KOMPAS.com - Minum banyak alkohol dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Meski demikian, masih banyak misteri terkait efek sebenarnya yang dapat ditimbulkan alkohol.
Namun, penelitian terbaru mengungkap lebih banyak tentang dampak alkohol terhadap tubuh, dan bagaimana alkohol membuat tubuh kita menua.
Menua yang dimaksud tidak seperti usia kronologis, yang menghitung tahun-tahun yang telah kita jalani, melainkan usia biologis yang menilai fungsi dan risiko penyakit pada tingkat sel.
Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mengembangkan beberapa metode untuk mengevaluasi usia biologis, tetapi dua di antaranya membuktikan adanya hubungan antara alkohol dengan kerusakan tubuh: panjang telomer dan usia epigenetik.
Minum alkohol membuat DNA rentan terhadap kerusakan
Telomer adalah bagian penting dari susunan genetik manusia. Dengan menutupi ujung kromosom, urutan DNA berulang ini melindunginya dari kerusakan selama replikasi sel.
Namun, setiap kali sel bereplikasi, sebagian telomer hilang; jika menjadi terlalu pendek, sel tidak dapat lagi membelah dan akan mati.
Menurut Anya Topiwala, konsultan psikiater di Universitas Oxford, seiring waktu, telomer ini akan semakin pendek karena penyalinan yang tidak tuntas. Jadi, kita dapat menggunakan panjang fisik telomer sebagai semacam proksi untuk penuaan biologis.
Pada dasarnya, kita perlu mempertahankan telomer selama mungkin karena telomer yang lebih pendek telah dikaitkan dengan penyakit terkait usia seperti Alzheimer, kanker, dan penyakit arteri koroner.
Pada tahun 2022, Topiwala dan timnya dari Oxford Population Health mempelajari 245.000 peserta di Inggris untuk mengukur bagaimana konsumsi alkohol memengaruhi panjang telomer.
Topiwala mengatakan, kami menemukan bahwa semakin banyak orang minum, semakin pendek telomernya. Jadi, kesimpulannya adalah alkohol menyebabkan penuaan biologis.
Dalam analisis observasional, peneiti menemukan bahwa minum lebih dari 29 unit alkohol setiap minggu (sekitar sepuluh gelas anggur berukuran 250 ml dengan kadar ABV 14 persen) dikaitkan dengan perubahan panjang telomer terkait usia selama satu hingga dua tahun, dibandingkan dengan meminum kurang dari enam unit per minggu (sekitar dua gelas besar anggur berukuran 250 ml).
Sementara itu, individu yang memiliki gangguan penggunaan alkohol mengalami penuaan antara 3 hingga 6 tahun lebih tua.
Topiwala menanbahkan, bagaimana alkohol bisa memperpendek panjang telomer masih belum jelas.
Namun, ia menduga, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh stres oksidatif. Jadi, konsumsi alkohol meningkatkan radikal bebas, yang mengurangi antioksidan alami tubuh.
Jenis alkohol tertentu lebih buruk bagi tubuh
Tidak seperti panjang telomer, yang hanya melihat satu biomarker sebagai perkiraan usia biologis, usia epigenetik menggunakan sekitar 100 biomarker untuk menilai metilasi DNA, suatu proses yang terkait erat dengan penuaan.
Lifang Hou, profesor kedokteran di Universitas Northwestern, menjelaskan, epigenetika adalah hubungan antara DNA tetap yang diwariskan dari orang tua dan lingkungan yang terus berubah tempat kita tinggal, termasuk gaya hidup.
Meskipun penuaan epigenetik merupakan ukuran yang relatif baru, para ilmuwan telah menemukan bahwa hal itu dapat mencerminkan perilaku gaya hidup yang tidak sehat dan bertindak sebagai tanda peringatan dini penyakit.
Pada tahun 2023, Hou dan timnya menerbitkan sebuah studi yang menilai dampak alkohol pada usia biologis.
Sekali lagi, penelitian menemukan bahwa paparan alkohol kumulatif adalah cara yang pasti untuk meningkatkan usia biologis.
Selain itu, peneliti menemukan bahwa semakin muda usia seseorang, semakin besar pula efek penuaannya. Dengan kata lain, efek penuaan dari alkohol semakin besar seiring usia.
Temuan menarik lainnya dalam penelitian Hou adalah pengaruh jenis alkohol. Hasilnya menunjukkan, orang yang minum minuman keras, dibandingkan bir atau anggur, memiliki risiko lebih besar untuk menua lebih cepat.
Sekali lagi, alasan di balik banyak efek ini tidak selalu jelas. Hou dan timnya memiliki banyak penelitian lain yang sedang dilakukan dengan harapan dapat memahami hubungan antara alkohol dan penuaan biologis secara lebih mendalam.