Jakarta, investor.id – PT Neo Kosmetika Industri menyambut baik acara "Cosmetic Toll Manufacturer Expo 2024” yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada 13-15 September 2024. Rangkaian pameran produk kosmetik ini bertujuan membantu para pelaku industri memperkenalkan produk serta inovasi-inovasi terbaru mereka.
Business Development Manager PT Neo Kosmetika Industri Wendy melihat pameran tersebut sebagai bentuk kolaborasi strategis antara industri kosmetik dan BPOM dalam meningkatkan kualitas dan keamanan produk di pasar Indonesia.
“BPOM telah melakukan langkah spektakuler dengan menggandeng industri kosmetik toll manufacturing. Ini adalah cara efektif untuk mengedukasi calon brand owner tentang standar yang harus dipenuhi untuk produk kosmetik yang aman dan berkualitas," ungkapnya.
Wendy pun berharap keikutsertaan perusahaannya dalam acara ini bakal meningkatkan brand awareness, baik secara offline maupun online, serta kerja sama bisnis baru dengan para calon brand owner.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa produk yang kami produksi telah memenuhi standar CPKB dan Halal, sehingga dapat dipercaya dan bersaing di pasar,” tuturnya.
Ditambahkan oleh Wendy, booth-nya menyediakan sesi konsultasi langsung agar calon customer mendapatkan pemahaman mendalam tentang proses maklon kosmetik, dari bahan aktif yang tren hingga minimal order dan harga.
“Kami ingin memastikan calon brand owner tidak salah target pasar, dan memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen mereka," ujarnya.
Wendy juga optimistis dengan produk-produk yang ditampilkan dalam showcase, terutama skincare yang terus menjadi fokus utama tren kecantikan global.
Mengenai teknologi dan inovasi, PT Neo Kosmetika Industri menyebutkan telah mengembangkan sejumlah teknologi baru yang dihadirkan di pameran ini. Namun, saat ditanya lebih lanjut, Wendy mengundang pengunjung untuk datang langsung ke booth guna mendapatkan informasi lebih lanjut.
Sebagai informasi, terdapat 38 exhibitor dari industri cosmetik toll manufacturing serta penerima kontrak produksi yang memenuhi kriteria, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kosmetik.
Di samping itu juga, hadir merek-merek kosmetik populer yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa kosmetik lokal yang didaftarkan oleh badan usaha pemilik notifikasi (BUPN) kosmetik supaya bisa dikenal dengan baik oleh konsumen di Indonesia.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan, yang melatarbelakangi diselenggarakannya kegiatan ini adalah makin luasnya pangsa pasar kosmetik dan mendorong animo masyarakat untuk membuka peluang usaha di bidang kosmetik.
Fenomena crazy rich atau bos skincare tak dipungkiri menjadi daya tarik bagi para entrepreneur maupun calon entrepreneur untuk turut berkecimpung dalam usaha kosmetik. Dengan memanfaatkan bonus demografi dan tren masyarakat yang lebih memedulikan penampilan, menjadikan pasar kosmetik di Indonesia sangat menjanjikan, termasuk usaha kontrak produksi kosmetik (toll manufacturing). Para pemilik brand kosmetik berlomba-lomba mendapatkan izin edar kosmetik dan melakukan kontrak produksi ke industri kosmetik.
“Hingga saat ini, jumlah BUPN kosmetik mencapai 1.904 pelaku usaha, melebihi 50% dari total pemilik izin edar kosmetik,” kata Taruna.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News