#30 tag 24jam
Pengertian Cloud Computing, Jenis-jenis, dan Contohnya
Cloud computing adalah layanan yang menyediakan penyimpanan, pengolahan, dan akses data melalui internet tanpa harus memiliki infrastruktur sendiri. Halaman all [1,009] url asal
#cloud #cloud-computing #layanan-cloud-computing #jenis-jenis-cloud-computing #contoh-layanan-cloud-computing
(Kompas.com) 25/10/24 03:35
v/16953879/
KOMPAS.com - Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses, menyimpan, dan mengelola data serta aplikasi melalui internet tanpa harus menggunakan perangkat keras fisik seperti server atau komputer pribadi.
Dengan cloud computing, data dan aplikasi disimpan di server yang terpusat dan dioperasikan oleh penyedia layanan, sehingga pengguna dapat mengaksesnya dari mana saja, selama mereka terhubung ke internet.
Teknologi ini telah membawa perubahan besar dalam cara bisnis dan individu menjalankan aktivitas sehari-hari, karena memberikan kemudahan akses, efisiensi, dan fleksibilitas yang lebih baik dibandingkan infrastruktur IT tradisional.
Selengkapnya berikut ini KompasTekno merangkum pengertian cloud computing, jenis-jenis, dan macam-macam layanannya.
Pengertian cloud computing
Dilansir dari Tech Target, Cloud computing atau komputasi awan didefinisikan sebagai penyediaan layanan komputasi secara on-demand melalui internet.
Layanan ini mencakup berbagai sumber daya, termasuk server, penyimpanan, basis data, jaringan, perangkat lunak, hingga analitik. Alih-alih mengandalkan penyimpanan lokal atau server fisik, pengguna dapat mengakses layanan ini dari jarak jauh, yang memungkinkan fleksibilitas dan skalabilitas lebih besar dalam pengelolaan sumber daya IT.
Teknologi ini telah menjadi solusi yang banyak diadopsi oleh perusahaan karena efisiensinya dalam mengelola kebutuhan komputasi tanpa perlu melakukan investasi besar di awal untuk membeli perangkat keras atau infrastruktur IT yang kompleks.
Salah satu fitur utama dari cloud computing adalah aksesibilitasnya yang tinggi. Pengguna dapat mengakses data dan aplikasi dari perangkat mana saja yang terhubung dengan internet, tanpa terbatas oleh lokasi fisik.
Selain itu, komputasi awan juga menawarkan efisiensi biaya yang signifikan. Organisasi hanya membayar untuk layanan yang mereka gunakan, yang berarti mereka dapat menghindari biaya besar untuk pembelian perangkat keras dan pemeliharaan sistem.
Di sisi lain, layanan cloud juga sangat skalabel, artinya dapat dengan mudah ditingkatkan atau dikurangi sesuai kebutuhan beban kerja, menjadikannya pilihan yang ideal untuk perusahaan dengan kebutuhan yang bervariasi.
Terdapat beberapa model penerapan cloud computing, yaitu public cloud (layanan yang ditawarkan melalui internet), private cloud (didedikasikan untuk satu organisasi), dan hybrid cloud (gabungan antara public dan private cloud). Setiap model memiliki kelebihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi organisasi.
Jenis-jenis cloud computing
Infrastructure as a Service (IaaS)
IaaS menyediakan sumber daya komputasi virtual melalui internet. Pengguna menyewa infrastruktur IT seperti server, penyimpanan, dan jaringan dengan basis pembayaran sesuai penggunaan (pay-as-you-go). Contoh layanan IaaS termasuk Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure.
Platform as a Service (PaaS)
PaaS menawarkan platform yang memungkinkan pengembang untuk membangun, menguji, dan menerapkan aplikasi tanpa harus mengelola infrastruktur yang mendasarinya. Layanan ini mencakup alat dan layanan untuk pengembangan aplikasi, seperti middleware dan basis data. Contoh PaaS meliputi Google App Engine dan AWS Elastic Beanstalk.
Software as a Service (SaaS)
SaaS menyediakan aplikasi perangkat lunak melalui internet dengan basis langganan. Pengguna dapat mengakses aplikasi melalui browser web, sehingga tidak perlu instalasi atau pemeliharaan. Contoh SaaS yang umum termasuk Gmail, Microsoft 365, dan Salesforce.
Serverless Computing (Function as a Service - FaaS)
Serverless Computing memungkinkan pengembang untuk fokus sepenuhnya pada penulisan kode tanpa harus mengelola infrastruktur server. Penyedia layanan cloud menangani semua aspek manajemen dan skala server. Contoh layanan ini termasuk AWS Lambda dan Azure Functions.
Model Penerapan
Public Cloud
Layanan disediakan melalui internet oleh penyedia pihak ketiga. Sumber daya dibagi di antara beberapa organisasi, yang menawarkan skalabilitas dan efektivitas biaya. Contoh public cloud termasuk AWS, Google Cloud Platform, dan Microsoft Azure.
Private Cloud
Sumber daya didedikasikan secara eksklusif untuk satu organisasi. Private cloud bisa dihosting di lokasi perusahaan atau oleh penyedia pihak ketiga, menawarkan kontrol dan keamanan yang lebih besar.
Hybrid Cloud
Hybrid cloud menggabungkan lingkungan public dan private cloud, memungkinkan data dan aplikasi untuk berbagi di antara keduanya. Model ini memberikan fleksibilitas untuk menjalankan beban kerja yang sensitif di private cloud sambil memanfaatkan sumber daya public cloud untuk skalabilitas.
Multicloud
Multicloud melibatkan penggunaan beberapa layanan cloud dari berbagai penyedia untuk menghindari ketergantungan pada satu vendor dan meningkatkan redundansi. Model ini memberikan organisasi lebih banyak opsi dalam hal kontrol, fleksibilitas, dan manajemen sumber daya.
Contoh layanannya
Software as a Service (SaaS)
- Salesforce: Platform manajemen hubungan pelanggan (CRM) terkemuka untuk mengelola interaksi pelanggan dan proses penjualan.
- Zoom: Alat konferensi video berbasis cloud untuk pertemuan virtual dan webinar.
- Dropbox: Layanan penyimpanan dan berbagi file yang memungkinkan pengguna mengakses file dari perangkat apa pun.
- Gmail: Layanan email dari Google dengan fitur lengkap untuk komunikasi pribadi dan bisnis.
Infrastructure as a Service (IaaS)
- Amazon Web Services (AWS): Menyediakan layanan server virtual (EC2), penyimpanan (S3), dan solusi jaringan.
- Microsoft Azure: Menawarkan sumber daya komputasi yang skalabel, termasuk mesin virtual dan layanan basis data.
- DigitalOcean: Infrastruktur cloud sederhana dan cepat untuk pengembang.
- IBM Cloud: Menyediakan server fisik dan virtual untuk solusi IaaS.
- Platform as a Service (PaaS):
- Google App Engine: Platform untuk membangun dan menghosting aplikasi di pusat data Google.
- Heroku: Memungkinkan pengembang untuk membangun dan menjalankan aplikasi sepenuhnya di cloud.
- AWS Elastic Beanstalk: Memudahkan pengembang untuk mengelola aplikasi tanpa memikirkan infrastruktur.
- Red Hat OpenShift: Platform aplikasi berbasis kontainer yang menyediakan lingkungan PaaS.
Function as a Service (FaaS) / Serverless Computing
- AWS Lambda: Menjalankan kode sebagai respons terhadap peristiwa tanpa perlu mengelola server.
- Azure Functions: Memberikan kemampuan komputasi serverless yang digerakkan oleh peristiwa.
- Google Cloud Functions: Memungkinkan pengembang menjalankan kode sebagai respons terhadap peristiwa dari berbagai layanan Google Cloud.
- Hybrid Cloud Solutions:
- IBM Hybrid Cloud: Menggabungkan sumber daya public dan private cloud untuk pengelolaan data yang fleksibel.
- Microsoft Azure Stack: Memperluas layanan Azure ke lingkungan on-premises untuk pendekatan hybrid.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.