#30 tag 24jam
Nostalgia Lagu Anak di Synchronize Festival 2024, Titiek Puspa Mau Nangis
Nostalgia Lagu Anak di Synchronize Festival 2024 [592] url asal
#synchronize-festival-2024 #synchronize-festival #synchronize-fest-2024 #lagu-anak #lagu-anak-anak
(MedCom) 05/10/24 20:44
v/16026514/
Jakarta: Synchronize Festival menghadirkan sebuah panggung spesial Lagu Anak Masa ke Masa di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, pada hari kedua, Sabtu, 5 Oktober 2024. Penampilan dari para penyanyi cilik era 90-an membuat penonton nostalgia.Ada sederet penampil yang ada di panggung spesial Lagu Anak Masa ke Masa. Mulai dari Chicha Koeswoyo, Deredia, Mocca, Enno Lerian, Joshua Suherman, Tasya Kamila, Tina Toon, Melisa "Abang Tukang Bakso", Dhea Ananda & Leony VH Trio Kwek Kwek, Saskia & Geofanny, Ria Enes & Suzan, hingga Titiek Puspa.
| baca juga: Nike Ardilla Hadir ke Atas Panggung Synchronize Fest |
Lagu Anak Era 90-an Dinyanyikan Kembali
Penampilan dibuka dengan grup musik Deredia yang membawakan deretan lagu anak, seperti "Balonku", "Cicak Cicak di Dinding", "Soleram", "Topi Saya Bundar", "Burung Kakatua", "Bintang Kecil", dan "Pok Ame Ame". Para penonton yang menyaksikannya tidak hanya menonton saja, tetapi juga ikut bernyanyi bersama.
Kemudian, penampilan berikutnya dilanjutkan oleh grup band Indie, Mocca. Arina Ephipania, vokalis utama Mocca, menyanyikan lagu-lagu anak, seperti "Becak", "Kereta Api", "Layang-layang", "Kapal Api", "Pergi Belajar", "Pelangi", dan "Cangkul".
Penyanyi Cilik Era 90-an Naik Panggung
Tak hanya lagu anak saja, tetapi penyanyi cilik yang populer era 90-an pun hadir. Mereka naik ke atas panggung menghibur para penonton Synchronize Festival 2024.
Mulai dari Joshua Suherman dengan lagu "Cit Cit Cuit" dan "Andai Aku Jadi Kaya". Namun sayangnya lagu "Diobok obok" tidak dinyanyikan olehnya.
Meski begitu, para penonton kembali dihibur dengan Eno Lerian yang menyanyikan lagu "Du Di Dam" dan "Si Nyamuk Nakal". Ada juga dua anggota grup musik Trio Kwek Kwek, yakni Leony Vitria Hartanti dan Dhea Ananda, yang menyanyikan lagu "Jangan Marah", "Tanteku", dan "Katanya".
Kemudian, penampilan dilanjutkan dengan penyanyi cilik yang saat ini menjadi politikus, yakni Tina Toon. Ia membawakan lagu populernya yang bertajuk "Bolo-Bolo".
Ada Boneka Susan dan Lagu "Si Komo Lewat"
Synchronize Festival sepertinya memang ingin membuat para penonton bernostalgia. Pasalnya, boneka ikonik Susan hadir di atas panggung.
Kehadiran Ria Enes yang datang membawa boneka Susan membuat para penonton menyambut dengan antusias. Ia dengan boneka Susan menyanyikan lagu "Susan Punya Cita Cita".
Lalu, penampilan dilanjutkan dengan Melisa yang membawakan lagu "Si Komo Lewat" dan "Abang Tukang Bakso". Ada juga Saskia & Geofanny yang menyanyikan lagu "Hello Dangdut", dan lagu "Libur Telah Tiba" yang dibawakan oleh Tasya Kamila.
Nyanyi Bareng Eyang Titiek Puspa
Sebelum penampilan berakhir, ada penyanyi Chicha Koeswoyo yang menyanyikan lagu "Heli Guk Guk Guk". Ia merasa senang dengan panggung spesial Lagu Anak Masa ke Masa bisa hadir di Synchronize Festival 2024. Chicha Koeswoyo meminta para penonton untuk melestarikan terus lagu anak Indonesia.
"Senang banget kita di Synchronize bisa melesatarikan lagu anak Indonesia. Ayo Kita save lagu anak. Bagaimanapun anak perlu jembatan, kita kasih panggung," ujar Chicha Koeswoyo, di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, pada Sabtu, 5 Oktober 2024.
Setelah itu, Titiek Puspa datang menggunakan kursi roda dengan didorong oleh Saskia dan Geofanny. Ia mengaku terharu dengan antusias para penonton Synchronize Festival.
"Saya mau nangis. Nggak taunya orang banyak di sini, kakiku abis kecetit. Udah nenek-nenek nggak bisa jalan, Tapi i love you. Aku cinta padamu," pungkas Titiek Puspa.
Kemudian, ia bersama dengan Saskia dan Geofanny menyanyikan lagu "Menabung". Penampilan panggung spesial Lagu Anak dari Masa ke Masa ditutup dengan lagu "Gelang Sipaku Gelang" oleh seluruh penampil.
Sebagai informasi, Synchronize Festival 2024 yang mengusung tema Together Bersama digelar selama tiga hari di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, mulai 4-6 Oktober 2024. Synchronize Festival 2024 menghadirkan musisi-musisi luar negeri yang mengangkat narasi identitas musik Indonesia dalam karya mereka yang memberikan perspektif akan pengaruh musik Indonesia dalam komunitas musik global.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ELG)
Evolette Alexandra Hadirkan Lagu Penyemangat untuk Anak-Anak Indonesia
Evolette Alexandra Hadirkan Lagu Penyemangat untuk Anak-Anak Indonesia [323] url asal
#lagu-anak #lagu-anak-anak #evolette-alexandra #lagu-evolette-alexandra
(MedCom) 25/09/24 07:00
v/15523059/
Jakarta: Penyanyi cilik Evolette Alexandra merilis lagu baru berjudul "Pretty Girl Slay". Melalui lagu ini, Evolette mengajak anak-anak Indonesia menyambut hari dengan energi positif dan penuh percaya diri.Lagu ini ditulis dan diproduksi khusus oleh produser ternama Nutyas Surya Gumilang untuk Evolette. Kecintaan Evolette terhadap dunia modeling menjadi inspirasi dia membuat lagu yang menghadirkan nuansa ceria sehingga asyik untuk berdansa.
"Lirik lagunya menyampaikan pesan positif tentang self-love, empowerment, dan percaya akan kekuatan diri dan merupakan perpaduan sempurna antara melodi pop yang catchy dengan beat dance yang membuat ingin bergerak dan menari," kata Nutyas Surya Gumilang.
Evolette ingin lagu ini menjadi penyemangat anak-anak Indonesia. Dia juga menyebut "Pretty Girl Slay" adalah cerminan dirinya sehingga membawakan lagu ini sebagai bentuk ekspresi diri.
"Dengan lagu ini Evolette juga berharap agar lagu ini bisa menjadi penyemangat anak-anak Indonesia untuk bisa mengisi harinya dengan keceriaan dan kegembiraan anak-anak untuk lebih produktif dalam beraktivitas dengan selalu gembira," kata Evolette.
| baca juga: Penyanyi Cilik Evolette Alexandra Wakili Indonesia di Acara Musik Amerika |
Dalam perilisan lagu terbarunya, Evolette juga berkolaborasi dengan Ayundavira Intan yang merupakan fashion designer dari Djoe Official. Di momen itu, menghadirkan peragaan busana oleh 9 model anak yang diiringi dengan penampilan energik Evolette di Fashion Nation Senayan City pada 22 September 2024.
"Lagu ini mencerminkan semangat percaya diri dan kesenangan, menjadikannya sebagai soundtrack sempurna bagi siapa saja yang ingin merayakan diri mereka yang luar biasa," ucapnya.
Evolette pun berharap lagu barunya ini menjadi yel-yel bagi para penggemar dan irama lagu yang enerjik akan membuat mereka menari sejak nada pertama. Untuk melengkapi perilisan lagu ini, Evolette Alexandra sudah menyiapkan video musiknya.
"Getaran ceria dan penuh semangat dari lagu ini menjadikannya tambahan yang sempurna untuk playlist apapun. Para penggemar dapat menantikan peluncuran resmi 'Pretty Girl Slay di semua digital platform streaming, bersama dengan video musik yang penuh warna yang menangkap esensi dari pesan lagu yang enerjik ini," tutupnya.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ELG)
Kak Seto Ungkap Kisah di Balik Lagu 'Si Komo Lewat Tol'
Kak Seto Ungkap Kisah di Balik Lagu Si Komo Lewat Tol [323] url asal
#kak-seto #lagu-kak-seto #lagu-anak #lagu-anak-anak #lagu-si-komo
(MedCom) 23/07/24 19:49
v/11829510/
Jakarta: Psikolog anak Seto Mulyadi atau kerap disapa Kak Seto mengungkap kisah di balik lagu "Si Komo Lewat Tol". Ternyata inspirasinya dari kisah nyata.Meski dalam lirik lagunya disebut beberapa nama jalan di kota Jakarta, tetapi lagu "Si Komo Lewat Tol" itu terinspirasi dari kejadian di pulau Kalimantan. Kak Seto menjelaskan bahwa saat itu ia dan Komo akan menggelar pertunjukan di kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Diketahui bahwa pertunjukan itu digelar pada hari Minggu, sekitar pukul 10 pagi. Namun sebelum itu, pihak panitia meminta Komo untuk pergi berjalan-jalan menjelang acara agar menarik perhatian penonton.
"Suatu saat sedang pertunjukan di Samarinda, Kalimantan Timur. Lalu panitia bilang, waktu itu hari minggu jam 10 pagi acaranya. Coba Komo diajak jalan-jalan jam 8 pagi supaya menarik perhatian para penonton jam 10," ujar Kak Seto, di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Selasa, 23 Juli 2024.
| baca juga: Tangis Rossa Bayangkan Kehidupan Setelah Anak Menikah |
Ternyata benar saja, kehadiran Komo di tengah masyarakat saat itu menuai perhatian. Banyak masyarakat yang datang ingin melihat langsung hingga berfoto bersama. Akibatnya, jalanan yang dilintasi oleh Komo menimbulkan kemacetan.
"Gara-gara si Komo lewat, ingin salaman, ingin foto, akhirnya jalanan jadi macet. Polisi bingung bukan main. Orang-orang bingung bagaimana mengamankan," ucap Kak Seto.
Lagu "Si Komo Lewat Tol" menjadi kenangan bagi anak-anak generasi 1990-an. Ternyata karakter si Komo itu idenya telah lahir sejak 1 Agustus 1975.
Pada awalnya Komo hanya boneka kecil yang seukuran tangan berwarna hitam. Namun untuk kepentingan operet boneka Komo dibuat menjadi besar dan berubah warna menjadi hijau.
Sebagai informasi, lagu "Si Komo Lewat Tol" dinyanyikan oleh penyanyi cilik Melisa. Lagu tersebut masuk ke dalam album Kumpulan Single Melisa dan dirilis pada 1995.
Baru-baru ini, lagu "Si Komo Lewat Tol" pun dirilis ulang oleh grup musik RAN yang dimuat dalam album RAN For Your Kids yang dirilis pada Selasa, 23 Juli 2024. Lagu tersebut dinyanyikan oleh penyanyi cilik BARAKHA, Khayla Khay, dan Velyn Elsa.
(ELG)
Pentingnya Anak-anak Mendengar Lagu Sesuai Umurnya
Anak yang masih dalam fase pembentukan karakter penting untuk mengonsumsi lagu anak yang punya nilai-nilai positif yang mendasar. [872] url asal
#lagu-anak #lagu-anak-indonesia #industri-lagu-anak
(MedCom) 21/07/24 07:51
v/11520985/
Jakarta: Akses musik yang bebas membuat anak-anak semakin terpapar dengan lagu-lagu dewasa. Hal ini punya dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak. Di satu sisi, lagu anak tak lagi semarak seperti dulu, dan kian tergantikan dengan lagu anak dan konten anak lain dari luar negeri.Psikolog anak Efnie Indrianie memberikan pandangannya terkait hal ini, menurut Efnie, anak yang masih dalam fase pembentukan karakter penting untuk mengonsumsi lagu anak yang punya nilai-nilai positif yang mendasar.
“Seringkali kalau kita menyanyikan lagu secara berulang, otomatis menyanyikan lagu secara refleks. Setelah refleks menyanyikan lagu, kata-kata dalam lagu itu terkunci di alam pra-sadar kita. Nah, dengan kata-kata terkunci di alam pra-sadar kita, itu memengaruhi kondisi psikis kita. Itulah pentingnya lagu anak memiliki lirik yang baik, berisi motivasi, dan penanaman value-value yang positif. Karena Ketika menanamkan value itu melalui lagu dan dinyanyikan secara berulang tanpa disadari, itu akan terserap di alam pra-sadar,” ujar Efnie yang tengah menempuh studi doktoral di bidang Bio-Neuro-Psychology Radbound University, Belanda, itu.
Efnie juga mengatakan bahwa dampak jika anak banyak mendengar lagu-lagu dewasa, mereka akan merasa apa yang ada dalam lagu tersebut adalah sesuatu yang seharusnya. Sehingga, tak jarang anak-anak usia TK atau SD sudah terpapar "cinta-cintaan" yang tak sesuai dengan usianya.
| Baca juga: Apakah Kita Krisis Lagu Anak? |
Kehadiran lagu-lagu anak berbahasa Inggris yang belakangan semakin popular di kalangan anak Indonesia pun tak dapat menggantikan konten lagu anak berbahasa Indonesia. Biar bagaimanapun, serapan nilai-nilai positif pada anak akan lebih maksimal disampaikan menggunakan bahasa ibu.
“Lagu-lagu berbahasa asing akan bisa menggantikan lagu-lagu anak Indonesia kalau anak paham liriknya.Kalau anaknya bilingual mungkin dia akan sedikit menangkap artinya. Tetapi jika anak itu monolingual, atau bilingual bukan native. Misal anak bisa bahasa Jawa dan Indonesia, atau Sunda dan Indonesia, yang akan diserap anak nadanya saja. Tidak menyerap esensi dan meaning dari lagu itu karena tidak paham,” lanjut Efnie.
Selayang Pandang Industri Lagu Anak Indonesia
Sejak era 70-an, lagu anak tumbuh menjadi bagian dari industri musik di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari sokongan industri musik secara umum yang sudah matang, dan juga kehadiran format rekaman musik dalam bentuk kaset yang murah membuat distribusi musik semakin masif. Era itu melahirkan penyanyi anak seperti Adi Bing Slamet, Chicha Koeswoyo, dan Yoan Tanamal.
Industri lagu anak semakin maju tiap tahunnya hingga mencapai puncaknya pada dekade 1990-an. Sayangnya, setelah masuk ke era 2000-an, perlahan tren lagu anak meredup. Seolah generasi terakhir penyanyi anak berhenti pada Joshua, Tasya, Trio Kwek Kwek, Sherina, Cindy Cenora, dan penyanyi anak lain yang sepantar mereka era itu.
Upaya parsial kembali membangkitkan lagu anak sempat diupayakan, seperti Erwin Gutawa yang membuat proyek kolektif Di Atas Rata Rata yang menyeleksi anak berbakat musik dari seluruh Indonesia, dan juga Titiek Puspa yang membuat grup Duta Cinta. Tetapi, tetap saja semarak lagu anak tak seperti era kejayaan dekade 1990-an.
Pengamat musik David Tarigan berpendapat, adanya persoalan distribusi dan pemasaran lagu anak. Menurut catatan Anugerah Musik Indonesia, secara kuantitas kita tidak kekurangan lagu anak. Dalam dua tahun terakhir jumlah lagu anak yang didaftarkan untuk AMI Awards mencapai 184 lagu (tahun 2023), dan 168 lagu (tahun 2024). Angka ini sangat masif, tetapi ke mana lagu-lagu itu bermuara? Sampai kah pada telinga anak-anak kita?
“Ada persoalan soal distribusi, ada persoalan yang esensial yang memang teknis seperti hook-hook lagu anak, karena lagu anak sangat penting hook dari lagunya. Kalau ingin membuat lagu anak sekali lagi penting membuat hook yang nyangkut di kepala anak. Hal yang mudah diingat. Jika memang sudah sesuai dan ada eksposur, bisa saja jadi populer. Tetapi, dalam masa sekarang apakah mungkin pebisnis atau pengusaha mengeluarkan modal atau investasi untuk lagu anak?” tukas David.
Menurut David, tren lagu anak dapat saja kembali semarak. Hal itu tentu harus mendapat dukungan semua pihak, baik dari pebisnis musik sampai para artis. Namun, hal itu bergantung dari visi masing-masing pihak yang tidak dapat dipaksakan.
“Untuk membuat industri lagu anak semarak lagi tidak bisa datang dari satu pihak saja, kalau ada inisiatif yang kolektif, ramai-ramai kembali meramaikan lagu anak dengan disadari secara sengaja atau tidak, itu mungkin menarik,” kata David.
Hingga saat ini, geliat dari para musisi dewasa terhadap isu ini terus ada. Setelah era 2000-an, beberapa musisi baik solo maupun band telah merilis lagu atau album anak, antara lain Naif yang merilis album Bonbinben (2008), dan secara terpisah dalam momen-momen waktu berbeda lahir lagu anak dari grup musik Mocca, dan bahkan muncul gerakan “Save Lagu Anak” pada 2016 yang terdiri dari para mantan penyanyi cilik. Terbaru, grup musik RAN akan merilis album anak berjudul RAN For Your Kids yang berisi lagu-lagu mereka dengan lirik ramah anak, yaitu "Sepeda," "Selamat Pagi," dan "Dekat di Hati." RAN juga menggandeng Kak Seto dalam album itu.
“Awalnya berangkat dari kegelisahan kami melihat banyaknya anak-anak yang menyanyikan lagu dengan muatan lirik dewasa. Kami rasa mungkin itu semua terjadi juga karena minimnya pilihan lagu anak-anak dewasa ini. Mengingat semboyan kami ‘RAN FOR YOUR LIFE,’ kenapa tidak kita coba saja untuk mewadahi masalah itu. Sekaligus mengingatkan mereka bahwa RAN memang ingin hadir ke dalam setiap fase hidup pendengarnya. Dari mulai ABG, pacaran, nikah, bahkan sampai ke anak-anaknya,” ungkap Nino.
(ASA)
Apakah Kita Krisis Lagu Anak?
Faktanya, lagu anak masih relevan dan diperlukan, dan juga masih banyak lagu anak dirilis dalam beberapa tahun terakhir. [494] url asal
#lagu-anak #album-ran #lagu-anak-indonesia
(MedCom) 20/07/24 06:23
v/11394379/
Jakarta:Lagu anak belakangan tak lagu terdengar semeriah era 90-an akhir dan 2000-an awal, era di mana begitu banyak artis dan penyanyi cilik menghiasi televisi. Apakah saat ini lagu-lagu anak sudah tak lagi relevan? Atau memang sudah tak banyak lagu anak yang dirilis belakangan?Faktanya, lagu anak masih relevan dan diperlukan, dan juga masih banyak lagu anak dirilis dalam beberapa tahun terakhir. Menurut catatan Anugerah Musik Indonesia (AMI), dalam dua tahun
terakhir jumlah lagu anak yang didaftarkan untuk AMI Awards mencapai 184 lagu (tahun 2023), dan 168 lagu (tahun 2024). Angka ini sangat masif, tetapi ke mana lagu-lagu itu bermuara? Sampai kah pada telingaanak-anak kita?
Pengamat musik David Tarigan berpendapat popularitas lagu anak sangat tergantung dari hook lagu, dan kemudian bagaimana membuat lagu itu dapat dijangkau anak-anak secara luas melalui mekanisme distribusi dan strategi pemasaran musik.
| Baca juga: Lestarikan Lagu Anak-Anak Karya Papa T. Bob lewat Film Iyus Jenius |
“Ada persoalan soal distribusi, ada persoalan yang esensial yang memang teknis seperti hook hook lagu anak, karena lagu anak sangat penting hook dari lagunya. Kalau ingin membuat lagu anak sekali lagi penting membuat hook yang nyangkut di kepala anak. Hal yang mudah diingat. Jika memang sudah sesuai dan ada eksposur, bisa saja jadi populer. Tetapi, dalam masa sekarang apakah mungkin pebisnis atau pengusaha mengeluarkan modal atau investasi untuk lagu anak?” tukas David.
David juga berpendapat untuk memantik kembali popularitas dan tren lagu anak dalam industri musik secara umum diperlukan semangat kolektif dari berbagai pihak. Termasuk musisi-musisi dewasa yang punya inisiatif merilis lagu anak.
“Untuk membuat industri lagu anak semarak lagi tidak bisa datang dari satu pihak saja, kalau ada inisiatif yang kolektif, ramai-ramai kembali meramaikan lagu anak dengan disadari secara sengaja atau tidak, itu mungkin menarik,” kata David.
Mendongkrak kembali semarak lagu anak tentu bukan pekerjaan mudah yang bisa diselesaikan satu atau dua pihak saja. Diperlukan peran kolektif untuk membuat lagu anak Indonesia kembali berjaya. Sayangnya, tidak semua pihak terkait punya kemauan untuk itu. Sesekali, upaya ini datang dari para musisi yang prihatin. Seperti Titiek Puspa yang menggagas grup anak Duta Cinta, atau Erwin Gutawa yang pernah menggarap kolektif Di Atas Rata-Rata yang mengumpulkan anak-anak berbakat musik dari seluruh Indonesia. Sayangnya, upaya-upaya ini mendapat banyak tantangan soal keberlanjutannya.
Salah satu upaya terbaru untuk menyemarakkan kembali lagu anak datang dari trio RAN. Pada tanggal 23 Juli 2024, RAN akan merilis album RAN For Your Kids dengan mengaransemen kembali lagu "Selamat Pagi," "Sepeda," dan "Dekat di Hati." Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari kepedulian RAN terhadap lagu anak Indonesia.
“Kami concern dan kami ingin berbuat sesuatu, kami tidak ingin diam saja dan kami ingin memberi sumbangsih di dunia musik anak-anak Indonesia. Dan kami juga memiliki lagu-lagu yang cocok juga untuk didengarkan anak-anak seperti 'Selamat Pagi,' 'Sepeda,' dan 'Dekat di Hati,’” ujar Rayi, satu dari tiga personel RAN.
| Baca juga: Porsi Royalti Terbesar Artis Indonesia di Spotify dari Musisi Indie |
(ASA)