#30 tag 24jam
Aduh! Ada Squid Game 2 Crypto, Ingat Kasus Rug Pull 2021
Di tengah rilisnya trailer terbaru dari serial popular Squid Game 2, token bernama serupa pun hadir, mengingatkan kasus rug pull dari token Squid Game [436] url asal
#rug-pull #squid-game #squid-game-2 #squid2
(BlockChain-Media) 04/11/24 11:02
v/17453831/
Di tengah rilisnya trailer terbaru dari serial popular Squid Game 2, token bernama serupa pun hadir, mengingatkan kasus rug pull dari token Squid Game (SQUID) di tahun 2021.
Kejatuhan token SQUID kala itu telah menyita perhatian karena mencetak banyak kerugian bagi para investornya, di antaranya adalah warga Tiongkok yang kehilangan dana pensiunannya setara Rp400 juta, setelah membenamkan dananya ke token SQUID.
Bahkan, fenomena rug pull tersebut telah sampai membuat penerbit tokennya mengumumkan mereka telah gulung tikar. Sebelumnya, Gizmodo memastikan bahwa proyek kripto yang mengatasnamakan film serial ternama Squid Game itu adalah penipuan alias scam.
Bagi investor yang telah menyaksikan fenomena rug pull token SQUID di tahun 2021, tentu saja kehadiran token Squid Game 2 menimbulkan kecurigaan terjadinya fenomena serupa. Namun, apakah memang demikian?
Squid Game 2, Apakah Sama Saja dengan Token yang Sebelumnya?Token kripto Squid Game 2, yang hadir dengan ticker SQUID2, hadir di tengah antusiasme para pecinta serial Squid Game asal Korea Selatan, yang akan menghadirkan serial terbaru berjudul Squid Game 2.
Token SQUID2 tidaklah beraffiliasi dengan serial tersebut, hanya mencatut namanya saja untuk popularitas dan menarik minat investor.
Berdasarkan data CoinMarketCap, token Squid Game 2 saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,00000000005203, telah merosot lebih dari 80 persen dari titik tertinggi sepanjang masanya (ATH).

Dan saat redaksi Blockchainmedia mengakses link situs yang tersedia di CoinMarketCap, tampilan situs tersebut malah menampilkan layanan error seperti gambar di atas.
Meski kenaikan harganya belum sebesar kenaikan harga yang dialami oleh token SQUID sebelum crash, namun token SQUID2 ini juga menunjukkan kinerja yang tak kalah mengecewakan.
Jika ini benar-benar ditinggalkan, dari sisi investor, komunitas dan pengembang, bukan tidak mungkin kalau token Squid Game 2 ini akan menyandang gelar token rug pull juga.
Cara Menghindari Rug PullMeski terkesan mengerikan dan tak terprediksi, sebenarnya ada 5 cara jitu yang dapat kita lakukan untuk menghindari token-token yang berpotensi mengalami rug pull.
Pertama, kita perlu teliti terhadap profil pengembang. Pastikan tim di balik proyek memiliki reputasi baik dan rekam jejak di komunitas kripto. Tim yang anonim lebih berisiko karena identitasnya tidak diketahui.
Kedua, cek likuiditas terkunci. Proyek yang serius biasanya mengunci likuiditas melalui kontrak pintar hingga lima tahun. Pengembang dapat menggunakan pengunci pihak ketiga untuk menunjukkan keseriusan. Tanpa penguncian, dana dapat dicuri dengan mudah.
Ketiga, waspadai imbal hasil tinggi. Proyek yang menawarkan keuntungan besar seringkali berpotensi rug pull atau skema Ponzi. APY tinggi bukan jaminan penipuan, tapi perlu dicermati.
Keempat, periksa pembatasan penjualan. Penipu sering menyisipkan kode yang membatasi penjualan, yang sulit terdeteksi. Cobalah menjual sebagian kecil token untuk memeriksa ini.
Kelima, cek audit eksternalnya. Proyek yang tidak diaudit pihak ketiga independen sebaiknya dihindari karena rawan penipuan. [st]
Hore! Pelaku Rug Pull NFT Akhirnya Ditangkap
Pelaku rug pull NFT akhirnya tertangkap, korban senang. Skema penipuan NFT ini berhasil meraup ratusan ribu dolar! [556] url asal
#crypto-scam #nft #penipuan-nft #rug-pull
(BlockChain-Media) 02/11/24 15:30
v/17365674/
Seorang pengembang kripto asal Alabama, Amerika Serikat, yang terlibat dalam skema “rug pull” NFT akhirnya dinyatakan bersalah. Dalam kasus ini, Berman Jerry Nowlin, Jr. beserta rekannya menggunakan skema rug pull untuk menipu investor dan meraup keuntungan besar. Vonis bersalah ini menjadi kabar baik bagi ratusan korban yang dirugikan dalam penipuan NFT ini.
Nowlin, yang juga dikenal sebagai Repulse atau Zayous, bersama Devin Alan Rhoden, alias Denny atau Deviinz, menciptakan dua koleksi NFT di blockchain Solana bernama “UndeadApes” dan “Undead Lady Apes.”
Menurut dokumen tersebut, Ia berperan sebagai pengembang yang mengembangkan smart-contract Solana pada proyek tersebut.
“Nowlin berperan sebagai pengembang untuk kedua proyek tersebut, di antaranya dengan menggunakan mesin grafis untuk menciptakan NFT, mengelola protokol blockchain, dan mengkode kontrak pintar Solana,” sebagaimana tercantum pada dokumen tersebut, Jumat (01/11/2024).

Kesuksesan awal dari dua koleksi ini meningkatkan harga NFT mereka hingga lebih dari 70 kali lipat dari harga asli yang setara dengan US$5 menjadi US$360. Para investor pun semakin yakin dengan janji keuntungan besar yang dijanjikan oleh keduanya.
Namun, antusiasme tersebut justru menjadi bagian dari rencana rug pull NFT mereka. Pada April 2022, Nowlin dan Rhoden mengumumkan peluncuran koleksi digital ketiga bernama “Undead Tombstone.”
Dalam promosinya, mereka mengklaim bahwa NFT ini akan memiliki fitur tambahan dan kerja sama dengan beberapa perusahaan besar. Namun, pada 19 April 2022, setelah minting 632 NFT, keduanya tiba-tiba menghentikan proses tersebut dan membawa kabur semua dana investor.
Pihak berwenang juga menemukan bahwa pelaku penipuan NFT tersebut menggunakan crypto mixer untuk menyembunyikan jejaknya.
“Proses penjualan NFT tersebut menghasilkan sekitar US$135.000 dalam bentuk cryptocurrency yang dikirim ke dompet kripto milik Nowlin dan Rhoden. Mereka menggunakan layanan pencampur kripto terdesentralisasi, Tornado Cash, untuk menyembunyikan jejak transaksi,” ungkap temuan pada laporan itu.
Tornado Cash sendiri adalah aplikasi khusus yang dirancang untuk melindungi privasi pengguna kripto dengan mengaburkan alamat wallet di berbagai blockchain.
Begini Cara Kerja Tornado Cash: Mixer untuk Mencuci Uang Hasil Peretasan WazirX
Meskipun aplikasi ini dibuat bukan untuk tujuan ilegal, namun banyak pelaku penipuan NFT dan penjahat siber memanfaatkannya untuk mencuci dana curian dan menyembunyikan jejak transaksi mereka agar tidak terlacak. Teknik ini, yang dikenal sebagai “chain-hopping,” sering digunakan oleh para pelaku penipuan NFT dan kripto untuk menyulitkan pelacakan dan investigasi.
Setelah berhasil menyamarkan asal dana tersebut, Nowlin lalu mengonversi kripto tersebut ke dolar AS dan mentransfernya ke rekening bank pribadinya.
Secara keseluruhan, ketiga proyek NFT tersebut membuat Nowlin dan Rhoden meraup keuntungan hampir US$400.000 dari ratusan korban di berbagai negara. Kasus ini menunjukkan bahwa investasi di dunia kripto masih sangat rentan terhadap penipuan NFT dan cryptocurrency yang dilakukan oleh pelaku profesional dengan teknik manipulatif.
Menurut John Dumas, Asisten Agen Khusus HSI Tampa, kejahatan ini menggunakan skema rumit untuk membodohi investor yang mencari keuntungan besar di dunia kripto.
“Para pelaku kejahatan siber ini merancang skema untuk menipu investor melalui ilusi besar dan melakukan “rug pull” untuk mencuri uang dari orang-orang yang tidak curiga, serta melakukan pencucian uang hasil kejahatan mereka melalui cryptocurrency lainnya,” jelasnya.
Rhoden lebih dulu mengakui bersalah atas dakwaan konspirasi untuk pencucian uang dan penipuan NFT Mei 2024, dengan hukuman yang dijadwalkan pada 20 November 2024.
Sementara itu, Nowlin yang akhirnya dinyatakan bersalah pada 1 November, menghadapi ancaman hukuman hingga lima tahun penjara yang akan ditentukan dalam sidang pada 23 Januari 2025 karena menjadi salah satu dalang utama dari rug pull NFT. [dp]
Cara Licik Trading Kripto Diduga Dilakukan Influencer Ini
MrBeast dicurigai terlibat skema insider trading kripto, merugikan para investor dan pengikutnya dengan praktik promosi yang tak etis. [651] url asal
#insider-trading-kripto #kripto #mrbeast #rug-pull #skandal-mrbeast
(BlockChain-Media) 31/10/24 15:00
v/17332847/
Investigasi terbaru terkait dengan skandal MrBeast menunjukkan adanya pola transaksi yang mencurigakan terkait proyek kripto seperti SuperVerse, Ethernity Chain, dan lainnya, di mana dirinya diduga menggunakan pengaruhnya untuk mengangkat harga token, hanya untuk kemudian meraup keuntungan dengan menjual token tersebut.
Skandal SuperVerse MrBeast dan proyek lainnya menyoroti semakin perlunya regulasi dalam industri kripto, khususnya terkait peran influencer, agar dapat melindungi investor dari kerugian akibat strategi promosi yang tak etis.
Fenomena “Dukungan” Influencer dalam Dunia KriptoPerkembangan dunia kripto yang pesat menciptakan peluang baru bagi banyak pihak, termasuk influencer terkenal. Dalam beberapa kasus, influencer ikut mempromosikan proyek kripto atau NFT tertentu untuk meningkatkan popularitas aset tersebut.
Berkat pengaruh besar di kalangan pengikutnya, proyek-proyek ini langsung menarik minat investor yang berharap kehadiran influencer bisa menjamin keamanan atau kredibilitas proyek tersebut.

Namun, skandal SuperVerse MrBeast dan proyek lainnya menunjukkan bahwa tidak semua yang bersinar adalah emas. Sejumlah influencer, termasuk MrBeast, diduga menggunakan pengaruhnya untuk mendorong investor masuk, namun hasil akhirnya justru merugikan.
Salah satu figur yang dikenal terlibat dalam praktik “kripto scam” dengan menggunakan selebritas adalah Sahil Arora. Ia bekerja sama dengan berbagai artis besar, termasuk Drake dan Caitlyn Jenner, untuk mempromosikannya.
Wajah Baru Kripto Scam? Waspada dengan Dukungan Selebritas
Dalam banyak skema seperti skandal insider trading MrBeast, selebritas dipekerjakan untuk mempromosikan token atau proyek tertentu. Sayangnya, harga token sering kali jatuh setelah promosi berakhir, meninggalkan investor dengan kerugian besar. Salah satu modus yang sering digunakan dalam skema ini adalah “rug pull,” yaitu menarik likuiditas secara tiba-tiba setelah token diluncurkan.
Terdapat indikasi bahwa beberapa influencer tidak hanya berperan sebagai promotor, namun juga sebagai investor yang meraih keuntungan besar. Skandal MrBeast memperlihatkan bahwa influencer besar mungkin tak hanya secara sukarela mendukung proyek tersebut.
Pola Transaksi Mencurigakan dalam Skandal SuperVerse MrbeastMrBeast, salah satu YouTuber terbesar dengan lebih dari 320 juta pengikut, dikenal sebagai sosok yang karismatik dan memiliki pengaruh besar. Popularitasnya tak hanya membantunya meraih jutaan penonton, tetapi juga memberinya daya tarik sebagai mitra bagi proyek-proyek kripto yang ingin meningkatkan eksposur mereka.
Beberapa proyek kripto terkenal seperti SuperVerse, Ethernity Chain, dan Refinable dilaporkan telah memanfaatkan nama MrBeast sebagai strategi pemasaran, membuat banyak penggemarnya berinvestasi pada proyek-proyek ini.
Namun, menurut temuan pada skandal SuperVerse MrBeast dan proyek lainnya yang dikemukakan sejumlah analis pada investigasi tersebut, telah ditemukan indikasi kuat bahwa dirinya mungkin tidak hanya sekadar menjadi “pendukung”.
“Sebuah tim peneliti telah melakukan analisis lebih detail, mengungkap hubungan dengan lebih dari 50 dompet cryptocurrency yang terkait dengan MrBeast. Temuan mereka menunjukkan sejarah panjang insider trading, menyesatkan investor, dan menggunakan pengaruhnya untuk mempromosikan token, hanya untuk kemudian menjualnya di pasar,” ungkap investigasi tersebut, Selasa (29/10/2024).
Transaksi Token Ethernity MrBeast – Arkham IntelligenceKemudian, token–token tersebut dijual pada saat harga mencapai puncaknya, menghasilkan keuntungan signifikan. Pada temuan yang melibatkan Ethernity Chain, dirinya dilaporkan meraup keuntungan sebesar US$4,6 juta.
Tidak hanya berhenti disitu saja, dirinya terindikasi terlibat dalam proyek lainnya. Pola yang ditemukan pada skandal insider trading MrBeast memunculkan kecurigaan bahwa MrBeast dan beberapa influencer besar lainnya mungkin memanfaatkan informasi eksklusif atau status mereka untuk meraih keuntungan pribadi.
Dugaan ini semakin kuat dengan adanya transaksi yang menunjukkan bahwa MrBeast menjual token saat harga berada di titik tertinggi, yang sering kali diikuti dengan penurunan drastis pada nilai token tersebut.
Dampak Cara Licik Trading Kripto MrBeastSkandal MrBeast dan para influencer besar lainnya dalam proyek-proyek kripto ini mengundang perhatian dari berbagai pihak, termasuk regulator dan komunitas kripto. Dampak dari aktivitas dan cara licik trading kripto ini sangat merugikan bagi investor kecil yang mengikuti jejak para influencer dengan harapan mendapat keuntungan yang sama.
Namun, kenyataannya, pola penjualan strategis yang dilakukan oleh influencer justru meninggalkan investor biasa dalam posisi rugi besar setelah harga token anjlok.
Skandal SuperVerse MrBeast dan keterlibatan dengan proyek lainnya juga menunjukkan perlunya regulasi dan transparansi yang lebih ketat dalam investasi kripto yang melibatkan influencer.
Para influencer yang memiliki jutaan pengikut memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas pasar dan memastikan bahwa rekomendasi mereka tidak merugikan. [dp]
Skandal Mengejutkan! MrBeast Dicurigai Terlibat dalam Skema Insider Trading Kripto
MrBeast dicurigai terlibat skema insider trading kripto, merugikan para investor dan pengikutnya dengan praktik promosi yang tak etis. [649] url asal
#insider-trading-kripto #kripto #mrbeast #rug-pull #skandal-mrbeast
(BlockChain-Media) 31/10/24 15:00
v/17259520/
Investigasi terbaru terkait dengan skandal MrBeast menunjukkan adanya pola transaksi yang mencurigakan terkait proyek kripto seperti SuperVerse, Ethernity Chain, dan lainnya, di mana dirinya diduga menggunakan pengaruhnya untuk mengangkat harga token, hanya untuk kemudian meraup keuntungan dengan menjual token tersebut.
Skandal SuperVerse MrBeast dan proyek lainnya menyoroti semakin perlunya regulasi dalam industri kripto, khususnya terkait peran influencer, agar dapat melindungi investor dari kerugian akibat strategi promosi yang tak etis.
Fenomena “Dukungan” Influencer dalam Dunia KriptoPerkembangan dunia kripto yang pesat menciptakan peluang baru bagi banyak pihak, termasuk influencer terkenal. Dalam beberapa kasus, influencer ikut mempromosikan proyek kripto atau NFT tertentu untuk meningkatkan popularitas aset tersebut.
Berkat pengaruh besar di kalangan pengikutnya, proyek-proyek ini langsung menarik minat investor yang berharap kehadiran influencer bisa menjamin keamanan atau kredibilitas proyek tersebut.

Namun, skandal SuperVerse MrBeast dan proyek lainnya menunjukkan bahwa tidak semua yang bersinar adalah emas. Sejumlah influencer, termasuk MrBeast, diduga menggunakan pengaruhnya untuk mendorong investor masuk, namun hasil akhirnya justru merugikan.
Salah satu figur yang dikenal terlibat dalam praktik “kripto scam” dengan menggunakan selebritas adalah Sahil Arora. Ia bekerja sama dengan berbagai artis besar, termasuk Drake dan Caitlyn Jenner, untuk mempromosikannya.
Wajah Baru Kripto Scam? Waspada dengan Dukungan Selebritas
Dalam banyak skema seperti skandal insider trading MrBeast, selebritas dipekerjakan untuk mempromosikan token atau proyek tertentu. Sayangnya, harga token sering kali jatuh setelah promosi berakhir, meninggalkan investor dengan kerugian besar. Salah satu modus yang sering digunakan dalam skema ini adalah “rug pull,” yaitu menarik likuiditas secara tiba-tiba setelah token diluncurkan.
Terdapat indikasi bahwa beberapa influencer tidak hanya berperan sebagai promotor, namun juga sebagai investor yang meraih keuntungan besar. Skandal MrBeast memperlihatkan bahwa influencer besar mungkin tak hanya secara sukarela mendukung proyek tersebut.
Pola Transaksi Mencurigakan dalam Skandal SuperVerse MrbeastMrBeast, salah satu YouTuber terbesar dengan lebih dari 320 juta pengikut, dikenal sebagai sosok yang karismatik dan memiliki pengaruh besar. Popularitasnya tak hanya membantunya meraih jutaan penonton, tetapi juga memberinya daya tarik sebagai mitra bagi proyek-proyek kripto yang ingin meningkatkan eksposur mereka.
Beberapa proyek kripto terkenal seperti SuperVerse, Ethernity Chain, dan Refinable dilaporkan telah memanfaatkan nama MrBeast sebagai strategi pemasaran, membuat banyak penggemarnya berinvestasi pada proyek-proyek ini.
Namun, menurut temuan pada skandal SuperVerse MrBeast dan proyek lainnya yang dikemukakan sejumlah analis pada investigasi tersebut, telah ditemukan indikasi kuat bahwa dirinya mungkin tidak hanya sekadar menjadi “pendukung”.
“Sebuah tim peneliti telah melakukan analisis lebih detail, mengungkap hubungan dengan lebih dari 50 dompet cryptocurrency yang terkait dengan MrBeast. Temuan mereka menunjukkan sejarah panjang insider trading, menyesatkan investor, dan menggunakan pengaruhnya untuk mempromosikan token, hanya untuk kemudian menjualnya di pasar,” ungkap investigasi tersebut, Selasa (29/10/2024).
Transaksi Token Ethernity MrBeast – Arkham Intelligence Kemudian, token–token tersebut dijual pada saat harga mencapai puncaknya, menghasilkan keuntungan signifikan. Pada temuan yang melibatkan Ethernity Chain, dirinya dilaporkan meraup keuntungan sebesar US$4,6 juta.
Tidak hanya berhenti disitu saja, dirinya terindikasi terlibat dalam proyek lainnya. Pola yang ditemukan pada skandal insider trading MrBeast memunculkan kecurigaan bahwa MrBeast dan beberapa influencer besar lainnya mungkin memanfaatkan informasi eksklusif atau status mereka untuk meraih keuntungan pribadi.
Dugaan ini semakin kuat dengan adanya transaksi yang menunjukkan bahwa MrBeast menjual token saat harga berada di titik tertinggi, yang sering kali diikuti dengan penurunan drastis pada nilai token tersebut.
Dampak Jangka Panjang Skandal MrBeast Terhadap Pasar KriptoSkandal MrBeast dan para influencer besar lainnya dalam proyek-proyek kripto ini mengundang perhatian dari berbagai pihak, termasuk regulator dan komunitas kripto. Dampak dari aktivitas ini sangat merugikan bagi investor kecil yang mengikuti jejak para influencer dengan harapan mendapat keuntungan yang sama.
Namun, kenyataannya, pola penjualan strategis yang dilakukan oleh influencer justru meninggalkan investor biasa dalam posisi rugi besar setelah harga token anjlok.
Skandal SuperVerse MrBeast dan keterlibatan dengan proyek lainnya juga menunjukkan perlunya regulasi dan transparansi yang lebih ketat dalam investasi kripto yang melibatkan influencer.
Para influencer yang memiliki jutaan pengikut memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas pasar dan memastikan bahwa rekomendasi mereka tidak merugikan. [dp]
Wajah Baru Kripto Scam? Waspada dengan Dukungan Selebritas
Kripto scam yang dipromosikan oleh para selebritas terkenal semakin marak, menipu investor dengan keuntungan besar namun berakhir merugikan. [873] url asal
#endorsement #kripto-scam #memecoin #rug-pull #scam #scam-crypto #selebritas
(BlockChain-Media) 17/09/24 15:11
v/15134862/
Kripto, dengan segala potensinya, telah menjadi magnet bagi banyak orang. Namun, di balik gemerlapnya, terdapat sisi gelap berupa kripto scam yang merajalela.
Keterlibatan selebritas dalam mempromosikan proyek-proyek kripto yang bermasalah telah memperparah situasi.
Skema penipuan yang terstruktur ini memanfaatkan popularitas selebritas untuk menjerat para penggemar yang berharap bisa mendapatkan keuntungan besar. Akibatnya, banyak investor yang mengalami kerugian finansial yang besar.
Lalu, apakah endorsement atau bentuk dukungan dari selebritas dalam dunia cryptocurrency justru menjadi penipuan yang terstruktur?
Kripto Scam: Dukungan Selebritas yang MenyesatkanBelakangan ini, endorsement oleh selebritas dalam dunia kripto semakin marak. Para selebritas yang memiliki pengaruh besar di media sosial kerap kali menjadi wajah promosi proyek-proyek cryptocurrency.
Sebut saja beberapa nama besar seperti Neymar Jr dan Caitlyn Jenner, yang kerap kali dikaitkan dengan promosi token tertentu.
Namun sayangnya, keterlibatan mereka sering kali berujung pada kripto scam. Proyek-proyek yang mereka promosikan tidak jarang berakhir dengan kebangkrutan atau ditinggalkan begitu saja setelah berhasil mengumpulkan dana dari para investor.
Salah satu contoh terbaru adalah peretasan akun media sosial Neymar Jr yang digunakan oleh peretas untuk mempromosikan token kripto mereka.
“Ini adalah salah satu peluncuran paling menyedihkan yang pernah saya lihat,” ujar Nicolas Vaiman, CEO Bubblemaps.
Token tersebut yang hanya berhasil mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$19.000. Meskipun cuitan tersebut dilihat oleh lebih dari 3 juta orang, hasilnya sangat jauh dari ekspektasi.
Ini menandakan bahwa komunitas kripto sudah mulai waspada dan muak dengan tren selebritas yang terlibat dalam promosi proyek kripto yang mencurigakan.
Praktek Scam Crypto yang Semakin UmumEndorsement selebritas dalam dunia kripto bukanlah hal baru. Lionel Messi, misalnya, pernah bekerja sama dengan Socios untuk mempromosikan sebuah proyek cryptocurrency.
Namun, yang membedakan antara endorsement yang sah dan kripto scam adalah keterlibatan langsung sang selebritas dalam memahami proyek yang mereka promosikan.
Dalam banyak kasus, selebritas hanya menerima bayaran tanpa mengetahui seluk-beluk proyek tersebut. Hasilnya, para penggemar dan komunitas kripto menjadi korban penipuan.
Salah satu figur yang dikenal terlibat dalam “praktik” dengan menggunakan selebritas adalah Sahil Arora.
Ia bekerja sama dengan berbagai artis besar, termasuk Drake dan Caitlyn Jenner, untuk mempromosikannya.
Dalam banyak kasus, token-token yang diluncurkan dengan nama selebritas ini berhasil mengumpulkan dana besar dari para investor, namun dalam waktu singkat harganya jatuh dan para investor kehilangan segalanya.
Salah satu modus yang sering digunakan dalam scam crypto adalah “rug pull” atau penarikan likuiditas secara tiba-tiba setelah token diluncurkan.
Ini adalah taktik di mana pengembang proyek menarik semua dana yang diinvestasikan dalam token tersebut, meninggalkan para investor dengan token yang tidak bernilai.
Sahil Arora dituduh menggunakan taktik ini dalam berbagai proyek yang diluncurkannya.
“Sahil memiliki hampir seluruh pasokan token, jadi dia akan menjual semuanya begitu cuitan itu tayang, menggunakan audiens selebritas sebagai likuiditas keluarannya. Dia bahkan tidak mencoba menyembunyikan hal ini, dengan terbuka membagikan keuntungan di saluran Telegram publik,” sebut akun resmi Bubblemaps di media sosial X.
Ini adalah salah satu cara paling umum yang digunakan oleh pelaku kripto scam dengan skema rug pull untuk menipu para investor.
Memecoin Selebritas: Dari Tren Hingga ScamMemecoin yang didorong oleh selebritas , seperti token yang dipromosikan oleh Neymar Jr, ataupun Drake dulunya merupakan tren yang sangat diminati.
Pada masa lalu, token-token yang terhubung dengan selebritas sering kali mencapai kapitalisasi pasar yang besar, bahkan dalam kasus-kasus di mana selebritas tersebut tidak secara langsung terlibat.
Namun, belakangan ini, semakin banyak kasus di mana token-token ini jatuh nilainya dalam waktu singkat setelah diluncurkan, membuat para investor kehilangan dana mereka.
Kasus Kylian Mbappe adalah salah satu contoh nyata dari tren ini. Pada akhir Agustus 2024, akun Twitter Mbappe diretas dan digunakan untuk mempromosikan token kripto palsu bernama “MBAPPE”.
Token tersebut sempat mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$464 juta, namun harganya langsung jatuh 99 persen hanya dalam satu menit. Hal ini menunjukkan betapa mudahnya memanipulasi pasar kripto dengan menggunakan nama besar selebritas .
Dampak Kripto Scam pada Industri CryptocurrencyTren kripto scam yang melibatkan selebritas tidak hanya merugikan para investor, tetapi juga merusak reputasi industri cryptocurrency secara keseluruhan.
Banyak orang yang sebelumnya tertarik untuk berinvestasi dalam kripto menjadi ragu-ragu setelah mendengar kisah-kisah penipuan yang melibatkan selebritas.
Hal ini dapat memperlambat adopsi massal cryptocurrency dan membuat para investor baru enggan untuk terlibat.
Di sisi lain, scam crypto ini juga membuka mata para investor akan pentingnya melakukan riset yang mendalam sebelum berinvestasi dalam proyek kripto.
Terlepas dari siapa yang mempromosikan proyek tersebut, para investor kini mulai lebih selektif dan berhati-hati.
Ini Alasan Elon Musk Sebut Dolar AS adalah Scam
Masa Depan Memecoin dan Endorsement SelebritasMasa depan memecoin dan proyek kripto yang melibatkan selebritas tampaknya suram. Kejenuhan komunitas kripto terhadap promosi selebritas yang berakhir dengan penipuan membuat tren ini kehilangan daya tariknya.
Sebagaimana yang dikatakan oleh CEO Bubblemaps, “meta selebritas sudah mati.” Komunitas kripto kini lebih kritis dan cenderung menghindari proyek-proyek yang dipromosikan oleh selebritas , terutama jika proyek tersebut tidak memiliki transparansi atau asal usul yang jelas.
Namun, apakah ini benar-benar akhir dari kripto scam yang melibatkan selebritas ?
Meskipun tren ini tampaknya sudah menurun, selalu ada kemungkinan bahwa pelaku-pelaku crypto scam akan menemukan cara baru untuk menarik perhatian para investor.
Oleh karena itu, penting bagi komunitas kripto untuk selalu waspada dan melakukan riset yang mendalam sebelum berinvestasi untuk menghindari kripto scam.
Jangan mudah percaya pada proyek yang dipromosikan oleh selebritas tanpa memahami sepenuhnya apa yang mereka tawarkan. [dp]