#30 tag 24jam
Iran dan Biaya Perang Melawan Israel, Minyak Bikin Ekonomi Teheran Bertahan
Mampukah ekonomi Iran bertahan di tengah eskalasi ketegangan baru-baru ini dengan Israel. Bahkan sebelum konflik bersenjata, Iran berjuang dengan lonjakan inflasi,... | Halaman Lengkap [646] url asal
#iran #sanksi-iran #israel-vs-iran #minyak-iran #perang-iran-vs-israel
(SINDOnews Ekbis - Makro) 15/10/24 10:59
v/16494663/
JAKARTA - Mampukah ekonomi Iran bertahan di tengah eskalasi ketegangan baru-baru ini dengan Israel . Bahkan sebelum konflik bersenjata, Iran berjuang dengan lonjakan inflasi, meningkatnya angka pengangguran dan keruntuhan mata uang.Eskalasi antara Iran dan Israel terus memanas, terutama setelah Teheran menembakkan 180 rudal ke Israel pada 1 Oktober, membuat harga minyak global melonjak sekitar 5% atau terbesar dalam setahun.
Minyak mentah Brent naik lagi keesokan harinya untuk diperdagangkan di atas USD75 per barel, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan melakukan aksi balasan. Jika konflik tersebut menjadi berkepanjangan, maka dikhawatirkan bakal mengganggu pasokan minyak dunia.
Eskalasi besar oleh Iran juga berisiko menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik, penyedia data Capital Economics menulis dalam sebuah catatan kepada investor pada hari serangan, bahwa dampak pada harga minyak bakal berlangsung lama untuk menjadi "saluran utama transmisi ke ekonomi global."
"Iran menyumbang sekitar 4% dari produksi minyak global, tetapi pertimbangan penting adalah apakah Arab Saudi meningkatkan produksi jika pasokan Iran terganggu," tulis Capital Economics dilansir DW.
Kenaikan harga minyak sebesar 5% menambah sekitar 0,1% pada inflasi utama di negara-negara maju.
Analis dan pelaku pasar lainnya mengatakan, pasar belum sepenuhnya memperhitungkan risiko serangan terhadap fasilitas minyak Iran, atau gagasan bahwa Teheran mungkin mencoba memblokir Selat Hormuz ? sesuatu yang diancam berkali-kali tanpa tidak benar-benar terjadi. Jalur di muara Teluk Persia itu menangani hampir 30% perdagangan minyak dunia.
Kepala ekonom di pemasok komoditas Trafigura Group, Saad Rahim mengatakan, bahwa tidak ada yang tahu seberapa jauh konflik ini bisa menyebar. "Apa reaksi dari Israel, apa reaksi balasan dari Iran, apakah pemain lain mulai terlibat?" tanyanya dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV.
Minyak Bikin Ekonomi Iran Tetap Bertahan
Ekspor minyak merupakan sumber pendapatan penting bagi Iran. Terlepas dari sanksi Amerika terhadap industri minyak negara itu, Iran terus menjual minyak ke luar negeri, terutama ke China.Pada bulan Maret, Menteri Perminyakan Iran Javad Owji mengatakan ekspor minyak telah "menghasilkan lebih dari USD35 miliar" pada tahun 2023. Financial Times mengutipnya, Ia mengatakan bahwa sementara musuh Iran ingin menghentikan ekspornya, "hari ini, kami dapat mengekspor minyak ke mana pun kami mau, dan dengan diskon minimal."
Dari Januari hingga Mei 2024, analis sektor energi Vortexa melaporkan peningkatan lebih lanjut, memperkirakan bahwa Iran rata-rata menjual 1,56 juta barel per hari.
"Peningkatan produksi minyak mentah, permintaan yang lebih tinggi dari China dan peningkatan bersih dalam ukuran armada gelapnya telah membantu memfasilitasi peningkatan ekspornya," tulis Vortexa dalam laporan Juni.
Istilah "armada gelap" atau "armada bayangan" mengacu pada kapal terselubung yang menyelundupkan minyak, sehingga menghindari sanksi. Menurut organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran yang berbasis di AS, armada bayangan Iran terdiri dari setidaknya 383 kapal tanker.
Menurut stasiun TV Iran International yang berbasis di London, pemerintah menjual minyaknya dengan diskon 20% dari harga pasar global, sebagai kompensasi atas risiko yang dihadapi pembeli karena sanksi.
"Kilang China menjadi pembeli utama pengiriman minyak ilegal Iran yang dicampur perantara dengan kargo dari negara lain dan dibongkar di China sebagai impor dari Singapura dan sumber lainnya," ungkap outlet oposisi Iran melaporkan baru-baru ini.
Inflasi dan Mata Uang Membebani Ekonomi
Sanksi tidak hanya menargetkan industri minyak Iran, tetapi juga berdampak pada kemampuan negara itu untuk melakukan transaksi keuangan internasional. Hal ini menyebabkan penurunan tajam dalam mata uang nasional, rial.Saat ini, orang Iran membayar sekitar 580.000 rial di pasar gelap untuk satu dolar AS. Setelah penandatanganan kesepakatan nuklir pada tahun 2015, satu dolar bernilai 32.000 rial.
Meskipun pendapatan minyak cenderung stabil dalam beberapa tahun terakhir, Iran jauh dari kekuatan ekonomi. Populasinya sekitar 88 juta atau hampir 10 kali lipat dari musuh bebuyutannya, Israel.
Namun pada tahun 2023, output ekonomi Iran yakni USD403 miliar, secara signifikan lebih rendah dari Israel sebesar USD509 miliar.
Perbedaan ini menjadi lebih mencolok ketika membandingkan nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam setahun. Tahun lalu, PDB per kapita Iran adalah USD4.663, sednagkan Israel mencapai USD52.219, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).
Israel Kembali Serang Beirut, 22 Orang Tewas
Serangan Israel menghantam wilayah pemukiman padat yang terdiri dari gedung apartemen dan toko-toko kecil di jantung kota Beirut, Lebanon. [643] url asal
#israel #beirut #lebanon #serangan-israel #israel-serang-lebanon #israel-serang-beirut #israel-vs-lebanon #israel-vs-hizbullah
(Bisnis.Com) 11/10/24 14:32
v/16305475/
Bisnis.com, JAKARTA - Israel kembali meluncurkan serangan ke pusat kota Beirut, Lebanon pada Kamis (10/10/2024) waktu setempat. Serangan tersebut dikabarkan menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 100 oran.
Mengutip Reuters pada Jumat (11/10/2024), serangan Israel menghantam wilayah pemukiman padat yang terdiri dari gedung apartemen dan toko-toko kecil di jantung kota Beirut.
Israel tidak mengeluarkan peringatan evakuasi menjelang serangan tersebut dan sebelumnya belum pernah menyerang daerah tersebut, yang terletak jauh dari pinggiran selatan Beirut dimana markas besar Hizbullah telah berulang kali dibom oleh Israel.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sebanyak 22 orang tewas dan 117 luka-luka. Di antara korban tewas adalah satu keluarga beranggotakan delapan orang, termasuk tiga anak, yang dievakuasi dari wilayah selatan, menurut sumber keamanan.
Serangan Israel tersebut juga menyasar Wafiq Safa, seorang kepala unit penghubung dan koordinasi Hizbullah yang bertanggung jawab bekerja dengan badan keamanan Lebanon. Namun, sumber keamanan menyebutkan Safa selamat dari serangan tersebut.
Upaya untuk membunuh Safa, yang berperan dalam urusan keamanan dan politik, menandai perluasan target Israel di kalangan pejabat Hizbullah, yang sebelumnya berfokus pada komandan militer dan pemimpin puncak kelompok tersebut.
Hingga saat ini, Israel belum mengeluarkan komentar langsung terkait insiden tersebut. Namun, Israel mengatakan mereka telah membunuh Muhammad Abdullah, kepala jaringan Jihad Islam di kamp pengungsi Palestina di Nur Shams.
Abdullah, yang menurut Israel terlibat dalam sejumlah serangan terhadap tentaranya, tewas bersama “teroris” lainnya dalam serangan di dekat Tulkarem, kata badan militer dan keamanan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
Pasukan PBB Asal Indonesia Terluka
Dalam perkembangan lain, di selatan Lebanon, dua pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, terluka ketika sebuah tank Israel menembaki menara pengawas di markas utama pasukan tersebut di Ras al-Naqoura. Hal tersebut membuat PBB mengatakan bahwa personelnya menghadapi bahaya yang semakin besar.
PBB menyebut, kedua pasukan penjaga perdamaian tersebut berasal dari Indonesia dan dalam kondisi baik setelah dirawat karena luka ringan, kata Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam pernyataannya.
Keselamatan lebih dari 10.400 pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon semakin terancam dan operasi-operasi hampir terhenti sejak akhir September, kata kepala penjaga perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix kepada Dewan Keamanan. Hal ini bertepatan dengan meningkatnya konflik Israel dengan Lebanon.
UNIFIL menyebut serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sebagai pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional.
Gedung Putih mengatakan AS sangat prihatin dengan laporan bahwa pasukan Israel menembaki posisi PBB dan mendesak Israel untuk memberikan rinciannya.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya beroperasi di daerah Naqoura, di sebelah pangkalan UNIFIL.
“Oleh karena itu, IDF menginstruksikan pasukan PBB di wilayah tersebut untuk tetap berada di tempat yang dilindungi, setelah itu pasukan tersebut melepaskan tembakan di wilayah tersebut,” kata pernyataan Israel, seraya menambahkan bahwa pihaknya mempertahankan komunikasi rutin dengan UNIFIL.
Pasukan penjaga perdamaian bertekad untuk tetap di pos mereka meskipun ada serangan Israel dan perintah militer Israel untuk pergi, kata juru bicara pasukan Andrea Tenenti.
Di New York, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengatakan Israel merekomendasikan relokasi UNIFIL 5 km (3 mil) ke utara untuk menghindari bahaya ketika pertempuran semakin intensif. Danon mengatakan serangan terhadap Hizbullah diperlukan agar 70.000 pengungsi Israel dapat kembali ke rumah mereka di Israel utara.
Timur Tengah tetap waspada terhadap eskalasi lebih lanjut di wilayah tersebut, menunggu tanggapan Israel terhadap serangan rudal Iran pada 1 Oktober.
Wakil Presiden AS dan calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris mengatakan deeskalasi diperlukan.
“Kita harus mencapai gencatan senjata. Kita harus mengurangi ketegangan," kata Harris kepada wartawan ketika dia meninggalkan Las Vegas, sambil mengomentari situasi di Gaza dan Lebanon.
Adapun, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 2.169 orang di Lebanon selama setahun terakhir, kata pemerintah Lebanon dalam laporan hariannya. Mayoritas korban tewas sejak 27 September, ketika Israel memperluas kampanye militernya. Jumlah korban tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.
Tembakan Hizbullah melintasi perbatasan ke Israel telah menewaskan 53 orang dalam periode yang sama, lebih dari setengahnya adalah warga sipil, menurut pihak berwenang Israel.