NEW SOUTH WALES,investor.id – Sisa-sisa fosil menunjukkan spesies nenek moyang manusia purba lebih kecil dan dijuluki "hobbit". Spesies ini memiliki ukuran yang lebih pendek, kata sebuah penelitian terbaru.
Jurnal Nature menyebutkan homo floresiensis yang telah punah diberi nama sesuai dengan nama Pulau Flores, Indonesia, tempat mereka tinggal. Namun para ilmuwan juga menyebut mereka sebagai hobbit, seperti yang diambil dari karakter "Lord of the Rings".
Fosil yang ditemukan di pulau tersebut 20 tahun lalu dan berasal dari 60.000 hingga 100.000 tahun yang lalu, menunjukkan spesies tersebut tingginya sekitar 3½ kaki atau sekitar 1,07 meter.
Para peneliti yang mempelajari fragmen humerus, atau tulang lengan atas, yang ditemukan di pulau yang sama pada 2013. Menurut arkeolog, kerabat sebelumnya dari spesies ini berukuran lebih pendek 2,4 inci atau 6,09 centimeter dan telah ada setidaknya sejak 700.000 tahun yang lalu.
"Itu adalah tulang lengan manusia dewasa terkecil yang pernah ada. Itu sangat istimewa," kata Gerrit van den Bergh, salah satu penulis penelitian dan ahli paleontologi di Universitas Wollongong, Australia.
Para peneliti membutuhkan waktu hampir satu dekade untuk menyimpulkan tinggi dari tulang sepanjang 3,5 inci atau 8,89 centimeter ini untuk memastikan bahwa itu adalah tulang orang dewasa, bukan anak-anak. Lokasi penggaliannya adalah sekitar 45 mil atau 72,4 kilometer jauhnya dari situs gua Liang Bua asli.
"Tulang itu patah menjadi banyak bagian," lanjut Bergh.
Homo floresiensis tiba di pulau itu hampir satu juta tahun yang lalu, kata dia, tetapi dengan cepat berevolusi menjadi lebih kecil dan akhirnya punah. Meskipun para ilmuwan tidak memiliki jawaban pasti mengapa tubuh mereka mengecil, petunjuk dapat ditemukan pada fauna di daerah tersebut.
Hewan-hewan di pulau itu, misalnya gajah, mengalami perubahan evolusi yang serupa kemungkinan karena terbatasnya pasokan makanan.
“Jika Anda memiliki populasi yang tumbuh dengan cepat dan menghabiskan sumber makanan mereka. Anda akan mengalami keruntuhan populasi,” ujarnya.
Dalam menghadapi kekurangan makanan, individu yang lebih kecil memiliki peluang lebih baik untuk bertahan hidup.
“Jadi ada tekanan selektif terhadap ukuran yang lebih kecil,” tambahnya.
Meskipun asal usul Homo floresiensis telah lama menjadi bahan perdebatan, tutur penulis studi baru tersebut. Ia mengatakan, hal itu mendukung teori bahwa mereka merupakan keturunan Homo erectus, salah satu spesies mirip manusia pertama yang dapat dikenali.
Bergh mengatakan anatomi tulang lengan kecil tersebut, serta dua gigi fosil yang ditemukan bersamanya, mirip dengan Homo erectus.
Namun, pertanyaan besar masih muncul. Bagaimana spesies mungil itu berakhir terdampar di sebuah pulau?
“Mungkin ini kejadian aneh, kita tidak tahu, tetapi saya rasa mereka tidak membuat perahu pada saat itu. Di daratan utama, mereka dapat bergerak, tetapi di pulau, mereka terjebak. Jadi, mereka harus beradaptasi dengan perubahan iklim,” jelas dia.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News