JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada semester I-2024 tergolong solid, karena itu proyeksi pendapatan perseroan pada 2024 dan 2025 ditingkatkan sebesar 9,5% dan 11%. Hal tersebut bakal disokong oleh penjualan pada segmen F&B di pasar domestik maupun ekspor yang lanjut menguat.
“Selain itu, distribusi langsung ke Alfamart dan Indomaret, yang dimulai antara Mei dan Juli 2024, telah meningkatkan volume penjualan sekitar 5%,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya.
Pasar ekspor Sido Muncul juga menunjukkan perkembangan positif pada semester I-2024. Permintaan yang kuat datang dari Malaysia untuk produk minuman berenergi Sido Muncul. Diikuti, permintaan dari Filipina dan Nigeria. Penjualan minuman berenergi ke Malaysia berkontribusi 4% terhadap pendapatan Sido Muncul sepanjang semester I-2024. Sedangkan Filipina menyumbang 2% dan Nigeria sekitar 2%. Alhasil, pendapatan ekspor perseroan tumbuh 73% yoy.
BRI Danareksa Sekuritas mengharapkan harga bahan baku yang lebih rendah – terutama untuk taurin dan aspartam – di segmen F&B emiten berkode saham SIDO tersebut, bersamaan dengan kuatnya pertumbuhan segmen herbal dengan margin yang lebih tinggi. Dengan begitu, SIDO dapat mempertahankan margin kotor pada 2024 dan 2025 sebesar 57,9% dan 57,8% atau 20 bps lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Meskipun pengeluaran iklan dan promosi (A&P) SIDO lebih tinggi guna mendukung penjualan – saat ini 11% dibandingkan sebelumnya 10,3% – BRI Danareksa Sekuritas tetap menaikkan estimasi laba bersih SIDO pada 2024 dan 2025 sebesar 9,5% dan 11% menjadi Rp 1,2 triliun dan Rp 1,3 triliun. “Itu berarti mencerminkan pertumbuhan masing-masing sebesar 26% dan 10% yoy,” sebut Natalia.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa La Nina dan musim hujan pada semester II-2024, serta perputaran volume yang lebih tinggi dari distribusi langsung ke Alfamart dan Indomaret, bakal menopang volume penjualan SIDO. Perseroan melaporkan permintaan yang kuat untuk minuman berenergi, yang didorong oleh cuaca ekstrem dan peningkatan aktivitas di bisnis komoditas.
Di pasar ekspor, SIDO berencana untuk ekspansi lebih jauh ke Vietnam sebagai pasar baru, serta beberapa negara di Afrika. “Namun, perseroan tetap berhati-hati terhadap kondisi ekonomi untuk mempertahankan proyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih 2024 di atas 10% yoy,” ungkap Natalia.
BRI Danareksa Sekuritas mengharapkan pertumbuhan yang kuat terus berlanjut pada semester II-2024, yang didukung oleh peningkatan volume dan pasar ekspor, untuk mempertahankan pertumbuhan laba dan harga saham SIDO.
Karena itu, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan rating saham SIDO menjadi buy. Target harga saham SIDO juga dinaikkan menjadi Rp 810 dari sebelumnya Rp 710. Risiko utamanya jika terjadi penurunan volume penjualan di pasar domestik maupun ekspor, serta pengeluaran iklan dan promosi di atas ekspektasi yang dapat menghambat laba.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News