SERANG, investor.id – Digitalisasi di sektor galangan kapal dilaporkan masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari risiko gangguan saat integrasi teknologi, belum meratanya infrastruktur digital, nilai investasi tinggi, serta kurangnya pengembangan skill yang membuat pemanfaatan potensi digitalisasi industri ini belum maksimal.
Galangan kapal sendiri dinilai sebagai salah satu penyokong industri maritim mengingat perannya mulai dari pembuatan kapal, perbaikan, hingga pemeliharaan kapal. Peran ini turut menjadikan industri galangan kapal sebagai salah satu roda pendorong terwujudnya konsep Tol Laut yang dicetuskan Presiden RI Joko Widodo.
Mengingat peran penting tersebut, PT DesktopIP Teknologi Indonesia (DesktopIP) dan PT Maju Maritim Indonesia (MMI) berkolaborasi meluncuran platform Maritime Digital Infrastructure (MDI) untuk mendorong transformasi digital industri maritim dan mendorong Indonesia menjadi episentrum maritim dunia.
Peluncuran tersebut mendapat apresiasi Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko, karena dapat menjadi langkah awal untuk transformasi di industri maritim dan penguatan teknologi tanah air untuk mencapai kedaulatan digital.
“Kita tidak sekedar punya teknologi digital, tapi kita harus punya kedaulatan digital. Artinya R&D harus diperkuat sehingga punya produk sendiri. Kebanyakan dari kita tidak paham dengan apa itu data storage, yang penting barangnya ada di rumah kita seolah barang di depan mata kita aman, namun aman itu hanya secara fisik. Tetapi datanya bisa tidak aman. Lebih baik, instrumennya ada di luar tetapi datanya ada di kita. Ini membangun mesin cloud-nya, itu yang jauh lebih penting,” ungkapnya.
Moeldoko juga mengingatkan pentingnya menjadi pemain di negara sendiri untuk mencapai kedaulatan digital dan mengoptimalkan potensi tanah air.
“Kita harus beralih dari captive market menjadi competitive. Kita harus memiliki keinginan memiliki global player, kita harus punya semangat yang kuat untuk jadi global player,” tambah dia.
Berdasarkan data dari Grand View Research Inc., nilai pangsa pasar sektor galangan kapal digital global menembus US$ 2,67 miliar atau sekitar Rp 40,5 triliun pada 2022. Nilai ini diproyeksikan terus tumbuh dengan CAGR sebesar 19,1% dari 2023 hingga 2030, dan mengingat Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan ¾ wilayah berupa lautan maka kondisi geografis ini menguntungkan.
“Platform digital memiliki peran sentral dalam memodernisasi ekosistem maritim yang lebih berkelanjutan. Kami melihat digitalisasi sebagai fondasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi dampak lingkungan, dan memperkuat daya saing nasional di sektor maritim,” ujar Direktur MMI, Dhany.
Sementara itu, CEO DesktopIP Phidi Soepangkat mengemukakan bahwa perkapalan merupakan pusat dari industri maritim dalam hal konstruksi kapal dan inovasi. Bahkan dapat dikatakan, titik awal dari industri maritim adalah pembangunan kapal. Sama halnya dengan digital transformasi, pondasi dari industri 4.0 adalah Cloud Computing.
“MDI merupakan infrastruktur digital buatan anak bangsa yang dikembangkan dari teknologi yang memperoleh skor TKDN mencapai lebih dari 80%. Platform ini juga memungkinkan perusahaan mengubah mekanisme Capital Expense (Capex) menjadi Operating Expense (Opex) sehingga dapat menjawab tantangan investasi,” ungkap Phidi.
Kedepannya, Phidi menyampaikan, dalam konteks pembangunan kapal, DesktopIP dan MMI terus melakukan R&D untuk mengembangkan salah satu fitur masa depan yang dinamakan Digital Twin menuju Industry 5.0.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News