JAKARTA, investor.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) mencetak peningkatan pendapatan data yang mendorong pertumbuhan total pendapatan. Pada semester I-2024, pendapatan Indosat mencapai Rp 27,98 triliun atau meningkat 13,4% yoy.
“Pendapatan Indosat pada semester I-2024 sesuai dengan estimasi kami dan konsensus, karena mencapai 51,4% dan 50,2% dari estimasi tahun ini,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Steven Gunawan dalam risetnya, yang dikutip pada Senin (12/8/2024).
Emiten berkode saham ISAT tersebut juga membukukan peningkatan laba bersih sebesar 43,3% yoy menjadi Rp 2,74 triliun pada semester I-2024. Pencapaian hingga pertengahan tahun itu sebesar 56,9% dari estimasi KB Valbury Sekuritas tahun ini, alias melampaui ekspektasi.
“Pertumbuhan laba bersih ISAT secara tahunan yang tergolong kuat ditopang oleh penurunan biaya bunga,” ungkap Steven.
KB Valbury Sekuritas kemudian menurunkan perkiraan biaya bunga ISAT tahun ini menjadi Rp 4,4 triliun, karena biaya bunga pada semester I-2024 lebih rendah dari ekspektasi.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Alhasil, KB Valbury Sekuritas merevisi naik proyeksi laba bersih ISAT tahun ini menjadi Rp 5,45 triliun, naik 13,3% dari proyeksi sebelumnya.
Sebab itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT. Target harga saham ISAT dinaikkan menjadi Rp 13.000 dari sebelumnya Rp 12.000. Target harga baru tersebut seiring revisi naik proyeksi laba bersih ISAT tahun ini sebesar 13,3% dari proyeksi sebelumnya.
Sementara itu, manajemen Indosat (ISAT) mengumumkan bahwa perseroan akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:4 atas seluruh saham seri B yang saat ini berjumlah 8,06 juta saham.
“Pemecahan saham dapat meningkatkan likuiditas saham dan dapat menarik minat investor ritel, khususnya investor muda,” jelas manajemen ISAT dalam keterangan resmi kepada otoritas bursa.
Perseroan telah mengajukan permohonan persetujuan prinsip pemecahan saham ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Juli 2024. Kemudian, ISAT telah mendapat persetujuan prinsip dari BEI pada 2 Agustus 2024.
Selanjutnya, pada 4 Agustus 2024, perseroan memberitahukan agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengumuman RUPSLB dan keterbukaan informasi sehubungan dengan pemecahan saham pada 11 Agustus 2024.
Kemudian, pada 26 Agustus mendatang akan dilakukan pemanggilan RUPSLB. Sesuai rencana, RUPSLB ISAT akan diadakan pada 24 September 2024.
Adapun tanggal akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di seluruh pasar akan berlaku pada 11 Oktober 2024, dengan tanggal efektif pelaksanaan pemecahan saham pada 14 Oktober 2024.
Sedangkan tanggal mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 16 Oktober 2024 dan tanggal mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai pada 16 Oktober 2024.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News