NEW YORK, investor.id – Warren Buffett pernah menyebut manusia tampaknya memiliki 'karakteristik menyimpang' yang membuat hal-hal mudah menjadi sulit.
Warren Buffett percaya manusia memiliki kecenderungan untuk membuat hal-hal menjadi terlalu rumit.
"Tampaknya ada beberapa karakteristik manusia yang menyimpang yang suka membuat hal-hal yang mudah menjadi sulit," tulisnya, seperti dikutip laman Moneywise, Rabu (31/7/2024).
Dalam hal membangun kekayaan, setiap orang memiliki pendapat tentang cara yang tepat untuk menumbuhkan uang. Jalur "menjadi kaya" ini sering kali melibatkan pencarian hal baru berikutnya, mengambil risiko besar, dan mengelola investasi Anda secara aktif.
Namun Buffett percaya investor biasa tidak perlu membuatnya begitu rumit. Berikut adalah tiga kiat utamanya untuk menjadi kaya tanpa komplikasi yang tidak perlu.
Tetap Sederhana
Selama wawancara di Universitas Georgetown pada 2013, Buffett menjelaskan bagaimana pada awal 1990-an Bill Gates mengatakan teknologi komputer yang baru "akan mengubah segalanya".
Buffett jelas-jelas menentang pernyataan ini. Ia bertanya apakah hal itu akan "mengubah kebiasaan orang mengunyah permen karet".
Ketika Gates mengakui hal itu mungkin tidak akan memengaruhi penjualan permen karet, Buffett kembali berkomentar. "Baiklah, kalau begitu saya akan tetap mengunyah permen karet dan Anda tetap mengunyah komputer," tukasnya.
Perusahaan-perusahaan teknologi, seperti Microsoft milik Gates, telah memberikan keuntungan yang luar biasa sejak awal 1990-an. Namun Buffett menolak anggapan bahwa ia perlu memahami teknologi yang rumit dan baru untuk menghasilkan uang.
Saham konsumen yang sederhana seperti milik raksasa permen karet Wrigley, kata Buffett, bisa jadi sama menguntungkannya. Dan yang lebih baik lagi, Buffett memahami bisnis tersebut. Pada 2008, Buffett menggunakan US$ 6,5 miliar untuk membiayai akuisisi Wrigley oleh raksasa makanan Mars.
"Saya tidak perlu memahami semua jenis bisnis. Ada banyak jenis bisnis yang tidak saya pahami. Namun, ada ribuan peluang di sana," kata Buffett di Georgetown.
Dengan berfokus pada bisnis sederhana di industri makanan, minuman, dan perbankan, Buffett telah berhasil menciptakan kekayaan yang sangat besar.
Demikian pula, investor biasa tidak perlu menemukan keajaiban teknis berikutnya atau menguasai teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk memperoleh laba yang layak. Selama lima tahun terakhir, Celsius Holdings telah mengungguli Nvidia meskipun hanya merupakan produsen minuman sederhana.
Jangan Mengayun Pada Setiap Lemparan
Buffett sering merujuk pada buku legenda bisbol Ted Williams berjudul "The Science of Hitting", saat berbicara tentang gaya investasinya. Dalam buku tersebut, Williams menjelaskan rata-rata pukulannya jauh lebih tinggi ketika ia berfokus pada lemparan di sweet spot atau satu titik lemparan terbaik.
Demikian pula, Buffett percaya investor dapat berkinerja baik jika mereka hanya menunggu peluang bagus muncul daripada mengejar setiap tren. Dengan kata lain, jangan mengayun pada setiap lemparan tetapi tunggu yang Anda tahu dapat Anda pukul dengan baik.
Sejumlah investasi yang sangat sukses seperti Coca Cola, Apple, dan American Express telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kekayaan Buffett. Demikian pula, investor biasa hanya membutuhkan sejumlah investasi hebat selama karier mereka untuk mengimbangi yang biasa-biasa saja.
Menunggu peluang menarik ini muncul secara alami dapat menjadi strategi yang ideal.
Fokus Pada Lapangan, Bukan Papan Skor
"Permainan dimenangkan oleh pemain yang fokus pada lapangan permainan, bukan oleh mereka yang matanya terpaku pada papan skor," tulis Buffett dalam surat pemegang sahamnya pada 2013. Dengan kata lain, investor perlu fokus pada permainan memilih bisnis yang bagus dan menghindari gangguan harga saham.
Pasar saham terkenal tidak menentu. Selama kejatuhan pasar, hampir semua saham mengalami kerugian terlepas dari kesehatan bisnis yang mendasarinya. Saham Apple kehilangan 61% valuasinya selama krisis keuangan 2008 dan kehilangan 31,4% selama kepanikan pandemi 2020.
Namun, perusahaan tersebut terus menghadirkan produk inovatif dan meningkatkan pendapatan meskipun terjadi penurunan ini. Investor yang fokus pada bisnis daripada pasar saham akan menyadari hal ini.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News