SUBANG, investor.id – Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS) Arman Salam mengingatkan para kandidat yang berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Subang, Jawa Barat untuk berhati-hati dalam menghadapi isu poligami dan narkoba. Menurut dia, kedua isu tersebut berpotensi menggerus, sekaligus merontokkan elektabilitas kandidat bupati.
Berdasarkan data survei yang pernah dilakukan IPS selama ini, hampir di seluruh wilayah, mayoritas publik mengaku tak ingin dipimpin oleh bupati, walikota atau gubernur yang poligami dan terlibat narkoba.
"Jujur, saya sendiri tidak tahu, siapa calon bupati di Subang yang terlibat poligami dan narkoba. Saya hanya ingin mengingatkan berdasarkan data, bahwa dua isu itu jangan dianggap sepele, jika sampai mayoritas publik tahu," ungkapnya.
Namun, diakui oleh Arman bahwa di sejumlah daerah ada juga calon bupati poligami yang tetap terpilih sebagai pemenang. Termasuk, yang terlibat kasus korupsi, bahkan ada yang sudah dua bulan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terpilih.
“Dari beberapa survei yang pernah dilakukan IPS, memang rata-rata publik yang tahu isu negatif para calon itu tak pernah lebih dari 10%. Kebanyakan hanya 5% saja. Sehingga, wajar jika isu tersebut tidak berpengaruh kepada elektoral kandidat," jelasnya.
Lebih lanjut, Arman menyarankan, dalam rangka kepentingan transparansi berdemokrasi maka para kandidat yang berkontestasi pada pemilihan bupati (pilbup) Subang untuk memilih bersikap jujur.
“Mungkin, jujur dari awal lebih baik, ketimbang akhirnya ketahuan di ujung. Misalnya, kalau benar poligami, sampaikan saja kepada publik. Mungkin dengan begitu rakyat malah simpatik, ketimbang ditutup-tutupi yang akhirnya rakyat tahu bahwa kandidat itu tidak jujur,” kata dia.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News