dana, saham, obligasi pemerintah, ataupun properti.
Ketiga, lakukan investasi yang terukur. Arti dari terukur adalah menyesuaikan kemampuan finansial yang dimiliki.
“Keempat, gunakan anggaran untuk investasi dari modal atau uang sendiri, dan hindarkan berinvestasi dari hasil berutang,” tuturnya.
Kelima, jika sekiranya ingin menambah portofolio investasi, berkosultasilah terlebih dahulu dengan penasihat investasi yang berpengalaman, bersertifikat, dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Keenam, hindari ajakan atau promo dari influencer yang tidak paham seluk beluk investasi karena mereka ini kebanyakan hanya mengandalkan popularitas semata, bukan profesionalitas,” tegasnya.
Kemudian ketujuh, hindari perasaan mau menambah portofolio investasi karena dorongan ingin cepat kaya. Sebab perilaku tersebut hanya wujud dari sifat ketamakan, sehingga biasanya tidak mendasarkan pada prinsip investasi yang sehat, benar, dan logis.
“Kedelapan, sebagai investor, ada kalanya nilai investasi naik (gain) dan turun (loss). Itu hal yang biasa. Saat cuan, jangan takabur ingin segera cuan yang lebih besar tetapi tidak prudent, akibatnya malah bisa buntung. Saat jeblok atau loss, jangan panik, tetap tenang, karena mungkin itu hanya temporer atau jangka pendek,” terangnya.
Jika tengah alami loss, Ryan menyarankan agar investor mengatur nafas kembali, lalu mengambil sikap investasi yang lebih terukur, logis, dan prospektif, meskipun tenor atau durasinya agak lama.
“Kesimpulannya, jadi investor sejati itu butuh kesabaran, dan ketekunan, serta ketenangan,” katanya.