#30 tag 24jam
SDM Perlu Ditingkatkan untuk Kualitas Pendidikan Bangsa yang Berkebudayaan
Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana menilai dunia pendidikan Indonesia saat ini tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan negara untuk memberikan support yang [886] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #taman-siswa #ki-hajar-dewantara #ketua-ami #putu-supadma-rudana #tamansiswa #yogyakarta #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 03/10/24 14:48
v/15915164/
JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana menilai dunia pendidikan Indonesia saat ini tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan negara untuk memberikan support yang komprehensif terhadap gagasan besar Ki Hajar Dewantara.
Menurut dia, gagasan besar Ki Hajar Dewantara yang telah membangun Tamansiswa pada 3 Juli 1922 adalah satu institusi atau lembaga pendidikan yang secara komprehensif memberikan pendidikan berkebudayaan secara holistic kepada anak-anak atau masyarakat.
Hal itu disampaikan Putu Rudana sebagai Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI periode 2019-2024 dalam Studium Generale dengan tema ‘Bedah Budaya Nusantara’ di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta pada Sabtu, 28 September 2024.
“Afirmasinya jelas, tidak boleh ada kasta di dunia pendidikan, semua harus sama mendapatkan hak. Saya sebut di sini, pendidikan adalah hak asasi manusia yang harus dipenuhi oleh negara. Dan pendidikan tidak hanya mengejar semata angka-angka, tapi mampu membangun jiwa komprehensif yang luar biasa,” kata Putu melalui keterangannya pada Kamis, ( 3/10/2024)..
Menurut Putu, para founding father salah satunya Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran yang sangat visioner guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Artinya, bukan cerdas hanya di intelektual saja tapi juga cerdas dalam arti cultural comprehensive. Makanya, Tamansiswa ia lihat membangun generasi yang melampaui generasi saat ini sehingga wajib dibumikan dan di-mainstreaming.
“Pendidikan itu memang penting secara scientific, tapi pendidikan juga harus cerdas secara emosional dan spiritual. Mungkin kita pernah mendengar dari motivator ya, IQ, EQ, SQ. Ini sudah ada dari dulu Ki Hajar Dewantara, jadi rujuklah ke Ki Hajar Dewatara. Tamansiswa sudah punya dari dulu hal ini, bahwa kecerdasan itu tidak cukup dengan intelektual, harus emosional juga, harus spiritual,” jelas dia.
Untuk itu, Putu mengatakan pendidikan merupakan aspek sangat strategis dan penting bagi kehidupan dan berkelanjutan sebuah negara, serta menjadi faktor penentu kemajuan maupun kemunduran suatu bangsa.
Dengan demikian, kata dia, sumber daya manusia (SDM) harus terus ditingkatkan kualitasnya karena aset utama dalam membangun sebuah bangsa dan negara.
“Sumber daya manusia tidak hanya maju dari segi keilmuan material (ilmiah saintifik), tapi juga cerdas secara emosional dan spiritual. Inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia ke depan,” ujarnya.
Putu mengatakan sangat tepat apabila dikaji kembali pemikiran dari Bapak Pendidikan Indonesia, dan pendiri Tamansiswa yakni Ki Hajar Dewantara. Konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang holistik, di mana peserta didik dibentuk menjadi insan yang berkembang secara utuh yakni rasio, olah rasa, olah jiwa, dan olah raga melalui proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dilaksanakan dalam suasana penuh keterbukaan, kebebasan, serta menyenangkan.
“Ki Hajar Dewantara juga menekankan pentingnya mengakar pendidik pada budaya, bahwa peserta didik harus memahami dan menghargai warisan budaya bangsa. Ini dapat meningkatkan rasa identitas dan kebanggaan, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai lokal,” jelas dia.
Putu menjelaskan mengenai pendidikan yang holistik bahwa penting juga mengedepankan pemahaman menyeluruh tentang sejarah kebudayaan. Dalam rangka melengkapi penguasaan ilmu dan teknologi, emosional dan spiritual.
Sebagai Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu ingin mengajak tidak hanya mengunjungi museum saja, tapi juga belajar mengenai kebudayaan. Menurut dia, sejatinya museum adalah sekolah. Sementara, kebudayaan dan seni akan lestari jika sebagai bangsa mengenal dan memahaminya.
“Menarik intisari ilmu yang terkandung di dalamnya untuk kemudian kita sesuikan dengan kebutuhan hari ini. Kearifan lokal dan kebijaksanaan lokal kita, sangat relevan dengan konteks internasional hari ini. Inilah yang dinamakan dengan from local wisdom to global action,” ungkapnya.
Di samping itu, Putu berharap gagasan besar Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan harus juga digaungkan semangatnya menjadi internasionalisme atau multilateralisme. Bahkan, ia mendorong gagasan besar ini yang sifatnya sangat universal harus sampai di forum tingkat tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tentu saja, kata dia, hal ini diperlukan diplomasi untuk perjuangkan Ki Hajar Dewantara gagasannya dihargai dunia.
“Mereka harus tahu ada sosok Ki Hajar Dewantara yang seharusnya mendapatkan nobel, ini tanggungjawab kita. Kita belum pernah mendapatkan penghargaan nobel itu, bangsa lain banyak. Tapi sosok yang harus diperjuangkan agar mendapatkan nobel dunia dari Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara,” jelas Putu.
Menurut dia, peluang Ki Hajar Dewantara untuk bisa mendapatkan nobel tersebut sangat besar. Hanya saja, kata dia, bagaimana pemerintah atau negara yang memperjuangkannya melalui jalur diplomasi.
“Saya lihat kriteria beliau untuk dapat nobel sangat besar. Tapi kemampuan kita, mungkin negara atau pemerintah belum sampai di situ. Jadi mungkin harus kita bantu. Kita punya mimpi ada sosok bangsa mendapatkan nobel prize, hal ini untuk duduk dan sejajar dengan bangsa lain. Jadi harus kita pastikan untuk diperjuangkan, Ki Hajar Dewantara berhak untuk mendapatkan nobel di tingkat dunia,” kata Putu.
Diketahui, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) berdiri tahun 1955 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas ini memiliki komitmen dalam pengembangan Catur Dharmya Perguruan Tinggi dan mengembangkan ajaran Kemandirian, Kemerdekaan dan Kebangsaan sesuai cita-cita pendiri UST yaitu Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara.
Taman Siswa (Taman berarti tempat bermain atau tempat belajar, dan Siswa berarti murid) adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta.
Pada waktu pertama kali didirikan, sekolah Taman Siswa ini diberi nama "National Onderwijs Institut Taman Siswa", yang merupakan realisasi gagasan Dewantara bersama-sama dengan teman di paguyuban Sloso Kliwon. Sekolah Taman Siswa ini sekarang berpusat di balai Ibu Pawiyatan (Majelis Luhur) di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, dan mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Ketua Umum AMI Apresiasi Desain Istana Garuda IKN
Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki desain yang khas di mana terdapat rangka yang membentuk sebuah sayap yang lebar dan berlapis - Halaman all [600] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #ketua-ami #putu-supadma-rudana #istana-garuda-ikn #i-nyoman-nuarta #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 13/08/24 15:32
v/14364072/
JAKARTA, investor.id - Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki desain yang khas di mana terdapat rangka yang membentuk sebuah sayap yang lebar dan berlapis. Kemudian pada tengahnya terdapat kepala Garuda yang merunduk sebagai penyempurna dari sayap-sayap tersebut.
Perancang Istana Garuda IKN, Nyoman Nuarta menjelaskan terdapat dua arti dari desain garuda tersebut. Salah satunya adalah Burung Garuda sebagai Lambang Negara yang melindungi bangsa Indonesia.
Menurut Ketua umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana desain Istana Garuda IKN merupakan hasil kreasi orisinal anak bangsa yang perlu diapresiasi.
"Kita harus bangga, desain Istana Garuda IKN merupakan karya orisinalitas anak bangsa yang menunjukkan rasa bangga dan percaya diri bangsa Indonesia dalam bidang pembangunan infrastruktur. Desain istana tersebut melibatkan 44 orang ahli, mulai dari profesor, doktor, ahli tanah, dan berbagai spesialis lainnya yang berkontribusi untuk memastikan bahwa desain istana tidak hanya indah, tetapi juga aman dan fungsional demi menciptakan aspek ketahanan bangunan yang akan menjadi simbol nasional," Ujar Putu melalui keterangannya, Selasa (13/8/2024)
Menurut Putu, perancang Istana Garuda, I Nyoman Nuarta, merupakan seorang maestro kelas dunia. Menurutnya, ide desain Istana Garuda Nyoman Nuarta mempunyai arti penyatuan lebih dari 1.300 suku yang ada di Indonesia.
Filosofi itu diwujudkan melalui pilihan bentuk Garuda sebagai representasi bangunan, yang dianggap mampu merangkul keberagaman suku di Indonesia tanpa menimbulkan kecemburuan antardaerah.
"Desain ini menunjukan bahwa istana negara harus menggambarkan ciri sebuah bangsa yang berwibawa dan kuat. Di kerangka 'sayap' Istana Garuda bentuknya hendak memeluk, yang menurut saya mempunyai makna sebagai pelindung bangsa Indonesia yang mampu merangkul keberagaman suku di Indonesia tanpa menimbulkan kecemburuan satu sama lain," Ucapnya.
Putu juga menilai pembangunan Istana Garuda menggunakan produk lokal sesuai dengan peraturan tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Baja yang digunakan dalam struktur dan badan 'garuda' dibeli dari Krakatau Steel, dan proses pembuatannya dilakukan di pabrik-pabrik baja besar di dalam negeri.
"Selain itu, proses pembangunan dan penyusunannya melibatkan teknologi canggih seperti las laser untuk memastikan bahwa logam yang digunakan tetap stabil, tahan cuaca dan tidak bergelombang yang bisa bertahan hingga ratusan tahun. Belum lagi penggunaan kaca antipeluru, beton dengan ketebalan tertentu yang membuat Garuda tampak gagah dengan kepala yang menengok ke depan," pungkasnya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Nusantara tidak akan menjadi kota beton! Nusantara, disebut Jokowi, bakal menjadi kota yang penuh dengan penghijauan.
"Nusantara dibangun dengan konsep forest city, kota hutan yang dibangun penuh dengan penghijauan. Ini bukan kota beton, bukan juga kota kaca," tegas Jokowi saat memberikan sambutan pada Sidang Kabinet Perdana di IKN, Senin (12/8/2024).
Orang nomor satu di Indonesia itu juga menyatakan Nusantara juga akan menjadi kota pintar atau smart city. Artinya, ibu kota baru akan menjadi kota yang ditopang teknologi di setiap aktivitas kotanya
Sementara itu, Presiden Terpilih 2024-2029 sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, usai dirinya resmi dilantik sebagai kepala negara berikutnya.
Prabowo meminta pemerintah menyiapkan teknologi untuk menanggulangi bencana. Penambahan personel dan peralatan pemadam kebakaran dinilai sangat diperlukan di IKN.
"Saya dididik untuk selalu menghadapi kemungkinan yang paling jelek karena kita inginnya forest city. Berarti masalah hutan itu sangat besar, berarti kita harus siap untuk bencana, bahaya kebakaran," ujar Prabowo saat sidang kabinet yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/8/2024).
I Nyoman Nuarta adalah pematung Indonesia dan salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru. Dia paling dikenal lewat mahakaryanya seperti Patung Fatmawati Soekarno, Patung Garuda Wisnu Kencana Bali, Monumen Jalesveva Jayamahe Surabaya, serta Monumen Proklamasi Indonesia Jakarta.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News