Bisnis.com, PEKANBARU-- Asap hitam pekat itu membubung tinggi di langit. Matanya perih saat berusaha memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup besar terjadi pada 2019 silam di Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu Bengkalis.
Tumin ingat betul kala itu musim kemarau sudah berlangsung cukup lama sehingga lahan menjadi kering dan sangat mudah tersulut api. Hal itu menimbulkan karhutla cukup besar.
Pria paruh baya ini tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Dia terkadang berprofesi sebagai tukang bangunan, dan hanya menjalankan aktivitas itu di saat ada permintaan. Untuk mengisi waktu luang di kala tidak ada pekerjaan, Tumin bersama sejumlah warga lain menjadi petani sayuran dan mengolah lahan tidur.
Memang ada kebiasaan warga sekitar membuka lahan pertanian dengan cara membakar lahan atau istilahnya merun. Pada praktiknya, rumput lahan yang mengering ditumpuk kemudian dibakar, sehingga hasilnya lahan itu bersih dan siap ditanami berbagai jenis sayuran.
Namun, praktik ini memang ada risikonya, yakni kalau angin kencang bisa memicu api yang timbul dari aktivitas merun akan membesar, dan bisa menyebar ke lahan lain yang berdekatan dengan lokasi pertanian sayurnya.
"Jadi terakhir kali kebakaran besar itu sekitar 2019, dan sampai sekarang sudah tidak ada kebakaran besar lagi karena kami sudah mengolah lahan dengan baik tanpa membakar," ungkap Tumin kepada Bisnis, Rabu (30/10/2024).
Tumin dan warga Desa Batang Duku mulai dikenalkan dengan praktek pengolahan lahan, terutama gambut yang berada di tempat tinggalnya, dengan cara yang baik dan benar serta tentu saja tidak lagi membakar.
Hal ini dipahaminya berkat adanya informasi dan edukasi dari Forum Masyarakat Peduli Api (MPA) Gerbang Lesmana yang dipimpin Sadikin.
Menurut Sadikin, menjaga lahan gambut dari risiko karhutla yakni memastikan gambut tetap basah, dan ketinggian air di gambut terjaga dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan rutin ketinggian air di lahan gambut dengan mengukur permukaan air di kanal atau parit gambut.
Pipa Bekas dan Meteran Badan
Untuk melakukan itu, petugas atau masyarakat peduli api harus patroli di lahan berisiko terbakar, dan membawa alat ukur ke kanal. Memang hal ini sudah menjadi standar dan harus dilakukan guna mengantisipasi lahan gambut kering akibat kekurangan air.
"Dengan kondisi pemantauan yang berjarak antar lokasi kanal, akhirnya kami bersama dengan perwakilan Kilang Pertamina Sei Pakning, membuat inovasi berupa alat ukur air tanah (AKURRAT) dari bahan sederhana yaitu pipa bekas dan meteran badan, yang kemudian di tanam ke lahan gambut sedalam 3 meter untuk memantau ketinggian air gambut," ungkapnya.
Alat ukur air tanah (AKURAT). JIBI
Dengan metode AKURRAT ini, kegiatan mengukur atau monitoring ketinggian air lahan gambut menjadi lebih mudah. Dia menjelaskan idealnya level ketinggian air gambut berada di rentang angka 20-40 cm dari permukaan gambut.
Namun, dia mengatakan jika ketinggian air terus berkurang hingga sampai ke level 50-60 cm dari permukaan gambut, itu masuk ke dalam kategori waspada. Bahkan, bila menyentuh angka 80 cm, artinya sudah bahaya dan gambut di sekitar sangat rentan terbakar oleh api.
Apabila ketinggian air sudah di level waspada, warga atau petani yang ada di sekitar lahan gambut harus melakukan pembasahan atau penyiraman lahan 1 kali sampai 2 kali sehari, guna menjaga kelembaban lahan gambut, lalu apabila sudah di atas 60 cm sampai 80 cm untuk penyiraman harus dilakukan minimal 4 kali sehari.
Tidak hanya dengan memasang sistem AKURRAT, pihaknya juga melatih petani dan warga sekitar untuk bagaimana menangani lahan berisiko karhutla, yakni misalnya dengan membuat sumur bor atau sumur hidran yang bisa dijadikan sumber air memadamkan api karhutla.
"Biasanya kalau sudah terjadi kebakaran hutan, itu sangat susah memadamkannya, misalnya ada karhutla seluas 1 hektare itu memadamkannya bisa habis waktu minimal seminggu, dan itu asapnya sangat luar biasa mencemari udara di kampung ini," ujarnya.
Setelah kampung itu bebas dari karhutla besar seperti yang terjadi pada 2019 silam, Tumin yang juga Ketua Kelompok Tani Maju Jaya Bersama, kembali melanjutkan aktivitasnya sebagai petani dan mendapatkan beragam pelatihan serta pendampingan pertanian hortikultura di lahan gambut dari Kilang Pertamina Sei Pakning.
Ada beragam bantuan yang diterima Poktan itu, diantaranya peralatan mesin pertanian, bibit tanaman sayuran, sistem irigasi lahan gambut, dan bisa dibilang semua pendukung usaha pertanian di tempatnya dibantu oleh Kilang Pertamina.
"Dengan dukungan ini sistem bekerja kami sebagai petani sayuran di Desa Batang Duku ini jelas lebih baik, dan akhirnya kami fokus menjadi petani sayur sehingga tidak lagi menjadikannya pekerjaan sambilan," ujar Tumin.
Sejumlah tanaman sayuran yang dikembangkan di lahan itu diantarnya adalah kangkung, bayam, ubi kayu, kacang panjang, dengan lahan sistem menyewa.
Dalam sehari ada sekitar 800 ikat sayuran yang diproduksi dengan berbagai jenis sayur dan dijual ke pasaran di sekitar Sei Pakning. Hasil yang diterima pihaknya bisa mencapai Rp1 jutaan perharinya.
Saat ini ada sekitar 10 orang anggota Poktan yang aktif, dan tiap petani bisa meraup penghasilan di angka Rp3 juta sampai Rp4 jutaan tiap bulannya.
Tentu saja dengan hasil sebesar itu membuat Tumin dan rekan-rekannya menjadi lebih semangat dalam bekerja, bila dibandingkan kerja serabutan yang tidak pasti penghasilannya setiap hari.
Memang dirinya berharap kampung Batang Duku, Bengkalis ini tidak lagi terjadi kebakaran atau karhutla, sehingga dirinya dan warga petani lain tetap bisa bekerja menanam sayur dan menerima hasil dengan baik, tanpa harus disulitkan akibat kebakaran dan asap pekat seperti 2019 silam dan tahun-tahun sebelumnya.
Pak Tumin (kanan) petani di Desa Batang Duku Bengkalis saat menanam kangkung di lahan gambut dengan menerapkan pertanian berkelanjutan dan tanpa bakar. JIBI
Program Pendampingan Pertamina
Di kesempatan terpisah, Community Development Officer PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Sei Pakning Leonardo Manullang menyebutkan memamg program pendampingan yang diberikan pihaknya kepada petani di Desa Batang Duku Bengkalis ini karena melihat wilayah itu sebagai daerah yang rawan terjadi karhutla seperti beberapa tahun lalu.
"Dulunya memang wilayah Batang Duku ini rawan karhutla dan masyarakat membuka lahan istilahnya merun atau dengan membakar lahan, sekarang Pertamina Sei Pakning memberikan pemahaman bahwa mengelola lahan dengan merun itu berisiko menimbulkan karhutla," ujarnya.
Karena itu, pihaknya menjelaskan bagaimana cara mengelola lahan hortikultura dengan baik tanpa dibakar, dan untuk ke depan dilakukan antisipasi sehingga lahan gambut di kampung itu tidak lagi terbakar seperti sebelumnya.
Selain mendorong petani menanam sayuran hortikultura dengan ramah lingkungan tanpa bakar, Pertamina menggandeng Forum MPA untuk membuat sistem AKURRAT sehingga bisa membantu upaya mitigasi bencana karhutla dengan baik.
Kemudia, untuk meningkatkan produktivitas pertanian, diberikan juga dukungan alat pertanian seperti sprinkle atau alat siram otomatis, irigasi tetes, kemudian alat pemupukan otomatis, rumah pembibitan sayuran seperti bibit cabai, bibit terong, pembangunan gudang, dan juga saung untuk tempat petani berkumpul dan berdiskusi.
"Kami juga terus mendorong petani mengembangkan komoditas tanamannya agar terus bertambah, misalnya menanam kopi jenis Liberika yang memang tumbuh di lahan gambut, serta tanaman karet," ujarnya.
Area Manager Communication Relations dan CSR KPI Unit Dumai Agustiawan mengatakan memang pihaknya melalui Kilang Unit Sei Pakning berupaya membantu mitigasi karhutla di Desa Batang Duku dengan mendorong pertanian berkelanjutan tanpa bakar.
"Kami mendampingi petani agar bisa mengubah cara mengelola lahan gambut dengan merun atau membakar lahan karena berisiko memicu karhutla. Kami arahkan menjadi ramah lingkungan serta menjadi petani siaga karhutla serta ramah gambut," ujarnya.
Di sisi infrastruktur pertanian, pihaknya mengenalkan irigasi teknis sprinkel sehingga lebih hemat bahan bakar dibandingkan sistem irigasi konvensional. Untuk sistem pertaniannya, pihaknya mengembangkan paludikultur dan pengaturan tanam poligowo. Hasilnya, sayuran yang diproduksi selain dijual ke pasaran juga mulai diolah menjadi produk turunan seperti stik kangkung.
Dari upaya ini, Kilang Sei Pakning mencatat warga yang merasakan manfaat program tersebut mencapai 4.613 orang, serta ekonomi poktan binaan bisa meningkat sebesar 127%. Dimana terlihat dari meningkatnya akumulasi penghasilan sepanjang 2022 ke 2023 dari angka Rp224,57 jutaan menjadi Rp226,15 jutaan.
"Harapan kami tentunya usaha pertanian warga Batang Duku ini dapat terus berjalan tanpa harus terganggu karhutla lagi kedepannya, sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar dapat meningkat dan manfaatnya dapat terus berkelanjutan," pungkasnya.
Bisnis.com, PALEMBANG – Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra Selatan per hari Minggu (27/10/2024) semakin meluas. Jumlahnya telah mencapai delapan titik yang tersebar di empat kabupaten.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman menjelaskan titik kebakaran yang terdeteksi dari hasil patroli udara itu berada di Kabupaten Muara Enim, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin.
Dia menjelaskan, untuk di Muba, kebakaran yang terjadi di wilayah Babat Supat telah dilakukan upaya pemadaman dengan 27 kali water bombing. Sedangkan untuk Kecamatan Keluang dilakukan sebanyak 15 kali water bombing.
“Wilayah yang terbakar di Babat Supat masih menyisakan asap dan sebagian telah padam. Untuk di Keluang telah berhasil dipadamkan,” kata dia, Senin (28/10/2024).
Kemudian untuk karhutla di Sembawa, Banyuasin, pemadaman dengan water bombing dilakukan sebanyak 45 kali. Akan tetapi sampai dengan akhir pemadaman, kondisi asap masih cukup tebal dan terlihat membumbung tinggi.
Selanjutnya untuk wilayah OKI, kebakaran yang terjadi di Sungai Menang telah dilakukan water bombing sebanyak 40 kali dengan menggunakan dua helikopter. Lalu di Pangkalan Lampan yang kembali terbakar dilakukan 33 kali water bombing, dan Pedamaran Timur 16 kali water bombing.
“Untuk wilayah Tulung Selapan yang terbakar dalam beberapa pekan terakhir dan mengarah ke area pemukiman warga sudah berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Lebih lanjut untuk di Kabupaten Muara Enim, karhutla terjadi di dua wilayah yaitu Sungai Rotan dan Gelumbang dengan masing-masing upaya pemadaman sebanyak 32 kali dan 25 kali water bombing.
“Untuk di Sungai Rotan berhasil padam, tetapi untuk di Gelumbang sampai akhir pemadaman kondisinya masih terbakar,” jelas Sudirman.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto menjelaskan suhu panas mencapai 36 derajat celcius yang melanda wilayah Sumsel diperkirakan berlanjut hingga esok hari.
Hal itu berdasarkanpada parameter dinamika atmosfer wilayah Sumsel yang sebagian besar masih akan terik, khususnya waktu pagi hingga menjelang siang.
“Jadi kondisi [suhu panas] seperti ini kemungkinan masih akan berlanjut hingga 29 Oktober,” jelasnya.
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terkendali pada tahun 2024 ini. Hal ini bisa dipastikan karena adanya upaya pengendalian dan peningkatan pencegahan, terutama di wilayah yang belum memasuki musim kemarau.
"Tahun ini berdasarkan pantauan Satelit Terra/Aqua pada confidence level 80 persen terdapat penurunan sebanyak 4.623 titik panas atau 59,38 persen. Jumlah hotspot 2024 periode 1 Januari sampai dengan 10 Oktober sebanyak 3.163 titik, sedangkan 2023 sebanyak 7.786 titik," ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Thomas Nifinluri dalam pernyataan diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 11 Oktober 2024.
Pada saat bersamaan, lanjut dia, luas karhutla periode 1 Januari sampai 30 September 2024 adalah sebesar 283.620,51 hektare yang terdiri atas luas karhutla lahan gambut seluas 25.193,57 hektare atau 8,88 persen dari total luasan kebakaran dan pada tanah mineral seluas 258.4265,94 hektare atau 91,12 persen. Luas areal terbakar tertinggi berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 93.572,19 hektare pada tanah mineral; Nusa Tenggara Barat (NTB) 34.430,48 hektare pada tanah mineral; dan Jawa Timur (Jatim) sebesar 18.822,62 hektare terdiri pada tanah mineral.
Areal karhutla didominasi lahan tidak berhutan sebesar yaitu 252.320,33 hektare dengan lahan berhutan 31.300,18 hektare yang terbakar.
Emisi karbon yang dihasilkan dari karhutla periode 1 Januari sampai dengan 30 September 2024 sebesar 41.201.963 ton CO2e yang terdiri dari emisi kebakaran gambut sebesar 11.589.698 ton CO2e dan emisi kebakaran mineral dan gambut sebesar 29.612.265 ton CO2e.
Dalam upaya kesiapsiagaan dan mengoptimalkan pengerahan sumber daya pengendalian karhutla, kata dia, hingga saat ini delapan provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla yaitu Riau, Sumatra Selatan, NTB, Jambi, Kaltim, Kalbar, NTT, dan Kalsel.
Di provinsi-provinsi rawan tersebut, lanjut dia, telah dioptimalkan upaya pengendalian meliputi upaya pencegahan karhutla seperti deteksi dini titik panas, patroli pencegahan karhutla oleh Manggala Agni bersama dengan TNI, Polri, dan masyarakat, serta sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA), operasi modifikasi cuaca, water bombing, patroli udara, dan penataan ekosistem gambut.
"Upaya pencegahan sampai dengan 10 Oktober 2024 juga dilakukan melalui kegiatan patroli pencegahan, baik dilakukan secara mandiri oleh Manggala Agni pada 1.725 desa, dan secara terpadu bersama UPT KLHK, TNI/Polri, dan Masyarakat Peduli Api, pada 379 desa. Patroli pencegahan sudah dilaksanakan di Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Kalsel, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, NTT, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, Sulteng, Sultra, Papua, dan Papua Barat," kata Thomas.
Bisnis.com, PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) sepanjang Januari sampai September 2024 mencapai 9.697 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengungkapkan luasan karhutla tertinggi tahun ini terjadi pada bulan September yang mencapai 6.749 hektare atau sekitar 69,59%.
"Luas Karhutla Januari sampai September 2024 lebih luas dibandingkan 2020—2022. Namun, angka [luasan] tidak lebih besar dibanding tahun 2023 yang mencapai 35.458 hektare," ujarnya, Kamis (10/10/2024).
Dia menerangkan, tingginya luasan karhutla pada bulan lalu disebabkan oleh meningkatnya frekuensi kebakaran karena Sumsel masih masuk dalam musim kemarau.
Kondisi itu juga sejalan dengan peningkatan jumlah titik panas [hotspot] pada September yang juga menjadi tertinggi dengan jumlah mencapai 1.540 titik.
"Frekuensi kebakaran memang banyak terjadi di bulan kemarin. Dan untuk perhitungan luasan berdasarkan citra juga bisa progresif dikarenakan ketersediaan citra yang clear juga," jelasnya.
Adapun total luasan karhutla sampai kuartal III tahun ini tertinggi berada di lahan mineral seluas 6.382 hektare, lalu untuk lahan gambut 3.316 hektare.
Sedangkan wilayah yang terluas mengalami karhutla yaitu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang mencapai 3.570 hektare.
Luasan lahan yang terbakar kurang lebih mencapai 10 hektare dengan tipe kebakaran di permukaan dan vegetasi lahan merupakan lahan gambut. [199] url asal
Bisnis.com, PALEMBANG – Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kebun milik masyarakat BY dan N yang berada di wilayah Desa Suka Dana, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim masih berlanjut sampai saat ini.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatra Selatan (Sumsel) Sudirman mengungkapkan bahwa kebakaran di lokasi tersebut telah berlangsung sejak 5 September lalu.
“Hingga saat ini pemadaman sudah memasuki hari ke-22,” ujarnya, Kamis (26/9/2024).
Dia menjelaskan, luasan lahan yang terbakar kurang lebih mencapai 10 hektare dengan tipe kebakaran di permukaan dan vegetasi lahan merupakan lahan gambut.
Sementara berdasarkan informasi sementara ini, luasan lahan yang sudah berhasil dipadamkan sekitar 70% dan sisanya (30%) masih berasap tipis.
“Namun untuk penyebab kebakaran belum diketahui karena tim masih berupaya melakukan pemadaman,” tegasnya.
Sudirman menambahkan, pemadanan juga dilakukan di wilayah kecamatan yang sama tepatnya di Desa Suka Maju. Pemadaman lanjutan di wilayah itu dilakukan lantaran api kembali menyala dan mengarah ke pemukiman warga.
“Luas lahan hutan dan gambut yang terbakar mencapai dua hektare, api dinyatakan telah padam," pungkasnya.
Untuk diketahui kebakaran juga terjadi di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang sejak Senin (23/9/2024). Perkiraan luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare dan masih dilakukan proses pemadaman hingga hari ini.
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK menyegel 18 lokasi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. Lokasi yang disegel terdiri dari lahan konsesi perusahaan dan kebun masyarakat.
Direktur Jenderal, Gakkum, KLHK, Rasio Ridho Sani, mengatakan telah melakukan penindakan tegas pelaku karhutla dan penyelegalan 18 lokasi pad 1 Agustus 2024 hingga 19 September 2024. "Penyegelan lokasi karhutla seluas 3.119,8 Ha ini tersebar pada 8 lokasi konsesi perusahaan dan 10 lokasi kebun masyarakat," ujar Rasio dalam keterangan, Sabtu (21/9).
Ia menjelaskan, lokasi penyegelan terbanyak di Kalimantan Barat dengan 8 lokasi karhutla disegel. Kemudian, Provinsi Riau dengan 6 lokasi penyegelan, Provinsi Sumatera Selatan 3 lokasi, dan Kalimantan Timur 1 lokasi.
Adapun lokasi-lokasi yang telah disegel selanjutnya akan diproses di Ditjen Gakkum LHK, baik melalui tindakan pengawasan, operasi, administrasi, pidana dan perdata, sesuai dengan temuan-temuan tim kami di lapangan.
Rasio mengatakan, penyegelan dan upaya-upaya hukum yang telah dilakukan harus menjadi perhatian bagi perusahaan dan masyarakat. Ia meyakinkan bahwa Gakkum KLHK akan melakukan tindak tegas terhadap perusahaan dan masyarakat yang terbukti menyebabkan/melakukan karhutla, sudah banyak perusahaan dan masyarakat yang dihukum terkait karhutla.
Selain itu, Gakkum KLHK juga akan mengenakan seluruh instrumen penegakan hukum seperti pengenaan sanksi administrasi, penegakan hukum pidana, maupun perdata bagi perusahaan-perusahaan yang melanggar untuk memberikan efek jera agar tidak terjadi pelanggaran berulang.
”Kami tidak akan ragu untuk memberikan sanksi hukum kepada korporasi atau masyarakat yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Pencegahan dan Pengamanan LHK, Rudianto Saragih Napitu mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai el nino yang dapat memicu karhutla. Ia pun akan terus memantau dan mengendalikan kejadian karhutla di seluruh wilayah Indonesia.
Ia juga memastikan bahwa tim Ditjen Gakkum LHK harus terus siap siaga memantau titik api di seluruh Indonesia. "Setiap hari tim kami memantau titik api dan memastikan penindakan cepat karhutla di seluruh Indonesia melalui kantor-kantor UPT kami," ujar Rudianto.
JAKARTA, investor.id - SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) berperan penting dalam berbagai upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi, terutama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (TJB) dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (TJT) di mana PCJL beroperasi.
Sebagai KKKS yang mengoperasikan Wilayah Kerja Jabung, PCJL telah terlibat dalam sembilan upaya pemadaman karhutla, meliputi empat kejadian karhutla di Kabupaten TJB dan lima kejadian karhutla di Kabupaten TJT selama tahun 2024. Pada umumnya, kejadian-kejadian karhutla ini terjadi di area lahan desa dan lahan dekat pemukiman.
Sebagai contoh, PCJL terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di perkebunan sawit di dekat Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten TJT pada tanggal 30 Agustus hingga 12 September 2024.
PCJL menjadi bagian Satgas Karhutla di Provinsi Jambi bersama TNI, Kepolisian RI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran serta masyarakat setempat.
Untuk mendukung upaya kesiapsiagaan bencana, tim karhutla PCJL juga menurunkan berbagai sarana dan perlengkapan pemadaman karhutla meliputi truk pemadam kebakaran, portable fire water pump, fire extinguisher, dan portable ground monitor.
Selain itu, PetroChina juga berkontribusi dengan menyediakan BBM dan diesel fuel untuk kendaraan pemadam kebakaran serta suplai makanan bagi personel Satgas Karhutla.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safe’i menyampaikan bahwa kegiatan hulu migas merupakan kegiatan yang dituntut dan ditekankan oleh SKK Migas agar berjalan dengan massif, agresif dan efisien untuk mencari cadangan migas guna menjaga ketahanan energi nasional. Dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, kegiata hulu migas juga diwajibkan untuk memberikan efek berganda kepada daerah dimana operasional berjalan. Kegiatan-kegiatan dan program untuk memberikan efek berganda kegiatan hulu migas ini beberapa diantaranya adalah dukungan pembangunan yang disinergikan dengan pemerintah daerah, program pengembangan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Semua kegiatan itu harus berjalan beriringan dan bersamaan untuk dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. “hal ini juga wajib dilaksanakan serta diwujudkan oleh PetroChina sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Jambi,” ungkap Safe’i.
Dikatakannya pula bahwa PetroChina juga merupakan salah satu perusahaan yang menyumbang hasil produksi terbesar di Wilayah Sumbagsel dan sekaligus juga merupakan KKKS yang aktif menjalankan program pengembangan masyarakat di daerah operasionalnya termasuk dalam hal kepedulian dan penjagaan lingkungan salah satunya juga untuk penanganan dan penanggulangan bencana karhutla khususnya di daerah wilayah operasional perusahaan.
“Program-program yang akan dijalankan dan juga yang telah terealisasi tentu menjadi bukti komitmen yang dilakukan PetroChina untuk membangun daerah, dengan terus berkoordinasi serta berkomunikasi bersama SKK Migas KKKS ini terus setia menjalankan program-program yang telah disepakati dalam rancangan program kerja dan anggaran setiap tahunnya,” lanjut Safe’i.
Semangat itu diungkapkannya pula tak lepas atas hasil dari diskusi, sinergi dan dukungan yang juga didapatkan dari pemerintah di daerah selama ini.
Menurut Field Manager Jabung Rudy Hermawan, peran aktif PCJL dalam penanganan karhutla adalah komitmen perusahaan untuk menciptakan lingkungan aman di sekitar Wilayah Kerja Jabung.
“Kelancaran operasi migas di Wilayah Kerja Jabung dapat terlaksana bila kita memastikan bahwa lingkungan sekitar juga aman. Karena itu, keikutsertaan kami sebagai bagian dari Satgas Karhutla menjadi tanggung jawab yang kami jalankan dengan sungguh-sungguh,” Rudy mengatakan.
“Kami juga bersyukur bahwa koordinasi antara anggota Satgas Karhutla terjalin dengan baik, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” Rudy menambahkan.
Di luar keikutsertaan aktif dalam upaya pemadaman karhutla, PCJL juga terus berupaya meningkatkan kesadaran pekerja Jabung dan masyarakat terkait bencana kebakaran.
Pada tanggal 3-4 September 2024 yang lalu, PCJL menggelar lokakarya bertajuk “Fire & Explosion Engineering Safety Processing & Production Facility” di Jambi. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang meliputi pekerja PCJL, mitra kerja dan perwakilan BPBD serta pemadam kebakaran dari Provinsi Jambi, Kabupaten TJB dan Kabupaten TJT. Acara dua hari ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai potensi bahaya, investigasi dan identifikasi akurat penyebab kebakaran.
Selain itu, PCJL juga akan bekerja sama dengan Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten TJT untuk membentuk unit-unit relawan pemadam kebakaran (Redkar) di seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Geragai. Pada tanggal 22 Agustus 2024, telah diadakan sosialisasi pembentukan Redkar di Kantor Camat Geragai yang diikuti para lurah dan kepala desa sekecamatan Geragai.
Dalam program Redkar ini, lima orang relawan akan dipilih dari satu kelurahan dan delapan desa di Geragai. Kegiatan pembentukan Redkar ini salah satu program pengembangan masyarakat (PPM) PCJL di bidang lingkungan serta pencegahan dan penanggulangan bencana
Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Sepanjang 2024, PCJL terlibat dalam 9 upaya pemadaman karhutla, meliputi 4 kejadian di Tanjung Jabung Barat dan 5 kejadian karhutla di Tanjung Jabung Timur. Satuan... | Halaman Lengkap [552] url asal
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) terlibat langsung menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi, terutama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (TJB) dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (TJT), yang menjadi wilayah operasi PCJL.
Sepanjang tahun 2024, PCJL terlibat dalam sembilan upaya pemadaman karhutla, meliputi empat kejadian karhutla di Kabupaten TJB dan lima kejadian karhutla di Kabupaten TJT. Pada umumnya, kejadian-kejadian karhutla ini terjadi di area lahan desa dan lahan dekat permukiman. Terkini, PCJL terlibat dalam upaya pemadaman karhutla di perkebunan sawit di dekat Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten TJT pada 30 Agustus hingga 12 September 2024.
PCJL menjadi bagian Satgas Karhutla di Provinsi Jambi bersama TNI, Kepolisian RI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran serta masyarakat setempat. Dalam upaya penanganan karhutla tersebut, tim PCJL menurunkan berbagai sarana dan perlengkapan pemadaman meliputi truk pemadam kebakaran, portable fire water pump, fire extinguisher, dan portable ground monitor. PetroChina juga berkontribusi dengan menyediakan bahan bakar untuk kendaraan pemadam kebakaran serta suplai makanan bagi personel Satgas Karhutla.
Keterlibatan PCJL tersebut sejalan dengan tuntutan SKK Migas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas tak hanya secara massif, agresif dan efisien mencari cadangan migas guna menjaga ketahanan energi nasional, tapi juga untuk memberikan efek berganda kepada daerah dimana operasional berjalan. Kegiatan-kegiatan dan program untuk memberikan efek berganda kegiatan hulu migas ini di antaranya adalah dukungan pembangunan yang disinergikan dengan pemda, program pengembangan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
"Semua kegiatan itu harus berjalan beriringan dan bersamaan untuk dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Hal ini juga wajib dilaksanakan serta diwujudkan oleh PetroChina sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Jambi," ungkap Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Safe?i dalam keterangan pers, Jumat (20/9/2024).
PetroChina yang merupakan salah satu perusahaan penyumbang hasil produksi migas terbesar di Sumbagsel, kata dia, juga aktif menjalankan program pengembangan masyarakat di daerah operasionalnya, termasuk dalam hal kepedulian dan penjagaan lingkungan. Salah satunya, dalam hal penanganan dan penanggulangan bencana karhutla khususnya di daerah wilayah operasional perusahaan. "Program-program yang akan dan juga yang telah terealisasi menjadi bukti komitmen PetroChina untuk membangun daerah, dengan berkoordinasi bersama SKK Migas," jelas Safe?i.
menanggapi hal itu, Field Manager Jabung Rudy Hermawan mengatakan bahwa peran aktif PCJL dalam penanganan karhutla adalah komitmen perusahaan untuk menciptakan lingkungan aman di sekitar Wilayah Kerja Jabung. "Kelancaran operasi migas di Wilayah Kerja Jabung dapat terlaksana bila kita memastikan bahwa lingkungan sekitar juga aman. Karena itu, keikutsertaan kami sebagai bagian dari Satgas Karhutla menjadi tanggung jawab yang kami jalankan dengan sungguh-sungguh," jelasnya.
Di luar keikutsertaan aktif dalam upaya pemadaman karhutla, kata dia, PCJL juga terus berupaya meningkatkan kesadaran pekerja Jabung dan masyarakat terkait bencana kebakaran. Hal itu antara lain diwujudkan dengan digelarnya lokakarya "Fire & Explosion Engineering Safety Processing & Production Facility" di Jambi pada 3-4 September lalu. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai potensi bahaya, investigasi dan identifikasi akurat penyebab kebakaran.
PCJL juga bekerja sama dengan Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten TJT membentuk unit-unit relawan pemadam kebakaran (Redkar) di seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Geragai. Dalam program ini, lima relawan akan dipilih dari satu kelurahan dan delapan desa di Geragai.
"Kegiatan pembentukan Redkar ini salah satu program pengembangan masyarakat PCJL di bidang lingkungan serta pencegahan dan penanggulangan bencana," ujar Rudy.
Karhutla di Sumsel pada semester I/2024 seluas 2.948 hektare. Sedangkan tahun 2023 dan 2019 secara berurutan mencapai 4.162 hektare dan 12.412 hektare. [247] url asal
Bisnis.com, PALEMBANG – Luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatra Selatan sepanjang Januari hingga Agustus 2024 relatif lebih kecil dibanding periode yang sama tahun 2023 dan 2019.
Berdasarkan data yang diterima Bisnis, karhutla di Sumsel pada semester I/2024 seluas 2.948 hektare. Sedangkan tahun 2023 dan 2019 secara berurutan mencapai 4.162 hektare dan 12.412 hektare.
Akan tetapi, dibandingkan kondisi tahun 2020 dan 2021 yang seluas 834 hektare dan 2.003 hektare, karhutla tahun ini (Januari-Agustus) masih cukup tinggi.
“Kita berharap tahun ini tak lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya, mengingat puncak kemarau sudah terlewati pada akhir Juli-Agustus,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, dikutip Selasa (17/9/2024).
Sudirman memerinci, total luas kebakaran tahun ini meliputi lahan gambut 1.364 hektare dan lahan mineral seluas 1.548 hektare.
Sementara berdasarkan masing-masing wilayah, karhutla terluas berada di Kabupaten Musi Banyuasin yang mencapai 1.702 hektare atau separuh lebih dari keseluruhan karhutla di Sumsel.
Kemudian di daerah lain meliputi Banyuasin 189 hektare, Ogan Komering Ilir (OKI) 185 hektare, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 124 hektare, Musi Rawas Utara 311 hektare, dan Ogan Komering Ulu (OKU) 21,8 hektare.
Lalu Prabumulih 10,8 hektare, Palembang 20,7 hektare, OKU Timur 39,6 hektare, Muara Enim 180 hektare, Ogan Ilir 86,3 hektare, dan Musi Rawas 75,2 hektare.
“Sementara 5 daerah lainnya, yakni Lubuk Linggau, Lahat, OKU Selatan, Empat Lawang dan Pagar Alam disebut dalam data BPBD tak ada Karhutla,” pungkasnya.
Toko Damkar Kalbar, Ateng Tanjaya sebut Didi Haryono saat menjabat sebagai Kapolda Kalbar terdepan dalam tangani Karhutla. #publisherstory #hipontianak [267] url asal
Hi!Pontianak - Nama Didi Haryono cukup dikenal luas di Kalbar. Sebagian lapisan masyarakat mengingatnya sebagai polisi yang memiliki integritas dan kepribadian baik serta bersahaja.
Hal itu pula yang dirasakan oleh Ateng Tanjaya, tokoh masyarakat Tionghoa Kalbar, yang juga Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Kota Pontianak (FKKKP).
“Pak Didi yang saya kenal, polisi yang baik, sebagai polisi yang melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat yang sempurna. Kami dari (tim pemadam) kebakaran hutan dan lahan itu (punya tugas) berat, tapi kami bisa tampil kompak berkat kepemimpinan beliau (saat jadi Kapolda Kalbar), sampai kami mengangkat beliau sebagai panglima damkar, karena setiap ada kegiatan beliau ada di lapangan,” ungkap Ateng.
Ateng tak mau basa-basi, di matanya sosok Didi Haryono memang punya kinerja dan dedikasi yang tinggi. Pada masanya, Didi dinilai selalu terdepan dalam penuntasan kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.
“Karhutla cukup berat, beliau garda terdepan dalam karhutla, kami belum sampai beliau sudah ada di TKP, itu yang membuat semua kru, hormat dan apresiasi kepada beliau,” ucap Ateng.
“Makanya kali ini beliau sudah pensiun, mudah-mudahan mendapat tempat yang lebih lagi untuk mengabdi kepada masyarakat, dan kami dukung kepada beliau. Mudah-mudahan beliau berhasil dengan apa yang dicita-citakan,” lanjutnya.
Lebih dalam lagi, Ateng secara pribadi sangat mengapresiasi niat Didi untuk mengabdikan diri dengan menjadi calon Wakil Gubernur Kalbar mendampingi Sutarmidji. Menurutnya, Didi akan bisa berbuat lebih banyak lagi untuk Kalbar.
“Kita apresiasi beliau ingin maju sebagai wakil gubernur mendampingi Pak Sutarmidji yang sudah pengalaman untuk mengabdi kepada masyarakat Kalbar, mudah-mudahan lebih amanah, dan saya yakin (pembangunan Kalbar) akan berhasil kalau kita semua mendukung beliau,” ucapnya.
Bisnis.com, GARUT - Status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Garut berlaku hingga 30 September 2024. Bencana akibat kemarau panjang terus meluas di daerah tersebut.
Keputusan tersebu pun berdasarkan alam Surat Keputusan Bupati Garut Nomor: 100.3.3.2/KEP.785-BPBD/2024 yang dikeluarkan pada tanggal 19 Agustus 2024.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, kemarau yang berkepanjangan telah menyebabkan kekeringan parah di sejumlah kecamatan. Beberapa daerah yang terdampak paling parah meliputi Kecamatan Cibatu, Malangbong, dan Cikelet.
Selain kekeringan, beberapa titik api terdeteksi di sejumlah kawasan hutan di Garut. Salah satu titik yang paling rawan terkena dampak bencana tersebut yakni, Gunung Guntur.
"Karhutla semakin sulit dikendalikan karena angin kencang dan minimnya curah hujan," kata Kepala BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar, Jumat (6/9/2024).
Pemerintah Kabupaten Garut telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperkuat koordinasi dalam penanggulangan bencana. BPBD Garut bersama dinas terkait terus mengoptimalkan distribusi bantuan air bersih dan penanganan Karhutla.
Menurut Aah, pihaknya akan mempercepat distribusi bantuan dan meningkatkan patroli di kawasan rawan kebakaran. masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
"Status siaga darurat ini diputuskan berlaku hingga 30 September 2024, namun tidak menutup kemungkinan diperpanjang lagi jika situasi belum membaik," kata Aah.
Selain dampak langsung terhadap lingkungan, bencana ini juga memukul perekonomian masyarakat. Banyak petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan, dan ancaman Karhutla membuat aktivitas ekonomi di beberapa sektor terhenti.
"Minta pemerintah perlu segera turun tangan memberikan bantuan yang lebih besar," kata Aah.
Disbunak Kalbar sebut ada 6 perusahaan yang terindikasi melakukan pembakaran di lahan konsesi di Sanggau dan Ketapang. #publisherstory #hipontianak [222] url asal
Hi!Pontianak - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat, Heronimus Hero menyebutkan saat ini sudah ada 6 perusahaan di Kabupaten Sanggau dan Ketapang terindikasi melakukan pembakaran lahan konsesi.
"Beberapa perusahaan mungkin kami tidak akan sebutkan karena ini kan masih terindikasi. Tapi di Kabupaten Ketapang, Sanggau sudah ada indikasinya di sana. Jadi nanti pembuktian mereka di lapangan perlu beberapa hari karena lokasi perkebunan kan luas. Ada 6 perusahaan tersebar di Sanggau, di Ketapang. Mudah-mudahan kita dapat konfirmasi dari kabupaten terkait tentang perusahaan ini," ungkap Heronimus pada Kamis, 5 September 2024.
Heronimus bilang, haram hukumnya untuk perusahaan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. "Ketika sudah positif seperti itu nanti tinggal pertimbangan hukumnya dari instansi terkait yang punya wewenang memberi sanksi. Setiap izin usaha perkebunan itu haram hukumnya bagi mereka untuk melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan membakar," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel mengatakan kebakaran di lahan konsesi tidak menjadi tanggungjawab BPBD.
"Ada indikasi kebakaran-kebakaran yang terjadi selama ini ada di lahan konsesi. Nah, kebakaran di lahan konsesi ini tidak bisa dilakukan pemadaman di satgas udara. Lahan konsesi ini menjadi tanggungjawab pihak perusahaan sepenuhnya. Bagian dari lahan konsesi tidak boleh dilakukan water bombing oleh satgas udara," jelas Daniel.
Namun menurut Daniel, jika kebakarannya sudah masif terjadi, maka bisa saja dilakukan dengan syarat mendapat persetujuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).