JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memiliki kas tebal untuk mendukung aktivitas dan ekspansi bisnis ke depan. Posisi kas ITMG yang likuid membuat perseroan memiliki ruang cukup untuk membagikan dividen.
Menurut Direktur ITMG Junius Prakasa Darmawan, ITMG membukukan kas sampai akhir Juni 2024 sebesar US$ 877 juta atau setara Rp 13,52 triliun. Dengan posisi kas tersebut, ITMG bisa dibilang dalam kondisi debt free karena debt-to-equity (DER) perseroan sebesar 0,01x kendati mempunyai kewajiban sebesar US$ 15 juta.
“Jadi, kas terhadap aset secara persentase sebesar 41%. Bisa dibilang, meng-consider kas saja, kami dalam posisi yang likuid,” beber Junius dalam paparan publik, Rabu (28/8/2024).
Bermodal kas yang likuid, Junius pun berseloroh, ITMG sanggup membiayai investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) untuk saat ini bersumber dari kas internal (self-funded).
Bahkan, kas perseroan yang jumbo itu diklaim mampu mendanai aksi korporasi seperti merger dan akuisisi perseroan. Meskipun, kata Junius, kesanggupan itu sangat bergantung pada size aset yang akan diakuisisi perseron.
Karena itu, Junius tak menampik, ITMG tetap membuka opsi-opsi untuk mengakses pendanaan eksternal seperti pinjaman perbankan yang selama ini menjadi mitra perseroan.
“Tapi, saya pikir dari sisi perusahaan secara overall posisi keuangan dalam keadaan yang cukup baik untuk memberikan value terbaik guna mengimbangi strategi dividen dan aksi korporasi ke depan,” tutur dia.
Kode keras dividen ITMG ini juga tidak lepas dari strategi perseroan yang senantiasa meninjau dan menyelaraskan keseimbangan antara transisi jangka panjang dan kebijakan dividen agar tetap memberikan nilai kepada para pemegang saham.
Tak heran, Direktur Utama ITMG Mulyanto cukup percaya diri untuk membagikan dividen interim kepada para pemegang saham. “Untuk dividen interim akan kami berikan,” ucap Mulyanto.
Sayangnya, dia belum bisa membuka kisi-kisi besaran dividen payout ratio (DPR) karena hal itu perlu memperoleh persetujuan hingga level komisaris. Yang jelas, sebagai dividen player, dividen merupakan selalu menjadi perhatian. “Salah satu strategi kami adalah memberikan value lebih kepada pemegang saham,” tutupnya.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News