PDI-P, kata Faisyal, tidak akan mengusung mantan Wali Kota Bekasi periode 2008-2012, Mochtar Mohamad, pada pilkada mendatang. Halaman all [586] url asal
BEKASI, KOMPAS.com - Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bekasi, Ahmad Faisyal, menegaskan, partainya bakal mengusung Tri Adhianto sebagai bakal calon wali kota (bacawalkot) pada Pilkada Kota Bekasi 2024.
PDI-P, kata dia, tidak akan mengusung mantan Wali Kota Bekasi periode 2008-2012, Mochtar Mohamad, pada pilkada mendatang.
Hal ini disampaikan Faisyal merespons banyaknya baliho Mochtar Mohamad dengan atribusi sebagai bakal calon wali kota Bekasi.
"Ya terkait baliho, kan kemarin Kang Ono (Ketua DPD PDI-P Jawa Barat, Ono Surono) menyampaikan sudah tidak ada perdebatan bahwa PDI Perjuangan mendukung Tri Adhianto sebagai bakal calon wali kota Bekasi," ujar Faisyal kepada wartawan, Kamis (25/7/2024).
Sebagai kader PDI-P, kata Faisyal, Mochtar juga harus tunduk terhadap keputusan partai untuk mendukung Tri Adhianto pada Pilkada Kota Bekasi 2024.
"Sudah ditegaskan bahwa Pak Mochtar juga akan ikut memenangkan Mas Tri sebagai bacawalkot," ujarnya.
Faisyal meyakini, Mochtar akan menerima keputusan partai untuk mengusung Tri Adhianto sebagai bakal calon wali kota.
"Saya yakin Pak Mochtar juga tidak akan marah, karena beliau jasanya juga banyak untuk Kota Bekasi. Saya yakin kalau balihonya diturunkan juga Pak Mochtar akan legawa. Sudah keluar juga keputusan dari DPP Partai, dan kami menghormati dan mengapresiasi beliau," katanya.
Sementara, terkait baliho Mochtar yang banyak terpasang di jalanan Kota Bekasi, Faisyal bilang, partai tidak memiliki kewangan untuk menurunkan. Menurutnya, penurunan baliho merupakan tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
"Kalau terkait menurunkan baliho bukan tugas partai, tugasnya ada di Satpol PP. Itu juga kalau sudah sah sebagai calon wali kota oleh KPU, saya yakin itu juga diturunkan semua," imbuh Faisyal.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Barat, Ono Surono, sebelumnya menegaskan bahwa kader PDI-P harus mendukung bakal calon wali kota yang sudah ditetapkan DPP PDI-P. Ono bilang, tidak boleh ada kader yang bermain dua kaki.
"Saya sudah ketemu Pak Mochtar Muhammad, ya intinya ya beliau sebagai wakil ketua DPD bidang pemenangan pemilu ya, beliau bertanggung jawab juga untuk memenangkan Pak Tri sebagai wali kota Bekasi," tambah Ono.
Diketahui, sebelumnya, Mochtar Mohammad bersaing dengan Tri Adhianto untuk mendapatkan tiket maju dalam kontestasi Pilkada Kota Bekasi 2024 dari PDI-P.
Namun, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P akhirnya memberikan surat tugas kepada Tri Adhianto yang merupakan Ketua DPC PDI-P Kota Bekasi, untuk maju sebagai bakal calon wali kota Bekasi.
Sementara, menurut pantauan Kompas.com, baliho Mochtar Mohammad terlihat di sejumlah ruas jalan Kota Bekasi, seperti di Jalan Raya Kali Malang, Jalan KH Noer Ali, dan Jalan Mayor Madmuin Hasibuan.
Baliho tersebut memuat program-progam unggulan Mochtar jika terpilih sebagai wali kota Bekasi, di antaranya, hibah ke koperasi RW senilai Rp 100 juta per tahun, ambulans untuk klinik RW, dan BPJS Kesehatan gratis.
Dalam baliho tersebut juga tertera atribusi Mochtar sebagai bakal calon wali kota Bekasi.