#30 tag 24jam
Waspada! Kasus Penipuan Kripto Merajalela, Lansia Paling Terdampak
Kasus penipuan invesasi kripto semakin marak dan targetkanlansia, laporan kerugian mencapai miliaran dolar. [453] url asal
#cryptocurrency #kripto-scam #penipuan-investasi-kripto #penipuan-kripto
(BlockChain-Media) 19/10/24 13:06
v/16694246/
Laporan terbaru yang diungkapkan Komisi Perdagangan Federal AS menunjukkan bahwa kasus penipuan kripto semakin meningkat dengan lansia sebagai target utamanya.
Penipuan investasi kripto menyasar lansia melalui iklan dan pesan di media sosial, menyebabkan kerugian besar. Dengan meningkatnya teknologi dan tren digital, orang lanjut usia menjadi lebih rentan terhadap kripto scam.
Lansia Jadi Target Utama Penipuan KriptoLansia, terutama mereka yang berusia di atas 60 tahun, menjadi target utama para pelaku penipuan investasi kripto.
Menurut laporan dari Federal Trade Commission (FTC), korban lanjut usia mengalami peningkatan signifikan dalam kerugian yang dilaporkan terkait penipuan investasi kripto.

Pelaku tersebut juga menggunakan berbagai metode untuk menipu calon korbannya.
“Peluang investasi kripto palsu yang menargetkan orang melalui iklan, postingan, dan pesan di platform media sosial,” seperti yang terungkap dalam laporan FTC, Jumat (18/10/2024).
Klaim pada laporan tersebut juga didukung dengan data sebelumnya yang diungkapkan oleh FBI mengenai kripto scam. Terlihat bahwa korban berumur dari 60 tahun mengajukan sekitar 16.000 komplain dan perkiraan total kerugiaannya mencapai US$1,6 miliar.

Meskipun lebih sering menargetkan kelompok usia yang lebih muda, lansia tetap rentan terhadap skenario di mana mereka dibujuk untuk mengirim uang kepada penipu yang berpura-pura menjadi pasangan atau teman dekat melalu bursa ataupun ATM Bitcoin.
Skema tersebut menunjukkan bahwa lansia 10 persen lebih mungkin melaporkan kerugian dari modus ini. Penipu memanfaatkan kepercayaan yang mereka bangun secara perlahan untuk memikat korban berinvestasi dalam skema cryptocurrency palsu.
Kerugian Finansial dan Dampak Jangka PanjangPenipuan kripto telah menyebabkan kerugian finansial yang tentunya sangat besar bagi lansia. Menurut FTC, meskipun orang lanjut usia cenderung melaporkan lebih sedikit kasus penipuan dibandingkan kelompok usia yang lebih muda, padahal kerugian yang mereka alami lebih besar.
“Bagi orang berusia 80 tahun ke atas, median kerugian individu yang dilaporkan adalah US$1.450, jauh lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya,” sebagaimana dicatat dalam laporan FTC.
Selain kerugian finansial, dampak psikologis dari penipuan ini juga tidak dapat diabaikan. Banyak orang lanjut usia yang kehilangan seluruh tabungan hidup mereka, yang berdampak pada kesehatan mental dan emosional mereka. Mereka sering merasa malu atau ragu untuk melaporkan kasus kripto scam ini, yang pada akhirnya semakin memperparah masalah.
Pentingnya Upaya Pencegahan dan EdukasiUntuk melawan peningkatan penipuan kripto, FTC dan berbagai organisasi konsumen terus melakukan kampanye edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang lanjut usia tentang ancaman ini.
Program seperti “Pass It On” dirancang untuk menguransi kasus penipuan kripto dan menyediakan materi edukasi untuk membantu lansia mengenali serta menghindari penipuan yang melibatkan cryptocurrency dan skema investasi lainnya.
Peningkatan kerugian akibat penipuan kripto menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap lansia dalam era digital ini. Dengan semakin berkembangnya teknologi, orang lanjut usia perlu diberi pemahaman yang lebih mendalam tentang risiko yang ada, sehingga mereka tidak menjadi korban dari skema penipuan investasi kripto yang semakin canggih. [dp]
Juan Tacuri, Sosok di Balik Penipuan Ponzi Kripto Akhirnya Dipenjara
Juan Tacuri dipenjara 240 bulan atas penipuan Ponzi kripto Forcount, mengakibatkan kerugian jutaan dolar bagi ribuan investor. [551] url asal
#kripto-scam #ponzi #ponzi-kripto #skema-ponzi
(BlockChain-Media) 17/10/24 20:32
v/16618663/
Juan Tacuri, salah satu promotor utama dalam skema penipuan Ponzi kripto bernama Forcount atau Weltsys, dijatuhi hukuman 240 bulan penjara. Forcount melibatkan ribuan korban dan menargetkan komunitas berbahasa Spanyol di Amerika Serikat.
Tacuri diketahui meraup jutaan dolar dari korban yang uangnya ia gunakan untuk membeli properti di Florida dan barang mewah.
Dia berperan besar dalam mempromosikan skema Ponzi kripto ini, yang berkedok sebagai investasi kripto yang sah. Tidak hanya itu saja, pelaku tersebut juga menjanjikan keuntungan harian dan penggandaan investasi dalam enam bulan.
“Juan Tacuri mungkin mengklaim terlibat dalam investasi cryptocurrency mutakhir, tetapi kenyataannya dia menjalankan salah satu trik tertua dalam buku, yaitu skema Ponzi,” kata Damian Williams, Jaksa AS, Selasa (15/10/2024).
Menurut Williams.Tacuri menghabiskan uang korban untuk keperluan pribadi, alih-alih menginvestasikannya seperti yang dijanjikan.
Berdasarkan dakwaan, Forcount beroperasi sebagai perusahaan yang mengaku melakukan penambangan dan perdagangan cryptocurrency. Namun, semua keuntungan yang dijanjikan hanyalah kedok dari Ponzi kripto.
Dana yang diterima dari korban baru digunakan untuk membayar korban lama, seperti halnya dalam skema penipuan Ponzi klasik.
“Tacuri adalah salah satu promotor paling produktif dari skema Ponzi Forcount, mengambil jutaan dolar dari korban kelas pekerja,” tambah Williams.
Juan TacuriTacuri dan rekan-rekannya melakukan presentasi di berbagai kota di AS. Mereka mengadakan acara-acara besar yang dibuat meriah untuk menarik perhatian korban potensial. Dalam acara tersebut, Tacuri sering tampil dengan pakaian dan aksesoris mewah, memberikan kesan bahwa investasi di Forcount adalah langkah menuju kebebasan finansial.
Para korban penipuan Ponzi kripto yang telah berinvestasi mendapatkan akses ke portal online, tempat mereka bisa melihat keuntungan yang diklaim akan mereka peroleh. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar korban tidak pernah bisa menarik dana mereka.
Ketika mereka mencoba, mereka dihadapkan dengan berbagai alasan, seperti penundaan dan biaya tambahan yang tidak jelas. Keluhan mulai menumpuk sejak awal 2018, tetapi Tacuri dan para promotor tetap melanjutkan operasinya tanpa henti.
Forcount bahkan memperkenalkan token crypto buatan sendiri, “Mindexcoin”, sebagai cara untuk menarik lebih banyak investasi. Tacuri mengklaim bahwa token ini akan memiliki nilai besar di masa depan.
Namun, token tersebut tidak pernah memiliki nilai dan malah menambah kerugian para korban. Menjelang akhir 2021, pembayaran kepada korban dihentikan, dan para promotor, termasuk Tacuri, mulai menghindar dari korban.
Selain hukuman penjara, Tacuri juga diwajibkan untuk menyerahkan properti senilai lebih dari US$3,6 juta yang ia beli dengan dana dari korban. Dalam pengumuman yang disampaikan oleh Jaksa AS, hukuman ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi pelaku kripto scam.
Kasus Tacuri ini bukan satu-satunya skema penipuan Ponzi kripto yang telah dijatuhi hukuman. David Carmona, pendiri skema Ponzi cryptocurrency IcomTech, baru saja dijatuhi hukuman 121 bulan penjara oleh Hakim Distrik AS Jennifer L. Rochon pada 4 Oktober 2024.
Carmona dianggap bertanggung jawab atas penipuan besar-besaran yang menyebabkan kerugian jutaan dolar bagi ribuan investor, mirip dengan kasus Tacuri saat ini.
“David Carmona adalah otak di balik skema penipuan kripto IcomTech, yang menargetkan orang-orang kelas pekerja dengan menjanjikan kebebasan finansial sepenuhnya sebagai imbalan atas uang hasil jerih payah mereka” kata Williams pada kasus IcomTech, Jumat (04/10/2024).
Kedua kasus ini memperlihatkan bahaya besar dari penipuan kripto. Meskipun ada potensi keuntungan yang menjanjikan, banyak proyek yang hanya bertujuan mengeksploitasi ketidaktahuan investor.
Penipuan Ponzi kripto seperti Forcount dan IcomTech memperingatkan bahwa pasar kripto, jika tidak diawasi, dapat menjadi ladang subur bagi penipu yang mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan orang lain. [dp]
ZachXBT Kembali Bongkar Praktik Licik Pelaku Kripto Scam
ZachXBT membantu memulihkan US$275.000 dari penipuan kripto, mengungkap praktik licik pelaku scam yang merugikan banyak korban. [521] url asal
#kripto-scam #penipuan-kripto #scam
(BlockChain-Media) 08/10/24 12:00
v/16147455/
Penipuan di dunia cryptocurrency semakin meresahkan. Seorang korban lanjut usia di Amerika Serikat kehilangan sebagian besar tabungan hidupnya akibat penipuan oleh pelaku kripto scam yang menyamar sebagai tim dukungan dari Coinbase.
Namun, ZachXBT muncul sebagai penyelamat, di mana dia telah berhasil membantu korban penipuan kripto dalam investigasi kasus tersebut untuk memulihkan dana yang sebelumnya telah dicuri.
Bantu Pulihkan US$275.000 yang DicuriBulan April 2024 menjadi momen kelam bagi seorang korban lanjut usia di Amerika Serikat yang kehilangan sebagian besar tabungan hidupnya akibat penipuan.
Penipuan ini dilakukan oleh scammer asal India yang menyamar sebagai tim dukungan Coinbase. Namun, bantuan datang dari ZachXBT, yang berhasil memulihkan dana yang hilang.
ZachXBT, investigator yang cukup terkenal di kalangan komunitas kripto, baru-baru ini membantu memulihkan dana senilai US$275.000 yang sebelumnya dicuri dari korban tersebut.
“Dengan senang hati saya sampaikan bahwa saya telah membantu memulihkan US$275.000 yang baru-baru ini disita dan akan dikembalikan kepada korban,” tulisnya di X.
Dalam penelitiannya, ia juga telah menemukan bahwa kelompok yang sama telah menipu banyak korban lainnya.
“Selama penelitian saya, saya menemukan lebih dari US$5 juta yang dicuri dari korban lain oleh kelompok ini, yang dicuci dari Ethereum/Bitcoin ke Tron melalui bursa terpusat sebelum stablecoin dipindahkan ke OTC,” tambahnya.

Praktik penipuan kripto tersebut menunjukkan bagaimana scammer semakin canggih dalam menyamar dan menggunakan teknik yang kompleks untuk mencuri uang dari para korban.
Membongkar Salah Satu KriptoScamTerbesarSebelumnya, ZachXBT juga sempat membantu salah satu investigasi kripto scam terbesar yang melibatkan Malone Lam dan Jeandiel Serrano.
Dua pria ditangkap oleh agen FBI atas dugaan kripto scam dengan total kerugian yang mencapai lebih dari US$230 juta dalam satu operasi yang sangat terorganisir.
Malone Lam (20), warga negara Singapura yang tinggal di AS, dan Jeandiel Serrano (21), warga Los Angeles, ditangkap dan didakwa di pengadilan distrik AS.
Pihak berwenang menyatakan bahwa mereka dituduh berkonspirasi untuk mencuri dan mencuci lebih dari US$230 juta dalam cryptocurrency dari seorang korban di Washington.
Dakwaan menunjukkan bahwa pada 18 Agustus 2024, Lam dan Serrano menggunakan nama samaran untuk mencuri lebih dari 4.100 Bitcoin dari seorang korban di Washington, D.C.
Para pelaku kripto scam kemudian berencana mencuci dana tersebut melalui bursa cryptocurrency dan layanan crypto mixer, menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk menyembunyikan identitas asli mereka.
ZachXBT melakukan investigasi mendalam terkait kasus ini dan menemukan bahwa para pelaku menggunakan metode rekayasa sosial untuk menargetkan seorang kreditor Genesis.
Mereka menghubungi korban melalui nomor yang dipalsukan untuk membobol akun pribadi dan mengakses private key. Dana yang berhasil dicuri dialihkan melalui lebih dari 15 bursa berbeda.
Pentingnya Berhati-Hati di Dunia KriptoCryptocurrency memang menawarkan beragam peluang menarik, tetapi di balik itu, ada risiko penipuan yang meningkat. Kasus-kasus kejahatan siber tersebut mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan dan edukasi bagi semua pengguna.
Para pelaku kripto scam kini semakin canggih, menggunakan metode rekayasa sosial untuk mencuri aset dan meninggalkan korban dengan kerugian yang besar.
Karena itu, sangat penting bagi setiap orang untuk melakukan riset sebelum terjun ke investasi kripto. Memahami cara kerja aset digital, mengenali tanda-tanda penipuan, dan mengetahui strategi yang sering digunakan penipu adalah langkah-langkah yang bisa membantu melindungi diri. [dp]
Peretas Kembali Berulah, Kini Situs Lego Jadi Sasaran Kripto Scam
Peretas targetkan Situs Lego untuk mempromosikan kripto scam bernama LEGO Coin, menipu pengguna dengan tautan phishing. [183] url asal
(BlockChain-Media) 06/10/24 14:02
v/16062449/
Situs resmi Lego baru-baru ini mengalami peretasan yang mempromosikan kripto scam dengan menggunakan token palsu yang bernama LEGO.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar Lego dan pelanggannya, meskipun promosi palsu tersebut hanya bertahan singkat sebelum pihaknya berhasil mengendalikan situasi.
Kejadian ini menyoroti meningkatnya ancaman keamanan digital, terutama terkait dengan crypto scam yang semakin menyasar perusahaan besar.
Mempromosikan Token Lego PalsuInsiden ini pertama kali terungkap pada 5 Oktober, ketika ZTBricks, salah satu penggemar Lego, menemukan adanya promosi kripto scam di situs mereka.
“Seseorang membuka situs kalian dan mengubah halaman utamanya! Halaman tersebut mengarah ke situs kripto ke akun yang hampir pasti bukan milik Anda!” tulisnya di X.
Pesan tersebut menawarkan hadiah rahasia bagi siapa saja yang membeli LEGO. Tentu saja, promosi ini hanyalah tipuan. Para pengguna yang mengklik tombol “Beli Sekarang” di bawah pesan tersebut diarahkan ke situs phishing, yang diduga dikelola oleh peretas.

Dalam era di mana transaksi kripto semakin umum, penting bagi pengguna untuk berhati-hati terhadap promosi yang mencurigakan dan terindikasi sebagai phishing, bahkan jika promosi tersebut muncul di situs atau akun media sosial dari perusahaan besar sekalipun. [dp]
Dalang di Balik Ponzi Kripto IcomTech Akhirnya Dipenjara
Pendiri Ponzi kripto IcomTech, akhirnya dijatuhi hukuman 121 bulan penjara atas penipuan yang merugikan ribuan investor. [606] url asal
#kripto-scam #penipuan-kripto #ponzi #skema-ponzi
(BlockChain-Media) 05/10/24 16:02
v/16017437/
David Carmona, pendiri skema Ponzi cryptocurrency IcomTech, dijatuhi hukuman 121 bulan penjara oleh Hakim Distrik AS Jennifer L. Rochon pada 4 Oktober 2024. Carmona dianggap bertanggung jawab atas penipuan besar-besaran yang merugikan ribuan investor dengan total kerugian jutaan dolar.
Dalam pengumumannya, Jaksa AS Damian Williams menyatakan bahwa skema Ponzi IcomTech telah merugikan banyak orang dengan investasi palsu yang ditawarkan oleh mereka.
“David Carmona adalah otak di balik skema Ponzi cryptocurrency IcomTech, yang menargetkan orang-orang kelas pekerja dengan menjanjikan kebebasan finansial sepenuhnya sebagai imbalan atas uang hasil jerih payah mereka. Carmona mengklaim bahwa uang para korbannya akan diinvestasikan dalam perdagangan dan penambangan cryptocurrency, serta keuntungan dari aktivitas tersebut akan menggandakan uang para korban dalam enam bulan. Kenyataannya, IcomTech tidak melakukan hal seperti itu. Semua itu adalah kebohongan. Dan ketika skema ini runtuh, para korban Carmona kehilangan segalanya,” kata Williams, Jumat (04/10/2024).
Selain Carmona, dua rekan utamanya, David Brend dan Gustavo Rodriguez, juga dinyatakan bersalah oleh juri atas keterlibatan mereka dalam skema ini.
Carmona dan para promotornya, termasuk Brend, melakukan presentasi dan acara di berbagai tempat, baik di Amerika Serikat maupun internasional, untuk menarik lebih banyak investor dari skema Ponzi mereka.
Acara-acara ini sering kali diselenggarakan dengan mewah dan dihadiri oleh promotor yang datang dengan mobil mahal dan pakaian mewah, menciptakan ilusi kesuksesan besar dari investasi di IcomTech.
Korban skema penipuan kripto diperdaya untuk percaya bahwa mereka sedang berinvestasi dalam produk cryptocurrency yang sah, dengan akses ke portal online untuk memantau keuntungan yang tampak terus meningkat.
Namun, ketika korban mencoba menarik dana, mereka dihadapkan dengan berbagai kendala, termasuk penundaan, biaya tersembunyi, dan dalam banyak kasus, kegagalan total untuk menarik uang mereka.
Rodriguez memainkan peran penting dalam mengelola situs web IcomTech, termasuk portal online tempat para korban memantau investasi mereka. Selain itu, Rodriguez juga memberikan saran kepada Carmona mengenai cara menstrukturkan paket investasi dan tingkat pengembalian harian yang dijanjikan kepada korban.
Pada kenyataannya, IcomTech tidak melakukan aktivitas apapun yang menghasilkan keuntungan bagi investor. Sebaliknya, dana yang dikumpulkan dari korban kripto scam tersebut digunakan untuk membayar korban sebelumnya, mengikuti pola khas skema Ponzi.
Menjelang akhir 2019, skema ini mulai runtuh ketika para korban semakin sulit menarik dana mereka. Meskipun keluhan dari korban mulai menumpuk, para promotor IcomTech, termasuk Brend dan Carmona, tetap melanjutkan operasi mereka, menjual produk investasi palsu dan token kripto internal bernama “Icoms.”
Token ini dipromosikan sebagai aset bernilai yang dapat digunakan untuk pembayaran di masa depan. Namun, kenyataannya, “Icoms” tidak memiliki nilai dan hanya menyebabkan kerugian lebih lanjut bagi para investor. Pada akhir 2019, IcomTech berhenti membayar para investor, dan skema ini pun kolaps.
Penangkapan Brend dan Rodriguez oleh pemerintah AS menandai akhir dari skema Ponzi ini. Brend, yang sering tampil di acara-acara promosi IcomTech, memimpin perekrutan korban baru, sementara Rodriguez bertanggung jawab atas aspek teknis, termasuk pengelolaan situs web dan portal online.
Skema Ponzi kripto seperti IcomTech menunjukkan risiko besar yang dihadapi investor di pasar kripto. Meskipun ada potensi keuntungan yang besar, banyak proyek ternyata adalah penipuan yang dirancang untuk mengeksploitasi ketidaktahuan investor.
Kasus IcomTech ini hanyalah satu dari banyak skema Ponzi yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Di India, sebelumnya otoritas resmi juga berhasil menangkap dua pelaku utama di balik skema Ponzi kripto lain yang melibatkan token STA.
Skema tersebut menipu sekitar 200.000 investor, dengan total kerugian mencapai US$120 juta. Seperti IcomTech, para pelaku skema ini menjanjikan keuntungan besar dari token kripto, yang ternyata tidak memiliki nilai.
Dengan meningkatnya popularitas cryptocurrency, semakin banyak investor yang tertarik pada peluang investasi ini. Namun, kasus-kasus Ponzi seperti IcomTech dan token STA menunjukkan pentingnya berhati-hati dan melakukan penelitian menyeluruh sebelum memasukkan uang ke dalam investasi kripto apa pun. [dp]
Pelaku Kripto Scam di Indiana Ditangkap, Kerugian Capai US$37 Juta
Evan Frederick Light ditangkap atas kripto scam US$37 juta, menyoroti meningkatnya kejahatan siber di dunia cryptocurrency. [604] url asal
#kripto-scam #penipuan-kripto #scam
(BlockChain-Media) 03/10/24 12:30
v/15907878/
Evan Frederick Light, seorang pria berusia 21 tahun asal Kota Lebanon, Indiana, ditemukan bersalah atas tuduhan konspirasi terkait dengan kripto scam dan pencucian uang.
Ia ditangkap setelah terlibat dalam pencurian cryptocurrency senilai US$37 juta dari hampir 600 korban. Pengakuan bersalah Light dilakukan di hadapan Hakim Magistrat AS, Veronica Duffy, pada 30 September 2024.
Strategi Cerdas Para Pelaku Kripto ScamDokumen pengadilan mengungkap bahwa pada Februari 2022, Light melakukan serangan siber yang sangat terencana, menargetkan sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Sioux Falls, South Dakota.
Dalam serangan tersebut, Light berhasil mencuri informasi pribadi dari banyak klien, termasuk data yang dapat digunakan untuk melakukan crypto scam lebih lanjut. Ia menggunakan identitas salah satu klien yang sah untuk menyusup ke dalam server perusahaan dan mengambil data pribadi ratusan klien lainnya.
Setelah berhasil membobol sistem, Light mencuri kripto dari klien-klien yang menyimpan aset digital di perusahaan tersebut. Ia kemudian memindahkan cryptocurrency hasil curiannya ke berbagai lokasi di seluruh dunia, termasuk menggunakan layanan crypto mixer dan situs perjudian online untuk menyembunyikan jejak transaksi.
Dengan total kerugian yang mencapai sekitar US$37 juta, tindakan Light telah merugikan banyak individu dan menciptakan kekhawatiran yang lebih besar terhadap keamanan aset digital di era modern ini.
Komitmen Tegas dalam Penegakan HukumJaksa Penuntut Umum Amerika Serikat, Alison J. Ramsdell, menyatakan bahwa penangkapan pelaku kripto scam merupakan bukti dari upaya berkelanjutan untuk menindak kejahatan siber.
“Kasus ini menunjukkan dedikasi kami dalam mengidentifikasi pelaku dan memprioritaskan kepentingan korban,” ungkap Ramsdell.
Penangkapannya mengingatkan kita bahwa meskipun para pelaku berusaha untuk bersembunyi dalam dunia maya, mereka tidak dapat lolos dari jangkauan aparat penegak hukum.
Light kini menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara untuk setiap dakwaan, serta denda dan restitusi kepada para korban yang mungkin juga akan diperintahkan oleh pengadilan.
Modus yang Serupa Menghantui Dunia KriptoPenangkapan Light menyoroti semakin tingginya angka kejahatan di dunia kripto, termasuk kasus kripto scam yang melibatkan Malone Lam.
Pada September 2024, Lam, seorang warga negara Singapura yang tinggal di AS, dan rekannya Jeandiel Serrano, ditangkap oleh FBI karena terlibat dalam pencurian lebih dari US$230 juta dalam cryptocurrency dari seorang korban di Washington, D.C.
Kedua pelaku ini diduga melakukan kriptoscam dengan menggunakan berbagai nama samaran dan metode yang sangat terorganisir. Mereka beroperasi dengan cerdik, menggunakan identitas palsu untuk mencuri Bitcoin dari banyak korban.
Melalui virtual private network (VPN), mereka mencoba menyembunyikan identitas asli mereka selama menjalankan operasi kejahatan yang sangat kompleks ini.
Para pelaku dalam kasus ini menggunakan teknik rekayasa sosial yang canggih untuk menargetkan dan mengakses akun korban. Mereka berhasil mencuri lebih dari 4.100 Bitcoin dan merencanakan untuk mencuci dana tersebut melalui berbagai bursa kripto dan layanan crypto mixer.
Upaya mereka untuk mencuci uang hasil curian menunjukkan tingkat kompleksitas yang tinggi, yang semakin membuat aparat penegak hukum berupaya keras untuk menangkap dan memproses mereka.
Jangan Anggap Remeh, Kripto Scam Selalu Mengintai!Kasus-kasus seperti yang melibatkan Evan Light dan Malone Lam menunjukkan betapa rentannya individu dan bisnis terhadap serangan siber yang terencana.
Dengan meningkatnya adopsi crypto, penting bagi pengguna untuk lebih memahami cara melindungi diri dari pencurian dan kripto scam. Edukasi tentang keamanan siber dan praktik terbaik dalam bertransaksi kripto menjadi hal yang sangat penting.
Pemerintah dan lembaga penegak hukum di seluruh dunia harus bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko yang ada dan menciptakan regulasi yang lebih baik untuk melindungi aset digital.
Penangkapannya Light dan Lam dapat diharapkan menjadi langkah awal dalam memerangi kejahatan siber yang semakin berkembang, dan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para investor di ruang cryptocurrency.
Selalu pastikan berhati-hati ketika berinteraksi ataupun melakukan sesuatu agar terhindar dari penipuan. Menghindari kripto scam memerlukan kewaspadaan dan pemahaman yang baik tentang bagaimana penipuan ini beroperasi. [dp]
Laporan FBI Ungkap Lonjakan Drastis Kasus Kejahatan Kripto
FBI melaporkan peningkatan kasus penipuan kripto dengan kerugian mencapai US$54,5 juta hanya dalam delapan bulan pertama tahun 2024. [350] url asal
#cryptocurrency #kripto-scam #penipu-cryptocurrency #penipuan-kripto
(BlockChain-Media) 25/09/24 21:00
v/15553377/
Laporan terbaru dari FBI mengungkapkan lonjakan signifikan dalam kasus kejahatan penipuan terkait kripto di Amerika Serikat. Total kerugian yang dilaporkan terkait cryptocurrency fraud mencapai lebih dari US$5,6 miliar pada tahun 2023.
Salah satu contohnya, di negara bagian Amerika Serikat, Maryland, modus penipuan ini telah merugikan banyak warganya, dengan kerugian total mencapai US$54,5 juta hanya dalam delapan bulan pertama tahun 2024.
Angka Kerugian yang MengkhawatirkanDalam laporan yang dirilis oleh Internet Crime Complaint Center (IC3), terungkap bahwa Maryland adalah salah satu negara bagian yang paling terpengaruh oleh penipuan kripto.
Dari Januari hingga Agustus 2024, terdapat 482 pengaduan yang dilaporkan, sementara pada tahun 2023, total kerugian mencapai US$69,1 juta dari 668 kasus.
Selain Maryland, sejumlah negara bagian lainnya juga mencatat angka yang mengkhawatirkan terkait penipuan kripto. California, misalnya, berada di posisi teratas dengan kerugian mencapai US$1,1 miliar, dua kali lipat dibandingkan Texas dan Florida.

Pelaku cryptocurrency fraud yang terlibat dalam skema ini sering kali adalah korban perdagangan manusia yang terjebak di negara-negara seperti Kamboja dan Myanmar dengan tawaran pekerjaan bergaji tinggi, namun kemudian dipaksa untuk melakukan penipuan.
Penelitian tersebut juga memperlihatkan bahwa menurut data dari PBB, diperkirakan lebih dari 200.000 orang sedang ditahan di lokasi-lokasi penipuan ini. Ketika dana berhasil dikumpulkan, pelaku penipuan kripto sering kali mengonversi uang tersebut menjadi USDR, stablecoin popular yang memfasilitasi transaksi tanpa batasan ketat seperti yang diterapkan oleh bank.
Pentingnya Kesadaran di Tengah Penipuan Kripto yang BerkembangDengan meningkatnya popularitas cryptocurrency, laporan FBI ini menunjukkan bahwa penipuan terkait aset digital juga mengalami pertumbuhan yang pesat.
Penipuan kripto tidak hanya mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan tetapi juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap cryptocurrency secara keseluruhan.
Penjahat cryptocurrency fraud yang mengandalkan skema pig butchering dan bentuk penipuan lainnya mengancam keberadaan pasar kripto yang sah, membuat investor perlu lebih berhati-hati dan waspada.
Hal ini menyoroti betapa pentingnya kesadaran dan pendidikan di kalangan masyarakat tentang potensi risiko yang terkait dengan investasi kripto.
Dengan memahami dan mewaspadai skema-skema penipuan ini, individu dapat lebih terlindungi dan berkontribusi untuk mengurangi jumlah penipuan kripto, sekaligus menjaga integritas pasar aset digital yang semakin berkembang. [dp]
DPO Kripto Scam Ditangkap FBI, Kerugian Capai US$230 Juta
Pelaku kripto scam berhasil ditangkap oleh pihak berwenang AS, dengan total kerugian yang dialami mencapai lebih dari US$230 juta. [283] url asal
#fbi #kripto #kripto-scam #scam
(BlockChain-Media) 20/09/24 15:50
v/15292318/
Dua pria ditangkap oleh agen FBI atas dugaan kripto scam dengan total kerugian yang mencapai lebih dari US$230 juta dalam satu operasi yang sangat terorganisir.
Malone Lam (20), seorang warga negara Singapura yang tinggal di Amerika Serikat, dan Jeandiel Serrano (21), warga Los Angeles, ditangkap dan didakwa di pengadilan distrik AS di Florida dan California dalam sebuah tindakan yang mengejutkan banyak pihak.
“Pada hari ini, sebuah dakwaan dibuka yang menuduh Malone Lam, 20 tahun, yang tinggal di Miami, FL, dan Los Angeles, CA, serta Jeandiel Serrano, 21 tahun, yang tinggal di Los Angeles, CA, dengan konspirasi untuk mencuri dan mencuci lebih dari US$230 juta dalam cryptocurrency dari seorang korban di Washington,” tulis pihak berwenang dalam pengumuman resmi mengenai penangkapan tersebut, Kamis (19/9/2024).

Lam, yang juga dikenal dengan nama “Greavys,” menjalani gaya hidup mewah dengan hasil yang didapat dari kripto scam tersebut.
Ia disebutkan membeli lebih dari 10 mobil mewah, menghabiskan antara US$250.000 hingga US$500.000 per malam di klub-klub di Los Angeles dan Miami, serta memberikan tas Birkin kepada teman-temannya.
FBI dan IRS terus bekerja sama dalam menyelidiki kasus ini, dan sebagian dana yang dicuri berhasil dibekukan.
Proses ini melibatkan berbagai teknik investigasi yang canggih dan kerjasama internasional untuk memastikan bahwa pelaku kripto scam tidak dapat lepas dari hukuman.
Kedua tersangka kini menghadapi ancaman hukuman berat jika terbukti bersalah atas konspirasi pencurian dan pencucian uang secara internasional.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa meskipun dunia cryptocurrency menawarkan banyak peluang, ia juga membawa risiko yang besar.
Penipuan dan pencurian di ruang ini bukanlah hal yang baru, namun dengan meningkatnya kesadaran akan kejahatan yang terjadi, pengguna cryptocurrency dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk menghindari kripto scam. [dp]
Wajah Baru Kripto Scam? Waspada dengan Dukungan Selebritas
Kripto scam yang dipromosikan oleh para selebritas terkenal semakin marak, menipu investor dengan keuntungan besar namun berakhir merugikan. [873] url asal
#endorsement #kripto-scam #memecoin #rug-pull #scam #scam-crypto #selebritas
(BlockChain-Media) 17/09/24 15:11
v/15134862/
Kripto, dengan segala potensinya, telah menjadi magnet bagi banyak orang. Namun, di balik gemerlapnya, terdapat sisi gelap berupa kripto scam yang merajalela.
Keterlibatan selebritas dalam mempromosikan proyek-proyek kripto yang bermasalah telah memperparah situasi.
Skema penipuan yang terstruktur ini memanfaatkan popularitas selebritas untuk menjerat para penggemar yang berharap bisa mendapatkan keuntungan besar. Akibatnya, banyak investor yang mengalami kerugian finansial yang besar.
Lalu, apakah endorsement atau bentuk dukungan dari selebritas dalam dunia cryptocurrency justru menjadi penipuan yang terstruktur?
Kripto Scam: Dukungan Selebritas yang MenyesatkanBelakangan ini, endorsement oleh selebritas dalam dunia kripto semakin marak. Para selebritas yang memiliki pengaruh besar di media sosial kerap kali menjadi wajah promosi proyek-proyek cryptocurrency.
Sebut saja beberapa nama besar seperti Neymar Jr dan Caitlyn Jenner, yang kerap kali dikaitkan dengan promosi token tertentu.
Namun sayangnya, keterlibatan mereka sering kali berujung pada kripto scam. Proyek-proyek yang mereka promosikan tidak jarang berakhir dengan kebangkrutan atau ditinggalkan begitu saja setelah berhasil mengumpulkan dana dari para investor.
Salah satu contoh terbaru adalah peretasan akun media sosial Neymar Jr yang digunakan oleh peretas untuk mempromosikan token kripto mereka.
“Ini adalah salah satu peluncuran paling menyedihkan yang pernah saya lihat,” ujar Nicolas Vaiman, CEO Bubblemaps.
Token tersebut yang hanya berhasil mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$19.000. Meskipun cuitan tersebut dilihat oleh lebih dari 3 juta orang, hasilnya sangat jauh dari ekspektasi.
Ini menandakan bahwa komunitas kripto sudah mulai waspada dan muak dengan tren selebritas yang terlibat dalam promosi proyek kripto yang mencurigakan.
Praktek Scam Crypto yang Semakin UmumEndorsement selebritas dalam dunia kripto bukanlah hal baru. Lionel Messi, misalnya, pernah bekerja sama dengan Socios untuk mempromosikan sebuah proyek cryptocurrency.
Namun, yang membedakan antara endorsement yang sah dan kripto scam adalah keterlibatan langsung sang selebritas dalam memahami proyek yang mereka promosikan.
Dalam banyak kasus, selebritas hanya menerima bayaran tanpa mengetahui seluk-beluk proyek tersebut. Hasilnya, para penggemar dan komunitas kripto menjadi korban penipuan.
Salah satu figur yang dikenal terlibat dalam “praktik” dengan menggunakan selebritas adalah Sahil Arora.
Ia bekerja sama dengan berbagai artis besar, termasuk Drake dan Caitlyn Jenner, untuk mempromosikannya.
Dalam banyak kasus, token-token yang diluncurkan dengan nama selebritas ini berhasil mengumpulkan dana besar dari para investor, namun dalam waktu singkat harganya jatuh dan para investor kehilangan segalanya.
Salah satu modus yang sering digunakan dalam scam crypto adalah “rug pull” atau penarikan likuiditas secara tiba-tiba setelah token diluncurkan.
Ini adalah taktik di mana pengembang proyek menarik semua dana yang diinvestasikan dalam token tersebut, meninggalkan para investor dengan token yang tidak bernilai.
Sahil Arora dituduh menggunakan taktik ini dalam berbagai proyek yang diluncurkannya.
“Sahil memiliki hampir seluruh pasokan token, jadi dia akan menjual semuanya begitu cuitan itu tayang, menggunakan audiens selebritas sebagai likuiditas keluarannya. Dia bahkan tidak mencoba menyembunyikan hal ini, dengan terbuka membagikan keuntungan di saluran Telegram publik,” sebut akun resmi Bubblemaps di media sosial X.
Ini adalah salah satu cara paling umum yang digunakan oleh pelaku kripto scam dengan skema rug pull untuk menipu para investor.
Memecoin Selebritas: Dari Tren Hingga ScamMemecoin yang didorong oleh selebritas , seperti token yang dipromosikan oleh Neymar Jr, ataupun Drake dulunya merupakan tren yang sangat diminati.
Pada masa lalu, token-token yang terhubung dengan selebritas sering kali mencapai kapitalisasi pasar yang besar, bahkan dalam kasus-kasus di mana selebritas tersebut tidak secara langsung terlibat.
Namun, belakangan ini, semakin banyak kasus di mana token-token ini jatuh nilainya dalam waktu singkat setelah diluncurkan, membuat para investor kehilangan dana mereka.
Kasus Kylian Mbappe adalah salah satu contoh nyata dari tren ini. Pada akhir Agustus 2024, akun Twitter Mbappe diretas dan digunakan untuk mempromosikan token kripto palsu bernama “MBAPPE”.
Token tersebut sempat mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$464 juta, namun harganya langsung jatuh 99 persen hanya dalam satu menit. Hal ini menunjukkan betapa mudahnya memanipulasi pasar kripto dengan menggunakan nama besar selebritas .
Dampak Kripto Scam pada Industri CryptocurrencyTren kripto scam yang melibatkan selebritas tidak hanya merugikan para investor, tetapi juga merusak reputasi industri cryptocurrency secara keseluruhan.
Banyak orang yang sebelumnya tertarik untuk berinvestasi dalam kripto menjadi ragu-ragu setelah mendengar kisah-kisah penipuan yang melibatkan selebritas.
Hal ini dapat memperlambat adopsi massal cryptocurrency dan membuat para investor baru enggan untuk terlibat.
Di sisi lain, scam crypto ini juga membuka mata para investor akan pentingnya melakukan riset yang mendalam sebelum berinvestasi dalam proyek kripto.
Terlepas dari siapa yang mempromosikan proyek tersebut, para investor kini mulai lebih selektif dan berhati-hati.
Ini Alasan Elon Musk Sebut Dolar AS adalah Scam
Masa Depan Memecoin dan Endorsement SelebritasMasa depan memecoin dan proyek kripto yang melibatkan selebritas tampaknya suram. Kejenuhan komunitas kripto terhadap promosi selebritas yang berakhir dengan penipuan membuat tren ini kehilangan daya tariknya.
Sebagaimana yang dikatakan oleh CEO Bubblemaps, “meta selebritas sudah mati.” Komunitas kripto kini lebih kritis dan cenderung menghindari proyek-proyek yang dipromosikan oleh selebritas , terutama jika proyek tersebut tidak memiliki transparansi atau asal usul yang jelas.
Namun, apakah ini benar-benar akhir dari kripto scam yang melibatkan selebritas ?
Meskipun tren ini tampaknya sudah menurun, selalu ada kemungkinan bahwa pelaku-pelaku crypto scam akan menemukan cara baru untuk menarik perhatian para investor.
Oleh karena itu, penting bagi komunitas kripto untuk selalu waspada dan melakukan riset yang mendalam sebelum berinvestasi untuk menghindari kripto scam.
Jangan mudah percaya pada proyek yang dipromosikan oleh selebritas tanpa memahami sepenuhnya apa yang mereka tawarkan. [dp]