JAKARTA, iNews.id - Tata cara sholat jamak takhir menjadi panduan yang patut diketahui setiap Muslim. Sebagai seorang Muslim, mengerjakan sholat fardhu lima waktu adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan, meski dalam kondisi apa pun termasuk perjalanan jauh.
Shalat jamak artinya meringkas atau mengumpulkan dua waktu sholat sekaligus dalam satu waktu. Misalnya, mengerjakan sholat dzuhur dan ashar atau maghrib dan isya secara bersamaan.
Hal ini biasanya dapat dilakukan ketika seseorang sedang dalam perjalanan jauh atau safari. Sedangkan, sholat subuh secara mutlak tidak bisa dijamak. Allah SWT berfirman:
وَاِذَا ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلٰوةِۙ اِنْ خِفْتُمْ اَنْ يَّفْتِنَكُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ اِنَّ الْكٰفِرِيْنَ كَانُوْا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِيْنًا
Artinya: "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh yang nyata bagimu". (QS. An Nisa: 101).
Dilansir iNews.id dari buku Risalah tuntunan Shalat lengkap karya Drs. Moh. Rifa'i, Senin (22/5/2023), sholat jamak pada dasarnya terbagi menjadi dua macam ,yakni jamak taqdim dan jamak takhir.
Jamak taqdim artinya adalah mengerjakan shalat di waktu yang pertama. Semisal menjamak shalat dzuhur dengan ashar, maka kedua shalat tersebut dikerjakan pada waktu sholat dzuhur. Sedangkan jamak ta'khir yakni mengerjakan shalat di waktu yang kedua.
Misalnya, menjamak sholat maghrib dengan isya’, maka kedua sholat tersebut dilaksanakan pada waktunya sholat isya’. Lantas, bagaimana cara mengerjakan sholat jamak takhir?
Sebelum mengetahui caranya, ada beberapa syarat dan bacaan niat yang perlu diketahui. Berikut adalah ulasanya.
1. Niat yang benar dan sesuai waktu pelaksanaannya.
2. Bersegara.
3. Masih berstatus dalam perjalanan jauh dan belum sampai ke tujuan.
Niat dan Tata Cara Sholat Jamak Takhir (Dzuhur dan Ashar)
1. Membaca niat sholat jamak takhir dzuhur.
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع العَصْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى
"Ushalli fardhazh zhuhri arba'a raka'atin majmuu'an ma'al ashri adaa-an lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku sengaja shalat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama' dengan Ashar, fardu karena Allah Ta'ala."
2. Takbiratul ihram.
3. Melaksanakan sholat dzuhur 4 rakaat seperti biasa.
4. Setelah itu, langsung melanjutkan dengan menunaikan sholat ashar 4 rakaat dengan membaca niat sholat Ashar tanpa ada pemisah atau melakukan sholat sunnah.
أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع الظُّهْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى
"Ushollii fardhol 'ashri arba'a raka'atin majmuu'an ma'az zuhri adaa-an lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku sengaja sholat fardu ashar 4 rakaat yang dijama' dengan dzuhur, fardu karena Allah Ta'aala"
1. Membaca niat sholat jamak takhir maghrib.
اُصَلِى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ العِشَاءِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى
"Ushollii fardhol maghribi thalaatha raka'atin majmuu'an ma'al 'isyaa'i Jam'a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku sengaja sholat fardhu maghrib 3 rakaat yang dijama' dengan isya, dengan jama' takhir, fardu karena Allah Ta'ala."
2. Takbiratul ihram.
3. Melaksanakan sholat magrib 3 rakaat seperti biasa.
4. Setelah itu, langsung melanjutkan dengan menunaikan sholat isya 4 rakaat dengan membaca niat sholat isya tanpa ada pemisah atau melakukan sholat sunnah.
اُصَلّى فَرْضَ العِسَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ المَغْرِبِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى
Bacaan latin: Ushollii fardhol 'isya'i arba'a raka'atin majmuu'an ma'al magribi Jam'a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat isya' empat rakaat yang dijama' dengan maghrib, dengan jama' takhir, fardhu karena Allah Ta'ala."
Itulah tata cara sholat jamak takhir dzuhur dan ashar serta mangrib dan isya. Perlu diingat bahwa sholat jamak tidak asal-asalan dilakukan di semua perjalanan. Sholat ini boleh hanya jika dalam perjalanan jauh, melewati batas tinggal, mendesak, dan tidak untuk maksiat. Ulama sepakat bahwa jarak minimal sepanjang 4 burud yang sama dengan 88,704 kilometer. Wallahualam bisawab
Editor: Komaruddin Bagja