#30 tag 24jam
Elon Musk Tuding Parodi The Last Supper Olimpiade Paris tak Hormati Umat Kristen
Pihak Olimpiade menyatakan bahwa pertunjukan tersebut interpretasi dari Dionysus. [615] url asal
#olimpiade-paris-2024 #pertunjukan-olimpiade-paris #elon-musk #pembukaan-olimpiader-paris-2024 #lgbt-olimpiade #lgbt-di-paris #lgbt-di-pertunjukan-olimpiade
(Republika - Khazanah) 28/07/24 17:34
v/12431244/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kru drag queen dan para penari transgender menampilkan parodi The Last Supper atau Perjamuan Terakhir pada upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 pada Jumat lalu. Pertunjukan ini menuai kecaman keras di media sosial.
Bos Tesla, Elon Musk, juga mengecam pertunjukan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu “Sangat tidak menghormati umat Kristiani,” ujar Elon Musk yang sudah tidak mengikuti akun resmi Olimpiade, dikutip dari New York Post.
Selama pertunjukan, ada 18 pemain - termasuk tiga ratu Drag Race Prancis yang populer - berpose di belakang apa yang tampak seperti meja panjang dilatarbelakangi Sungai Seine dan Menara Eiffel.
Di tengah-tengahnya terdapat seorang wanita berpakaian penuh hiasan dengan hiasan kepala perak besar. Hiasan tersebut menyerupai lingkaran cahaya seperti yang digambarkan dalam lukisan Yesus. Dia tersenyum dan membuat bentuk hati dengan tangannya saat teman-temannya menatap ke arah kamera sebelum memulai koreografi.
Para model kemudian menyerbu panggung untuk peragaan busana dadakan yang membuat para pengejek 'The Last Supper' bergoyang di sela-sela acara.Peragaan busana berubah menjadi lantai dansa di akhir acara, dengan pembawa acara Drag Race France, Nicky Doll, melenggang di atas panggung. Paloma dan Piche juga menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.
Untuk menambah “absurditas”, sebuah nampan saji besar ditanam di atas panggung - memperlihatkan seorang pria berpakaian minim, dicat dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan warna biru berkilau, meringkuk di dalamnya.
Pihak Olimpiade mengatakan bahwa pertunjukan tersebut merupakan “interpretasi dari Dewa Yunani [anggur dan pesta] Dionysus” untuk membuat “kita sadar akan absurditas kekerasan di antara sesama manusia.”
Doll, bersama dengan artis Minima Gesté dan Miss Martini, berpartisipasi dalam ritual tersebut saat api melintasi Prancis pada bulan Mei, dan masing-masing mengatakan bahwa momen tersebut melambangkan persatuan dan perdamaian.
Pertunjukan tarik tambang Olimpiade ini berlangsung hanya satu hari setelah calon presiden Kamala Harris menjadi wakil presiden pertama yang tampil dalam sebuah episode “RuPaul's Drag Race.”
Dilansir dari laman Britannica, The Last Supper merupakan salah satu karya seni paling terkenal di dunia yang dilukis oleh Leonardo da Vinci kemungkinan antara tahun 1495 dan 1498. Da Vinci melukisnya untuk biara Dominikan Santa Maria delle Grazie di Milan. Lukisan ini menggambarkan adegan dramatis berupa beberapa momen yang berhubungan erat dalam Injil, termasuk Matius 26:21-28, di mana Yesus menyatakan bahwa salah satu dari para Rasul akan mengkhianatinya dan kemudian melembagakan Ekaristi atau perjamuan kudus.
Menurut keyakinan Leonardo, postur tubuh, gerak tubuh, dan ekspresi harus mewujudkan “gagasan pikiran,” masing-masing dari 12 murid bereaksi dengan cara yang dianggap sesuai dengan kepribadian orang tersebut. Hasilnya adalah sebuah studi yang rumit mengenai emosi manusia yang bervariasi, yang ditampilkan dalam komposisi yang tampak sederhana.
Interpretasi dari para seniman LGBT yang menampilkan pertunjukan tersebut dalam Olimpiade Paris 2024 menuai polemik khususnya bagi para penganut Kristiani.
“Ini gila. Membuka acara Anda dengan mengganti Yesus dan para murid di Perjamuan Terakhir dengan orang-orang yang mengenakan kostum,” kata Clint Russel, pembawa acara podcast Liberty Lockdown, dengan marah di X.
“Ada 2,4 miliar orang Kristen di dunia dan rupanya Olimpiade ingin menyatakan dengan lantang kepada mereka semua, langsung dari pintu gerbang, Tidak Diterima,” kata Russel.
Para pengguna media sosial menuduh para drag queen mengejek agama Kristen dengan meniru Perjamuan Terakhir. Netizen pun merasa bahwa kelompok ini mengolok-olok agama Kristen. Politisi Prancis bahkan mengecam pertunjukan tersebut.
Seorang penganut Katolik, Marion Maréchal, menanggapi X dengan mengatakan: “Kepada semua orang Kristen di dunia yang menyaksikan upacara #Paris2024 dan merasa terhina oleh parodi ratu drag queen tentang Perjamuan Terakhir ini, ketahuilah bahwa bukan Prancis yang berbicara, melainkan minoritas sayap kiri yang siap melakukan provokasi apa pun.”
Banyak pengguna media sosial lainnya yang memuji pertunjukan tersebut sebagai sesuatu yang bersejarah, terutama setelah pertunjukan tersebut diikuti oleh tiga drag queen yang membawa obor Olimpiade untuk pertama kalinya.
Glorifikasi LGBT di Olimpiade Paris 2024, Saat 5 Peringatan Rasulullah SAW Ini Diabaikan
Olimpiade Paris 2024 mempertontonkan dan promosikan LGBT [636] url asal
#olimpiade #olimpiade-paris-2024 #pembukaan-olimpiader-paris-2024 #lgbt-olimpiade #hadits-lgbt #hadits-sodom #sodom-gomorah #kaum-nabi-luth #pembukaan-olimpiade-paris-2024 #hadits-nabi-tentang-kaum-nab
(Republika - Khazanah) 28/07/24 16:10
v/12426682/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Olimpiade Paris 2024 memicu perhatian publik. Bukan lantaran karena event olah raga empat tahunan itu dinanti-nantikan, tetapi justru meninggalkan noktah hitam.
Seremoni pembukaan Olimpiade Paris 2024 yang berlangsung pada Jumat (26/7/2024) dan menyedot jutaan penonton dari seluruh dunia itu menjadi panggung 'simbol-simbol setan' dan representasi kelompok LGBTQ yang kemudian menuai kecaman warganet.
Dilansir Mint, penampilan show di antaranya rekreasi dari adegan 'Perjamuan Terakhir' Yesus; pemenggalan kepala Mary Antoinette, dan penggambaran 'the God of Wine', Dionosys menuai kontroversi di media sosial. Banyak warganet menilai, rekreasi 'Perjamuan Terakhir' sebagai 'simbolisme satanik'.
"Olimpiade adalah event olahraga paling prestisius di dunia. Mengapa hadir sekumpulan orang kelebihan berat badan di acara pembukaan. Kami ingin menonton para atlet, bukan ini," tulis salah satu warganet di X.
"Dalam adegan upacara pembukaan Olimpiade ini, lukisan masyhur Perjamuan Terakhir direkreasi, tapi Yesus diganti dengan perempuan gemuk, sementara waria dan tokoh-tokoh transgender (termasuk seorang anak!) ditampilkan sebagai para rasulnya. Simbolisme satanic dan pagan yang terbuka," tulis warganet lain.
"Seorang berjenggot dengan pakaian minim wanita berdansa secara provokatif di upacara pembukaan Olimpiade Prancis. Mengapa mereka mencoba menormalisasi kekotoran ini? Betapa jauhnya dunia Barat telah jatuh," tulis akun Turning Point UK.
Dikutip dari laman Olympics.com, kreator atau sutradara di balik pentas seni di upacara pembukaan Olimpade 2024 adalah seniman Prancis bernama Thomas Jolly.
"Mempercayakan arah artistik dalam seremoni (pembukaan olimpiade) kepada Thomas Jolly adalah sebuah pilihan berani dan konsisten dengan visi kami," ujar Presiden Paris 2024, Tony Estanguet, pada 2022 lalu.
Kepada AP pada awal Juli 2024, Thomas Jolly mengaku pada awalnya sangat terkejut ketika ditunjuk sebagai direktur artistik seremoni pembukaan Olimpiade Paris 2024. Meski, di dunia seni teater Prancis, portofolio Jolly termasuk tiga kali meraih trofi Moliere, penghargaan tertinggi dalam dunia teater di Prancis.
"Saya terkejut awalnya. Saya berpikir bagaimana saya bisa merekreasi sebuah show di mana semua orang bisa merasa terwakili sebagai suatu bangsa yang besar," kata Jolly.
“Saat kita menonton ‘Emily in Paris’ atau ‘Amélie Poulain,’ kita tahu bahwa itu tak cukup menampilkan Paris yang sebenarnya. Kami akan memainkan semua cerita klise itu, tapi kami juga sekaligus akan menantang mereka," kata Jolly melanjutkan.
“Paris juga adalah gejolak anak muda. Beragam budaya saling merangkul di jalan-jalan."
Apa yang dilakukan ini, tentu mencederai keberagamaan umat Islam. Apalagi event semacam ini diikuti peserta dari berbagai negara, tak terkecuali negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Seremoni yang mempertontonkan LGBT ini seolah mengabaikan peringatan Rasulullah SAW. Lima hadits ini, menjadi penginggat kita tentang bahanya LGBT:
Pertama, dari Abdillah bin Muhammad bin Aqil dan mendengar Jabir radhiyallahu'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ
Artinya: "Sesungguhnya perkara yang paling aku takuti pada umatku adalah munculnya perilaku kaum Luth." (HR Tirmidzi).
Kedua, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR Bukhari no 5885).
Ketiga, dari Abu Hurairah disebutkan
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR Ahmad no 8309)
Keempat, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ غَيَّرَ تُخُومَ الأَرْضِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ كَمَهَ الأَعْمَى عَنِ السَّبِيلِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَننْ سَبَّ وَالِدَيْهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ تَوَلَّى غَيْرَ مَوَالِيهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ
“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat orang yang merubah batas tanah. Allah melaknat orang yang menyesatkan orang yang buta dari jalan. Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya. Allah melaknat orang yang menyandarkan diri pada selain tuannya. Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth. Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth. Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Luth.” (HR Ahmad, 1: 309).
Kelima, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى رَجُلٍ أَتَى رَجُلاً أَوْ امْرَأَةً فِيْ الدُبُرِ
“Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya.” [HR Tirmidzi: 1166, Nasa’i: 1456 dan Ibnu Hibban: 1456 dalam Shahihnya.
'Sodom dan Gomorrah', Kalangan Kristen Kecam Seremoni Pembukaan Olimpiade Paris 2024
Seremoni pembukaan Olimpiade Paris 2024 memicu kontroversi di media sosial. [585] url asal
#seremoni-pembukaan-olimpade #seremoni-olimpiade-paris #olimpiade-paris-2024 #pembukaan-olimpiader-paris-2024 #lgbt
(Republika - News) 28/07/24 13:52
v/12418550/
REPUBLIKA.CO.ID, Seremoni pembukaan Olimpiade Paris 2024 pada Jumat (26/7/2024), memicu kontroversi lantaran menghadirkan sebagian pentas seni yang dinilai sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai agama tertentu. Komunitas Kristiani global misalnya, mengecam parodi atas lukisan Leonardo da Vinci berjudul 'Perjamuan Terakhir'.
Dalam rekreasi 'Perjamuan Terakhir' di seremoni pembukaan Olimpiade Paris, Yesus Kristus diganti dengan perempuan gemuk, sementara waria dan tokoh-tokoh transgender, termasuk seorang anak kecil, ditampilkan sebagai para rasulnya. Banyak warganet, tidak hanya umat Kristen, ramai-ramai mengkritisi parodi itu sebagai penghinaan bahkan penistaan terhadap agama.
"Sodom dan Gomorrah ditelevisikan dan ditonton oleh jutaan orang secara langsung," tulis akun Universitarios Católicos di X.
Akun itu juga menukil J. R.R. Tolkien, "Kejahatan tidak bisa menciptakan sesuatu yangbaru, hanya mengkorupsi atau merusak kekuatan kebaikan yang telah diciptakan atau dibangun."
Perwakilan Prancis di Parlemen Eropa, Marion Maréchal, pun mencuit selama seremoni berlangsung, "Kepada semua umat Kristen di dunia yang menonton seremoni Paris 2024 dan merasa terhina oleh parodi waria atas 'Perjamuan Terakhir', tahu bahwa bukan Prancis yang berekspresi tapi minoritas sayap-kiri yang siap atas provokasi apapun."
Meski juga menampilkan artis dan tokoh olahraga kaliber internasional seperti Lady Gaga, Celine Dion hingga Zinedine Zidane, disayangkan memang event olahraga empat tahunan yang biasa menyedot jutaan penonton dari seluruh dunia itu menjadi panggung 'simbol-simbol setan' dan representasi kelompok LGBTQ yang kemudian menuai kecaman warganet.
Dilansir Mint, penampilan show selain rekreasi dari adegan 'Perjamuan Terakhir' Yesus, ada juga adegan pemenggalan kepala Mary Antoinette, dan penggambaran 'the God of Wine', Dionosys yang juga menuai kontroversi di media sosial.
"Olimpiade adalah event olahraga paling prestisius di dunia. Mengapa hadir sekumpulan orang kelebihan berat badan di acara pembukaan. Kami ingin menonton para atlet, bukan ini," tulis salah satu warganet di X.
"Seorang berjenggot dengan pakaian minim wanita berdansa secara provokatif di upacara pembukaan Olimpiade Prancis. Mengapa mereka mencoba menormalisasi kekotoran ini? Betapa jauhnya dunia Barat telah jatuh," tulis akun Turning Point UK.
Dilaporkan AP, penyanyi dan aktor populer asal Prancis, Philippe Katerine, menampilkan “Nu” (naked/telanjang) sebagai bagian dari show yang menggambarkan Dionysys, dewa anggur dan pesta dari mitologi Yunani. Dalam penampilannya, Katerine dicat biru nyaris telanjang, dengan daun dan bunga menutupi beberapa bagian tubuhnya. Banyak warganet mengasosiasikan tampilan Katerine dengan karakter Smurf.
"Lebih dari 1 miliar orang dari seluruh dunia menonton seremoni pembukaan olimpiade. Dan ini yang terbaik bisa diberikan oleh Prancis. Seorang pria tampil sebagai Smurf dikelilingi waria dan seorang wanita gemuk dengan mahkota raksasa," tulis warganet di X.
Dikutip dari laman Olympics.com, kreator atau sutradara di balik pentas seni di upacara pembukaan Olimpade 2024 adalah seniman Prancis bernama Thomas Jolly. "Mempercayakan arah artistik dalam seremoni (pembukaan olimpiade) kepada Thomas Jolly adalah sebuah pilihan berani dan konsisten dengan visi kami," ujar Presiden Paris 2024, Tony Estanguet, pada 2022 lalu.
Kepada AP pada awal Juli 2024, Thomas Jolly mengaku pada awalnya sangat terkejut ketika ditunjuk sebagai direktur artistik seremoni pembukaan Olimpiade Paris 2024. Meski, di dunia seni teater Prancis, portofolio Jolly termasuk tiga kali meraih trofi Moliere, penghargaan tertinggi dalam dunia teater di Prancis.
"Saya terkejut awalnya. Saya berpikir bagaimana saya bisa merekreasi sebuah show di mana semua orang bisa merasa terwakili sebagai suatu bangsa yang besar," kata Jolly.
“Saat kita menonton ‘Emily in Paris’ atau ‘Amélie Poulain,’ kita tahu bahwa itu tak cukup menampilkan Paris yang sebenarnya. Kami akan memainkan semua cerita klise itu, tapi kami juga sekaligus akan menantang mereka," kata Jolly melanjutkan.
“Paris juga adalah gejolak anak muda. Beragam budaya saling merangkul di jalan-jalan."