JAKARTA, investor.id – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) atau Amar Bank berhasil mengantongi laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 97,78 miliar atau tumbuh 14,99% year on year (yoy) pada semester I-2024. Perolehan ini salah satunya didorong margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) yang melejit ke posisi 22,90%.
Mengacu laporan keuangan semester I-2024 dari Amar Bank, laba perusahaan disokong perolehan pendapatan bunga mencapai Rp 571,70 miliar atau tumbuh 30,56% (yoy). Padahal, kredit yang diberikan hanya berhasil ditutup tumbuh 5,26% (yoy) menjadi Rp 2,80 triliun.
Sementara itu, beban bunga susut 13,79% (yoy) menjadi Rp 31,13. Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) berhasil melejit 34,55% (yoy) menjadi Rp 540,56 miliar.
Kinerja positif dari Amar Bank ini tidak terlepas dari kemampuan bank untuk mendorong sisi profitabilitas dari bisnis intermediasi. Tercermin dari rasio margin bunga bersih alias NIM yang tadinya sudah berada di posisi tinggi menjadi semakin tinggi, yakni dari 17,33% menjadi 22,90% di akhir semester I-2024.
Besaran NIM dari emiten bersandi AMAR tersebut jauh dari rata-rata yang dicatatkan sektor perbankan nasional. Sebagai gambaran, NIM perbankan nasional hanya sebesar 4,56% per Mei 2024.
Kemampuan meningkatkan rasio NIM tersebut didukung komposisi dana murah (current account saving account/CASA) dari perseroan. Komposisi CASA meningkat dari 16% menjadi 28% secara tahunan pada semester I-2024.
Kinerja tersebut disebut banyak didorong oleh peningkatan pengguna aplikasi aplikasi Amar Bank Digital dan Tunaiku yang dikembangkan perseroan. Per Juni 2024, Tunaiku meraih 20 juta download, yang diikuti oleh penyaluran pinjaman perseroan.
Rahasia Bank Amar
Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian menjelaskan, memasuki tengah tahun 2024, Amar Bank terus melaju tingkatkan kinerja positifnya, melalui berbagai produk dan layanan perbankan yang solutif. Menurut dia, pencapaian aplikasi Tunaiku dan Amar Bank Digital terbukti berhasil berkontribusi pada kinerja keuangan kami yang menunjukkan keberhasilan strategi dan fokus kami sebagai pionir bank digital sejak 2014.
“Kedepan, berbagai layanan ini terus kami tingkatkan demi jangkau lebih banyak lagi nasabah khususnya UMKM sebagai fokus kami di 2024,” ungkap Vishal dalam keterangannya, Rabu (24/7/2024).
Dia menerangkan, Amar Bank memiliki dua layanan perbankan inovatif, yakni aplikasi Amar Bank Digital dan Tunaiku. Aplikasi Amar Bank Digital adalah platform mobile-only intelligent bank berbasis cloud pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi artificial intelligence AI) yang dipersonalisasi.
Sedangkan Tunaiku merupakan produk teknologi finansial yang menawarkan pinjaman tanpa agunan dengan proses mudah dan cepat. Produk ini ditujukan untuk masyarakat underbanked dan unbanked, dengan pinjaman mulai dari Rp 2-30 juta dengan tenor panjang 6-30 bulan serta suku bunga kompetitif. Tercatat, sebesar Rp 12,6 triliun telah disalurkan Tunaiku sejak hadir pertama kali 10 tahun lalu di 2014.
Capaian berbagai produk tersebut juga mendorong pendapatan operasional perseroan di Juni 2024 yakni sebesar Rp 758,6 miliar atau meningkat 34,32% dibandingkan dengan Juni 2023. “Kinerja Amar Bank yang solid dan efisien mencerminkan kombinasi manajemen risiko yang efektif dan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan yang didukung dengan teknologi,” beber Vishal.
Dia menambahkan, dengan menerapkan teknologi unggul dan terkini, pihaknya dapat memberikan layanan terbaik bagi berbagai segmen nasabah serta monitor kinerja secara efisien. Sejalan dengan misi untuk inklusi keuangan, Amar Bank akan terus memperluas inovasi produk dan kerjasama dengan mitra terpercaya.
Di sisi lain, SVP Finance Amar Bank, David Wirawan menambahkan pada awal tahun ini, perseroan fokus dalam meningkatkan CASA melalui aplikasi Amar Bank. Pihaknya juga menjaga keseimbangan antara dana pihak ketiga (DPK) dan juga nasabah aplikasi Amar Bank yang kini terus meningkat.
“Ke depan, sambil mempertahankan fokus kami pada bisnis retail, kami terus mengembangkan segmen UMKM dan juga embedded banking bersama partner strategis. Hal ini juga sejalan dengan misi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan DPK dengan memperluas jangkauan bank serta meningkatkan kenyamanan pengguna,” jelas David.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News