#30 tag 24jam
Terpopuler: Jokowi Sebut Prabowo Setujui Anggaran IKN; Scammer Ubah Nomor Telepon Hotel, Bank, dan Money Changer
Presiden Jokowi mengatakan presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur di IKN. [823] url asal
#jokowi #prabowo #anggaran #ikn #phri #perbankan #bank #google #money-changer #whatsapp #scammer #hut-ri #tamu #hotel #konsumsi #cimb-niaga #bri #bank-mandiri
(Bisnis Tempo) 13/08/24 06:00
v/14351207/
TEMPO.CO, Jakarta - Berita-berita terpopuler ekonomi dan bisnis hingga Senin malam, 12 Agustus 2024 dimulai dari Presiden Jokowi mengatakan presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Disusul, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan adanya pemalsuan data elektronik akun Google Bisnis yang terjadi pada beberapa hotel di Indonesia pada Ahad, 11 Agustus 2024.
Selanjutnya, sejumlah deskripsi alamat kantor cabang perbankan di Google Maps disusupi oleh scammer. Pelaku menuliskan nomor telepon dan nomor WhatsApp palsu di keterangan deskripsi alamat kantor.
Berikutnya, puluhan usaha penukaran uang atau money changer di wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor dan sekitarnya disusupi scammer dengan memasang nomor telepon dan WhatsApp palsu di Google Maps.
Terakhir, Presiden RI Jokowi menjelaskan pengurangan jumlah undangan tamu kenegaraan untuk menghadiri perayaan HUT RI ke-79 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari 8.000 tamu menjadi 1.300 tamu karena jumlah hotel yang tidak mencukupi.
Kelima berita ini paling banyak diakses pembaca kanal Ekonomi dan Bisnis Tempo.co.
Berikut ringkasan lima berita yang trending tersebut:
Selanjutnya: 1. Jokowi: Prabowo Setujui Anggaran Percepatan Pembangunan IKN....
<!--more-->
1. Jokowi: Prabowo Setujui Anggaran Percepatan Pembangunan IKN
Presiden Jokowi mengatakan presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Jokowi menyampaikan hal itu dalam sambutannya saat meresmikan peletakan batu pertama Kantor BCA di IKN, Kalimantan Timur, hari ini.
"Tadi pagi juga presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto sudah menyetujui percepatan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara. Jadi para investor tidak perlu ragu terhadap komitmen pemerintah berikutnya," kata Presiden Jokowi, Senin, 12 Agustus 2024.
Dengan persetujuan anggaran dari presiden terpilih Prabowo Subianto, Presiden Jokowi pun meminta para investor tidak ragu terhadap komitmen pemerintah dalam melanjutkan pembangunan IKN.
Berita selengkapnya baca di sini.
2. PHRI Laporkan Ratusan Data Hotel di Akun Bisnis Google Diubah, Bersiap Laporkan ke Bareskrim
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan adanya pemalsuan data elektronik akun Google Bisnis yang terjadi pada beberapa hotel di Indonesia pada Ahad, 11 Agustus 2024.
Hotel yang terdampak peretasan ini tersebar di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan daerah lainnya.
Ketua Umum PHRI Hariyadi BE Sukamdani mengatakan, pada kasus ini peretas mengubah nomor telepon atau WhatsApp hotel di akun bisnis Google untuk mengalihkan calon pemesan kamar. Selain itu, dia mengatakan, pelaku juga menurunkan harga kamar hingga setengah harga.
“Kemarin sejuta, tiba-tiba Rp 500 ribu. Biar tertarik transfer,” kata Hariyadi kepada awak media di Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Senin, 12 Agustus 2024.
Berita selengkapnya baca di sini.
Selanjutnya: 3. Deskripsi Alamat Kantor Cabang Disusupi Scammer di Google Maps....
<!--more-->
3. Deskripsi Alamat Kantor Cabang Disusupi Scammer di Google Maps, Ini Tindakan Perbankan
Sejumlah deskripsi alamat kantor cabang perbankan di Google Maps disusupi oleh scammer. Pelaku menuliskan nomor telepon dan nomor WhatsApp palsu di keterangan deskripsi alamat kantor.
Berdasarkan hasil pemantauan Tempo melalui aplikasi Google Maps, sejumlah bank-bank besar nasional menjadi sasaran dari modus ini. Beberapa di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB Niaga), hingga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Direktur Utama CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan perseroan telah mengetahui dan menyadari adanya tindakan tersebut. Sebagai tindak lanjutnya, CIMB Niaga akan melakukan pembersihan secara berkala dan akan melaporkan nomor-nomor beserta pihak yang bersangkutan ke aparat penegak hukum.
Berita selengkapnya baca di sini.
4. Puluhan Perusahaan Money Changer Disusupi Scammer di Google Maps: Pasang Nomor Telepon dan WA Palsu
Puluhan usaha penukaran uang atau money changer di wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor dan sekitarnya disusupi scammer dengan memasang nomor telepon dan WhatsApp palsu di Google Maps.
Para pelaku scammer mengubah nomor telepon yang tercantum di kolom alamat Google untuk tujuan menipu para nasabah atau masyarakat umum yang ingin menggunakan jasa penukaran uang dan perbankan itu.
"Ini sudah terjadi hampir tiga hari ini, sejak Sabtu 10 Agustus dan sampai Senin pagi ini 12 Agustus 2024 masih terjadi," ujar pemilik Money Changer Peniti Valasindo, Bong Thiam Kim kepada Tempo, Senin pagi 12 Agustus 2024.
Berita selengkapnya baca di sini.
Selanjutnya: 5. Presiden Jokowi Akui Potong Jumlah Undangan HUT RI di IKN....
<!--more-->
5. Presiden Jokowi Akui Potong Jumlah Undangan HUT RI di IKN karena Kurang Hotel
Presiden RI Jokowi menjelaskan pengurangan jumlah undangan tamu kenegaraan untuk menghadiri perayaan HUT RI ke-79 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari 8.000 tamu menjadi 1.300 tamu karena jumlah hotel yang tidak mencukupi.
“Awal-awal yang diundang itu 8.000 (tamu), (setelah) dihitung-hitung, hotelnya nggak cukup. Akomodasi tidak cukup, konsumsi juga sangat sulit,” ujar Jokowi ketika memberi sambutan dalam Groundbreaking Nusantara International Convention Center and Hotel di IKN, Kalimantan Timur, Senin, 12 Agustus 2024.
Jokowi mengakui bahwa ekosistem di IKN belum terbangun. Oleh karena itu, yang semula mengundang 8.000 tamu, dikurangi menjadi 4.000 tamu.
Akan tetapi, lanjut Jokowi, setelah dikurangi menjadi 4.000 tamu pun masih terkendala oleh kurangnya hotel dan konsumsi.
Berita selengkapnya baca di sini.
Terpopuler: Jokowi Sebut Prabowo Setujui Anggaran IKN; Scammer Ubah Nomor Telepon Hotel, Bank, dan Money Changer
Presiden Jokowi mengatakan presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur di IKN. [823] url asal
#jokowi #prabowo #anggaran #ikn #phri #perbankan #bank #google #money-changer #whatsapp #scammer #hut-ri #tamu #hotel #konsumsi #cimb-niaga #bri #bank-mandiri
(Bisnis Tempo) 13/08/24 06:00
v/14339718/
TEMPO.CO, Jakarta - Berita-berita terpopuler ekonomi dan bisnis hingga Senin malam, 12 Agustus 2024 dimulai dari Presiden Jokowi mengatakan presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Disusul, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan adanya pemalsuan data elektronik akun Google Bisnis yang terjadi pada beberapa hotel di Indonesia pada Ahad, 11 Agustus 2024.
Selanjutnya, sejumlah deskripsi alamat kantor cabang perbankan di Google Maps disusupi oleh scammer. Pelaku menuliskan nomor telepon dan nomor WhatsApp palsu di keterangan deskripsi alamat kantor.
Berikutnya, puluhan usaha penukaran uang atau money changer di wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor dan sekitarnya disusupi scammer dengan memasang nomor telepon dan WhatsApp palsu di Google Maps.
Terakhir, Presiden RI Jokowi menjelaskan pengurangan jumlah undangan tamu kenegaraan untuk menghadiri perayaan HUT RI ke-79 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari 8.000 tamu menjadi 1.300 tamu karena jumlah hotel yang tidak mencukupi.
Kelima berita ini paling banyak diakses pembaca kanal Ekonomi dan Bisnis Tempo.co.
Berikut ringkasan lima berita yang trending tersebut:
Selanjutnya: 1. Jokowi: Prabowo Setujui Anggaran Percepatan Pembangunan IKN....
<!--more-->
1. Jokowi: Prabowo Setujui Anggaran Percepatan Pembangunan IKN
Presiden Jokowi mengatakan presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Jokowi menyampaikan hal itu dalam sambutannya saat meresmikan peletakan batu pertama Kantor BCA di IKN, Kalimantan Timur, hari ini.
"Tadi pagi juga presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto sudah menyetujui percepatan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara. Jadi para investor tidak perlu ragu terhadap komitmen pemerintah berikutnya," kata Presiden Jokowi, Senin, 12 Agustus 2024.
Dengan persetujuan anggaran dari presiden terpilih Prabowo Subianto, Presiden Jokowi pun meminta para investor tidak ragu terhadap komitmen pemerintah dalam melanjutkan pembangunan IKN.
Berita selengkapnya baca di sini.
2. PHRI Laporkan Ratusan Data Hotel di Akun Bisnis Google Diubah, Bersiap Laporkan ke Bareskrim
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan adanya pemalsuan data elektronik akun Google Bisnis yang terjadi pada beberapa hotel di Indonesia pada Ahad, 11 Agustus 2024.
Hotel yang terdampak peretasan ini tersebar di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan daerah lainnya.
Ketua Umum PHRI Hariyadi BE Sukamdani mengatakan, pada kasus ini peretas mengubah nomor telepon atau WhatsApp hotel di akun bisnis Google untuk mengalihkan calon pemesan kamar. Selain itu, dia mengatakan, pelaku juga menurunkan harga kamar hingga setengah harga.
“Kemarin sejuta, tiba-tiba Rp 500 ribu. Biar tertarik transfer,” kata Hariyadi kepada awak media di Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Senin, 12 Agustus 2024.
Berita selengkapnya baca di sini.
Selanjutnya: 3. Deskripsi Alamat Kantor Cabang Disusupi Scammer di Google Maps....
<!--more-->
3. Deskripsi Alamat Kantor Cabang Disusupi Scammer di Google Maps, Ini Tindakan Perbankan
Sejumlah deskripsi alamat kantor cabang perbankan di Google Maps disusupi oleh scammer. Pelaku menuliskan nomor telepon dan nomor WhatsApp palsu di keterangan deskripsi alamat kantor.
Berdasarkan hasil pemantauan Tempo melalui aplikasi Google Maps, sejumlah bank-bank besar nasional menjadi sasaran dari modus ini. Beberapa di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB Niaga), hingga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Direktur Utama CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan perseroan telah mengetahui dan menyadari adanya tindakan tersebut. Sebagai tindak lanjutnya, CIMB Niaga akan melakukan pembersihan secara berkala dan akan melaporkan nomor-nomor beserta pihak yang bersangkutan ke aparat penegak hukum.
Berita selengkapnya baca di sini.
4. Puluhan Perusahaan Money Changer Disusupi Scammer di Google Maps: Pasang Nomor Telepon dan WA Palsu
Puluhan usaha penukaran uang atau money changer di wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor dan sekitarnya disusupi scammer dengan memasang nomor telepon dan WhatsApp palsu di Google Maps.
Para pelaku scammer mengubah nomor telepon yang tercantum di kolom alamat Google untuk tujuan menipu para nasabah atau masyarakat umum yang ingin menggunakan jasa penukaran uang dan perbankan itu.
"Ini sudah terjadi hampir tiga hari ini, sejak Sabtu 10 Agustus dan sampai Senin pagi ini 12 Agustus 2024 masih terjadi," ujar pemilik Money Changer Peniti Valasindo, Bong Thiam Kim kepada Tempo, Senin pagi 12 Agustus 2024.
Berita selengkapnya baca di sini.
Selanjutnya: 5. Presiden Jokowi Akui Potong Jumlah Undangan HUT RI di IKN....
<!--more-->
5. Presiden Jokowi Akui Potong Jumlah Undangan HUT RI di IKN karena Kurang Hotel
Presiden RI Jokowi menjelaskan pengurangan jumlah undangan tamu kenegaraan untuk menghadiri perayaan HUT RI ke-79 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dari 8.000 tamu menjadi 1.300 tamu karena jumlah hotel yang tidak mencukupi.
“Awal-awal yang diundang itu 8.000 (tamu), (setelah) dihitung-hitung, hotelnya nggak cukup. Akomodasi tidak cukup, konsumsi juga sangat sulit,” ujar Jokowi ketika memberi sambutan dalam Groundbreaking Nusantara International Convention Center and Hotel di IKN, Kalimantan Timur, Senin, 12 Agustus 2024.
Jokowi mengakui bahwa ekosistem di IKN belum terbangun. Oleh karena itu, yang semula mengundang 8.000 tamu, dikurangi menjadi 4.000 tamu.
Akan tetapi, lanjut Jokowi, setelah dikurangi menjadi 4.000 tamu pun masih terkendala oleh kurangnya hotel dan konsumsi.
Berita selengkapnya baca di sini.
Cerita Pengusaha Money Changer Berjibaku Hadapi Scammer yang Susupi Alamat Usaha di Google Maps
Sejumlah pengusaha Money Changer berusaha melawan pelaku penipuan yang mengutak-atik data bisnis mereka di Google Maps [444] url asal
(Bisnis Tempo) 12/08/24 14:51
v/14300237/
TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengusaha penukaran uang asing atau money changer berjibaku menghadapi pelaku scammer yang menyusupi data bisnis mereka di Google Maps. Para pelaku scammer itu memasang nomor telepon dan nomor WhatsApp palsu meski pemilik akun bisnis berkali-kali mengubahnya. "Saya sampai empat kali mengubah nomor, tapi pelaku menggantinya lagi," ujar Pemilik Gandaria Money Changer, Yosep Krisnawan saat dihubungi Tempo, Senin 12 Agustus 2024.
Yosep mengatakan, sudah tiga hari ini sejak Sabtu pekan lalu hingga Senin pagi ini, Ia dan lebih dari 30 pengusaha Money Changer berusaha melawan pelaku penipuan yang mengutak-atik data bisnis mereka di Google Maps itu. "Para pelalu scammer kembali mengganti nomor telepon dan WA, meski kami berulangkali menggantinya. Ada juga yang sampai mengganti 8 kali," kata Yosep.
Yosep menuturkan, dua alamat kantor cabangnya di Google Maps, masing masing di Gandaria dan kawasan SCBD Jakarta Pusat menjadi sasaran para scammer itu. "Pelaku scammer mengutak atik data bisnis di kolom alamat Google dengan mengubah nomor telepon, mencantumkan nomor WhatsApp palsu hingga mengubah titik alamat,"kata Yosep.
Yosep menuturkan, mengetahui jika data bisnis Gandaria Money Changer di Google Maps ada yang mengubah detail alamat nomor customer service dan nomor WA palsu dari pelanggan dan rekan bisnis mereka. Pelanggan, kata dia, curiga dengan informasi dan permintaan yang diberikan pelaku yang mengaku seolah olah dari Money Changer tersebut. "Modusnya pengguna jasa diminta transfer ke rekening yang mereka siapkan dengan alasan agar uangnya disiapkan dan ketika datang tinggal ambil," kata Yosep.
Sejauh ini, kata Yosep, pelanggannya belum ada yang menjadi korban penipuan. Sebab, untuk pelanggan sudah mengetahui informasi yang massif mereka sampaikan melalui group WA dan pesan berantai (broadcast) agar mewaspadai modus penipuan tersebut. "Para penipu ini sepertinya menyasar pelanggan baru," ucapnya.
Selain itu, mereka juga telah menyampaikan komplain ke Google. Mereka mempertanyakan sistem keamanan data bisnis mereka yang sangat mudah diutakatik pihak luar.
Pemilik Money Changer Peniti Valasindo, Bong Thiam Kim juga mengaku berjibaku mengganti nomor telepon dan WA yang selalu diganti pelaku scammer itu." Sudah sejak Sabtu, sampai pagi ini masih terjadi, kami edit, pelaku ganti lagi," kata Kim.
Kim mengatakan, hal ini juga terjadi pada cabang Peniti Valasindo yang berada di kawasan Kebun Jeruk Jakarta Barat dan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Menurut Kim, ia telah berulang kali membenarkan nomor WA di alamat google Peniti Valasindo, namun diubah lagi oleh para penipu tersebut.
Kim mengaku melakukan hal itu agar tidak jatuh korban penipuan akibat scammer itu. "Jangan sampai jatuh korban, kami berharap pihak berwenang segera bertindak, menangkap pelaku scammer itu,"ujarnya.
Gandaria Money Changer dan Peniti Valasindo, dua dari 30 lebih perusahaan penukaran uang asing di wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor dan sekitarnya, yang data bisnis mereka di Google Maps diutakatik pelaku scammer.
Puluhan Perusahaan Money Changer Disusupi Scammer di Google Maps: Pasang Nomor Telepon dan WA Palsu
Puluhan usaha Money Changer di wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor dan sekitarnya disusupi scammer dengan memasang nomor telepon dan Whats App palsu di Google Maps. [497] url asal
#money-changer #scammer #google #alamat-di-google-maps
(Bisnis Tempo) 12/08/24 08:57
v/14274362/
TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan usaha penukaran uang atau money changerdi wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor dan sekitarnya disusupi scammerdengan memasang nomor telepon dan WhatsApp palsu di Google Maps.
Para pelaku scammer mengubah nomor telepon yang tercantum di kolom alamat Google untuk tujuan menipu para nasabah atau masyarakat umum yang ingin menggunakan jasa penukaran uang dan perbankan itu.
"Ini sudah terjadi hampir tiga hari ini, sejak Sabtu 10 Agustus dan sampai Senin pagi ini 12 Agustus 2024 masih terjadi," ujar pemilik Money Changer Peniti Valasindo, Bong Thiam Kim kepada Tempo, Senin pagi 12 Agustus 2024.
Kim menyebutkan, sampai pagi ini sebanyak 28 usaha money changer telah dikelabui scammer dengan mengubah nomor telepon dan WhatsApp usaha mereka di kolom alamat Google . "Dikerjai scammer dengan menyelipkan nomor WA palsu di dalam Google address, kami ubah, pelaku ubah lagi, begitu seterusnya, " kata Kim.
Kim mengatakan, hal ini juga terjadi pada cabang Peniti Valasindo yang berada di kawasan Kebun Jeruk Jakarta Barat dan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Menurut Kim, ia telah berulang kali membenarkan nomor WA di alamat Google, Peniti Valasindo, namun diubah lagi oleh para penipu tersebut.
Hal ini, kata Kim, juga terjadi kepada puluhan usaha valuta. Menurutnya, pengelola penukaran mata uang asing itu sempat panik ketika scammer mengutak atik nomor telepon dan WA di alamat Google. " Kami edit, scammer input lagi. Mereka juga tadinya suka menjawab pertanyaan di Google menggunakan akun palsu," kata Kim.
Sejauh ini, kata Kim, kerugian dari sisi pelaku usaha memang belum ada. Namun, ulah scammer ini membuat mereka khawatir dengan masyarakat umum yang mengakses telepon dan WA palsu tersebut. "Terhadap pelaku usaha tidak ada (kerugian). Tapi masyarakat umum bisa ketipu oleh mereka di saat mau bertransaksi," kata Kim.
Untuk itu Kim mengimbau agar masyarakat yang menggunakan jasa valuta dan perbankan untuk waspada dan berhati hati dengan modus penipuan ini.
Pemilik Gandaria Money Changer, Yosep Krisnawan juga mengaku dua alamat kantor cabangnya juga disusupi para scammer dengan mengubah nomor WA dan informasi palsu. Dia menyebutkan, hal ini terjadi sejak Sabtu pekan lalu." Diketahui ketika ada informasi dari teman jika ada yang mengubah detail alamat, nomor CS (Customer Service) dan mengganti nomor WA resmi di Google address," kata Yosep.
Ketika dilakukan pengecekan ternyata benar, nomor CS dan WA resmi mereka telah berubah." Sudah kami perbaiki, tapi diubah lagi. Sudah empat kali kami perbaiki," kata Yosep.
Menurut Yosep, para pelaku penipuan itu diduga menyasar pelanggan atau nasabah baru dengan modus meminta transfer uang ke rekening mereka. " Mereka seolah olah dari money changer, minta transfer uang dulu ke rekening yang telah mereka siapkan, alasannya nanti uang disiapkan dan nasabah datang tinggal mengambilnya," kata Yosep.
Menurut Yosep, lebih dari 30 perusahaan money changer di berbagai wilayah telah disusupi scamer ini.
Berdasarkan penelusuran Tempo, selain jasa money changer, sejumlah kantor cabang bank juga disusupi scammer. Di penelusuran Google, sejumlah bank seperti Panin Bank Gading Serpong dan Panin Bank BSD City yang disusupi nomor WA atau CS Palsu, Bank UOB hampir semua cabang tertera nomor CS center yang diduga palsu di kolom alamat Google.