JAKARTA, investor.id – Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan penetrasi fixed broadband di Indonesia baru mencapai 27,40%.
Sebelumnya, kajian McKinsey dan AT Kaerney, menyebut pangsa fixed broadband Tanah Air saat ini baru tergarap 15%. Artinya masih banyak daerah di tanah air yang belum tergelar internet kabel.
Terbatasnya layanan dan mahalnya biaya langganan menjadi salah satu kendala masih minimnya pengguna jaringan pita lebar di dalam negeri.
Jumlah pelanggan internet fixed broadband tahun 2023 mencapai 14,91 juta. Sementara untuk tahun 2024 diprediksi mencapai 18,30 juta pelanggan.
Dengan penetrasi fixed broadband yang saat ini masih relatif rendah di Indonesia, Richardson Raymond, Equity Research Analyst PT Trimegah Securities optimistis PT Remala Abadi Tbk (DATA) masih dapat meningkatkan pendapatannya. Apalagi, sampai saat ini belum banyak emiten telekomunikasi fixed broadband yang menggarap pasar instansi pemerintah, korporasi, SOHO dan residensial.
“Prospek pertumbuhan pendapatan perseroan masih sangat terbuka lebar. Jika perseroan dapat meningkatkan pendapatannya dan menjaga beban operasional, maka labanya akan meningkat. Jika labanya meningkat, secara valuasi DATA akan semakin menarik bagi investor. Jika laba meningkat dan EV/EBITDA perseroan di angka 6x sampai 7x, maka akan menarik investor,”ujar Richardson di Jakarta, baru-baru ini.
Lanjut Richardson, saat ini DATA merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi penyedia layanan internet fixed broadband yang dapat memberikan harga yang kompetitif kepada pelanggannya.
Dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang mumpuni, Richardson optimistis perseroan mampu mengembangkan dan mempertahankan pangsa pasarnya.
“Pangsa pasar segmen atas sudah diambil operator besar. Operator fixed broadband besar sampai saat ini belum menggarap pangsa pasar menengah karena cost mereka yang relatif lebih tinggi sehingga sulit bersaing dengan DATA. Sehingga segmen menegah menjadi pasangsa pasar yang sangat menarik bagi DATA. Apa lagi segmen menegah banyak tersebar di luar Jabodetabek,”terang Richardson.
Kinerja Keuangan
PT Remala Abadi Tbk mencatat kinerja keuangan yang sangat baik di sepanjang semester satu tahun 2023. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 127, 5 miliar. Jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, pendapatan emiten dengan kode DATA ini meningkat 21,1% dari hanya Rp 105,2 miliar.
Laba sebelum pajak perseroan juga melesat dari hanya Rp 23.6 miliar di semester satu tahun 2023, kini telah mencapai Rp 38.8 miliar atau tumbuh 64,4%. Laba bersih perseroan juga membukukan kinerja yang kinclong. Jika di periode Juni 2023 laba bersih perseroan hanya Rp 18 miliar, namun di semester satu tahun 2024 laba perseroan sudah Rp 29,2 miliar atau meningkat 38,3%.
Richardson Raymond menilai meningkatnya kinerja keuangan ini disebabkan emiten telekomunikasi ini dikarenakan mereka tepat memilih segmen konsumennya. Selama ini DATA fokus menggarap segmen pasar instansi pemerintah, korporasi, SOHO dan residensial.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News