JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan (Jaksel) Benard Octavianus Pasaribu menyebut, pihaknya menerjunkan enam petugas untuk mengurai kemacetan di Jalan Mampang Prapatan menuju Kuningan, Jakarta Selatan.
Bernard mengatakan, pihaknya tidak melakukan rekayasa arus lalu lintas untuk mengatasi kemacetan di titik ini.
"Cuma kita bantu penempatan petugas di lokasi (untuk mengurai kemacetan). Di tiap simpang ada dua orang, total ada enam orang," jelas Bernard ketika dihubungi, Selasa (23/7/2024).
Bernard bilang, keenam petugas berjaga selama pukul 06.30 WIB hingga pukul 10.00 atau 11.00 WIB.
Kemacetan biasanya terjadi pada jam-jam tersebut mengingat banyaknya warga yang berangkat kerja melintas di jalan itu.
Bernard menambahkan, kemacetan terjadi akibat proyek galian milik Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Bina Marga di sejumlah ruas jalan kawasan tersebut.
"Kemacetan itu karena ada kegiatan Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Bina Marga (DBM) di Jalan Rasuna Said, Jalan Denpasar Raya, dan Jalan Gilimanuk," kata dia.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Yunita Rungkat menyebut, kemacetan yang terjadi di kawasan Mampang Prapatan disebabkan karena lampu merah di titik tersebut durasinya singkat.
"Tadi pagi lampu merah dari arah Rasuna Said belok kiri, mengarah ke Jalan Gilimanuk terlalu cepat lampu merahnya, sekarang sudah normal," ujar Yunita saat dihubungi, Selasa (22/7/2024).
Adapun video kemacetan di Jalan Mampang Prapatan yang mengarah ke Kuningan sempat viral di media sosial. Kemacetan tersebut terjadi pada pagi hari, atau saat warga berangkat ke kantor.
Namun, berdasarkan pengamatan Kompas.com pada pukul 16.20 WIB di lokasi, tidak terlihat adanya kemacetan di ruas jalan tersebut.
Hanya terjadi pelambatan arus kendaraan di Jalan Rasuna Said, tetapi sampai menyebabkan kemacetan.