KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat jumlah nasabah wealth management mencapai lebih dari 65.000 orang, dengan pertumbuhan sebesar 15 persen year on year (yoy).
SEVP Digital Banking BSI, Saut Parulian Saragih, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah nasabah ini didukung oleh konsistensi dalam literasi keuangan syariah yang diberikan kepada nasabah prioritas.
"Pendampingan perhitungan pajak dan zakat, serta literasi investasi syariah, khususnya dalam penempatan instrumen investasi syariah seperti reksa dana syariah, sukuk, emas, dan deposito, menjadi bagian penting dari upaya kami," jelas Saut dalam keterangannya, Jumat (4/10/2024).
Selain itu, BSI juga memberikan literasi terkait wealth protection dengan menawarkan perlindungan dan persiapan masa depan melalui berbagai produk asuransi jiwa, kesehatan, dan pendidikan dari mitra profesional dan tepercaya.
Solusi wealth distribution juga ditawarkan melalui layanan konsultasi waris sesuai hukum Islam, serta solusi wealth purification yang memfasilitasi konsultasi dan penyaluran ZISWAF dengan laporan terintegrasi.
Saat ini, lanjut dia, nasabah wealth management sangat terbantu dalam mengelola keuangan syariah secara tepat, memiliki nilai kebermanfaatan baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk umat.
Hal ini tecermin dalam implementasi wealth purification yang dilakukan oleh BSI Prioritas.
Pada hari yang sama, BSI meresmikan outlet BSI Prioritas terbarunya di Balikpapan. Pembukaan outlet ini merupakan komitmen nyata BSI untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah.
Saat ini, BSI memiliki 22 outlet prioritas yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, sebagai upaya untuk memperkuat inklusi perbankan syariah.
Untuk meningkatkan layanan dan fasilitas, serta menjalin silaturahmi dengan nasabah, BSI mengadakan acara Priority Gathering dengan konten acara Islamic Wealth Insight.
Dalam acara ini, BSI menghadirkan tema "Unveiling Strategies for Sustainable Prosperity," yang bertujuan memberikan update mengenai kondisi ekonomi global dan domestik serta insight terkait perencanaan pajak.
BSI bekerja sama dengan praktisi pajak untuk mendiskusikan perencanaan pajak, termasuk memperhitungkan dan menyiapkan pembayaran pajak sesuai peraturan yang berlaku.
Selain itu, strategi Tax Efficiency dibahas untuk membantu nasabah mengelola pajak secara efisien di awal tahun fiskal.
Dalam pembahasan mengenai market outlook, kondisi makro ekonomi global dan domestik tahun 2025 juga disampaikan, termasuk peluang dan ancaman terkait investasi.
Hal ini diharapkan dapat memberikan insight kepada nasabah mengenai pemilihan dan alokasi aset di tahun 2025.