#30 tag 24jam
5 Ayat Alquran Pilihan Hari ini Al Furqan 71-76: Arab, Latin, Terjemahan, dan Tafsirnya
Al Furqan 71-76 berbicara tentang tobat, doa dan janji Allah kepada pelaku tobat. [785] url asal
#tobat #munajat #janji-allah #ayat-pilihan
(Republika - Iqra) 06/08/24 06:00
v/13475587/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lima ayat menarik untuk kita tadaburi hari ini adalah Al Furqan ayat 71 hingga 76. Keunikan ayat tersebut ada pada kesamaan akhirannya berupa fathatain atau dua fathah. Berikut ini adalah ayat tersebut.
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًا
Wa man tāba wa ‘amila ṣāliḥan fa innahụ yatụbu ilallāhi matābā
71. Dan orang-orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
Wahbah Zuhaili dalam tafsirnya menjelaskan maksud ayat ini, siapapun yang bertobat memohon ampunan Allah, kemudian bertakwa, maka permintaan itu dikabulkan Allah.
وَٱلَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا۟ بِٱللَّغْوِ مَرُّوا۟ كِرَامًا
wallażīna lā yasy-hadụnaz-zụra wa iżā marrụ bil-lagwi marrụ kirāmā
72. Orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.
Penafsir Alquran Abdurrahman as'Sa'di menjelaskan maksud ayat tersebut sebagai berikut,
"Mereka yang tidak memberikan persaksian palsu,” maksudnya mereka tidak menghadiri kepalsuan, yaitu perkataan dan perbuatan yang diharamkan. Mereka menghindari majelis-majelis yang banyak mengandung perkataan-perkataan atau perbuatan-perbuatan yang diharamkan, seperti mempermasalhkan ayat-ayat Allah, dabat batil, menggunjing, memfitnah (adu domba), memaki, menuduh berbuat zina, memperolok-olok, lagu-lagu haram, minum khamar, alas-alas yang terbuat drai kain sutra, gambar-gambar dan lain-lain.
Kalaulah mereka tidak menyaksikan kepalsuan, maka lebih utama lagi mereka tidak mengatakannya dan mengerjakannya. Kesaksian palsu masuk kedalam kategori ucapan palsu, dan masuk kedalam maksud ayat ini secara lebih utama.
“Apabila mereka bertemu dengan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah,” yaitu pembicaraan yang tidak mengandung kebaikan dan faidah religi ataupun duniawi, seperti pembicaraan orang-orang yang dungu dan yang serupa dengannya, “mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya,” maksudnya mereka mencegah diri mereka dan memuliakan dirinya dari tindakan ikut serta tenggelam di dalamnya (meskipun tidak mengandung dosa) tetapi ia merupakan tindakan bodoh yang mencemari kemanusiaan dan kewibawaan. Mereka menjaga kesucian diri mereka darinya.
Pada FirmanNYa, “dan apabila mereka bertemu dengan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah,” terdapat sebuah isyarat bahwa mereka tidak bermaksud menghadirinya ataupun mendengarkannya, akan tetapi hal itu terjadi saat bertemu secara kebetulan tanpa kesengajaan. Mereka memuliakan diri mereka darinya.
“dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka,” yang mana Dia memerintahkan kepada mereka untuk mendengarnya dan menjadikannya sebagai pedoman, “mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta,” maksudnya, mereka tidak meresponnya dengan sikap berpaling darinya, bersikap tuli untuk mendengarnya dan mengalihkan perhatian dan hrti drainya, seperti yang dilakukan oleh orang yang tidak beriman dan tidak membenarkannya. Sesungguhnya sikap mereka di saat mendengarnya adalah seperti yang difirmankan oleh Allah,
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan aayat-ayat (kami), niscaya mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya, sedang mereka tidak menyombongkan diri,” (as-sajdah:15)
Mereka meresponnya dengan menerima ayat-ayat itu, rasa membutuhkannya, tunduk dan patuh kepadanya. Anda akan menjumpai mereka memiliki telinga yang peka dan hati yang sensitive, hingga iman mereka bertambah karenanya, makin sempurna keyakinannya karennaya, menimbulkan semangat pada diri mereka, dan mereka sangat riang dan berbahagia karenanya.
Lihat halaman berikutnya >>>
وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا۟ عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا
wallażīna iżā żukkirụ bi`āyāti rabbihim lam yakhirrụ ‘alaihā ṣummaw wa ‘umyānā
73. Orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
Tafsir Kementerian Agama Indonesia menjelaskan maksud ayat tersebut, bahwa sifat hamba Allah yang baik adalah apabila diberi peringatan oleh Allah atau nabi-Nya dengan ayat-ayat Alquran, mereka mendengar dan menerimanya dengan antusias.
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
wallażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā
74. Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Ini merupakan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang menerima peringatan Allah dan nabi-Nya. Doa ini juga dibaca Nabi Adam alaihissalam ketika bertobat karena mengakui kesalahannya memakan buah Khuldi yang menyebabkan dirinya dan Hawa terlempar ke Bumi.
أُو۟لَٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا۟ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَٰمًا
ulā`ika yujzaunal-gurfata bimā ṣabarụ wa yulaqqauna fīhā taḥiyyataw wa salāmā
75. Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
Tobat berupa pengakuan kesalahan dan permohonan ampunan yang disertai dengan munajat agar lebih dekat dengan Allah dijanjikan oleh Allah balasan kehormatan dan martabat yang tinggi.
خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
khālidīna fīhā, ḥasunat mustaqarraw wa muqāmā
76. mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang di dalamnya mereka hidup berlimpah kebahagiaan dan kekal di sana.