JAKARTA, investor.id – Bos Lion Group, Rusdi Kirana mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjajaki rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Lion Air. Pihaknya membidik perolehan dana hingga Rp 7 triliun dari aksi korporasi tersebut.
Lion Air, maskapai low cost carrier terbesar di Asia Tenggara, tengah dikabarkan bakal melangsungkan IPO. Rencana IPO Lion Air sebetulnya sudah mencuat sejak lama, namun hingga kini belum terwujud. "Let's see," kata Rusdi Kirana di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (3/10/2024). Sebagai informasi, Rusdi Kirana baru dilantik sebagai wakil ketua MPR RI 2024-2029.
Meski demikian, Rusdi mengisyaratkan bahwa Lion Air sudah siap untuk melangkah ke tahap ini, mengingat posisinya sebagai salah satu maskapai swasta terbesar di kawasan. "Airline kita terbesar di Asia Tenggara dan swasta. Nah, kita bisa go public," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Saat ditanya lebih lanjut apakah IPO Lion Air bisa terealisasi pada tahun depan, Rusdi hanya tertawa ringan, seolah menambah teka-teki di balik rencana besar tersebut.
Lion Air, yang telah beroperasi selama 25 tahun, menjadi salah satu maskapai swasta terbesar di Asia Tenggara, dengan armada yang terdiri dari ratusan pesawat. "Kita ini yang terbesar di Asia Tenggara dan swasta," tambah Rusdi.
Isu mengenai IPO Lion Air sebenarnya sudah mencuat sejak beberapa tahun terakhir. Baru-baru ini, beredar informasi bahwa maskapai ini sedang mempertimbangkan untuk kembali menghidupkan rencana IPO yang diperkirakan bisa mengumpulkan dana hingga US$500 juta. Saat dikonfirmasi terkait nominal tersebut Rusdi menjawab dengan singkat. "Ya, kalau dilihat dari value harusnya bisa segitu," pungkasnya.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News