REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penemuan dua tengkorak manusia di Perumahan Tanimulya Bandung Barat, menyisakan cerita menyedihkan. Dari bukti yang diterima polisi baik itu pesan di tembok dan data di USB memperlihatkan bagaimana kepedihan yang dihadapi oleh ibu dan anak tersebut.
Dari persoalan ekonomi hingga masalah dengan sang ayah/suami korban yang ditengarai memicu kepedihan tersebut.
Elia Putra (24 tahun) menuliskan rasa pilu dalam pesan ditembok yang tujukan buat sang ayah.
Surat untuk Mudjoyo"
"Kalau buat janji, jangan bikin janji kalau gak bisa menepati janji. Aku mau sekolah katanya mau membiayai sekolah tapi semua itu dusta. Catatan, akan kubawa sampai mati semua janji manismu."
"Aku hanya minta uang sekolah, tapi kau seperti itu, katanya raihlah cita cita setinggi langit tapi kau tidak dukung aku dengan biaya sekolah. Maafkan aku tidak bisa menjadi anak yang sempurna karena manusia tidak ada yang sempurna. Termasuk istrimu saja kau tinggalkan karena kau menuntut dia menjadi sempurna dan menjadi sangat sempurna. Ketahuilah hanya tuhan yang sempurna."
Menurut keterangan polisi, USB yang diperoleh sebaai bukti juga berisi tulisan yang mirip seperti ditembok. Ada rasa kekecewaan besar terhadap keluarga dan kehidupan di dunia ini.
"Isinya berpesan kekecewaan terhadap keluarga, kehidupan. Itu semuanya yang ada di dalam USB," ucap Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartono Kamis (1/8/2024).
Penemuan dua kerangka manusia ini pertama kali diketahui oleh ayah sekaligus suami dari kedua korban. Saat itu sang suami berkunjung ke rumah yang sudah tinggalkan selama enam tahun.
Saat hendak masuk ke rumah menemui anak dan istrinya, kondisi pintu pagar tergembok. Sang suami lantas meminta bantuan RT dan warga setempat untuk menjebol rumah dan ditemukan dua kerangka manusia.
Kedua kerangka itu ditemukan terbaring di tempat tidur. Warga tidak mengetahui kondisi korban karena selama ini mereka jarang bergaul. Di sisi lain, warga tidak merasa mencium adanya bau busuk.
Kesulitan keuangan
Polisi mengungkapkan dua orang yang ditemukan telah menjadi kerangka manusia di sebuah rumah di Perumahan Tanimulya mengalami kesulitan keuangan semasa hidupnya. Identitas mereka diketahui Indah Hayati (55 tahun) dan Elia Imanuel Putra (24 tahun).
AKBP Tri Suhartono membenarkan bahwa kedua korban semasa hidupnya sempat mengalami kesulitan keuangan. Selain itu, mereka pun sempat dibantu oleh para tetangga di sekitarnya. "Iya (betul)," ucap Tri saat dikonfirmasi, Rabu (31/7/2024).
Informasi yang dihimpun, keduanya sempat mengalami kesulitan keuangan. Bahkan, mereka pun beberapa kali menerima bantuan dari warga setempat.
Diketahui jika korban Indah Hayati merupakan istri kedua dari suaminya Mudjoyo Tjandra. Namun mereka berpisah sejak tahun 2015 dan terakhir berkomunikasi tahun 2018.
Sejumlah tulisan tangan yang diduga ditulis kedua korban berada di tembok rumah diduga berisi curahan hati mereka.
"Walaupun memang bukti petunjuk sudah ada, bukti pendukung sudah ada, kesimpulan pun bisa kita buat. Tapi tetap, kita harus bisa menjelaskan secara komperehensif dari A sampai Z bahwa permasalahan itu seperti ini," kata Tri.
Dugaan penelantaran
Polisi tengah mendalami dugaan penelantaran pada kasus temuan dua kerangka manusia. AKBP Tri Suhartono mengatakan dalam kasus penelantaran keluarga harus terdapat pelapor yang melaporkan ke kepolisian. Sedangkan diketahui kedua korban sudah meninggal dunia.
"Kita dalami, kita menunggu apakah nanti ada keluarga korban yang melaporkan," ucap dia, Kamis (1/8/2024).
Tri membuka kesempatan kepada masyarakat yang mengetahui tentang diduga korban untuk memberitahu kepada kepolisian. Hal itu dapat dilakukan untuk membuat kasus lebih terang.
Ia mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan membandingkan terhadap bukti-bukti tulisan di dinding tembok rumah maupun di buku sama atau tidak. Tri menyebut sudah bisa menyimpulkan sementara. Namun, ia ingin menyampaikan kasus tersebut secara komprehensif hingga diketahui penyebab kematian dua kerangka itu.