Indomie, merek mi instan asal Indonesia, telah didistribusikan ke lebih dari 100 negara di dunia. Kira-kira siapa ya pemilik Indomie yang mendunia itu? [734] url asal
Indomie asal Indonesia jadi salah satu merek mi instan tersohor di tanah air dan terbesar di dunia. Merk mi instan ini telah tersebar di lebih dari 100 negara mencakup Australia, Amerika Serikat, Afrika, hingga seluruh Asia.
Belum lama ini, Indomie juga mengumumkan NewJeans, sebagai global brand ambassador atau duta merek globalnya. Salah satu girl group terpopuler di Korea Selatan ini memperkenalkan seri mi instan terbaru yang terinspirasi dari Negeri Ginseng itu.
Indomie dikenal sebagai pelopor mi instan di Indonesia yang telah ada sejak 1972. Di balik kesuksesannya, kira-kira siapa pemilik Indomie?
Siapa Pemilik Indomie?
Dilansir situs resminya, Indomie diproduksi oleh Indofood. Pemilik Indofood adalah Salim Group yang didirikan oleh Sudono Salim atau Liem Sioe Liong. Kini, Salim Group dipimpin oleh Anthoni Salim, putra dari Sudono Salim.
Anthoni Salim menjabat sebagai Presiden dan CEO Salim Group, sekaligus Presiden Direktur dan CEO PT Indofood Sukses Makmur Tbk serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Mengutip data Forbes, Salim Group berinvestasi di bidang makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi, hingga energi. Keluarga Salim memiliki saham di perusahaan investasi First Pacific yang tercatat di bursa saham Hong Kong, dan Anthoni memangku jabatan sebagai Direktur sejak 1981.
Gurita bisnis Salim Group merambah ke sektor pertambangan. Pada 2022, perusahaan konglomerat itu diketahui memimpin konsorsium yang membeli saham Bumi Resources senilai USD 1,6 miliar. Keluarga Salim juga memiliki saham di Medco Energi dan Amman Mineral.
Per Desember 2023, kekayaan Anthoni Salim dan keluarga tercatat menyentuh USD 10,3 miliar atau setara Rp 160,6 triliun (kurs Rp 15.598). Angka tersebut menjadikannya sebagai orang terkaya ke-5 di Indonesia pada 2023.
Perjalanan Sukses Indomie
Indofood, induk perusahaan Indomie, dibangun oleh Sudono Salim pada 1972. Produk mi instan pertamanya yaitu varian Indomie Ayam. Barulah pada 1982, Indomie meluncurkan Mi Goreng, cita rasa ikoniknya yang mendunia sampai saat ini.
Mi Goreng jadi varian mi pertama yang dikonsumsi tanpa kuah kaldu. Cita rasanya terinspirasi dari hidangan mi goreng tradisional Indonesia. Kala itu, Indomie Mie Goreng dengan cepat meluas dan jadi merek mi instan favorit sebagian besar masyarakat Tanah Air.
Dilansir Financial Review, Indomie menguasai 72% pangsa pasar mi instan Tanah Air pada 2021 silam. Menurut laporan Kantar Brand Footprint edisi 2024, Indomie dinobatkan sebagai The Most Chosen Instant Mie Noodle Brand in the World berdasarkan pengukuran Consumer Reach Points (CRP) dari studi Kantar Global.
Kantar Brand Footprint melakukan studi komprehensif terhadap merek FMCG di seluruh dunia dan menetapkan pemeringkatan tahunan The Most Chosen FMCG Brands. Penilaian didasarkan pada pengukuran CRP di 62 negara yang tersebar di lima benua, mencakup 76% populasi dunia dam melibatkan lebih dari 42.800 merek pilihan konsumen.
Hingga sekarang Indomie telah memperkenalkan banyak rasa baru untuk mi instan varian goreng dan kuahnya, meliputi soto, kari ayam, ayam bawang, sampai rendang. Ada juga seri Hype Abis dengan varian pedas hingga Premium Collection yang menawarkan aneka rasa hidangan internasional.
Mengutip laman resmi Indofood, ada sekitar 30 pabrik Indomie yang kini tersebar di Indonesia, Malaysia, Afrika, Timur Tengah, hingga Eropa Tenggara. Dari seluruh pabriknya, total kapasitas produksi mi instan Indomie per tahun mencapai 34 miliar bungkus.
Bisnis.com, JAKARTA - New Jeans menjalani babak baru dalam dugaan kasus perundungan yang diungkapkan mereka di tempat kerja.
Saat ini, Hanni, salah satu member New Jeans, tengah menjalani kesaksian di pengadilan terkait dugaan perundungan yang dialami oleh grupnya di kantor HYBE.
Di pengadilan, ia mengaku tidak mendapat "respect" dari para petinggi dan staff lain. Adapun kesaksiannya di pengadilan ini bermula dari pengakuan New Jeans saat melakukan live streaming Youtubg beberapa waktu lalu.
Hanni yang berstatus saksi menceritakan kejadian perundungan yang bermula dari keluarnya mentor mereka, Min Hee-Jin.
Min Hee-Jin dulunya adalah seseorang yang mendirikan Ador (label rekaman New Jeans) pada 2021.
Perundungan tersebut juga diduga terjadi lantaran New Jeans hendak dibawa oleh Min Hee-Jin di label barunya.
New Jeans juga tak bisa meninggalkan HYBE lantaran adanya perjanjian kontrak kerja yang mengharuskan mereka untuk tetap bersama perusahaan hingga 2029.
Awal mula perundungan
Semenjak ditinggalkan Min Hee-Jin, New Jeans mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Hanni bahkan mengatakan bahwa mereka "sengaja diabaikan" oleh para staff.
"Di lantai empat gedung HYBE menjadi tempat di mana kami melakukan perawatan rambut dan makeup, jadi banyak artis dan staf lain yang berada di sana. Suatu hari, saya menunggu sendirian di lorong, dan [grup HYBE lainnya] lewat,"
"Kami saling menyapa tetapi ketika mereka keluar lagi beberapa saat kemudian, saya mendengar salah satu manajer mereka mengatakan 'Abaikan saja dia' tepat di depan saya," kata Hanni dikutip dari BBC, Kamis.
Bahkan kejadian tersebut kerap berulang, di mana ia juga diabaikan oleh para petinggi HYBE.
Menurutnya, pengabaian terhadap dirinya itu dilakukan berulang dan menjadi pola yang lebih luas yang membuat dia dan teman-temannya merasa tidak dihargai.
Dia merinci contoh tambahan di mana eksekutif senior HYBE gagal untuk mengakuinya.
“Sejak debutku, kami sering bertemu dengan seseorang dengan posisi tinggi, tapi mereka tidak pernah menyapaku saat aku menyapa mereka. Saya memahami dari tinggal di Korea bahwa saya harus bersikap sopan kepada orang yang lebih tua dan itu adalah bagian dari budaya – tapi menurut saya tidak sopan sebagai manusia jika tidak menyapa kami, terlepas dari status profesional kami. Ada perasaan [tidak hormat] tertentu yang saya rasakan di dalam perusahaan.” kata Hanni sembari menangis.
Kata CEO ADOR
CEO ADOR saat ini, Ju Young Kim (yang menggantikan Min Hee-jin) mengatakan bahwa dia telah berusaha keras untuk mendengarkan artisnya.
“Saya yakin saya telah melakukan semua yang saya bisa. Tetapi melihat Hanni merasa seperti ini dan situasinya meningkat hingga saat ini, saya bertanya-tanya apakah masih ada lagi yang bisa saya lakukan," katanya.
Di sisi lain, Hanni mengungkapkan bahwa tindakan bullying tersebut dinilai angin lalu karena tak ada bukti.
Hanni kemudian mengatakan bahwa ia berharap tidak ada kasus serupa yang akan dialami oleh trainee yang lain.
“Saya tahu hal ini tidak akan menyelesaikan semua masalah di dunia, namun jika kita menghormati satu sama lain, setidaknya tidak akan ada masalah dengan penindasan dan pelecehan di tempat kerja," katanya, menurut laporan Reuters.
Bisnis.com, JAKARTA - Hanni, salah satu member New Jeans, menjadi sorotan karena menjadi saksi di kasus dugaan bullying di kantor HYBE.
Hanni Phạm lahir pada 6 Oktober 2004 di Melbourne, Australia. Ia merupakan keturunan dari orangtua Vietnam yang bermigrasi ke Australia.
Sebelum berhasil debut menjadi artis K-pop, ia mengawali kariernya dengan mengikuti audisi "The Voice Kids Australia".
Kemudian dirinya ikut audisi yang digelar oleh Big Hit Entertainment, atau yang sekarang berubah nama menjadi HYBE Labels.
Hanni mendaftar di "Plus Global Audition" pada Oktober 2019. Ia pun masuk menjadi trainee di label Source Music.
Kurang lebih 2 tahun, ia akhirnya menjalani debut resminya pada Juli 2022 dengan empat kawan lainnya di bawah grup New Jeans yang dinaungi oleh ADOR, anak perusahaan dari HYBE Labels.
Baru-baru ini, Hanni datang menjadi saksi di hadapan anggta Komite Buruh Majelis Nasional Korea Selatan.
Ia mengungkapkan kronologi perundungan yang menimpa dirinya dan anggota New Jeans oleh CEO ADOR.
Kronologi Bullying di HYBE
Di pengadilan, Hanni menceritakan kejadian perundungan yang bermula dari keluarnya mentor mereka, Min Hee-Jin.
Min Hee-Jin dulunya adalah seseorang yang mendirikan Ador (label rekaman New Jeans) pada 2021.
Semenjak ditinggalkan Min Hee-Jin, New Jeans mendapat perlakuan yag tidak menyenangkan. Hanni bahkan mengatakan bahwa mereka "sengaja diabaikan" oleh para staff.
"Di lantai empat gedung HYBE menjadi tempat di mana kami melakukan perawatan rambut dan makeup, jadi banyak artis dan staf lain yang berada di sana. Suatu hari, saya menunggu sendirian di lorong, dan [grup HYBE lainnya] lewat,"
"Kami saling menyapa tetapi ketika mereka keluar lagi beberapa saat kemudian, saya mendengar salah satu manajer mereka mengatakan 'Abaikan saja dia' tepat di depan saya," kata Hanni dikutip dari BBC, Kamis.
Bahkan kejadian tersebut kerap berulang, di mana ia juga diabaikan oleh para petinggi HYBE.
Perundungan tersebut juga diduga terjadi lantaran New Jeans hendak dibawa oleh Min Hee-Jin di label barunya.
Jakarta: Hanni NewJeans telah mengonfirmasi di platform penggemar bahwa dirinya akan beri kesaksian di hadapan Majelis Nasional, terkait tudingan mengenai penindasan di industri K-pop.
Personel dari NewJeans itu, akan menjadi salah satu dari 35 orang yang diminta hadir untuk bersaksi pada 15 Oktober mendatang. Hanni dikabarkan memiliki inisiatif sendiri untuk hadir dalam persidangan. Walaupun dirinya tidak diwajibkan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
"Saya sudah memutuskan! Saya akan pergi ke Majelis Nasional! Untuk sidang Majelis Nasional! Saya akan pergi sendiri," tulis Hanni di platform komunitas penggemar Phoning, yang dilansir dari Korea JoongAng Daily. "Jangan khawatir. Saya melakukan ini untuk diri saya sendiri, para anggota saya, dan untuk Bunnies (penggemar NewJeans). Saya memutuskan pergi untuk Bunnies. Saya tidak takut. Saya ingin pergi," sambungnya.
Dalam pesan tersebut, penyanyi keturunan Vietnam dan Australia itu mengungkapkan bahwa dirinya telah berpikir panjang dan keras untuk memutuskan hadir dalam Audit Nasional.
"Saya tidak yakin tentang hasilnya, tetapi saya yakin pengalaman ini akan menjadi kesempatan belajar yang berharga," ungkap Hanni.
Sebelumnya, pada 11 September lalu, NewJeans sempat menggelar siaran langsung untuk menyuarakan dukungan untuk mantan CEO ADOR Min Hee-Jin di tengah perseteruan dengan HYBE.
Pada siaran langsung itu, Hanni menuduh manajer grup dari HYBE telah menyuruh mereka untuk 'mengabaikan-nya' saat mereka berpapasan di kantor pusat perusahaan.
Menanggapi hal itu, anak perusahaan HYBE, Belift lab mengeluarkan bantahan keras bahwa mereka tidak pernah melontarkan pernyataan untuk mengabaikan anggota NewJeans.
"Anggota tim protokol (manajer) ILLIT tidak pernah melontarkan pernyataan 'abaikan dia' terhadap anggota NewJeans mana pun, dan anggota ILLIT tidak pernah melewati anggota NewJeans tanpa menyapa mereka. Fakta-fakta ini dikonfirmasi melalui peninjauan rekaman CCTV dan penyelidikan terhadap anggota tim protokol dan artis, yang dilakukan atas permintaan Belift Lab pada tanggal 13 Juni, menyusul kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua Newjeans," tulis pihak Belift lab.