WASHINGTON, investor.id – Maskapai-maskapai penerbangan terkemuka di Amerika Serikat (AS) termasuk Delta Airlines, United Airlines, dan American Airlines mengumumkan pemberhentian sementara pada Jumat (19/7/2024) dengan alasan masalah komunikasi. Pemadaman global mengguncang operasi di berbagai industri di seluruh dunia, menurut laporan Reuters.
Namun American Airlines kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka telah memulai kembali operasinya. Frontier dan Spirit juga membatalkan arahan untuk mendaratkan pesawat.
Tidak jelas apakah larangan terbang yang dilaporkan oleh maskapai-maskapai besar Amerika itu terkait dengan pemadaman Microsoft dan perusahaan keamanan siber Crowdstrike yang berdampak pada perbankan, layanan kesehatan, dan sejumlah sektor lainnya.
Pemain kecil Frontier Airlines, Allegiant Air, dan Sun Country Airlines sebelumnya telah melaporkan pemadaman.
Sementara American, Delta, dan United sebagai tiga maskapai penerbangan terbesar di Amerika Serikat (AS) sebelumnya mengatakan masalah teknologi dengan vendor pihak ketiga berdampak pada mereka tanpa menyebutkan nama vendornya. Namun Frontier mengatakan "gangguan teknis besar-besaran dari Microsoft" berdampak sementara pada operasinya.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui email bahwa mereka memantau dengan cermat masalah teknis yang berdampak pada sistem infromasi teknologi (TI) di maskapai penerbangan AS. Pihaknya membenarkan beberapa maskapai penerbangan telah meminta bantuannya untuk penghentian penerbangan.
Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg mengatakan departemennya sedang memantau masalah pembatalan dan penundaan penerbangan di Frontier. Menurut mereka, pihaknya akan meminta perusahaan dan semua maskapai penerbangan lainnya "bertanggung jawab memenuhi kebutuhan penumpang".
Sebanyak 518 penerbangan dibatalkan dengan lebih dari 720 penundaan pada pukul 5:58 pagi ET pada Jumat, menurut pelacak data FlightAware.
Microsoft mengatakan penghentian layanannya dimulai sekitar pukul 6:00 sore ET pada Kamis (18/7/2024), dengan sebagian pelanggannya mengalami masalah dengan beberapa layanan Azure di wilayah Amerika Tengah.
Azure adalah platform komputasi awan yang menyediakan layanan untuk membangun, menyebarkan, dan mengelola aplikasi dan layanan.
Secara terpisah, Microsoft mengatakan sedang menyelidiki masalah yang berdampak pada berbagai aplikasi dan layanan Microsoft 365.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News