JAKARTA, investor.id – PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), anak usaha PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) yang baru diakuisisi, menargetkan dapat menyumbang sebesar 4% dari total pendapatan TOWR pada Semester II-2024.
TOWR mengambilalih IBST pada 1 Juli 2024 melalui anak usahanya, PT iforte Solusi Teknologi (iForte), yang kini menguasai 99,98% saham IBST.
"Kami memperkirakan kontribusi IBST pada Semester II-2024 akan berkisar antara 3-4% dari total pendapatan TOWR," ujar Direktur Utama IBST, Ramadhan Kurnia Nusa, dalam Public Expose di Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Berdasarkan laporan keuangan TOWR, pada Tahun Buku 2023 perusahaan ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp11,74 triliun, tumbuh 6,34% secara tahunan. Di paruh pertama 2024, pendapatan TOWR tercatat Rp6,15 triliun, naik 6,4% dari tahun sebelumnya.
Ramadhan menilai, akuisisi ini sebagai peluang besar untuk menciptakan sinergi dan integrasi dalam Protelindo Group, perusahaan induk IBST. "Kami berupaya meningkatkan efisiensi operasional untuk memperkuat posisi IBST di pasar dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan," kata dia.
Selepas akuisisi, IBST langsung bergerak untuk memaksimalkan kinerja. Salah satunya dengan melunasi pinjaman sebesar Rp700 miliar secara yang akan dicatatkan dalam laporan keuangan kuartal III-2024.
Langkah ini, bersama dengan sinergi lainnya, berdampak pada pengurangan suku bunga pinjaman dari 8,5% menjadi 6,5% per tahun. “Dengan strategi ini, kami optimistis EBITDA dapat mencapai Rp700 miliar pada akhir tahun 2025,” tambah Ramadhan. Efisiensi
Untuk mencapai target-target ini, entitas anak menara Grup Djarum ini menyiapkan sejumlah strategi kunci. Pertama, fokus meningkatkan dan ekspansi lokasi menara dengan memanfaatkan daya tarik menara yang sudah ada guna mengoptimalkan anggaran capex dan opex.
IBST juga meluncurkan inisiatif One Stop Solution yang mengintegrasikan menara telekomunikasi, jaringan backhaul serat optik, serta penyediaan daya listrik dalam satu paket. "Inisiatif ini dirancang untuk membantu pelanggan kami menghemat biaya sekaligus menyediakan solusi yang komprehensif bagi kebutuhan infrastruktur telekomunikasi mereka," ujar Ramadhan.
Dalam hal strategi harga, IBST berencana menyesuaikan tarif sewa agar tetap kompetitif, dengan memanfaatkan efisiensi biaya melalui One Stop Solution. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak penyewa dan meningkatkan daya saing IBST di pasar telekomunikasi yang kian kompetitif.
Di bidang infrastruktur serat optik, IBST terus memperluas rute baru yang dapat dimanfaatkan beberapa operator, serta merencanakan ekspansi jaringan Metro I berbasis serat optik untuk mendukung layanan broadband, penyedia layanan internet (ISP), leased line, FTTH, dan lainnya.
Integrasi IBST ke dalam Protelindo Group akan membawa peluang besar bagi efisiensi dan efektivitas operasional yang lebih baik. "Sinergi ini bakal memperkuat posisi kompetitif IBST di pasar sekaligus memberikan nilai lebih bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami yakin akan terus berkembang di tengah tantangan industri telekomunikasi yang semakin ketat,” tutup Ramadhan.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News