JAKARTA, investor.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel konsisten mengukir laba bersih secara beruntun sepanjang periode Januari-September 2024 dengan pertumbuhan sebesar 7,14% secara yoy dan 44% secara kuartalan.
Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel Hendra Purnama mengungkapkan bahwa kinerja perseroan hingga kuartal III-2024 sudah berjalan sesuai target. Bahkan, dirinya menyebut, pertumbuhan Mitratel sudah dua kali dari pertumbuhan industri.
“Pertumbuhan industri ada di 3-4%. Dengan growth sekarang, kami sudah dua kali dari industri. Jadi, kinerja kami sudah sesuai dengan target,” ucap Hendra menjawab Investor Daily, Selasa (29/10/2024).
Merujuk laporan keuangan konsolidasian Mitratel yang berakhir pada 30 September 2024, emiten menara Grup PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut mencetak laba tahun berjalan periode sembilan bulan tahun ini sebesar Rp 1,53 triliun, tumbuh 7,14% secara yoy daripada laba periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,43 triliun.
Rekor pertumbuhan laba bersih juga Mitratel ukir pada periode Januari-September tahun lalu yang berhasil membukukan kenaikan sebesar 16,59% dari sebelumnya Rp 1,22 triliun, menjadi Rp 1,43 triliun. Torehan laba beruntun di setiap tahunnya ini memperlihatkan kemampuan kinerja solid MTEL dalam mencetak laba.
Pada periode sampai sembilan bulan tahun ini, emiten bersandi saham MTEL tersebut mencetak pendapatan sebesar Rp 6,81 triliun, lebih tinggi 8,68% dibanding pendapatan Mitratel pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 6,27 triliun.
Mesin Pendapatan
Pendapatan MTEL pada periode Januari-September 2024 mayoritas dikontribusikan dari tiga bisnis utamanya. Pertama, pendapatan dari bisnis sewa menara telekomunikasi dengan sumbangsih mencapai Rp 6,33 triliun yang berasal dari pihak berelasi yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebesar Rp 3,72 triliun.
Kemudian, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom sebesar Rp 72,87 miliar, PT Telkom Infrastruktur Indonesia sebesar Rp 12,84 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional sebesar Rp 322 miliar, sehingga total MTEL meraup total pendapatan dari pihak berelasi sebesar Rp 3,81 triliun. Sedangkan, pendapatan dari pihak ketiga sebesar Rp 2,52 triliun.
Mesin kedua yang menjadi sumber pendapatan MTEL adalah bisnis jasa konstruksi dengan kontribusi total sebesar Rp 452 miliar yang terdiri dari pihak berelasi sebesar Rp 434 miliar dan pihak ketiga sebesar Rp 18,19 miliar.
Sedangkan, mesin ketiga yang menjadi ladang dari pundi-pundi pendapatan MTEL adalah bisnis jasa dan sewa listrik dengan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 30,56 miliar yang berasal dari pihak berelasi sebesar Rp 5,41 miliar dan pihak ketiga Rp 25,15 miliar.
Beban pokok pendapatan naik tipis menjadi Rp 3,32 triliun ketimbang sebelumnya Rp 3,20 triliun. Kemampuan MTEL dalam menekan pada beban pokok turut mendongkrak laba kotor perseroan secara signifikan menjadi Rp 3,49 triliun dari sebelumnya Rp 3 triliun. Beban usaha dan laba kompak mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp 437 miliar dan Rp 3 triliun.
Dari sisi aset, Mitratel mencatatkan total aset sebesar Rp 56,97 triliun, menyusut dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 57 triliun. Total liabilitas sebesar Rp 23,37 triliun, membengkak ketimbang sebelumnya sebesar Rp 22,97 triliun. Diikuti dengan pelemahan dari sisi ekuitas menjadi Rp 33,60 triliun daripada sebelumnya Rp 34 triliun.
Adapun, dari sisi kas dan setara kas, Mitratel mencatatkan penurunan sebesar Rp 113,15 miliar pada akhir periode menjadi Rp 765 miliar daripada sebelumnya sebesar Rp 879 miliar. Arus kas bersih bersih yang digunakan perseroan untuk mendukung aktivitas pendanaan sampai kuartal III-2024 mencapai Rp 4,18 triliun. Angka ini lebih tinggi dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,54 triliun.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News