JAKARTA, investor.id - Saham emiten konglomerat ternama Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melompat 9,68% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 7.650 pada perdagangan 30 Agustus 2024 sebelum jeda siang.
Saham MSIN loncat meskin dimasukkan dalam papan pemantauan khusus full call auction (FCA) efektif per sesi I 30 Agustus. Saham MSIN sebelumnya dikenakan suspensi sejak 27 Agustus 2024 lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif signifikan.
Harga saham MNC Digital di Rp 7.650 merupakan level tertingginya sepanjang masa. Dalam periode satu bulan terakhir saham ini melonjak 173,21%.
Emiten Hary Tanoe, MNC Digital Entertainment (MSIN) sebenarnya sudah mengungkap rencana melakukan aksi berupa pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5.
Untuk itu, jelas direksi MSIN, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 23 September 2024.
Direksi MSIN mengungkapkan bahwa nilai nominal saham MSIN saat ini Rp 50/saham. Nantinya akan menjadi Rp 10/saham.
Adapun jumlah saham MSIN sebelum stock split sebanyak 12,13 miliar saham. Dan akan bertambah menjadi 60,67 miliar saham setelah stock split.
“Dengan melakukan stock split, harga saham perseroan akan lebih terjangkau dan dapat memberikan sinyal positif terhadap pelaku pasar modal untuk dapat turut berpartisipasi dalam mendukung saham perseroan,” ungkap direksi dari emiten yang dikendalikan Hary Tanoe itu, Kamis (15/8/2024).
Tingkatkan Likuiditas
Direksi MNC Digital (MSIN) menambahkan bahwa stock split akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan.
Selain itu harga per lembar saham perseroan akan menjadi lebih terjangkau dan memberikan kesempatan kepada investor untuk aktif memperdagangkan dan ikut memiliki saham perseroan, mengingat perseroan merupakan perusahaan digital media/ entertainment terlengkap dan terbesar di Indonesia.
“Meningkatkan jumlah investor domestik di Tanah Air, karena dengan harga per lembar saham yang lebih murah dan terjangkau, akan meningkatkan jumlah investor yang berminat untuk berinvestasi di saham perseroan,” papar direksi MSIN.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News