JAKARTA, investor.id - Anggota DPR dari Partai Demokrat, Dede Yusuf M. Effendi mendukung langkah presiden terpilih Prabowo Subianto yang akan memisah Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).
Menurut Dede, pemisahan itu penting agar tidak ada tumpang tindih kewenangan serta jangkauan layanan bisa dioptimalkan karena kementeriannya fokus.
Hal ini disampaikan Dede di sela-sela acara peluncuran dan bedah bukunya berjudul 'Menegakkan Amanat Konstitusi Pendidikan' di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
"Saat ini saja pendidikan sudah terbagi kewenangannya kepada daerah untuk bicara PAUD, SD, SMP, dan SMA adanya di daerah. Sementara perguruan tinggi kewenangannya di pusat. Itu sebabnya kalau kita mau fokus penguatan tersebut mestinya pendidikan tinggi dipisah supaya itu menjadi kewenangan pusat murni," kata Dede.
Menurut Dede, wajar jika pendidikan tinggi dipisah dengan pendidikan dasar-menengah. Jika itu terjadi, maka pemerintah pusat akan fokus mengurus perguruan tinggi dan pemerintah daerah mengoptimalkan pelayanan pendidikan dasar hingga menengah.
"Kalau yang daerah memang untuk mengoptimalkan daerah maka posisi pendidikan dasar menengah maka harus fokus kepada peningkatan akses pendidikan dan kualitas mutu pendidikan, termasuk gaji-gaji guru dan dosen," tandas Wakil Ketua Komisi X DPR periode 2019-2024 ini.
Dede mengakui dirinya menulis buku soal pendidikan sebagai ungkapan kegelisahan atas dunia pendidikan Indonesia. Menurutnya, banyak hal yang perlu dibereskan di dunia pendidikan Indonesia sebagaimana pergumulannya selama berada di Komisi X DPR yang membidangi pendidikan.
Dikatakan Dede, ada sejumlah permasalahan dunia pendidikan di Indonesia, seperti mahalnya biaya pendidikan dan infrastruktur yang belum memadai. Padahal, konstitusi mengamanatkan anggaran pendidikan 20% dari APBN.
"Kami melihat mungkin perlu reformulasi kita tentang dunia pendidikan, negara harus menginvestasikan sumber daya manusianya melalui pendidikan, karena (dengan) pendidikan cara mengejar bonus demografi kita," tandas Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut.
Dede pun berharap lewat buku tersebut bisa menjadi referensi DPR dan pemerintahan ke depan untuk membenahi dunia pendidikan tanah air.
Dalam acara launching buku tersebut hadir Ketua Umum Partai Demokrat yang merupakan Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK). Acara peluncuran buku itu dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Sementara hadir sebagai pembedah buku adalah Rektor IPB Arief Satria, Pakar Pendidikan Komaruddin Hidayat, dan Kepala BSKAP Kemendikbudristek Anindito Aditomo.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News