TOKYO, investor.id – Musim panas di Jepang tahun ini tergolong cukup ekstrem, dengan suhu tinggi yang telah mencapai 35 derajat Celcius hampir di seluruh negeri. Warga negara Indonesia (WNI) di negara itu membagikan kiat-kiat dalam menghadapi panas.
Izzah yang adalah salah satu WNI di Tokyo. Ia mengingatkan agar untuk selalu menyiapkan tisu pendingin, membawa payung, dan air minum saat keluar rumah.
“Dalam dua tahun terakhir ini saya juga terbiasa membawa sunglasses, lumayan untuk mengurangi kontak sinar UV dan agar kepala tidak terlalu pusing,” tutur Izzah, seperti dikutip pada Rabu (10/7/2024).
Sedangkan bagi yang berhijab, bisa membeli pendingin berbentuk cincin yang dipakai di leher atau semprotan dingin.
WNI yang sudah tinggal selama enam tahun di Jepang itu juga berpesan untuk tidak meremehkan cuaca di Negeri Sakura it, sebab tingkat kelembapannya tinggi.
“Jangan meremehkan musim panas di Jepang karena di Indonesia sudah terbiasa jadi mungkin enggak terlalu dipikirkan, harus hati-hati juga apalagi kalau yang badannya udah adjust (menyesuaikan) dengan empat musim, agak kaget dengan panasnya di Jepang,” jelasnya.
Selain agar terhindar panas, ia pun mengingatkan perlunya menjaga kenyamanan bersama di wilayah publik sebab biasanya musim panas rentan bau badan, terutama di dalam kereta.
Vidya Gatari, WNI yang tinggal di Prefektur Chiba, juga memiliki persiapan yang unik. Ia melakukan perawatan rutin kulkas, kipas angin, dan pendingin ruangan.
“Servis kulkas karena kami perlu es batu dan es krim. Cek kondisi kipas angin dan AC, kalau bisa bersihkan filternya karena perlu selama di rumah,” ujar Vidya.
Ia pun menyiapkan peralatan anti serangga, pendingin badan, serta memastikan adanya barley tea di rumah untuk mineral tubuh.
“Saya juga tanya-tanya warga lokal tentang makanan yang osusume (direkomendasikan) selama musim panas,” kata diaspora yang sudah delapan tahun di Jepang itu.
Jika ada anggota keluarga yang terkena serangan panas, lanjut Vidya, anggota keluarga lain pergi keluar membeli sayur dan buah yang berair dan kompres berbentuk gel untuk tubuh dan menghindari bergadang.
Begitu pula dengan Yusup, WNI yang tinggal di Tokyo yang sudah bermukim 16 tahun di Jepang. Menurut dia, salah satu persiapan menghadapi panas ekstrem adalah dengan membeli pakaian tipis dan longgar sehingga mengurangi keringat berlebih.
“Saya dan keluarga juga sedapat mungkin membawa termos berisikan air es dan minuman yang mengandung ion,” sambungnya.
Yusup yang berprofesi sebagai perawat juga berpesan agar minum yang teratur sedikit demi sedikit setiap hari untuk menjaga asupan cairan tubuh, serta mengaplikasikan krim tabir surya
Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang, rata-rata di wilayah Jepang suhu mencapai di atas 35 derajat Celcius termasuk wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, Chiba, Saitama, dan Kanagawa.
Menurut data media setempat, sebanyak 198 orang di Tokyo telah dilarikan ke rumah sakit akibat terkena serangan panas.
Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo juga mengimbau WNI untuk menjaga kesehatan selama musim panas di Jepang dengan menggunakan patung atau topi, banyak minum air putih, kenakan pakaian longgar, dan mengaplikasikan tabir surya.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News