#30 tag 24jam
9 Tips untuk Mengurus Orangtua Lansia yang Terbaring di Tempat Tidur
Merawat lansia yang terbaring di tempat tidur bisa menjadi hal yang susah dan penuh tantangan. Simak tipsnya. [844] url asal
#lansia #lanjut-usia #tips-mengurus-lansia
(Kompas.com) 10/11/24 13:14
v/17977809/
KOMPAS.com - Merawat orangtua lansia yang bedridden atau terbaring di tempat tidur bukanlah hal yang mudah, terutama kalau kita melakukannya sendiri.
Keterbatasan mobilitas dan kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih membuat mereka bergantung pada bantuan orang lain, terutama anak.
Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kebutuhan fisik dan emosional hingga perawatan medis.
Sebagai anak, pasti kita ingin memberikan yang terbaik, namun seringkali kita bingung bagaimana cara merawat yang benar.
- 6 Ciri Lansia, Bukan Sekadar Beruban dan Kulit Keriput
- 10 Kegiatan Outdoor untuk Lansia, Bisa Piknik bareng Keluarga
Dilansir dari situs penyedia perawatan lansia, Homage dan TLC Homecare, berikut sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk merawat orangtua lansia yang bedridden.
Tips mengurus orangtua lansia
1. Cegah bedsores atau luka baring
Orangtua harus sering berpindah posisi untuk mencegah bedsores yang muncul ketika terlalu banyak tekanan diberikan pada suatu area dalam jangka waktu yang lama.
Tekanan ini dapat memutus suplai darah ke area tersebut, menyebabkan kulit mati dan terbentuknya luka baring.
Peregangan sederhana dan mengatur posisi orangtua di tempat tidur setiap dua jam dapat melancarkan aliran darah.
Jangan menyeret tubuh orangtua saat mengubah posisinya untuk mencegah kerusakan pada kulit, yang juga dapat menjadi katalisator untuk luka baring.
Jika memungkinkan, mintalah orangtua untuk duduk di kursi dari waktu ke waktu daripada berbaring dalam jangka waktu yang lama.
2. Pertahankan aktivitas fisik
Jika orangtua masih punya sedikit mobilitas, jangan buru-buru melakukan aktivitas fisik yang berat.
Perlahan bangun kekuatan dan fleksibilitas otot mereka dengan latihan-latihan ringan dan singkat.
Ketika kekuatan dan kepercayaan diri orangtua kembali, kita dapat secara perlahan membangun intensitas sesuai dengan kondisi mereka.
- 8 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Mengurus Orangtua yang Sudah Lansia
- 18 Kegiatan Indoor untuk Lansia, Coba Belajar Bahasa Baru
3. Tekankan kenyamanan
Kenyamanan orangtua tidak boleh diabaikan, sehingga pastikan untuk bertanya dari waktu ke waktu apabila mereka merasa tidak nyaman.
Kita bisa membeli kasur pereda tekanan, bantal tambahan, atau mengganti sprei bila membuat kulit iritasi.
Lakukan penyesuaian hanya kalau perlu, jangan ganggu istirahat mereka dengan melakukannya terlalu sering.
4. Berikan pijatan
Pijatan adalah cara yang baik untuk membantu meningkatkan sirkulasi darah.
Mengingat orangtua berada di tempat tidur hampir sepanjang hari, ada baiknya untuk memberikan pijatan yang lembut
5. Pastikan kebersihan dan higienitas
Jika mereka masih memiliki sedikit mobilitas, coba ajak mereka untuk mandi atau berendam air hangat. Jika tidak, mandi di tempat tidur juga sudah cukup baik.
Mandi dapat menyegarkan, membuat rileks, dan memberikan olahraga ringan sehingga sirkulasi darah normal.
Pastikan mereka membersihkan tubuh secara menyeluruh, mulai dari badan, gigi, rambut, hingga kuku.
6. Pantau nutrisi mereka
Tidak perlu diragukan lagi bahwa diet yang seimbang dan sehat bermanfaat bagi pemulihan orangtua.
Dokter akan memberikan rekomendasi tentang apa yang harus dimakan atau hindari berdasarkan kondisi mereka, gunakan ini sebagai dasar.
Nafsu makan orangtua dapat berfluktuasi tergantung pada kondisi mereka, jadi lakukan penyesuaian.
Dengan rencana nutrisi yang tepat, orangtua dapat memperoleh kembali kekuatannya, mempertahankan berat badan yang sehat, dan memastikan tubuh berfungsi dengan optimal.
7. Perbaiki lingkungan mereka
Membuat orangtua merasa nyaman juga bisa dilakukan dengan mengatur kamar mereka.
Jaga agar ruangan tetap terang, sebaiknya dengan pencahayaan yang lebih alami karena sinar matahari dapat menjadi peningkat suasana hati.
Pastikan kamarnya rapi, dan akses ke berbagai pintu tidak terhalang. Hal ini membantu mencegah jatuh atau cedera.
Letakkan tempat tidur di dekat nakas yang memiliki alarm, telepon, alat tulis, atau benda-benda berguna lainnya.
Angin-anginkan kamar secara rutin untuk membiarkan udara segar masuk dan menghilangkan udara pengap dari kamar.
8. Sediakan berbagai hiburan
Perawatan untuk lansia yang terbaring di tempat tidur bukan hanya tentang memandikan atau memberi makan, kita juga harus memastikan mereka memiliki hiburan.
Seiring berjalannya waktu, mereka dapat merasa tertekan karena kurangnya mobilitas dan interaksi sosial.
Pastikan mereka tetap sibuk dan mandiri dengan memberikan berbagai pilihan hiburan seperti televisi, buku, majalah, dan koran di nakas terdekat agar mudah diakses.
Atau bila memungkinkan, bacakan buku untuk mereka, tontonlah film bersama, dan doronglah mereka untuk membicarakan perasaan mereka.
Memberikan dukungan emosional dapat meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.
9. Rawat diri sendiri
Merawat lansia yang terbaring di tempat tidur juga dapat mempegaruhi kita, karena sangat melelahkan secara emosional dan fisik.
Oleh karena it, penting untuk merawat diri sendiri. Beristirahatlah bila perlu, tidur yang cukup, makan dengan baik, dan tetap terhidrasi.
Mintalah bantuan dari keluarga atau teman, dan pertimbangkan untuk menyewa perawat lansia profesional jika diperlukan.
18 Kegiatan Indoor untuk Lansia, Coba Belajar Bahasa Baru
Tidak bisa banyak keluar rumah bukan berarti harus menahan rasa bosan. Ini 18 kegiatan seru untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan sebagai lansia. [1,021] url asal
#lansia #lanjut-usia #kegiatan-indoor-lansia
(Kompas.com) 08/11/24 16:18
v/17785300/
KOMPAS.com - Keterbatasan fisik dan penurunan energi sering kali membuat orang lanjut usia (lansia) lebih memilih untuk berkegiatan di dalam ruangan.
Namun, bukan berarti lansia harus terkurung dalam perasaan bosan. Ada banyak kegiatan indoor menyenangkan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.
- 8 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Mengurus Orangtua yang Sudah Lansia
- 6 Ciri Lansia, Bukan Sekadar Beruban dan Kulit Keriput
Dilansir dari situs penyedia layanan hunian untuk lansia, Story Point dan Estates At Carpenters, berikut sejumlah kegiatan seru yang dapat dilakukan oleh lansia di dalam ruangan.
Kegiatan indoor lansia
1. Membaca buku dan majalah
Membaca bisa menjadi salah satu aktivitas indoor yang paling memuaskan bagi lansia untuk mempelajari topik baru yang segar dan menarik.
Kegiatan ini juga membantu menjaga otak tetap aktif, meningkatkan memori, dan meningkatkan keterampilan kognitif.
2. Seni dan kerajinan
Membuat seni dan kerajinan bisa menjadi cara yang bagus untuk mengekspresikan diri dan berkreasi.
Selain itu, membuat kerajinan dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan keterampilan motorik halus.
3. Berkebun di rumah
Jika menyukai alam dan mencari aktivitas menarik di rumah, ajaklah lansia untuk berkebun di dalam ruangan.
Merawat tanaman dan mendekorasi pot tanaman bisa menjadi sumber kebahagiaan dan relaksasi.
4. Menonton film klasik
Menonton film bisa menjadi cara yang bagus untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman atau bahkan menikmati waktu sendiri.
Beberapa film yang mungkin cocok untuk lansia seperti komedi, drama, atau dokumenter.
5. Mencoba resep baru
Mengasah keterampilan kuliner dengan menjelajahi rasa dan teknik baru adalah kegiatan yang menyenangkan.
Mempelajari resep baru bisa terasa sangat memuaskan, dan dapat membantu menambahkan hidangan sehingga lebih variatif.
Situs web seperti YouTube menawarkan berbagai resep yang beragam dan menarik untuk dinikmati.
6. Melakukan latihan fisik kursi
Olahraga fisik telah terbukti memiliki banyak manfaat baik untuk pikiran maupun tubuh.
Jika kamu mencari aktivitas indoor untuk lansia, latihan kursi adalah pilihan yang bagus.
Latihan ini fokus pada gerakan yang lembut dan halus untuk membantu lansia tetap aktif. Latihan kursi juga bisa menjadi cara yang baik untuk tetap bugar bagi orang dengan masalah mobilitas.
7. Menyelesaikan teka-teki
Menjaga pikiran tetap aktif telah terbukti meningkatkan keterampilan memecahkan masalah dan memperlambat penurunan kognitif di antara lansia.
Menyelesaikan teka-teki adalah kegiatan menyenangkan dan menantang yang bisa dilakukan di dalam ruangan.
Lansia bisa mulai dengan puzzle bentuk, teka-teki silang, atau Sudoku, yang dapat ditemukan dalam koran atau buku teka-teki. Bahkan, teka-teki itu juga bisa menemukannya di internet.
8. Belajar bahasa baru
Meskipun tidak berencana untuk pindah negara atau bepergian ke seluruh dunia, belajar bahasa baru bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menarik.
- Jangan Menghindar, Begini 3 Cara Berkomunikasi dengan Lansia
- Melihat Foto Lama Bantu Jaga Fungsi Kognitif Lansia dengan Demensia
Ini membuka pintu ke budaya dan persahabatan baru dan juga dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif.
9. Merajut
Merajut sweater, selimut, dan syal hangat yang dibuat sendiri untuk diri sendiri atau orang lain adalah cara bagus untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan.
Kegiatan ini memastikan pikiran tetap tajam, membantu mengatasi stres, dan menumbuhkan rasa pencapaian dan tujuan.
10. Mendengarkan podcast
Mendengarkan podcast adalah cara menyenangkan untuk tetap terlibat, terinformasi, dan terhibur.
Dengan beragam topik dan ribuan pilihan, lansia bisa menemukan podcast yang menarik dan sesuai minat.
11. Menghubungi keluarga dan teman
Menghubungkan diri dengan orang-orang tercinta bisa menjadi salah satu aktivitas yang paling menyentuh hati.
Dari panggilan telepon hingga video chat, ada banyak cara untuk berbagi cerita, kesenangan, dan tawa dengan teman dan keluarga.
12. Menulis blog
Blogging bisa menjadi saluran kreatif yang bagus untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan hasrat dengan audiens yang sejalan.
Pilih topik yang disukai, misalnya tentang perjalanan, memasak, kenangan, atau bahkan refleksi tentang hidup.
Bagikan cerita tersebut dan jangan lupa menambahkan beberapa foto untuk membuatnya lebih menarik secara visual.
13. Mewarnai
Jika mencari aktivitas indoor yang menyenangkan dan bermanfaat untuk lansia, mewarnai bisa menjadi pilihan yang bagus.
Di pasaran tersedia buku mewarnai yang dirancang khusus untuk orang dewasa di toko buku lokal atau pengecer daring.
Buku mewarnai sering menampilkan berbagai tema, mulai dari keindahan alam hingga pola-pola menarik seperti mandala.
14. Belajar alat musik baru
Jika memiliki hasrat untuk musik, belajar alat musik baru bisa menjadi aktivitas waktu luang yang sempurna bagi lansia.
Proses belajar bisa memberikan pencapaian baru sambil menawarkan berbagai manfaat untuk kognitif, emosional, dan fisik.
15. Mengadakan pesta keluarga
Pesta keluarga lebih dari sekadar pertemuan sosial, ini adalah kesempatan yang indah untuk menyatukan berbagai generasi dan menciptakan kenangan abadi.
Lansia bisa mulai merencanakan pertemuan keluarga kecil yang berpusat pada makanan, permainan, dan juga percakapan lucu.
16. Membuat playlist lagu
Jika menyukai pecinta musik, menyusun lagu-lagu favorit ke dalam satu playlist bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan.
Untuk membuat playlist lagu-lagu favorit, dapat digunakan layanan streaming musik yang menawarkan pilihan lagu yang sangat besar.
- Sering Dibiarkan Sendiri Bikin Lansia Merasa Terabaikan
- Kesepian, Permasalahan yang Kerap Dihadapi Lansia
Kamu juga bisa membagikannya dengan orang-orang tercinta untuk menjalin hubungan yang lebih dalam melalui musik.
17. Membuat buku tempel
Jika kamu punya banyak foto dengan orang-orang terdekat, membuat scrapbook atau buku tempel adalah ide yang bagus.
Ini merupakan cara unik untuk menampilkan kenangan berharga bersama keluarga dan sahabat.
Lansia dapat brekreasi dengan dengan stiker, perangko, atau menggambar dengan spidol warna-warni.
18. Pelajari media sosial
Media sosial adalah cara yang bagus untuk tetap terhubung dengan orang lain dan mengikuti perkembangan zaman.
Lansia dapat membuat akun untuk mengirim pesan kepada teman dan keluarga, serta menyaksikan berbagai konten menarik untuk hiburan.
8 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Mengurus Orangtua yang Sudah Lansia
Mengurus orangtua yang sudah lansia bisa menjadi tantangan bagi banyak orang. Ini 8 hal yang bisa dilakukan untuk mendukung orangtua lansia. [628] url asal
#lansia #lanjut-usia #mengurus-orangtua-yang-sudah-lansia
(Kompas.com) 05/11/24 07:05
v/17489934/
KOMPAS.com - Merawat orangtua yang sudah lanjut usia adalah bentuk tanggung jawab seorang anak, meski mungkin penuh tantangan.
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan orangtua yang sudah lanjut usia atau lansia sering kali berubah, baik secara fisik maupun mental.
Mereka membutuhkan bantuan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari menjaga kesehatan, melakukan kegiatan sehari-hari, hingga mendapatkan dukungan emosional.
Memahami dengan baik cara merawat orangtua yang sudah lansia, dapat membantu mereka menjalani hari dengan lebih sejahtera.
Berikut ini sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk mendukung orangtua yang sudah lansia.
1. Bawa Barang Milik Orangtua ke Rumah Kita
Bila orangtua tinggal di rumah kita, pastikan untuk membawa beberapa barang milik mereka. Misal, perabotan, foto, koleksi, dan barang-barang sentimental lainnya.
Jika orangtua dikelilingi oleh barang-barang yang dikenali, mereka akan merasa lebih seperti di rumah sendiri dan akan lebih betah.
2. Pasang Modifikasi Keselamatan
Persiapan fisik berperan besar dalam merawat orangtua yang sudah lanjut usia. Hal ini mencakup memasang perlengkapan keamanan ekstra dan menghilangkan hal-hal yang dapat membahayakan mereka.
Misalnya, memasang pegangan atau pagar, dan memasukkan kursi mandi agar tidak terpeleset saat mandi.
Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan mereka. Semakin aman rumah, semakin siap pula orangtua untuk berkegiatan sendiri di rumah.
3. Dorong Orangtua Tetap Aktif Bersosialisasi
Mengundang teman-teman untuk menikmati makanan bersama atau bermain permainan kartu dapat mendorong orangtua untuk mempertahankan kehidupan sosial yang sehat dan mengurangi depresi.
Jika teman mereka tidak bisa datang, sarankan orangtua untuk berkomunikasi dengan kerabatnya secara teratur melalui telepon atau teknologi komunikasi lainnya.
4. Bantu soal Keuangan
Tinjau keuangan orangtua untuk memastikan tagihan dibayar tepat waktu.
Jika orangtua menunjukkan tanda-tanda kebingungan, diskusikan dengan mereka tentang strategi mengelola keuangan.
5. Berempati dengan Orangtua
Sangat mudah untuk menjadi frustasi dengan orangtua yang sudah lanjut usia, baik karena perilaku mereka yang emosional, manja, atau diagnosis medis yang datang terus-menerus.
Cara terbaik untuk mengatasi rasa frustasi yang muncul adalah dengan berempati kepada orangtua. Penuaan mengakibatkan berkurangnya kemandirian, energi, dan mobilitas.
Tempatkan diri kita pada posisi mereka, bayangkan apa yang akan dirasakan jika kita melewati hal yang sama.
6. Rajin Menelepon
Jika orangtua tidak tinggal bersama kita, cara terbaik untuk menjaga hubungan yang suportif dan sehat dengan mereka adalah dengan rajin menelepon.
Mereka ingin mendengar kabar dari kita. Jika kamu termasuk orang yang mudah lupa, cobalah buat pengingat di ponsel atau membuat catatan di kalender untuk menelpon orangtua.
7. Buat Orangtua Tetap Aktif
Berolahraga adalah cara yang bagus untuk membuat orangtua tetap aktif secara fisik. Jika orangtua tidak lagi menyetir, mereka mungkin merasa terjebak dan tidak bisa keluar dan melakukan apa pun.
Ajaklah mereka untuk berjalan-jalan di taman, atau gabung dalam kelas senam ringan khusus untuk lansia.
Menjaga orangtua tetap aktif, dapat membantu mengembalikan rasa kebebasannya dan akan membuat otot mereka tetap bergerak dan bekerja dengan baik.
8. Tetap Bersikap Positif
Ini mungkin salah satu hal yang paling sulit, namun sangat penting. Ketika kita menerima kabar buruk atau kondisi orangtua menurun, sulit untuk tidak merasa sedih atau tertekan.
Namun hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk diri sendiri dan orangtua adalah tetap bersikap positif.
Dukung orangtua sebaik mungkin dan selalu melibatkan diri kita dalam keseharian mereka.
6 Cara Menjaga Kesehatan Lansia, Salah Satunya Beraktivitas Fisik
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan fisik maupun mental. Dengan menjaga kesehatannya, lansia masih bisa tetap aktif dan bahagia. [951] url asal
#lansia #lanjut-usia #jaga-kesehatan #kesehatan-lansia #cara-menjaga-kesehatan-lansia
(Kompas.com) 04/11/24 21:48
v/17473653/
KOMPAS.com - Menjaga kesehatan di usia lanjut adalah kunci untuk menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang baik.
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, baik itu pada fisik maupun mental. Namun, menjadi orang lanjut usia atau lansia bukan berarti harus berdiam diri atau pasrah pada perubahan ini.
Dengan gaya hidup yang sehat, para lansia masih bisa menjalani hari-hari dengan aktif, kuat, dan mandiri.
Berikut ini sejumlah langkah yang bisa dilakukan lansia untuk menjaga kesehatan di tahap usia lanjut.
1. Rutin aktivitas fisik dan jalani pola hidup sehat
Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah dan arteri akan mengalami pengerasan, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Lansia bisa menjaga kesehatan jantung dengan menyertakan aktivitas fisik dalam rutinitas harian, seperti berjalan dan berenang.
Aktivitas fisik moderat yang rutin, dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Terapkan pola makan yang sehat dengan mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, makanan tinggi serat, dan sumber protein tanpa lemak, seperti ikan. Hindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan garam.
Jangan merokok, karena itu dapat mengeraskan arteri dan meningkatkan tekanan darah serta detak jantung.
Selain itu, stres dapat membebani jantung, sehingga lakukan upaya untuk mengurangi stres, seperti meditasi, olahraga, atau terapi bicara.
Tidur yang cukup, yaitu tujuh hingga sembilan jam setiap harinya. Hal ini berperan penting dalam penyembuhan dan perbaikan jantung serta pembuluh darah.
2. Asupan kalsium dan vitamin D
Dengan bertambahnya usia, tulang akan semakin mengecil dan berkurang kepadatannya sehingga menjadi lemah.
Otot juga cenderung kehilangan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas, yang dapat mempengaruhi koordinasi, stabilitas, dan keseimbangan.
Untuk menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot, seorang lansia perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, seperti kalsium dan vitamin D.
Kalsium bisa didapatkan dari brokoli, kale, salmon, tahu, dan juga suplemen. Sedangkan vitamin D didapat dari tuna, salmon, telur, susu yang diperkaya vitamin D, suplemen vitamin D, dan juga sinar matahari.
Selain mengonsumsi makanan bernutrisi, aktivitas fisik juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otot, tulang, dan sendi.
Latihan fisik seperti berjalan, naik tangga, dan angkat beban dapat membantu membangun tulang yang kuat.
Hindari penyalahgunaan zat, merokok dan minum alkohol berlebihan dapat mengurangi massa tulang dan meningkatkan risiko patah tulang.
3. Minum banyak air dan konsumsi serat
Penurunan fungsi organ pencernaan pada lansia mengakibatkan sembelit yang lebih sering. Hal ini terjadi karena jarang berolahraga, dehidrasi, dan kurangnya asupan serat.
Obat-obatan seperti diuretik dan suplemen zat besi, serta kondisi medis tertentu seperti diabetes, juga dapat menyebabkan sembelit.
Untuk mencegah sembelit, lansia perlu minum banyak air dan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
Batasi konsumsi daging berlemak, produk susu, dan makanan manis yang dapat menyebabkan sembelit.
Sertakan aktivitas fisik yang teratur dalam rutinitas sehari-hari untuk membantu mencegah sembelit.
Lalu jangan abaikan keinginan untuk buang air besar, karena menahan buang air besar terlalu lama dapat menyebabkan sembelit.
4. Latihan kegel
Kandung kemih menjadi kurang elastis seiring bertambahnya usia, sehingga keinginan untuk buang air kecil muncul lebih sering.
Melemahnya otot kandung kemih dan otot dasar panggul dapat menyulitkan lansia untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya atau menyebabkan hilangnya kontrol kandung kemih (inkontinensia urin).
Menjaga kesehatan kandung kemih dan saluran kemih dapat dilakukan dengan pergi ke toilet secara teratur.
Buang air kecil sesuai jadwal, misalnya setiap jam, dan perpanjang waktu antara kunjungan ke toilet secara perlahan.
Melakukan latihan kegel tiga kali sehari dapat melatih otot dasar panggul, sehingga mempertahankan elastisitasnya.
Hindari iritan kandung kemih seperti kafein, makanan asam, alkohol, dan minuman berkarbonasi. Sebaiknya makan lebih banyak serat dan pertahankan berat badan yang sehat.
5. Olahraga rutin dan berinteraksi sosial
Otak mengalami perubahan seiring bertambahnya usia, yang mempengaruhi ingatan atau keterampilan berpikir.
Mendukung kesehatan kognitif dapat dilakukan dengan rutin melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak.
Studi menunjukkan, olahraga rutin berkaitan dengan fungsi otak yang lebih baik serta mengurangi stres dan depresi yang dapat mempengaruhi ingatan.
Pola makan sehat untuk jantung juga bermanfaat bagi otak. Utamakan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, serta pilih protein rendah lemak seperti ikan, daging tanpa lemak, dan unggas tanpa kulit.
Berhenti konsumsi alkohol dan merokok, karena dapat menyebabkan kebingungan dan kehilangan ingatan.
Tetap aktif secara mental dapat membantu menjaga ingatan dan keterampilan berpikir. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca, bermain teka-teki, mencari hobi baru, mengikuti kelas, atau belajar bermain alat musik.
Interaksi sosial membantu mengurangi depresi dan stres, yang dapat berkontribusi pada kehilangan ingatan. Sehingga, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman sangat penting.
Tangani penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes yang dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif.
6. Rutin periksa mata
Seiring bertambahnya usia, seseorang akan mengalami kesulitan untuk fokus pada objek yang dekat.
Selain itu, lansia lebih sensitif terhadap cahaya silau dan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan tingkat cahaya yang berbeda.
Untuk menjaga kesehatan mata dan telinga, lansia perlu menjadwalkan pemeriksaan rutin dengan dokter dan menggunakan kacamata, lensa kontak, alat bantu dengar, atau alat korektif lainnya.
Gunakan kacamata hitam atau topi bertepi lebar saat berada di luar ruangan, dan gunakan penutup telinga saat berada di dekat mesin atau suara keras lainnya.
Viral Aksi Heroik 2 Lansia di Blora Selamatkan KA Dharmawangsa dari Kecelakaan
Beredar video aksi heroik dua pria lansia di Kabupaten Bloramenyelamatkan perjalanan KA Dharmawangsa dari kecelakaan viral di media sosial. - Bagian all [184] url asal
#pria-lanjut-usia #kabupaten-blora #ka-dharmawangsa #viral-di-media-sosial
(iNews - Terkini) 08/10/24 21:34
v/16174726/
JAKARTA, iNews.id – Beredar video aksi heroik dua pria lanjut usai (lansia) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah menyelamatkan perjalanan kereta api (KA) Dharmawangsa dari kecelakaan viral di media sosial, Selasa (8/10/2024).
Dengan sigap, kedua pria lansia itu mengibarkan kaus merah sebagai tanda bahaya bagi masinis KA Dharamawangsa rute Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi.
Kedua lansia tersebut memberitahukan terdapat jalur perlintasan rel yang terputus di antara Stasiun Doplang dan Stasiun Randublatung.
Dilansir dari Antara, kedua lansia tersebut bernama Jamin (62) dan Sarmo (66) merupakan warga Pengkol, Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Peristiwa tersebut membuat perjalanan KA Dharmawangsa mengalami keterlambatan selama hingga 40 menit.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @Dita_ta22, tampak KA Dharmawangsa terhenti selama hampir 40 menit. KA tersebut baru kembali melanjutkan perjalanan jelang magrib setelah rel diperbaiki.
Pihak KAI juga menyampaikan ungkapan rasa terima kasih kepada Jamin dan Sarmo karena dengan cepat memberitahu kepada masinis bahwa terdapat jalur perlintasan rel kereta yang terputus.
Buntut dari aksi heroiknya itu, Jamin dan Sarmo kabarnya diundang PT KAI Daop 6 Semarang untuk menerima penghargaan atas jasanya menyelamatkan perjalanan KA Dharmawangsa.
Editor: Kastolani Marzuki
Tragis, Lansia 83 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api di Sukabumi
Kakek pejalan kaki tewas tertabrak kereta api di Sukabumi. Korban terlempar diduga tidak melihat kereta saat menyeberang di pelintasan. - Bagian all [259] url asal
#tertabrak-kereta-api #pelintasan-tanpa-palang #pria-lanjut-usia #kabupaten-sukabumi #pejalan-kaki
(iNews - Terkini) 23/09/24 07:12
v/15424415/
SUKABUMI, iNews.id - Pria lanjut usia (lansia) tewas akibat tertabrak kereta api di pelintasan tanpa palang Kampung Talanjung RT 03/02, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2024) pukul 18.25 WIB. Korban bernama Ali (83) warga Kampung Segog Kaler RT 003/001, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Sukabumi.
Informasi diperoleh iNews, lansia tersebut tertabrak Kereta Api Dinas (KA D1) 12096 relasi Kampung Bandan-Sukabumi di Km 45+500 Petak Jalan Cibadak-Cisaat.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, sebelum tertemper (tertabrak) kereta api, masinis telah membunyikan klakson lokomotif atau semboyan 35 terlebih dahulu, namun korban tetap berjalan di pelintasan.
"Pascakejadian, masinis berhenti luar biasa di lokasi untuk pengecekan rangkaian. Setelah pengecekan rangkaian aman, masinis melanjutkan perjalanan. Penemper (korban) mengalami luka berat (meninggal) dievakuasi oleh Polsek Cibadak, dibawa ke RSUD Sekarwangi," ujar Ixpan, Senin (23/9/2024) dini hari.
Sementara Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Fiekry Adi Perdana mengataakan, kronologi kecelakaan berawal saat korban pejalan kaki menyeberang dari kanan menuju ke kiri pelintasan kereta api. Secara bersamaan melintas Kereta Api 12096 KLB dari arah Bogor menuju Sukabumi.
"Karena jarak sudah terlalu dekat, korban tertabrak hingga terpental ke sebelah kiri. Korban dinyatakan meninggal dunia dengan mengalami cedera kepala berat, luka di bagian wajah dan luka serut di bagian kaki kanan," ujar Fiekry, Senin (23/9/2024) dini hari.
Lebih lanjut, Fiekry mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban dari lokasi terjadinya kecelakaan. Saat ini jenazah berada di RSUD Sekarwangi dan akan diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.
Editor: Donald Karouw
Pria di Kupang Ditemukan Tewas Ditutupi Daun Pisang, Pelaku Diduga ODGJ
Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan tewas mengenaskan di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT. - Bagian all [398] url asal
#pria-lanjut-usia #korban-pembunuhan #kabupaten-kupang #odgj
(iNews - Terkini) 16/09/24 19:42
v/15101954/
KUPANG, iNews.id- Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan tewas mengenaskan di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban Bastian Bokol (65) ditemukan warga tertutup daun pisang dengan kondisi luka robek di kepala.
Informasi yang diperoleh, pria nahas tersebut merupakan korban pembunuhan. Polisi berhasil menangkap pelaku yakni, Alfonso Manilang
Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata mengungkapkan, Manilang merupakan seorang pria ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), diduga baru kabur dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata.
"Terduga pelaku (Alfonso Manilang) yang merupakan ODGJ sudah kami tangkap," ungkap AKBP Wirata, Senin (16/9/2024).
Manilang merupakan pria asal Lembur, Kecamatan Alor Tengah, Kabupaten Kupang. Tim Resmob Sat Reskrim Polres Kupang berhasil menangkapnya di Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu (15/9/2024) siang.
AKBP Wirata menuturkan, aksi pembunuhan itu dilakukan terduga pelaku di kebun jagung milik korban. Sehabis membunuh, dia sempat membungkus korban dengan daun pisang lalu melarikan diri.
Petugas mendapat informasi kejadian tersebut dari laporan warga, Melianus, yang menemukan mayat korban pertama kali. Melianus dikatakannya saat itu hendak pergi ke kandang ayamnya untuk bersantai.
Tiba-tiba, Melianus melihat Manulang dari kejauhan sedang membopong jasad korban dalam kondisi berdarah. Korban kemudian diletakkannya di bawah pohon kelapa dan menutupinya dengan daun pisang. Setelahnya, Manilang meninggalkan tempat itu.
Usai melihat hal tersebut, Melianus langsung melaporkannya ke Polsek Kupang Tengah. Polisi pun langsung terjun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tiba di lokasi, korban ditemukan sudah tak bernyawa dalam posisi tertidur miring ke kiri dengan luka robek pada bagian kepalanya. Polisi menemukan pula banyak bercak darah di sekitar TKP.
Usai olah TKP, polisi lalu membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu untuk diautopsi guna mengetahui penyebab kematiannya.
Polisi mengejar terduga pelaku hingga Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur.
Petugaa hanya mendapatkan barang bukti berupa parang yang diduga digunakan terduga pelaku. Pengejaran pun terus dilakukan sampai akhirnya terduga pelaku berhasil dibekuk di Kotabes.
Polisi kemudian membawanya ke Mapolres Kupang untuk dimintai keterangan. Polisi juga melakukan penggeledahan badan terduga pelaku dan menyita sejumlah barang bukti yang dibawanya. Saat diinterogasi, demikian AKBP Wirata, terduga pelaku mengakui perbuatannya.
"Terduga pelaku beserta sejumlah barang buktinya sudah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Kami juga masih menginterogasinya agar mengetahui lebih lanjut motif utamanya," kata Wirata.
Direktur RSJ Naimata, Aletha Pian, mengaku belum mendapatkan laporan dari stafnya terkait kaburnya Manilang dari RSJ Naimata karena masih dalam masa cuti.
Editor: Kastolani Marzuki