JAKARTA, KOMPAS.com - Perawatan body sculpted jadi salah satu prosedur yang banyak digunakan untuk membakar lemak di tubuh.
Bahkan kini perawatan body sculpted terbagi menjadi dua jenis, yaitu melalui proses bedah dan nonbedah. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang lebih ideal.
Namun, jika takut dengan body sculpted melalui prosedur bedah, maka Body Sculpted Radio Frequency (RF) bisa menjadi pilihan untuk membantu membakar lemak sekaligus mengencangkan bagian tubuh yang menggelambir.
Tapi, bisakah laki-laki menggunakan prosedur ini?
Bisakah laki-laki lakukan body sculpted?
Salah satu pemilik sekaligus founder Pretty Fast, Ivana Harjadi mengungkap bahwa prosedur ini bukan hanya dikhususkan untuk perempuan, melainkan laki-laki juga bisa melakukan Body Sculpted Radio Frequency.
“Boleh sekali, perempuan ataupun laki-laki boleh. Kalau memang ada permasalahan perut, paha, atau lengan bergelambir itu bisa datang buat konsultasi dan ukur lingkar perut atau pahanya sebelum treatment,” kata Ivana kepada Kompas.com di Pretty Fast PIM 2, belum lama ini.
Ivana menjelaskan, sebelum memulai rangkaian perawatan, pasien akan dibantu untuk diukur lingkar bagian tubuh sebelum melakukan Body Sculpted Radio Frequency.
Hal ini juga akan dilakukan setelah selesai perawatan, tujuannya untuk melihat berapa banyak ukuran lingkar badan yang berkurang. Umumnya dalam sekali tindakan akan berkurang 1-2 cm.
“Kemudian setelah treatment, bisa diukur kembali berapa banyak berkurangnya. Kalau sudah kelihatan hasilnya, sebaiknya dijaga dan dirutinkan seminggu sekali,” jelasnya.
Ivana menyebutkan umumnya laki-laki melakukan Body Sculpted Radio Frequency di bagian perut untuk mengecilkan perut yang buncit. Meski begitu, perawatan ini juga bisa dilakukan untuk leher, lengan, dan paha.
Sebelum melakukan Body Sculpted Radio Frequency, pasien akan diarahkan untuk konsultasi pada terapis mengenai fokus perawatan, yaitu untuk menghancurkan lemak atau untuk mengencangkan bagian tubuh.
Setelah itu, Ivana menyarankan pasien untuk konsisten melakukan Body Sculpted Radio Frequency agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
“Biasanya untuk yang awal-awal RF akan difokuskan ke area penghancuran lemak, kemudian kalau udah mulai mengecil, perawatannya akan lebih fokus ke pengencangan gelambirnya,” tambah Ivana.
Lebih jauh, Ivana juga menegaskan bahwa program Body Sculpted Radio Frequency tidak akan berhasil jika tidak diimbangi dengan pola makan dan olahraga yang teratur.
“Bukan perawatannya aja yang dirutinkan, tapi pola makannya juga harus dijaga juga. Kalau makannya masih sembarangan, perawatan RF-nya enggak bisa maksimal,” pungkasnya.