Laporan terbaru yang diungkapkan Komisi Perdagangan Federal AS menunjukkan bahwa kasus penipuan kripto semakin meningkat dengan lansia sebagai target utamanya.
Penipuan investasi kripto menyasar lansia melalui iklan dan pesan di media sosial, menyebabkan kerugian besar. Dengan meningkatnya teknologi dan tren digital, orang lanjut usia menjadi lebih rentan terhadap kripto scam.
Lansia Jadi Target Utama Penipuan KriptoLansia, terutama mereka yang berusia di atas 60 tahun, menjadi target utama para pelaku penipuan investasi kripto.
Menurut laporan dari Federal Trade Commission (FTC), korban lanjut usia mengalami peningkatan signifikan dalam kerugian yang dilaporkan terkait penipuan investasi kripto.

Pelaku tersebut juga menggunakan berbagai metode untuk menipu calon korbannya.
“Peluang investasi kripto palsu yang menargetkan orang melalui iklan, postingan, dan pesan di platform media sosial,” seperti yang terungkap dalam laporan FTC, Jumat (18/10/2024).
Klaim pada laporan tersebut juga didukung dengan data sebelumnya yang diungkapkan oleh FBI mengenai kripto scam. Terlihat bahwa korban berumur dari 60 tahun mengajukan sekitar 16.000 komplain dan perkiraan total kerugiaannya mencapai US$1,6 miliar.

Meskipun lebih sering menargetkan kelompok usia yang lebih muda, lansia tetap rentan terhadap skenario di mana mereka dibujuk untuk mengirim uang kepada penipu yang berpura-pura menjadi pasangan atau teman dekat melalu bursa ataupun ATM Bitcoin.
Skema tersebut menunjukkan bahwa lansia 10 persen lebih mungkin melaporkan kerugian dari modus ini. Penipu memanfaatkan kepercayaan yang mereka bangun secara perlahan untuk memikat korban berinvestasi dalam skema cryptocurrency palsu.
Kerugian Finansial dan Dampak Jangka PanjangPenipuan kripto telah menyebabkan kerugian finansial yang tentunya sangat besar bagi lansia. Menurut FTC, meskipun orang lanjut usia cenderung melaporkan lebih sedikit kasus penipuan dibandingkan kelompok usia yang lebih muda, padahal kerugian yang mereka alami lebih besar.
“Bagi orang berusia 80 tahun ke atas, median kerugian individu yang dilaporkan adalah US$1.450, jauh lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya,” sebagaimana dicatat dalam laporan FTC.
Selain kerugian finansial, dampak psikologis dari penipuan ini juga tidak dapat diabaikan. Banyak orang lanjut usia yang kehilangan seluruh tabungan hidup mereka, yang berdampak pada kesehatan mental dan emosional mereka. Mereka sering merasa malu atau ragu untuk melaporkan kasus kripto scam ini, yang pada akhirnya semakin memperparah masalah.
Pentingnya Upaya Pencegahan dan EdukasiUntuk melawan peningkatan penipuan kripto, FTC dan berbagai organisasi konsumen terus melakukan kampanye edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang lanjut usia tentang ancaman ini.
Program seperti “Pass It On” dirancang untuk menguransi kasus penipuan kripto dan menyediakan materi edukasi untuk membantu lansia mengenali serta menghindari penipuan yang melibatkan cryptocurrency dan skema investasi lainnya.
Peningkatan kerugian akibat penipuan kripto menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap lansia dalam era digital ini. Dengan semakin berkembangnya teknologi, orang lanjut usia perlu diberi pemahaman yang lebih mendalam tentang risiko yang ada, sehingga mereka tidak menjadi korban dari skema penipuan investasi kripto yang semakin canggih. [dp]