#30 tag 24jam
Mengenal Omnichannel, Cara Belanja Terintegrasi nan Seamless di Platform Online ataupun Offline
Omnichannel adalah sistem yang mengintegrasikan berbagai kanal pemasaran dan penjualan, termasuk online dan offline, ke dalam satu platform. [1,306] url asal
#belanja-online #toko #blibli #omnichannel-blibli #omnichannel
(Kompas.com) 06/08/24 07:57
v/13482180/
KOMPAS.com - Sebelum tidur, Andi menyempatkan diri sejenak untuk bersantai sambil membuka media sosial miliknya.
Tanpa sengaja, ia melihat iklan smartphone yang menarik perhatiannya. Smartphone tersebut terlihat sangat canggih dan cocok dengan kebutuhannya.
Kebetulan, smartphone yang dipakai Andi saat ini sudah cukup lama ia pakai sehingga kinerja perangkat tersebut sudah mulai lambat dalam menjalankan beberapa aplikasi.
Karena tertarik, Andi pun langsung mengeklik iklan tersebut. Kemudian, ia diarahkan ke situs e-commerce yang menjual smartphone tersebut.
Maksud hati bersantai sejenak, Andi malah tenggelam dalam pencarian smartphone impiannya di e-commerce tersebut.
Setelah cukup lama berselancar, Andi akhirnya menemukan smartphone incarannya. Ia pun langsung memutuskan untuk membeli smartphone tersebut.
Namun, alih-alih untuk mengirimkan belanjaannya ke rumah, Andi lebih memilih untuk mengambil produk yang dibelinya itu secara langsung di toko. Kebetulan, toko itu juga menyediakan opsi “Ambil di Toko”.
Seperti diketahui, smartphone merupakan barang yang relatif mahal. Oleh karena itu, ia lebih memilih toko yang menyediakan jasa pengambilan langsung di gerai ketimbang mengirimkannya.
Dengan mengecek dan mengambil langsung di toko, ia dapat memastikan smartphone incarannya sesuai spesifikasi dan “sampai” di tangannya dengan selamat, tanpa risiko rusak atau hilang saat proses pengiriman.
Setelah memastikan ketersediaan stok dan lokasi toko, Andi pun membayar belanjaannya, lalu memilih lokasi toko dan jadwal pengambilan barang.
Jadwal pengambilan barang tiba. Andi bergegas menuju lokasi toko yang dipilih untuk “menjemput” smartphone impiannya.
Setibanya di sana, Andi disambut ramah oleh staf yang bertugas. Ia pun menunjukkan bukti pembayaran kepada staf tersebut sebelum dipersilakan menanti di salah satu kursi yang tersedia di toko.
Tak lama, staf tersebut keluar dari ruang penyimpanan dan mengantarkan smartphone Andi langsung ke tangan pemilik barunya.
Cerita di atas adalah salah satu contoh pengalaman berbelanja melalui platform omnichannel yang belakangan ini mulai populer di tengah masyarakat Indonesia.
Untuk diketahui, omnichannel adalah sebuah sistem yang mengintegrasikan berbagai kanal pemasaran dan penjualan, termasuk online dan offline, ke dalam satu platform.
Pada sistem tersebut, semua saluran, baik itu online maupun offline, dirancang saling terhubung demi memberikan kemudahan dan pengalaman belanja yang seamless bagi setiap konsumen.
Konsumen dapat memulai pencarian produk di satu saluran dan melanjutkannya di saluran lain tanpa kehilangan informasi atau kemudahan akses.
Perbedaan omnichannel dan multichannel
Meski tampak serupa, sistem omnichannel dan multichannel memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama dari pengalaman belanja.
Seperti kisah di atas, toko tempat Andi berbelanja menerapkan sistem omnichannel yang mengintegrasikan seluruh titik interaksi pelanggan, mulai dari saluran komunikasi hingga stok produk, baik di e-commerce maupun seluruh toko fisiknya. Dengan begitu, Andi dapat merasakan pengalaman belanja yang mulus dan tak terputus.
Sementara, sistem multichannel juga umumnya memanfaatkan platform online dan offline untuk promosi dan penjualan. Namun, kedua platform tersebut tidak saling terintegrasi.
Hal itu sering kali menghambat calon pembeli. Sebab, pada beberapa kasus, produk yang ada dalam katalog online kerap disebutkan tidak tersedia, tapi masih tersedia secara offline di gerai.
Dari contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa perbedaan mendasar dan keunggulan antara sistem omnichannel dengan multichannel adalah pengalaman belanja yang terhubung lebih seamless di saluran pilihan mereka baik luring maupun daring.
Jawab kebutuhan masyarakat
Dalam laporan bertajuk “Survey Indonesian Consumer Sentiment During The Coronavirus Crisis” yang dirilis biro konsultansi manajemen global asal Amerika, McKinsey and Company, jumlah konsumen yang berbelanja online di Indonesia pada masa awal pandemi Covid-19, tepatnya pada September 2020 hanya berada di angka 20 persen.
Namun, jumlah tersebut mampu mengalami peningkatan drastis hanya dalam waktu 2 tahun, yakni mencapai 56 persen pada September 2022.
Dari total responden yang beralih ke belanja online, sebagian besar (diambil dari angka responden 70 hingga 80 persen) mengaku mulai memodifikasi cara belanja mereka saat berada di luar rumah.
Sekitar 60 persen dari konsumen tersebut pasca Covid-19 beralih dan mengubah cara mereka berbelanja di luar rumah, salah satunya dengan menggunakan omnichannel.
Merespons kebutuhan tersebut, entitas bisnis e-commerce dan ritel pun mulai menerapkan strategi omnichannel sebagai bentuk adaptasi. Strategi ini juga dinilai menguntungkan karena punya berbagai manfaat.
Dilansir dari laman Forbes.com, selain dapat berbelanja dari mana saja dan kapan saja, penerapan strategi omnichannel juga memungkinkan pelaku usaha untuk mengumpulkan data pelanggan dari berbagai saluran.
Dengan memahami preferensi dan perilaku pelanggan lewat data yang didapat, pelaku usaha bisa menyesuaikan pesan dan penawarannya untuk setiap pelanggan. Alhasil, perusahaan dapat membantu meningkatkan retensi yang berpengaruh pada return of investment (ROI).
Untuk diketahui, pelaku usaha dengan strategi omnichannel yang kuat memiliki tingkat retensi pelanggan sebesar 89 persen. Angka ini jauh melampaui pencapaian pelaku usaha yang tidak menggunakan strategi tersebut, yaitu hanya 33 persen.
Selain manfaat itu, omnichannel juga disebutkan dapat membuat pelanggan dapat berinteraksi dengan merek dari perusahaan melalui saluran pilihan mereka sehingga proses interaksi menjadi lebih mudah.
Kehadiran omnichannel juga mampu menyediakan pengalaman yang lancar dan personal. Ini lantaran pelaku usaha dapat membantu merek yang diusung lebih menonjol dari pesaing, menarik basis pelanggan yang lebih besar, dan menumbuhkan loyalitas pelanggan.
Oleh karena itu, tak heran jika penerapan strategi omnichannel kini kian diminati, baik oleh pelaku usaha maupun konsumen, lantaran menawarkan berbagai manfaat yang besar.
Solusi omnichannel Blibli
Di Indonesia, strategi omnichannel saat ini juga mulai diterapkan oleh banyak pihak. Salah satunya, oleh platform e-commerce Blibli.
Strategi tersebut diturunkan melalui tiga layanan utama. Pertama, Blibli Instore. Ini merupakan fitur omnichannel Blibli yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk berbelanja di toko offline dengan keuntungan belanja online.
Blibli Instore merupakan fitur omnichannel Blibli yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk berbelanja di toko offline dengan keuntungan belanja online.
Hal tersebut berbeda dengan pengalaman belanja yang dilakukan pada platform Blibli yang mana pelanggan dapat memesan produk dan membayar secara online serta menunggu pesanan dikirimkan ke alamat tujuan.
Melalui Blibli Instore, pelanggan dapat datang ke toko pilihan untuk melihat produk, mengecek kualitas produk secara langsung, dan melakukan negosiasi harga layaknya berbelanja di toko pada umumnya.
Saat melakukan pembayaran, pelanggan bisa menggunakan Blibli Instore sebagai payment gateway untuk memanfaatkan solusi bebas biaya cicilan 0 persen hingga 24 bulan dari berbagai penerbit kartu kredit yang bekerja sama dengan Blibli.
Selain kartu kredit, keuntungan cicilan 0 persen juga bisa didapatkan bagi pelanggan yang membayar melalui metode buy now pay later (BNPL) seperti Blibli Tiket PayLater.
Kedua, fitur belanja Blibli Click & Collect. Pada fitur ini, pelanggan dapat memanfaatkan journey belanja dari platform online lalu berakhir di offline.
Pelanggan juga dapat merasakan kemudahan belanja online di website atau aplikasi Blibli (Click) tanpa perlu menunggu kurir mengantarkan pesanan ke alamat tujuan. Sebab, pelanggan bisa langsung mengambil pesanan sendiri dengan mengunjungi toko pilihan (Collect).
Pelanggan pun bisa menentukan sendiri waktu dan lokasi pengambilan pesanan sesuai ketersediaan toko dan pilihan.
Dengan menggunakan fitur Click & Collect, mitra penjual (seller partner) akan mendapatkan tambahan traffic ke toko mereka saat pelanggan melakukan pengambilan barang. Hal ini pun berpotensi untuk membantu mitra dalam meningkatkan penjualan (cross-sell & up-sell).
Selain itu, mitra penjual tidak perlu melakukan konfirmasi pesanan karena semuanya otomatis dikonfirmasi setelah pelanggan menyelesaikan pembayaran. Seluruh program online Blibli pun berlaku di fitur Click & Collect.
Ketiga,Blibli Tiket Rewards. Program loyalitas dalam ekosistem Blibli Tiket ini membuat pelanggan memperoleh poin belanja untuk setiap transaksi di Blibli Tiket Group seperti Blibli dan tiket.com.
Konsumen juga dapat berbelanja di toko-toko fisik, seperti gerai supermarket premium Ranch Market dan Farmers Market, serta toko elektronik, seperti Hello Store (toko ritel Apple resmi/Apple Authorised Reseller), Samsung Store, dan Blibli Store (toko multibrand elektronik konsumen).
Melalui program itu, pelanggan yang terdaftar sebagai anggota dapat mengumpulkan Blibli Tiket Points dan merasakan berbagai manfaat eksklusif dari berbagai tingkatan yang ada.
Dengan berbagai layanan omnichannel tersebut, Blibli tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga pengalaman berbelanja yang lebih praktis dan memuaskan bagi konsumen.
Bagi Anda yang ingin merasakan kemudahan dan kenyamanan berbelanja di era digital ini, omnichannel dari Blibli adalah pilihan yang tepat.
Tunggu apa lagi? Segera nikmati pengalaman belanja yang praktis dan menyenangkan. Jangan lupa manfaatkan juga berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh Blibli.
Untuk informasi lengkap terkait Blibli Instore dan Tiket Rewards, silakan klik tautan berikut. Sementara, informasi terkait Blibli Click & Collect dapat dilihat di sini.
Mengenal Omnichannel, Cara Belanja Terintegrasi nan Seamless di Platform Online ataupun Offline Halaman all
Omnichannel adalah sistem yang mengintegrasikan berbagai kanal pemasaran dan penjualan, termasuk online dan offline, ke dalam satu platform. Halaman all [1,306] url asal
#belanja-online #toko #blibli #omnichannel-blibli #omnichannel
(Kompas.com) 06/08/24 07:57
v/13482176/
KOMPAS.com - Sebelum tidur, Andi menyempatkan diri sejenak untuk bersantai sambil membuka media sosial miliknya.
Tanpa sengaja, ia melihat iklan smartphone yang menarik perhatiannya. Smartphone tersebut terlihat sangat canggih dan cocok dengan kebutuhannya.
Kebetulan, smartphone yang dipakai Andi saat ini sudah cukup lama ia pakai sehingga kinerja perangkat tersebut sudah mulai lambat dalam menjalankan beberapa aplikasi.
Karena tertarik, Andi pun langsung mengeklik iklan tersebut. Kemudian, ia diarahkan ke situs e-commerce yang menjual smartphone tersebut.
Maksud hati bersantai sejenak, Andi malah tenggelam dalam pencarian smartphone impiannya di e-commerce tersebut.
Setelah cukup lama berselancar, Andi akhirnya menemukan smartphone incarannya. Ia pun langsung memutuskan untuk membeli smartphone tersebut.
Namun, alih-alih untuk mengirimkan belanjaannya ke rumah, Andi lebih memilih untuk mengambil produk yang dibelinya itu secara langsung di toko. Kebetulan, toko itu juga menyediakan opsi “Ambil di Toko”.
Seperti diketahui, smartphone merupakan barang yang relatif mahal. Oleh karena itu, ia lebih memilih toko yang menyediakan jasa pengambilan langsung di gerai ketimbang mengirimkannya.
Dengan mengecek dan mengambil langsung di toko, ia dapat memastikan smartphone incarannya sesuai spesifikasi dan “sampai” di tangannya dengan selamat, tanpa risiko rusak atau hilang saat proses pengiriman.
Setelah memastikan ketersediaan stok dan lokasi toko, Andi pun membayar belanjaannya, lalu memilih lokasi toko dan jadwal pengambilan barang.
Jadwal pengambilan barang tiba. Andi bergegas menuju lokasi toko yang dipilih untuk “menjemput” smartphone impiannya.
Setibanya di sana, Andi disambut ramah oleh staf yang bertugas. Ia pun menunjukkan bukti pembayaran kepada staf tersebut sebelum dipersilakan menanti di salah satu kursi yang tersedia di toko.
Tak lama, staf tersebut keluar dari ruang penyimpanan dan mengantarkan smartphone Andi langsung ke tangan pemilik barunya.
Cerita di atas adalah salah satu contoh pengalaman berbelanja melalui platform omnichannel yang belakangan ini mulai populer di tengah masyarakat Indonesia.
Untuk diketahui, omnichannel adalah sebuah sistem yang mengintegrasikan berbagai kanal pemasaran dan penjualan, termasuk online dan offline, ke dalam satu platform.
Pada sistem tersebut, semua saluran, baik itu online maupun offline, dirancang saling terhubung demi memberikan kemudahan dan pengalaman belanja yang seamless bagi setiap konsumen.
Konsumen dapat memulai pencarian produk di satu saluran dan melanjutkannya di saluran lain tanpa kehilangan informasi atau kemudahan akses.
Perbedaan omnichannel dan multichannel
Meski tampak serupa, sistem omnichannel dan multichannel memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama dari pengalaman belanja.
Seperti kisah di atas, toko tempat Andi berbelanja menerapkan sistem omnichannel yang mengintegrasikan seluruh titik interaksi pelanggan, mulai dari saluran komunikasi hingga stok produk, baik di e-commerce maupun seluruh toko fisiknya. Dengan begitu, Andi dapat merasakan pengalaman belanja yang mulus dan tak terputus.
Sementara, sistem multichannel juga umumnya memanfaatkan platform online dan offline untuk promosi dan penjualan. Namun, kedua platform tersebut tidak saling terintegrasi.
Hal itu sering kali menghambat calon pembeli. Sebab, pada beberapa kasus, produk yang ada dalam katalog online kerap disebutkan tidak tersedia, tapi masih tersedia secara offline di gerai.
Dari contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa perbedaan mendasar dan keunggulan antara sistem omnichannel dengan multichannel adalah pengalaman belanja yang terhubung lebih seamless di saluran pilihan mereka baik luring maupun daring.
Jawab kebutuhan masyarakat
Dalam laporan bertajuk “Survey Indonesian Consumer Sentiment During The Coronavirus Crisis” yang dirilis biro konsultansi manajemen global asal Amerika, McKinsey and Company, jumlah konsumen yang berbelanja online di Indonesia pada masa awal pandemi Covid-19, tepatnya pada September 2020 hanya berada di angka 20 persen.
Namun, jumlah tersebut mampu mengalami peningkatan drastis hanya dalam waktu 2 tahun, yakni mencapai 56 persen pada September 2022.
Dari total responden yang beralih ke belanja online, sebagian besar (diambil dari angka responden 70 hingga 80 persen) mengaku mulai memodifikasi cara belanja mereka saat berada di luar rumah.
Sekitar 60 persen dari konsumen tersebut pasca Covid-19 beralih dan mengubah cara mereka berbelanja di luar rumah, salah satunya dengan menggunakan omnichannel.
Merespons kebutuhan tersebut, entitas bisnis e-commerce dan ritel pun mulai menerapkan strategi omnichannel sebagai bentuk adaptasi. Strategi ini juga dinilai menguntungkan karena punya berbagai manfaat.
Dilansir dari laman Forbes.com, selain dapat berbelanja dari mana saja dan kapan saja, penerapan strategi omnichannel juga memungkinkan pelaku usaha untuk mengumpulkan data pelanggan dari berbagai saluran.
Dengan memahami preferensi dan perilaku pelanggan lewat data yang didapat, pelaku usaha bisa menyesuaikan pesan dan penawarannya untuk setiap pelanggan. Alhasil, perusahaan dapat membantu meningkatkan retensi yang berpengaruh pada return of investment (ROI).
Untuk diketahui, pelaku usaha dengan strategi omnichannel yang kuat memiliki tingkat retensi pelanggan sebesar 89 persen. Angka ini jauh melampaui pencapaian pelaku usaha yang tidak menggunakan strategi tersebut, yaitu hanya 33 persen.
Selain manfaat itu, omnichannel juga disebutkan dapat membuat pelanggan dapat berinteraksi dengan merek dari perusahaan melalui saluran pilihan mereka sehingga proses interaksi menjadi lebih mudah.
Kehadiran omnichannel juga mampu menyediakan pengalaman yang lancar dan personal. Ini lantaran pelaku usaha dapat membantu merek yang diusung lebih menonjol dari pesaing, menarik basis pelanggan yang lebih besar, dan menumbuhkan loyalitas pelanggan.
Oleh karena itu, tak heran jika penerapan strategi omnichannel kini kian diminati, baik oleh pelaku usaha maupun konsumen, lantaran menawarkan berbagai manfaat yang besar.
Solusi omnichannel Blibli
Di Indonesia, strategi omnichannel saat ini juga mulai diterapkan oleh banyak pihak. Salah satunya, oleh platform e-commerce Blibli.
Strategi tersebut diturunkan melalui tiga layanan utama. Pertama, Blibli Instore. Ini merupakan fitur omnichannel Blibli yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk berbelanja di toko offline dengan keuntungan belanja online.
Blibli Instore merupakan fitur omnichannel Blibli yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk berbelanja di toko offline dengan keuntungan belanja online.
Hal tersebut berbeda dengan pengalaman belanja yang dilakukan pada platform Blibli yang mana pelanggan dapat memesan produk dan membayar secara online serta menunggu pesanan dikirimkan ke alamat tujuan.
Melalui Blibli Instore, pelanggan dapat datang ke toko pilihan untuk melihat produk, mengecek kualitas produk secara langsung, dan melakukan negosiasi harga layaknya berbelanja di toko pada umumnya.
Saat melakukan pembayaran, pelanggan bisa menggunakan Blibli Instore sebagai payment gateway untuk memanfaatkan solusi bebas biaya cicilan 0 persen hingga 24 bulan dari berbagai penerbit kartu kredit yang bekerja sama dengan Blibli.
Selain kartu kredit, keuntungan cicilan 0 persen juga bisa didapatkan bagi pelanggan yang membayar melalui metode buy now pay later (BNPL) seperti Blibli Tiket PayLater.
Kedua, fitur belanja Blibli Click & Collect. Pada fitur ini, pelanggan dapat memanfaatkan journey belanja dari platform online lalu berakhir di offline.
Pelanggan juga dapat merasakan kemudahan belanja online di website atau aplikasi Blibli (Click) tanpa perlu menunggu kurir mengantarkan pesanan ke alamat tujuan. Sebab, pelanggan bisa langsung mengambil pesanan sendiri dengan mengunjungi toko pilihan (Collect).
Pelanggan pun bisa menentukan sendiri waktu dan lokasi pengambilan pesanan sesuai ketersediaan toko dan pilihan.
Dengan menggunakan fitur Click & Collect, mitra penjual (seller partner) akan mendapatkan tambahan traffic ke toko mereka saat pelanggan melakukan pengambilan barang. Hal ini pun berpotensi untuk membantu mitra dalam meningkatkan penjualan (cross-sell & up-sell).
Selain itu, mitra penjual tidak perlu melakukan konfirmasi pesanan karena semuanya otomatis dikonfirmasi setelah pelanggan menyelesaikan pembayaran. Seluruh program online Blibli pun berlaku di fitur Click & Collect.
Ketiga,Blibli Tiket Rewards. Program loyalitas dalam ekosistem Blibli Tiket ini membuat pelanggan memperoleh poin belanja untuk setiap transaksi di Blibli Tiket Group seperti Blibli dan tiket.com.
Konsumen juga dapat berbelanja di toko-toko fisik, seperti gerai supermarket premium Ranch Market dan Farmers Market, serta toko elektronik, seperti Hello Store (toko ritel Apple resmi/Apple Authorised Reseller), Samsung Store, dan Blibli Store (toko multibrand elektronik konsumen).
Melalui program itu, pelanggan yang terdaftar sebagai anggota dapat mengumpulkan Blibli Tiket Points dan merasakan berbagai manfaat eksklusif dari berbagai tingkatan yang ada.
Dengan berbagai layanan omnichannel tersebut, Blibli tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga pengalaman berbelanja yang lebih praktis dan memuaskan bagi konsumen.
Bagi Anda yang ingin merasakan kemudahan dan kenyamanan berbelanja di era digital ini, omnichannel dari Blibli adalah pilihan yang tepat.
Tunggu apa lagi? Segera nikmati pengalaman belanja yang praktis dan menyenangkan. Jangan lupa manfaatkan juga berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh Blibli.
Untuk informasi lengkap terkait Blibli Instore dan Tiket Rewards, silakan klik tautan berikut. Sementara, informasi terkait Blibli Click & Collect dapat dilihat di sini.
Mengenal Omnichannel, Cara Belanja Terintegrasi nan Seamless di Platform Online ataupun Offline
Omnichannel adalah sistem yang mengintegrasikan berbagai kanal pemasaran dan penjualan, termasuk online dan offline, ke dalam satu platform. Halaman all [1,306] url asal
#belanja-online #toko #blibli #omnichannel-blibli #omnichannel
(Kompas.com - Money) 06/08/24 07:57
v/13481379/
KOMPAS.com - Sebelum tidur, Andi menyempatkan diri sejenak untuk bersantai sambil membuka media sosial miliknya.
Tanpa sengaja, ia melihat iklan smartphone yang menarik perhatiannya. Smartphone tersebut terlihat sangat canggih dan cocok dengan kebutuhannya.
Kebetulan, smartphone yang dipakai Andi saat ini sudah cukup lama ia pakai sehingga kinerja perangkat tersebut sudah mulai lambat dalam menjalankan beberapa aplikasi.
Karena tertarik, Andi pun langsung mengeklik iklan tersebut. Kemudian, ia diarahkan ke situs e-commerce yang menjual smartphone tersebut.
Maksud hati bersantai sejenak, Andi malah tenggelam dalam pencarian smartphone impiannya di e-commerce tersebut.
Setelah cukup lama berselancar, Andi akhirnya menemukan smartphone incarannya. Ia pun langsung memutuskan untuk membeli smartphone tersebut.
Namun, alih-alih untuk mengirimkan belanjaannya ke rumah, Andi lebih memilih untuk mengambil produk yang dibelinya itu secara langsung di toko. Kebetulan, toko itu juga menyediakan opsi “Ambil di Toko”.
Seperti diketahui, smartphone merupakan barang yang relatif mahal. Oleh karena itu, ia lebih memilih toko yang menyediakan jasa pengambilan langsung di gerai ketimbang mengirimkannya.
Dengan mengecek dan mengambil langsung di toko, ia dapat memastikan smartphone incarannya sesuai spesifikasi dan “sampai” di tangannya dengan selamat, tanpa risiko rusak atau hilang saat proses pengiriman.
Setelah memastikan ketersediaan stok dan lokasi toko, Andi pun membayar belanjaannya, lalu memilih lokasi toko dan jadwal pengambilan barang.
Jadwal pengambilan barang tiba. Andi bergegas menuju lokasi toko yang dipilih untuk “menjemput” smartphone impiannya.
Setibanya di sana, Andi disambut ramah oleh staf yang bertugas. Ia pun menunjukkan bukti pembayaran kepada staf tersebut sebelum dipersilakan menanti di salah satu kursi yang tersedia di toko.
Tak lama, staf tersebut keluar dari ruang penyimpanan dan mengantarkan smartphone Andi langsung ke tangan pemilik barunya.
Cerita di atas adalah salah satu contoh pengalaman berbelanja melalui platform omnichannel yang belakangan ini mulai populer di tengah masyarakat Indonesia.
Untuk diketahui, omnichannel adalah sebuah sistem yang mengintegrasikan berbagai kanal pemasaran dan penjualan, termasuk online dan offline, ke dalam satu platform.
Pada sistem tersebut, semua saluran, baik itu online maupun offline, dirancang saling terhubung demi memberikan kemudahan dan pengalaman belanja yang seamless bagi setiap konsumen.
Konsumen dapat memulai pencarian produk di satu saluran dan melanjutkannya di saluran lain tanpa kehilangan informasi atau kemudahan akses.
Perbedaan omnichannel dan multichannel
Meski tampak serupa, sistem omnichannel dan multichannel memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama dari pengalaman belanja.
Seperti kisah di atas, toko tempat Andi berbelanja menerapkan sistem omnichannel yang mengintegrasikan seluruh titik interaksi pelanggan, mulai dari saluran komunikasi hingga stok produk, baik di e-commerce maupun seluruh toko fisiknya. Dengan begitu, Andi dapat merasakan pengalaman belanja yang mulus dan tak terputus.
Sementara, sistem multichannel juga umumnya memanfaatkan platform online dan offline untuk promosi dan penjualan. Namun, kedua platform tersebut tidak saling terintegrasi.
Hal itu sering kali menghambat calon pembeli. Sebab, pada beberapa kasus, produk yang ada dalam katalog online kerap disebutkan tidak tersedia, tapi masih tersedia secara offline di gerai.
Dari contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa perbedaan mendasar dan keunggulan antara sistem omnichannel dengan multichannel adalah pengalaman belanja yang terhubung lebih seamless di saluran pilihan mereka baik luring maupun daring.
Jawab kebutuhan masyarakat
Dalam laporan bertajuk “Survey Indonesian Consumer Sentiment During The Coronavirus Crisis” yang dirilis biro konsultansi manajemen global asal Amerika, McKinsey and Company, jumlah konsumen yang berbelanja online di Indonesia pada masa awal pandemi Covid-19, tepatnya pada September 2020 hanya berada di angka 20 persen.
Namun, jumlah tersebut mampu mengalami peningkatan drastis hanya dalam waktu 2 tahun, yakni mencapai 56 persen pada September 2022.
Dari total responden yang beralih ke belanja online, sebagian besar (diambil dari angka responden 70 hingga 80 persen) mengaku mulai memodifikasi cara belanja mereka saat berada di luar rumah.
Sekitar 60 persen dari konsumen tersebut pasca Covid-19 beralih dan mengubah cara mereka berbelanja di luar rumah, salah satunya dengan menggunakan omnichannel.
Merespons kebutuhan tersebut, entitas bisnis e-commerce dan ritel pun mulai menerapkan strategi omnichannel sebagai bentuk adaptasi. Strategi ini juga dinilai menguntungkan karena punya berbagai manfaat.
Dilansir dari laman Forbes.com, selain dapat berbelanja dari mana saja dan kapan saja, penerapan strategi omnichannel juga memungkinkan pelaku usaha untuk mengumpulkan data pelanggan dari berbagai saluran.
Dengan memahami preferensi dan perilaku pelanggan lewat data yang didapat, pelaku usaha bisa menyesuaikan pesan dan penawarannya untuk setiap pelanggan. Alhasil, perusahaan dapat membantu meningkatkan retensi yang berpengaruh pada return of investment (ROI).
Untuk diketahui, pelaku usaha dengan strategi omnichannel yang kuat memiliki tingkat retensi pelanggan sebesar 89 persen. Angka ini jauh melampaui pencapaian pelaku usaha yang tidak menggunakan strategi tersebut, yaitu hanya 33 persen.
Selain manfaat itu, omnichannel juga disebutkan dapat membuat pelanggan dapat berinteraksi dengan merek dari perusahaan melalui saluran pilihan mereka sehingga proses interaksi menjadi lebih mudah.
Kehadiran omnichannel juga mampu menyediakan pengalaman yang lancar dan personal. Ini lantaran pelaku usaha dapat membantu merek yang diusung lebih menonjol dari pesaing, menarik basis pelanggan yang lebih besar, dan menumbuhkan loyalitas pelanggan.
Oleh karena itu, tak heran jika penerapan strategi omnichannel kini kian diminati, baik oleh pelaku usaha maupun konsumen, lantaran menawarkan berbagai manfaat yang besar.
Solusi omnichannel Blibli
Di Indonesia, strategi omnichannel saat ini juga mulai diterapkan oleh banyak pihak. Salah satunya, oleh platform e-commerce Blibli.
Strategi tersebut diturunkan melalui tiga layanan utama. Pertama, Blibli Instore. Ini merupakan fitur omnichannel Blibli yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk berbelanja di toko offline dengan keuntungan belanja online.
Blibli Instore merupakan fitur omnichannel Blibli yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk berbelanja di toko offline dengan keuntungan belanja online.
Hal tersebut berbeda dengan pengalaman belanja yang dilakukan pada platform Blibli yang mana pelanggan dapat memesan produk dan membayar secara online serta menunggu pesanan dikirimkan ke alamat tujuan.
Melalui Blibli Instore, pelanggan dapat datang ke toko pilihan untuk melihat produk, mengecek kualitas produk secara langsung, dan melakukan negosiasi harga layaknya berbelanja di toko pada umumnya.
Saat melakukan pembayaran, pelanggan bisa menggunakan Blibli Instore sebagai payment gateway untuk memanfaatkan solusi bebas biaya cicilan 0 persen hingga 24 bulan dari berbagai penerbit kartu kredit yang bekerja sama dengan Blibli.
Selain kartu kredit, keuntungan cicilan 0 persen juga bisa didapatkan bagi pelanggan yang membayar melalui metode buy now pay later (BNPL) seperti Blibli Tiket PayLater.
Kedua, fitur belanja Blibli Click & Collect. Pada fitur ini, pelanggan dapat memanfaatkan journey belanja dari platform online lalu berakhir di offline.
Pelanggan juga dapat merasakan kemudahan belanja online di website atau aplikasi Blibli (Click) tanpa perlu menunggu kurir mengantarkan pesanan ke alamat tujuan. Sebab, pelanggan bisa langsung mengambil pesanan sendiri dengan mengunjungi toko pilihan (Collect).
Pelanggan pun bisa menentukan sendiri waktu dan lokasi pengambilan pesanan sesuai ketersediaan toko dan pilihan.
Dengan menggunakan fitur Click & Collect, mitra penjual (seller partner) akan mendapatkan tambahan traffic ke toko mereka saat pelanggan melakukan pengambilan barang. Hal ini pun berpotensi untuk membantu mitra dalam meningkatkan penjualan (cross-sell & up-sell).
Selain itu, mitra penjual tidak perlu melakukan konfirmasi pesanan karena semuanya otomatis dikonfirmasi setelah pelanggan menyelesaikan pembayaran. Seluruh program online Blibli pun berlaku di fitur Click & Collect.
Ketiga,Blibli Tiket Rewards. Program loyalitas dalam ekosistem Blibli Tiket ini membuat pelanggan memperoleh poin belanja untuk setiap transaksi di Blibli Tiket Group seperti Blibli dan tiket.com.
Konsumen juga dapat berbelanja di toko-toko fisik, seperti gerai supermarket premium Ranch Market dan Farmers Market, serta toko elektronik, seperti Hello Store (toko ritel Apple resmi/Apple Authorised Reseller), Samsung Store, dan Blibli Store (toko multibrand elektronik konsumen).
Melalui program itu, pelanggan yang terdaftar sebagai anggota dapat mengumpulkan Blibli Tiket Points dan merasakan berbagai manfaat eksklusif dari berbagai tingkatan yang ada.
Dengan berbagai layanan omnichannel tersebut, Blibli tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga pengalaman berbelanja yang lebih praktis dan memuaskan bagi konsumen.
Bagi Anda yang ingin merasakan kemudahan dan kenyamanan berbelanja di era digital ini, omnichannel dari Blibli adalah pilihan yang tepat.
Tunggu apa lagi? Segera nikmati pengalaman belanja yang praktis dan menyenangkan. Jangan lupa manfaatkan juga berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh Blibli.
Untuk informasi lengkap terkait Blibli Instore dan Tiket Rewards, silakan klik tautan berikut. Sementara, informasi terkait Blibli Click & Collect dapat dilihat di sini.
Kenal Lebih Dekat dengan Ekosistem Blibli Tiket, dari Sinergi, Perjalanan, hingga Terobosan
Omnichannel Blibli Tiket hadir dengan mengintegrasikan platform ecommerce dan toko fisik elektronik konsumen. Halaman all [1,118] url asal
#e-commerce #tiket-com #omnichannel #omnichannel-blibli #blibli-tiket
(Kompas.com) 26/07/24 15:02
v/12188712/
KOMPAS.com – Ekosistem omnichannel terintegrasi Blibli Tiket telah memasuki tahun kedua. Diinisiasi oleh PT Global Digital Niaga Tbk (‘Blibli’ atau ‘Perseroan’; kode saham BEI: BELI) pada 2022, omnichannel Blibli Tiket hadir dengan mengintegrasikan platform ecommerce dan toko fisik elektronik konsumen (Blibli), platform online travel agent/OTA (tiket.com), dan gerai supermarket premium (Ranch Market).
Integrasi layanan tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah seiring waktu berjalan. Omnichannel Blibli Tiket juga bagian dari perwujudan komitmen Blibli sebagai ekosistem perdagangan dan gaya hidup pilihan bagi konsumen dan institusi.
Kenal lebih dekat ekosistem Blibli Tiket
Sebagai bagian dari kegiatan ulang tahun Blibli (25 Juli), tiket.com (12 Agustus), dan Ranch Market (19 Oktober), para chief executive officer (CEO) dari ekosistem Blibli Tiket memaparkan perjalanan, upaya, dan terobosan yang dilakukan oleh omnichannel tersebut dalam bentuk infografis pada diskusi “Kenal Lebih Dekat Ekosistem Blibli Tiket” di Jakarta, Senin (22/7/2024).
CEO dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto menjelaskan, sinergi dan inovasi ekosistem Blibli Tiket ibarat tradisi kebersamaan makan-makan saat perayaan ulang tahun. Semua menu tersedia lengkap di atas meja.
“Seperti halnya komitmen kami dalam memperkuat ekosistem omnichannel terpadu. Menurut survei JakPat, hampir 90 persen potensi pengeluaran kebutuhan masyarakat Indonesia kini dilakukan melalui omnichannel, mulai dari belanja harian, perjalanan, gaya hidup, produk elektronik, otomotif, tagihan bulanan, hingga perabot rumah tangga, semuanya dapat terpenuhi tanpa hambatan, baik secara online maupun offline,” papar Kusumo melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (24/7/2024).
Dok. Blibli 6 sinergi dan inovasi terintegrasi dalam ekosistem Blibli TiketCEO tiket.com George Hendrata menjelaskan 6 sinergi dan inovasi terintegrasi dalam ekosistem Blibli Tiket. Pertama, opsi pembayaran mudah dan terintegrasi di semua platform Blibli Tiket PayLater yang diperkenalkan sejak 2020.
Metode pembayaran tersebut, lanjut Hendrata, telah menjadi salah satu pilihan utama pelanggan Blibli, tiket.com, dan Ranch Market. Dengan Blibli Tiket Paylater, konsumen bisa memenuhi kebutuhannya dan membayar nanti di ekosistem Blibli Tiket.
Kedua, inovasi Single Sign-On (SSO) yang diluncurkan pada 2022. Inovasi ini memberikan kemudahan akses antar-platform menggunakan kredensial login yang sama di semua akun.
Ketiga, Blibli Tiket mulai menggabungkan manfaat yang didapatkan pelanggan secara bertahap melalui Loyalty Membership Parity pada 2022.
Keempat, Blibli Tiket Rewards hadir pada 2023. Sesuai slogannya “Satu Poin Untungnya di Mana-mana”, program loyalitas terpadu ini memberikan keuntungan poin yang bisa digunakan di seluruh ekosistem Blibli Tiket, baik online maupun offline, tanpa hambatan.
Pengumpulan poin loyalitas Blibli Tiket Rewards juga bisa dilakukan juga di toko-toko fisik, seperti supermarket premium Ranch Market dan Farmers Market, toko elektronik Hello Store (toko ritel Apple resmi), Samsung Store, dan Blibli Store ( toko multibrand elektronik konsumen).
Kelima, keanggotaan pelanggan Blibli Tiket sudah terintegrasi secara penuh menjadi Unified Membership. Integrasi ini memberikan nilai tambah dan kejutan bagi pelanggan.
Untuk merayakan hal tersebut, Blibli Tiket menyelenggarakan program fast-track pada 10 Juni-16 Juli 2024. Hasilnya, lebih dari 145.000 pelanggan baru bergabung dan sebanyak 2 persen atau lebih dari 2.000 pelanggan naik level ke tier Diamond.
Pelanggan yang naik level tersebut bisa merasakan beragam manfaat, mulai dari free airport lounge, kuota tambahan gratis ongkos kirim 10 kali, hingga voucer ulang tahun senilai Rp 175.000.
Keenam, ekosistem Blibli Tiket meluncurkan aksi nyata demi keberlanjutan masa depan, yakni Blibli Tiket Action. Adapun Blibli Tiket Action memiliki enam pilar utama sebagai berikut.
- Penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab: 95 persen kemasan menggunakan daur ulang dan berbasis kertas.
- Pengurangan sampah: 59 persen sampah operasional telah didaur ulang.
- Pengurangan emisi: Pengurangan 9,3 persen dari total emisi operasional selama tahun 2023.
- Pengelolaan data dan privasi: Konsisten melakukan perlindungan keamanan data secara komprehensif.
- Pelatihan dan pengembangan: Rata-rata karyawan mendapatkan durasi pelatihan selama 27 jam per tahun 2023.
- Hubungan komunitas: Jumlah penerima manfaat dari program tanggung jawab sosial ekosistem Blibli Tiket meningkat hingga 150 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Blibli Tiket Action juga menyelenggarakan acara tahunan Langkah Membumi Festival untuk memberdayakan pelanggan, mitra, dan karyawan.
“Festival tahunan ini menjadi melting pot yang mempertemukan ratusan ecopreneur, pelaku industri, dan penggiat keberlanjutan dalam aksi kolaboratif. Aksi kolaboratif ini bertujuan untuk membuat perubahan nyata dalam memerangi krisis iklim sehingga ekonomi yang berkelanjutan bisa diwujudkan,” jelas Hendrata.
Selama dua hari penyelenggaraan, festival tersebut dihadiri lebih dari 5.000 pengunjung.
Secara khusus, Langkah Membumi Festival sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 (pendidikan berkualitas), 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), 13 (penanggulangan perubahan iklim), dan 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan sustainable growth di Indonesia).
Berpusat kepada pelanggan
CEO Ranch Market Johartono Susilo menjelaskan, keenam sinergi dan inovasi tersebut bertujuan untuk memudahkan pelanggan dengan memberikan pengalaman superior dan sekaligus bernilai tambah.
Sebagai contoh, pelanggan bisa berbelanja produk segar berkualitas premium di ekosistem Blibli Tiket secara online dengan memanfaatkan fitur Click&Collect.
Melalui fitur tersebut, pelanggan bisa mengambilnya di Ranch Market atau Farmers Market terdekat selepas bekerja. Jadi, kesegarannya tetap terjaga.
Sinergi, lanjut Johartono, juga bertujuan untuk meningkatkan retensi pelanggan dengan menciptakan value-oriented benefits, seperti mencapai tier keanggotaan yang lebih tinggi. Hal ini bisa memotivasi pelanggan untuk berbelanja di ekosistem Blibli Tiket.
Sinergi tersebut juga bertujuan untuk mendorong cross-selling antar-platform, seperti melalui program loyalitas terpadu Blibli Tiket Rewards yang sudah terintegrasi di dalam ekosistem, baik offline maupun online.
Upaya dan terobosan dalam ekosistem Blibli Tiket konsisten dikembangkan. Hingga akhir Juni 2024, sudah ada 185 toko fisik elektronik konsumen, 62 gerai supermarket premium, dan 30 Dekoruma Experience Center beroperasi di seluruh Indonesia.
Baru permulaan
Kusumo pun menegaskan bahwa upaya dan terobosan yang sudah dilakukan baru permulaan. Upaya ini akan terus dilakukan dan selaras dengan strategi keseluruhan, yakni menciptakan ekosistem omnichannel terpadu dan terintegrasi.
“Komitmen untuk terus relevan telah membawa kami menjadi pilihan pelanggan dan institusi. Terbukti dari basis pelanggan dan institusi yang bertumbuh, serta cross-selling antar-ketiga platform yang menunjukkan tren positif,” jelas Kusumo.
Kusumo pun optimistis bahwa perjalanan bersama dalam ekosistem Blibli Tiket dapat melampaui pencapaian yang selama ini telah diraih. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selalu membersamai dari tahun ke tahun.
“Ini merupakan permulaan perjalanan bersama. Masa depan menyajikan begitu banyak peluang juga potensi dan kami ingin mengajak semua menjadi bagian penting atas terobosan kami selanjutnya,” tutur Kusumo.
Blibli (BELI) Perkuat Layanan Omnichannel, Kini Punya 172 Gerai Offline
Global Digital Niaga atau Blibli (BELI) memperkuat ekosistem omnichannel-nya dengan berbagai inovasi. [397] url asal
#blibli-com #omnichannel #konsep-omnichannel #strategi-omnichannel-blibli #blibli #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #media-amp-e-commerce
(Kontan-Industri) 16/07/24 11:08
v/10944041/
Reporter: Leni Wandira | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli (BELI) memperkuat ekosistem omnichannel-nya dengan berbagai inovasi yang memberikan nilai tambah bagi konsumen.
Menurut Edward K. Suwignyo, Group Head Marketing Services Blibli, Omnichannel merupakan strategi utama Blibli dalam mendengarkan keinginan pelanggan dengan memastikan kenyamanan sebagai prioritas utama, baik dalam belanja online maupun offline.
"Kami percaya bahwa pada akhirnya kenyamanan itu adalah pilihan pelanggan, bukan apakah kita punya channel offline atau kita punya online saja. Tapi apakah pelanggan itu pengen belanja online dan langsung ambilnya di offline, atau belanja offline, pembayarannya online itu adalah pilihan pelanggan,” kata Edward dalam konferensi pers, Senin (15/7).
Kata dia, sebelum pandemi belanja online dianggap sebagai opsi tambahan. Namun situasi pandemi mengubah paradigma ini secara signifikan.
"Selama pandemi, belanja online bukan lagi sekadar opsi tetapi menjadi solusi utama bagi masyarakat," ungkapnya.
Edward mencatat bahwa selama dua tahun terakhir, belanja online telah menjadi sistem pendukung yang krusial dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Blibli telah mengembangkan dan mengintegrasikan omnichannel dengan luas, termasuk melalui 6.000 titik click and collect dan 13.000 mitra toko yang mengadopsi Blibli in-store.
"Selama 2 tahun pandemi, orang-orang merasakan bahwa esensi dasar berbelanja online itu memiliki dampak,” sambungnya.
Di samping itu, Blibli kini memiliki 172 gerai offline dan telah bermitra dengan 63 toko supermarket premium. Hal ini mencerminkan komitmen Blibli untuk memperluas jangkauan dan menyediakan berbagai opsi yang memudahkan konsumen dalam berbelanja.
Menurut data Blibli, gaya belanja masyarakat melalui omnichannel juga menunjukkan preferensi yang menarik, seperti penggunaan fitur click and collect untuk barang-barang seperti mie instan, makanan beku, dan telur.
Ini menunjukkan bahwa meskipun nilai produk relatif kecil, kepraktisan pengambilan langsung dari toko tetap menjadi faktor penting bagi konsumen.
Edward juga mencatat bahwa fitur click and collect banyak digunakan untuk membeli barang mewah, termasuk kamera senilai Rp 157 juta, menunjukkan fleksibilitas Blibli dalam mendukung berbagai kebutuhan belanja konsumen.
Blibli juga memberikan pengalaman belanja yang terintegrasi dengan baik, seperti yang dilihat dari preferensi pengguna Blibli untuk berbelanja di Farmer Market.
Langkah-langkah Blibli dalam memperkuat ekosistem omnichannel-nya tidak hanya meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan belanja, tetapi juga memberikan solusi bernilai tambah yang signifikan bagi konsumen di berbagai segmen pasar.
"Ini memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian secara online dengan mudah, sambil memastikan kualitas produk segar yang diambil langsung dari toko," pungkasnya.