JAKARTA, Investor.id - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC, salah satu pionir bank digital, berhasil mencatatkan laba per akhir kuartal III-2024 sebesar Rp 4,06 miliar. Sebelumnya, Bank Neo Commerce merugi pada 2021, 2022, dan 2023.
Ini merupakan hasil dari berbagai upaya strategis perseroan untuk semakin meningkatkan efisiensi operasional bisnis sepanjang tahun 2024. Hal itu juga menegaskan kemampuan Bank Neo Commerce dalam menurunkan beban operasional sekaligus meningkatkan penyaluran kredit di segmen korporasi yaitu senilai Rp 2,31 triliun per September 2024, naik 88,01% dari Rp 1,23 triliun.
Emiten berkode saham BBYB tersebut menerapkan pengelolaan layanan operasional perbankan yang efisien, antara lain melalui optimalisasi layanan transaksi perbankan digital serta penerapan digitalisasi pada proses bisnis. Hal ini tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) BBYB yang terus menurun menjadi sebesar 99,88% di kuartal III-2024, turun dari 116,91% pada periode sama tahun lalu.
“Kami tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan keuangan yang dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi oleh nasabah,” ujar Direktur Utama Bank Neo Commerce (BBYB) Eri Budiono dalam siaran pers, Rabu (30/10/2024).
Sepanjang 2024, BBYB berhasil menjalankan operasional perbankan yang lebih pruden dan terukur, sehingga mencatatkan laba hingga akhir kuartal III 2024. Momentum ini merupakan hal yang baik, seiring makin lengkapnya layanan dan produk perbankan dimiliki dan semakin aktifnya nasabah menggunakan layanan yang tersedia.
Per September 2024, BBYB menyalurkan kredit sebesar Rp 9,26 triliun, terkoreksi 15,54% dari posisi September 2023 Rp10,97 triliun. Ini karena BBYB lebih mengutamakan kualitas kredit yang disalurkan. Hingga akhir September 2024, nonperforming loan (NPL) net perseroan tercatat 0,99% dan NPL gross sebesar 3,72%.
Meskipun terjadi koreksi, dia menuturkan, perseroan berhasil meningkatkan penyaluran kredit kepada nasabah korporasi dan ke nasabah melalui produk pinjaman milik BBYB yang tersedia di aplikasi neobank, yaitu Neo Pinjam. Peningkatannya sebesar 152,32% dari Rp 86 miliar menjadi Rp 217 miliar.
BBYB juga mencatatkan pertumbuhan capital adequacy ratio (CAR) yang cukup signifikan, meningkat 7,83% year to date menjadi 34,18% per September 2024 dari 26,35%. Ini menujukkan kemampuan bank untuk menanggung risiko kredit.
Per September 2024, BBYB mencatatkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 14,14 triliun, turun 7,59% dari Rp 15,3 triliun.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News