#30 tag 24jam
2 item, 1 hal
Itenas Wisuda 837 Wisudawan, 225 Lulusan Program Sarjana Raih Cum Laude
Meilinda mengingatkan pentingnya peran lulusan Itenas membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara. [962] url asal
#wisuda-itenas #itenas #wisuda #perguruan-tinggi
(MedCom) 15/10/24 11:58
v/16497740/
Jakarta: Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung meluluskan 837 wisudawan melalui acara Wisuda Program Sarjana dan Magister periode Semester Genap 2023/2024 di Gedung Bale Dayang Sumbi. Rinciannya, 820 lulusan Program Sarjana dan 17 lulusan Program Magister.“Atas nama seluruh sivitas akademika, saya mengucapkan selamat kepada saudara yang telah menyelesaikan pendidikan program sarjana dan magister," kata Rektor Itenas, Meilinda Nurbanasari, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 15 Oktober 2024.
Meilinda mengatakan gelar yang diperoleh merupakan pengakuan atas kompetensi akademik yang diraih selama ini. Gelar ini juga mengemban tanggung jawab besar bagi wisudawan untuk berkontribusi lebih kepada masyarakat dan bangsa.
Pada lulusan periode ini, Program Sarjana, IPK rata-rata lulusan adalah 3,27 dengan masa studi rata-rata 4 tahun 4 bulan. Wisudawan termuda dalam periode ini adalah Oksalis Fathya dari Program Studi Arsitektur, yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 20 tahun 6 bulan dengan IPK 3,30 dan masa studi 3 tahun 11 bulan. Sebanyak 225 lulusan Program Sarjana berhasil meraih predikat Cum Laude.
Sementara itu, untuk Program Magister, IPK rata-rata lulusan adalah 3,65 dengan lama studi rata-rata 2 tahun 5 bulan. Lulusan terbaik Program Magister adalah Ega Ahmad Robbani dari Program Studi Teknik Sipil dengan IPK 3,83 dan masa studi 1 tahun 11 bulan.
Beberapa wisudawan juga menorehkan prestasi luar biasa di bidang non-akademik. Faza Raufa Sani, wisudawan dari Program Studi Arsitektur, berhasil mengharumkan nama Itenas di kancah internasional dengan meraih juara 1 pada Virtual JCUK Open Poomsae & Para Poomsae Championship 2021 dan Online Belgian Open Poomsae Championships 2021.
Ghaida Afra Aliyah dari Program Studi Desain Komunikasi Visual meraih juara 1 pada Lomba Melukis Batik Gebyar LLDIKTI4 Tahun 2022. Sementara itu, Revian Alvero, dari Desain Komunikasi Visual, menjadi juara 1 di Kemendag - Festival Gim Indonesia 2022.
Meilinda menekankan keberhasilan wisudawan, baik di bidang akademik maupun non-akademik, menjadi bukti nyata kontribusi Itenas dalam mencetak lulusan unggul dan kompetitif di tingkat nasional dan internasional.
“Prestasi yang diraih saudara sekalian tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik Itenas di kancah global. Saya berharap kesuksesan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat,” papar dia.
Di era globalisasi yang penuh dengan tantangan, Meilinda mengingatkan pentingnya peran lulusan Itenas membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara. Sebagai lulusan dari salah satu kampus swasta terbaik di Indonesia yang terakreditasi Unggul, wisudawan diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan bangsa.
"Kita harus siap menghadapi tantangan global, termasuk kedaulatan pangan, kesehatan, energi, dan perubahan iklim. Di sinilah peran ilmu pengetahuan dan teknologi yang saudara miliki akan diuji,” tutur dia.
Dia juga menekankan perlunya lulusan Itenas terus meningkatkan kompetensi, inovasi, serta kualitas diri agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat dinamis. Kompetensi yang telah diraih selama menempuh studi di Itenas adalah modal utama.
"Jangan berhenti belajar dan teruslah berinovasi. Kami berharap, saudara sekalian akan menjadi generasi yang sehat, cerdas, produktif, berdaya saing, dan memiliki akhlak mulia yang siap membawa Indonesia menuju kemajuan,” ujar dia.
Capaian Itenas
Dalam kesempatan itu, Meilinda juga memaparkan sejumlah capaian penting Itenas dalam beberapa bulan terakhir. Itenas berhasil masuk dalam 10 besar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia versi pemeringkatan Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) 2025.“Keikutsertaan Itenas dalam pemeringkatan internasional ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan mutu proses belajar mengajar, sehingga para lulusan Itenas tidak hanya qualified di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujar dia.
Meilinda mengatakan pencapaian tersebut bukanlah akhir dari perjuangan Itenas. Pihaknya menyadari tantangan di masa depan sangat besar.
"Oleh karena itu, Itenas telah merumuskan visi baru yang akan berlaku mulai September 2024, yaitu menjadi World Class Research & Innovation University pada periode 2025-2035 dan World Class Entrepreneurial University pada periode 2035-2045,” tutur dia.
Selain itu, dua dosen tetap Itenas berhasil meraih hibah RISPRO Komersial-LPDP yaitu Prof. Tarsisius Kristyadi dengan judul penelitian Bio CNG Dari Kotoran Ternak Untuk Bahan Bakar Industri dan pendanaan sebesar 2,8 Milyar rupiah dan Dr. Andry Masri, M.Sn. dengan judul penelitian Perancangan dan Prototipe Kabin Inap dan Kelengkapan Interior Berbahan Baku Bonggol Jagung Sebagai Inisiasi Wisata Edukasi Kreatif Bertema Jagung di Ciwidey, Jawa Barat dan nilai hibah sebesar 900 juta rupiah.
Sejalan dengan visi tersebut, Itenas juga terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyediaan fasilitas modern dan mendukung. Salah satu langkah nyata adalah penyediaan 20 unit Apple iMac M3 series terbaru untuk Laboratorium Perancangan Digital di Program Studi Desain Komunikasi Visual.
“Perangkat ini akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan industri kreatif yang semakin kompetitif,” jelas Meilinda.
Meilinda mengajak wisudawan untuk terus menjaga hubungan baik dengan almamater dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan kampus.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak saudara untuk ikut berperan dalam beberapa indikator kinerja utama perguruan tinggi, seperti memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa Itenas melalui program magang, atau berbagi pengalaman sebagai praktisi mengajar di kampus,” harap dia.
Meilinda juga memberikan apresiasi khusus kepada alumni Itenas yang telah berkontribusi nyata terhadap perkembangan kampus. Antara lain Judhi Prasetyo, alumni Teknik Elektro angkatan 88 yang saat ini menjabat sebagai Senior Lecturer di Middlesex University, Dubai; dan Jimmy Dekha Syaputra, alumni Teknik Geodesi Itenas angkatan 2007, yang telah memberikan hibah alat Single Beam Echosounder senilai Rp222 juta.
Acara wisuda diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada para orang tua, keluarga, pemberi beasiswa, dan mitra Itenas yang telah mendukung kesuksesan mahasiswa.
“Terima kasih kepada orang tua, keluarga, dan mitra Itenas atas dukungan yang telah diberikan. Semoga para lulusan Itenas dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi bangsa,” ucap Meilinda.
Meilinda mengundang wisudawan mengikuti Itenas Job Fair pada 16-17 Oktober 2024. Sebanyak 45 perusahaan nasional dan multinasional bakal berpartisipasi.
“Jangan lewatkan kesempatan ini untuk memulai karier gemilang. Kami ucapkan selamat dan semoga sukses di masa depan,” tutur dia.
| Baca juga: Asa Itenas Bagi OSC Medcom.id, Terus Hadir Memberi Arti |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(REN)
Itenas Siap Bersaing di Kancah Global
Itenas membuktikan menjadi salah satu yang terbaik dengan berbagai inovasi dan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. [548] url asal
#itenas #beasiswa-osc #osc-medcom-id #beasiswa-itenas #akreditasi-itenas #alumni-itenas
(MedCom) 07/10/24 19:06
v/16120523/
Jakarta: Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung siap bersaing di kancah global. Perguruan tinggi swasta (PTS) ini terus membuktikan menjadi salah satu yang terbaik dengan berbagai inovasi dan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.Dilanir dari keterangan tertulis yang dikeluarkan Itenas, kampus yang didirikan pada 7 Desember 1972 ini telah menjadi pusat pendidikan yang menawarkan lingkungan belajar dinamis di jantung Kota Bandung. Itenas meraih akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 2 Agustus 2022.
Ini menegaskan komitmen Itenas memberikan pendidikan berkualitas. Sebanyak 14 program studi sarjana, sembilan di antaranya meraih akreditasi Unggul, sementara lima lainnya terakreditasi Baik Sekali. Pada tingkat magister, dua program studi terakreditasi Unggul dan satu lainnya Baik Sekali.
Reputasi Itenas diperkuat dengan kerja sama erat bersama berbagai industri. Lulusan Itenas dikenal siap menghadapi dunia kerja dengan daya saing tinggi berkat kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
Itenas mulai mendapatkan pengakuan di kancah internasional pada 2011 dengan meraih predikat One-Star University dari lembaga pemeringkatan QS Stars. Pada 2023, Itenas menempati peringkat ke-5 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Bandung versi EduRank, peringkat 32 perguruan tinggi Indonesia berdasarkan THE Impact Rankings, dan peringkat 80 PTS terbaik di Asia Tenggara menurut AppliedHE.
Pada 2024, Itenas meraih 3 Stars dari QS Stars, peringkat ke-61 di Indonesia menurut UI GreenMetric, dan peringkat 80 di ASEAN berdasarkan AppliedHE.
Itenas menawarkan program studi berbasis industri dan tren teknologi global. Kampus ini juga memiliki dosen-dosen berkualitas yang sebagian besar bergelar doktor dari universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri.
Selain mengajar, para dosen juga aktif melakukan penelitian nasional dan internasional. Ini menjadikan Itenas sebagai institusi unggul dalam riset dan inovasi.
Kerja sama Itenas dengan lebih dari 400 mitra industri, termasuk LG Innotek, Huawei, Pertamina, dan Telkom Indonesia memberikan peluang magang dan riset bagi mahasiswa. Program ini juga mempersiapkan mereka berkontribusi langsung di dunia kerja setelah lulus.
Itenas juga mendorong mahasiswa mengembangkan soft skills melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sejak 2010, Itenas menerapkan Sistem Kredit Kemahasiswaan (SKK), yang berfokus pada pengembangan kompetensi komunikasi, kepemimpinan, dan kreativitas.
Program Kewarganegaraan dan Bela Negara (PKBN) yang dimulai pada 2018 juga menambahkan dimensi baru dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompetitif secara global tetapi juga berwawasan kebangsaan.
Dalam bidang riset, Itenas mencetak prestasi besar pada 2024 dengan berhasil meraih dua pendanaan RISPRO Komersial untuk proyek Bio CNG dari kotoran ternak dan Prototipe Kabin Inap dari bonggol jagung dengan total pendanaan sebesar 2,8 Milyar. Proyek ini menegaskan komitmen Itenas menghasilkan solusi inovatif untuk tantangan industri dan lingkungan.
Itenas juga memberikan dukungan finansial melalui berbagai program beasiswa, baik internal seperti Beasiswa Cahaya Itenas maupun eksternal seperti Online Scholarship Competition (OSC), Jabar Future Leaders, dan Djarum Beasiswa Plus.
Itenas telah mencetak lulusan-lulusan sukses di berbagai sektor. Beberapa di antaranya adalah Bagus Satrio, pendiri Sagara Bootmaker, yang kini dikenal di pasar internasional, serta Irwan Irawan, lulusan Teknik Mesin yang berkarier di PT Timah Industri. Lalu, Dr. Judhi Prasetyo, alumni Teknik Elektro, kini menjadi dosen di Middlesex University, Dubai.
Komitmen Itenas dalam terus beradaptasi dengan perkembangan global, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, menjadikan kampus ini sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang patut diperhitungkan, baik di Indonesia maupun di dunia internasional.
| Baca juga: Hobi Utak-Atik Barang Elektronik, Alumnus Itenas Ini Jadi Ahli Robotik di Dubai |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(REN)