#30 tag 24jam
Kondisi Manusia Digiring di Padang Mahsyar Saat Kiamat dan 5 Cara Umat Islam Dikenali | Republika Online
Kiamat keniscayaan yang akan terjadi atas kehendak Allah SWT [717] url asal
#tanda-kiamat #padang-mahsyar #cara-muslim-dikenal-padang-mahsyar #padang-mashyar-kiamat #kiamat-hari-jumat #kengerian-pada-hari-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kapan-kiamat #waktu-kiamat #tanda-tanda-kiama
(Republika - Iqra) 05/07/24 19:06
v/9770460/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Terdapat banyak riwayat dari Rasulullah SAW yang menggambarkan ihwal bagaimana umat manusia kelak akan digiring pada hari kiamat kelaak di Padang Mahsyar.
Di antaranya adalah riwayat dari Imam Bukhari yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:
إِنَّكُمْ مُلاَقُو اللهِ حُفَاةً عُرَاةً مُشَاةً غُرْلاً
“Sesungguhnya kalian akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan belum dikhitan.” (HR Bukhari no 6043)
Ada juga yang berkendaraan. Namun tidak sedikit yang diseret di atas wajah-wajah mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ رِجَالاً وَرُكْبَانًا وَتُجَرُّوْنَ عَلَى وُجُوْهِكُمْ
“Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi).
Lantas dalam kondisi miliaran umat manusia yang berada di Padang Mahsyar tersebut, bagaimana kita, umat Islam akan dikenali oleh Allah SWT dan para malaikatnya?
Dikutip dari buku Para Musuh Allah karya Rizem Aizid, terdapat empat cara agar Allah SWT tidak mengabaikan kita pada hari kiamat.
Pertama, tobat. Cara pertama dan paling utama agar setiap Muslim terhindar dari murka Allah SWT dan tidak lagi dicap sebagai musuh-Nya pada hari kiamat adalah dengan bertobat memohon ampunan-Nya.
Menurut kaum sufi, tobat memiliki tiga pengertian. Pertama, meninggalkan segala kemaksiatan dan melakukan kebajikan secara terus-menerus. Kedua, keluar dari kejahatan dan memasuki kebaikan karena takut kepada murka Allah SWT. Dan ketiga, terus-menerus bertobat meskipun sudah merasa tidak berbuat dosa lagi.
Tobat sesungguhnya tidak sebatas mengucapkan kalimat istighfar, karena sebanyak apa pun seseorang mengucapkan kalimat istighfar, kalau setelah itu mengulangi perbuatan dosanya, maka dia belum dikatakan bertobat.
Selain mengucapkan kalimat istighfar, jalan lain yang dapat mengantarkan seseorang ke jalan tobat adalah melakukan shalat sunnah tobat. Shalat sunnah tobat tersebut harus dilakukan dengan kesadaran diri untuk tidak lagi mengulangi perbuatan dosa yang sama ataupun perbuatan dosa yang baru.
Bertobat harus dilakukan sesegera mungkin setelah menyadari perbuatan dosanya, ini merupakan salah satu syarat tobat. Tobat juga harus dilakukan sebelum ajal menjemput karena ketika ajal sudah tiba, maka tobat tersebut akan sia-sia. Allah SWT berfirman tentang pentingnya menyegerakan tobat dalam Alquran:
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
"Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertobat sekarang. Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih." (QS an-Nisa ayat 18).
Kedua, dzikir..
Kelima, sujud. Ternyata seorang Muslim yang banyak bersujud memiliki keutamaan yang besar di hari kiamat kelak. Ini diketahui berdasarkan riwayat hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut. Adapun haditsnya sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ الْمَازِنِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم-: " مَا مِنْ أُمَّتِي مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَأَنَا أَعْرِفُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ "، فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَكَيْفَ تَعْرِفُهُمْ يَا رَسُولَ اللهِ فِي كَثْرَةِ الْخَلَائِقِ؟، قَالَ: " أَرَأَيْتَ لَوْ دَخَلْتَ صُبْرَةً فِيهَا خَيْلٌ دُهْمٌ بُهْمٌ، وَفِيهَا فَرَسٌ أَغَرُّ مُحَجَّلٌ، أَمَا كُنْتَ تَعْرِفُهُ مِنْهَا؟ "، قَالَ: بَلَى، قَالَ: " فَإِنَّ أُمَّتِي يَوْمَئِذٍ غُرٌّ مِنْ السُّجُودِ، مُحَجَّلُونَ مِنْ الْوُضُوءِ "
Diriwayatkan dari Abdillah bin Busr RA, Rasullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang pun dari umatku, kecuali aku mengenalnya nanti pada hari Kiamat". Para sahabat bertanya, "Bagaimana engkau mengenal mereka wahai Rasulullah, mereka berada di antara banyak makhluk?"
Beliau menjawab, "Bagaimana pendapatmu jika engkau masuk dalam shirath" di dalamnya terdapat kumpulan kuda berwarna hitam, dan dalam kumpulan itu terdapat seekor kuda yang memiliki ghurrah (warna putih cerah di dahinya) dan muhajjal (berkaki putih), bukankah kamu dapat mengenalinya?" Sahabat itu menjawab, "Ya". Lalu beliau bersabda, "Sungguh, umatku pada hari itu mempunyai wajah yang putih karena sujud, serta anggota wudhu yang putih karena wudhu'". (HR Ahmad)
Makna sujud yang terkandung di dalam hadits tersebut merujuk pada ibadah sholat. Orang yang memperbanyak sujud, yakni sholat, akan menemani Rasulullah SAW di surga.
Seorang sahabat Nabi SAW bernama Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami suatu ketika bermalam di rumah Rasulullah SAW, lalu menghampiri beliau SAW dengan membawa air wudhu. Kemudian Nabi SAW berkata, "Mintalah sesuatu."
Lalu Rabi'ah menjawab, "Aku ingin menemanimu di Surga." Rasulullah bertanya lagi, "Ada permintaan selain itu?" Rabiah mengatakan lagi, "Itu yang aku minta." Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda, "Bantulah aku mewujudkan keinginanmu dengan memperbanyak sujud (sholat)." (HR Muslim)
Sujud merupakan momen yang paling dekat dengan Allah SWT, dan di saat itulah waktu terkabulnya doa seorang hamba. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa."
Hendaknya seorang Muslim memperhatikan betul-betul sujud. Sebab Nabi SAW pernah memerintahkan untuk menyempurnakan sujud. Anas bin Malik RA mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sempurnakanlah ruku dan sujud, demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku benar-benar melihat kalian dari belakang punggungku, jika kalian ruku dan sujud." (HR Bukhari dan Muslim)
Tak Percaya Kiamat, 2 Bangsa ini Diazab Penuh Kengerian | Republika Online
Kiamat merupakan hari yang benar-benar nyata. [714] url asal
#kiamat #kiamat-hari-jumat #tanda-kiamat #allah-bersumpah-demi-hari-kiamat #kaum-yang-mengingkari-kiamat #bangsa-yang-mengingkari-kiamat
(Republika - Khazanah) 05/07/24 18:00
v/9767676/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Agama Allah yang disebarluaskan para nabi dan rasul-Nya pasti mengajarkan keimanan kepada hari kiamat. Para nabi dan utusan Allah mendakwahkan iman kepada hari kiamat kepada setiap pemeluknya.
Namun, meski sudah hal itu sudah didakwahkan dengan penuh hikmah, banyak orang yang kafir dengan mengingkari kebenaran hari kiamat. Orang semacam itu berkeyakinan, hidup akan terus berjalan seperti yang ada. Orang-orang akan terus menikmati berbagai kelezatan dan kenikmatan yang ada. Mereka akan terus senang.
Orang-orang semacam itu berkeyakinan kiamat adalah omong kosong, keyakinan yang tidak benar. Karena itu mereka mengingkari kebenaran kiamat.
Bahkan, Allah sendiri bersumpah dengan keagungan hari kiamat, laa uqsimu biyawmil qiyamah, mereka pun tetap mengingkarinya. Berikut ini adalah dua bangsa yang dinyatakan oleh Allah sebagai pengingkar kebenaran hari kiamat dan diluluhlantakkan dengan azab berjuta kepedihan. Allah berfirman sebagai berikut dalam Surah al-Haaqqah ayat 4
كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌۢ بِٱلْقَارِعَةِ
każżabaṡ ṡamụdu wa ‘ādum bil-qāri’ah
Kaum Tsamud dan ‘Aad telah mendustakan hari kiamat.
Pertama adalah bangsa Aad
Bangsa Aad atau kaum Aad (Adites dalam bahasa latin) adalah mereka yang hidup di sekitar Jazirah Arab yang sekarang ini diperkirakan berada di Negara Yaman hingga Oman. Mereka adalah kaum raksasa. Badan mereka besar-besar.
Keberadaan mereka diabadikan oleh Alquran dalam Surah al-Fajr sebagai bangsa yang pandai membuat bangunan berpilar tinggi dan besar. Bangsa yang kreatif dan banyak berinovasi dalam membangun arsitektur dan budaya kesenian yang luar biasa
Namun selain itu, mereka juga dikenal sadis dan bengis. Juga pengingkar dakwah nabi dan rasulullah Hud alaihis salam.
Nabi Hud menyerukan ajaran tauhid, eh mereka malah menyembah berhala. Nabi Hud mendakwahkan keimanan kepada hari kiamat, eh mereka malah mengingkari kebenaran hal tersebut.
Allah kemudian menyelamatkan pengikut Nabi Hud. Sedangkan banyak orang-orang Bangsa Aad yang ingkar dimusnahkan oleh Allah dengan angin tornado yang berhawa sangat dingin.
Lihat halaman berikutnya >>>
Bayangkan, mereka biasa tinggal di daerah panas, tiba-tiba dihajar dengan badai yang membawa hawa dingin luar biasa. Sontak saja mereka tak kuasa. Badan mereka tersedot masuk ke pusaran angin, berputar-putar di sana saling membentur hingga hancur tercerai berai. Kemudian bangunan karya mereka juga hancur.
Allah menjelaskan hal itu dalam Surah al-Haaqqah ayat 6.
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا۟ بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
wa ammā ‘ādun fa uhlikụ birīḥin ṣarṣarin ‘ātiyah
Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang.
Kedua, Bangsa Tsamud
Dalam tradisi latin mereka lebih dikenal dengan Hegra, yaitu kawasan di Utara Jazirah Arab yang kini berada 400 kilometer dari Kota Madinah Arab Saudi menuju perbatasan Yordania. Di sana terdapat bukit batu yang terukir menjadi tempat tinggal yang megah. Ada kawasan yang disebut al-Ula, Madain Shaleh, hingga terhubung ke Petra Yordania. Semua itu adalah Hegra atau Alquran menyebutnya al-Hijr.
Kaum Tsamud dahulu tinggal di sana. Mereka punya kemampuan luar biasa, mengukir bukit batu dan menyulapnya menjadi tempat tinggal yang megah.
Nabi Shaleh diutus ke sana untuk berdakwah. Namun mereka tak percaya begitu saja kepada Nabi Shaleh. Suatu ketika mereka minta unta dikeluarkan dari bukit batu. Kalau itu benar terjadi, mereka berjanji akan beriman. Nabi Shaleh memberikan syarat, unta tersebut tidak boleh dibunuh. Mereka mengiyakan.
Maka sang nabi berdoa memohon kepada Allah. kemudian Sang Pencipta mengabulkan permintaan tersebut. Keluarlah unta dari bukit batu. Kemudian unta itu memberi banyak manfaat. Susunya tak pernah habis untuk mereka ambil.
Kian hari dakwah Nabi Shaleh semakin besar. Dia mengajak banyak orang mengimani hari kiamat. Namun suatu hari, pembesar Tsamud iri dengki terhadap dakwah Nabi Shaleh yang semakin besar pengaruhnya. Mereka ini tidak percaya hari kiamat. Kemudian melanggar sabda Nabi Shaleh untuk menjaga unta tetap hidup. Diam-diam pada suatu malam, mereka menyembelih si unta.
Setelah itu Nabi Shaleh langsung membawa serta pengikutnya keluar dari Hegra. Kemudian Bangsa Tsamud tak gentar, mereka berbesar kepala dan yakin bisa menghadapi serangan apapun yang datang kepada mereka.
Bangsa Tsamud menyiagakan banyak pasukan bersenjata lengkap. Siap menghadapi segala serangan. Sementara itu, Allah memerintahkan malaikat merendahkan matahari, sehingga mengakibatkan semua Bangsa Tsamud mengalami kepanasan ekstrem. Lidah mereka sampai menjulur keluar saking tak kuasa menahan panas.
Dalam keadaan demikian, Allah melarang malaikat mencabut nyawa mereka dari mulai mentari terbit hingga sore hari. Kemudian terdengar suara keras menggelegar yang seketika menewaskan semua Bangsa Tsamud pengingkar kiamat.
Begitulah Allah mengazab mereka yang mengingkari hari kiamat. Azab tersebut menjadi pembelajaran untuk kaum setelahnya untuk selalu menaati apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.
Allah Bersumpah Demi Hari Kiamat, Apa Maksudnya? | Republika Online
Hari kiamat disebut juga hari pembalasan. [394] url asal
#kiamat #kiamat-hari-jumat #tanda-kiamat #allah-bersumpah-demi-hari-kiamat #kengerian-pada-hari-kiamat #surah-alquran-yang-membahas-kiamat #tanda-tanda-kiamat
(Republika - Iqra) 05/07/24 14:01
v/9752003/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banyak orang mendiskusikan hari kiamat. Ada yang menolaknya, tapi juga ada yang membenarkan bahwa hari itu pasti akan terjadi. Hari yang menjadikan semua makhluk bingung hendak kemana dan akan berlindung di mana. Hari yang di dalamnya penuh dengan kengerian.
Dahulu orang kafir menafikkan hari kiamat. Mereka mengira hari kiamat tidak ada. Kemudian Allah berfirman dalam Surah al-Qiyamah berikut ini:
لَآ أُقْسِمُ بِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ
lā uqsimu biyaumil-qiyāmah
1. Aku bersumpah demi hari kiamat.
Ayat ini menunjukkan bagaimana Allah bersumpah dengan hari kiamat. Ini merupakan kuasa Allah untuk bersumpah dengan ciptaan apapun yang Dia kehendaki. Namun yang menarik adalah Allah bersumpah atas nama hari kiamat. Para ahli tafsir menjelaskan, dengan sumpah tersebut, Allah menekankan, bahwa hari kiamat itu benar terjadi, tidak seperti yang dipikirkan orang-orang kafir dan mereka yang menafikkan hari kiamat.
وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ
wa lā uqsimu bin-nafsil-lawwāmah
2. Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
Di ayat ini, Allah juga bersumpah dengan jiwa yang selalu menyesal. Maksudnya adalah jiwa yang selalu menyayangkan tidak dapat maksimal taat kepada Allah dan selalu penuh kekurangan.
أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُۥ
a yaḥsabul-insānu allan najma’a ‘iẓāmah
3. Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
Di ayat ini, Allah menunjukkan keagungannya sebagai Tuhan yang mampu melakukan apa saja, juga sebagai penguasa hari pembalasan. Bahwa di hari kiamat nanti, Allah akan membangkitkan semua makhluk, termasuk yang hanya tersisakan tulang-belulang.
بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ
balā qādirīna ‘alā an nusawwiya banānah
4. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.
Allah mampu menyusun kembali makhluk makhluk yang sudah hancur menjadi sempurna lagi dan hidup lagi untuk mempertanggungjawabkan semua yang sudah dia perbuat.
Lihat halaman berikutnya >>>
Dalam Islam, Hari Kiamat adalah waktu ketika semua makhluk akan dibangkitkan dari kematian untuk menghadapi penghakiman Allah. Beberapa aspek penting tentang Hari Kiamat dalam Islam meliputi:
Tanda-tanda Kiamat: Ada berbagai tanda besar dan kecil yang menandakan kedatangan Hari Kiamat. Tanda besar termasuk munculnya Dajjal (anti-Kristus), kedatangan Isa (Yesus) yang akan membunuh Dajjal, dan keluarnya Ya'juj dan Ma'juj (Gog and Magog).
Proses Kiamat: Hari Kiamat akan diawali dengan tiupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Seluruh makhluk akan mati pada tiupan pertama, dan kemudian dibangkitkan kembali pada tiupan kedua.
Penghakiman: Semua manusia akan dihakimi berdasarkan amal perbuatannya selama hidup. Mereka yang amal baiknya lebih banyak akan masuk surga, sedangkan yang amal buruknya lebih banyak akan masuk neraka.
Surah Alquran ini Deskripsikan Kengerian Hari Kiamat | Republika Online
Hari kiamat penuh dengan kengerian. [637] url asal
#kiamat #kiamat-hari-jumat #tanda-kiamat #kengerian-pada-hari-kiamat #surah-alquran-yang-membahas-kiamat
(Republika - Iqra) 05/07/24 11:20
v/9737761/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hidup semewah dan senikmat apapun di dunia ini, pada akhirnya akan berujung kepada kematian. Kemudian setelah mati, semua manusia, dari mulai zaman Nabi Adam hingga yang terakhir, akan dibangkitkan kembali untuk pertanggungjawaban pada hari kiamat.
Allah mendeskripsikan hari kiamat dalam Surah al-Qariah, surah pendek yang terdapat di bagian akhir Juz 30.
ٱلْقَارِعَةُ
al-qāri’ah
1. Hari Kiamat,
مَا ٱلْقَارِعَةُ
mal-qāri’ah
2. apakah hari Kiamat itu?
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْقَارِعَةُ
wa mā adrāka mal-qāri’ah
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
Tiga ayat pertama ini menjelaskan bagaimana Allah bertanya kepada manusia apa yang mereka ketahui tentang hari akhir tersebut. Ayat ini juga menjadi penyentak perhatian, bahwa di tengah berbagai kesibukan yang dilakukan banyak orang, mereka harus tahu apa itu kiamat.
Kemudian Allah melanjutkan penjelasan mengenai kiamat dalam ayat selanjutnya.
يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ
yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ
4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran
Maksudnya adalah pada hari kiamat nanti, semua manusia yang sudah mati, meskipun sudah ribuan tahun lalu dikubur, akan dibangkitkan. Saat dibangkitkan, mereka dipenuhi rasa cemas, akan mendapatkan hukuman apa, atau sebaliknya akan mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah. apakah mereka akan masuk surga, atau sebaliknya akan diceburkan ke dalam neraka penuh siksa.
Selain itu, apalagi yang membuat mereka khawatir? Ternyata terkait dengan gambaran ayat berikutnya.
وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ
wa takụnul-jibālu kal-‘ihnil-manfụsy
5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
Bisa dibayangkan bagaimana gunung dan bukit yang sungguh besar dan kokoh, tercerai berai, beterbangan dan mudah sekali beterbangan seperti kapas terembus angin. Sungguh ini pemandangan tidak umum dan penuh kengerian.
فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ
fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh
6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
Ayat enam dan tujuh menjelaskan bagaimana mereka, yaitu golongan pertama, orang-orang yang amal kebaikannya berlimpah alias berat ketika ditimbang. Sungguh mereka ditempatkan dalam kehidupn selanjutnya yang penuh keridhaan Allah, alias di surga yang penuh kenikmatan.
Bisa jadi, mereka adalah orang-orang yang ketika di dunia hidup penuh dengan keterbatasan, bahkan dikategorikan dhuafa, tapi karena berbuat kebaikan dengan segala apa yang ada, dia akhirnya menjadi orang yang punya bekal amal kebajikan yang berlimpah.
Tapi bukan tidak mungkin yang termasuk dalam golongan pertama ini adalah mereka yang memiliki banyak harta. Kemudian ‘ringan tangan’ untuk bersedekah. bahkan sebagian besar hartanya memang disedekahkan dan diwakafkan.
Kemudian ditambah dengan bertutur kata yang baik, berbuat kebaikan, hingga akhirnya Allah menyayangi dan memberatkan timbangan kebaikan orang tersebut di hari kiamat. Maka mareka menjadi ahli surga.
Lihat halaman berikutnya >>>
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ
wa ammā man khaffat mawāzīnuh
8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌ
fa ummuhụ hāwiyah
9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
Ayat ke delapan dan kesembilan berbicara tentang golongan kedua, yaitu mereka yang timbangan kebaikannya ringan. Sedangkan yang berat adalah timbangan keburukannya. Orang demikian dilemparkan, ada ahli tafsir yang mengatakan, orang itu dijungkirkan ke neraka. Kepalanya jatuh ke dasar neraka kemudian isi kepalanya, termasuk otaknya tercerai berai. Kemudian di dalam sana dia disiksa terus menerus.
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ
wa mā adrāka mā hiyah
10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
نَارٌ حَامِيَةٌۢ
nārun ḥāmiyah
11. (Yaitu) api yang sangat panas.
Apakah kamu mengetahui wahai manusia tentang neraka Hawiyah yang dapat menghancurkan(mu) ini? Dinamakan sebagai neraka Hawiyah karena dia jatuh sampai ke dasarnya. Dasar neraka Hawiyah adalah tempat yang sangat rendah (curam).
Kecuraman dan kedalaman neraka dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah riwayat Bukhori, yaitu batu yang dilempar ke bawah dan baru sampai ke dasarnya 70 tahun kemudian.
Karena itulah ketika seorang yang amal keburukannya lebih, bahkan sangat berat, maka dijungkirkan ke sana. Kemudian ketika sampai di dasar neraka, tubuhnya hancur.
Kemudian di dalam neraka itu terdapat kobaran api yang sangat panas. Suhu api tersebut 90 kali lebih panas dari api yang ada di bumi.
Api semacam itu membakar para pendosa dalam waktu lama.
Hadits Rasulullah: Hari Kiamat Tidaklah Terjadi Kecuali pada Hari Jumat | Republika Online
Hari kiamat disebutkan dalam hadits terjadi di hari Jumat. [317] url asal
#kiamat #kiamat-hari-jumat #makkah #tanda-kiamat #rasulullah #hadits
(Republika - Iqra) 05/07/24 04:50
v/9714245/
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rahman 26-27: كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ Artinya: "Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."
Setelah mempercayai akan datangnya hari kiamat, pertanyaan lanjutannya adalah tentang waktu terjadinya hari akhir tersebut. Kapankah kiamat itu terjadi?
Allah dan Rasul-Nya menyebut pengetahuan tentang kepastian waktu kiamat hanya dimiliki Allah ta'ala saja. Allah berfirman dalam Alquran:
يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا Artinya: “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS Al Ahzab: 63)
Kendati tidak ada makhluk yang memiliki pengetahuan tentang waktu kiamat. Namun berbagai tanda-tanda dijelaskan Allah dan Nabi Muhammad melalui Alquran dan hadist. Salah satunya adalah tentang waktu kiamat yang akan terjadi di hari Jumat.
Penjelasan ini tertuang dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang dari Abu Hurairah R, Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ
“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim No 854). Ada juga hadist dari Aus bin ‘Aus, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ “Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan.” (HR Abu Daud).
Adanya tanda-tanda atau informasi tentang kiamat ini sebenarnya untuk mengingatkan manusia agar tidak melupakan tujuan penciptaannya yakni beribadah kepada Allah. Golongan orang yang bertakwa kepada Allah akan diberi surga dan golongan sebaliknya diberi neraka pada hari akhir.
وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِى ٱلسَّعِيرِ "Serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam." (QS. Asy-Syura: 7).