#30 tag 24jam
6 Penyebab Utama Krisis Moneter Tahun 1997 di Indonesia
Salah satu penyebab utama krisis moneter tahun 1997 di Indonesia adalah menumpuknya utang luar negeri jatuh tempo bersamaan dengan anjloknya rupiah. Halaman all [861] url asal
#krisis-moneter #penyebab-krisis-moneter-1998 #penyebab-utama-krisis-moneter-tahun-1997-di-indonesia-adalah
(Kompas.com) 16/08/24 09:01
v/14476472/
KOMPAS.com - Penyebab utama krisis moneter tahun 1997 di Indonesia adalah besarnya utang luar negeri yang bersamaan dengan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dollar AS.
Mengutip Investopedia, dalam krisis moneter, harga aset mengalami penurunan tajam karena inflasi, bisnis dan konsumen rumah tangga tidak mampu membayar utang mereka, dan lembaga keuangan mengalami kekurangan likuiditas.
Krisis moneter sering dikaitkan dengan kepanikan atau penarikan besar-besaran uang yang disimpan bank, di mana investor menjual aset atau menarik uang dari rekening tabungan karena mereka takut nilai aset tersebut akan turun jika tetap disimpan di lembaga keuangan seperti perbankan.
SHUTTERSTOCK/INDZ Salah satu penyebab utama krisis moneter tahun 1997 di Indonesia adalah fundamental ekonomi Indonesia yang tidak kuat. Kedua penyebab krisis moneter 1998 yakni banyak pengusaha swasta yang kala itu memiliki utang luar negeri yang jatuh tempo.Penyebab utama krisis moneter tahun 1997 di Indonesia
Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, penyebab krisis moneter 1998 adalah kala itu pemerintah, BUMN, dan banyak perusahaan swasta memiliki utang luar negeri yang jatuh tempo.
Di saat bersamaan, nilai tukar rupiah anjlok sangat signifikan. Akibatnya, banyak perusahaan kesulitan membayar utangnya karena pelaku usaha di Indonesia mendapatkan penghasilan dari rupiah, sementara utang harus dibayar dalam bentuk dollar AS.
Secara umum, penyebab utama krisis moneter tahun 1997 di Indonesia adalah kombinasi dari beberapa faktor ekonomi dan politik yang saling memperkuat, namun beberapa penyebab utama yang paling signifikan adalah:
1. Utang luar negeri yang berlebihan
anyak perusahaan dan bank di Indonesia pada saat itu memiliki utang dalam dolar AS. Ketika krisis terjadi dan nilai rupiah anjlok, utang tersebut menjadi jauh lebih mahal dalam mata uang lokal, membuat banyak perusahaan kesulitan membayar utang mereka dan akhirnya bangkrut.
2. Spekulasi mata uang
Pada pertengahan 1997, terjadi serangan spekulatif terhadap mata uang di Asia Tenggara, termasuk rupiah. Para spekulan menjual rupiah secara besar-besaran dengan ekspektasi bahwa nilai tukarnya akan jatuh, dan hal ini mempercepat penurunan nilai mata uang.
3. Kelemahan fundamental ekonomi
Salah satu penyebab utama krisis moneter tahun 1997 di Indonesia adalah negara ini mengalami defisit transaksi berjalan yang cukup besar, yang berarti negara tersebut mengimpor lebih banyak barang, jasa, dan modal daripada yang diekspornya. Ini menyebabkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Selain itu ekonomi Indonesia sangat bergantung pada investasi asing, terutama investasi portofolio yang mudah berpindah. Ketika para investor mulai panik dan menarik investasinya, terjadi penurunan drastis pada cadangan devisa dan nilai tukar.
4. Ketidakstabilan politik
Penyebab krisis moneter 1998 adalah kurangnya kepercayaan terhadap pemerintah. Ketidakstabilan politik dan kekhawatiran tentang suksesi kepemimpinan di bawah Presiden Soeharto mengurangi kepercayaan investor.
Ketidakmampuan pemerintah untuk mengambil tindakan yang cepat dan efektif juga memperburuk situasi.
Korupsi dan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme): Maraknya korupsi dan praktik KKN dalam pemerintahan dan sektor bisnis menyebabkan inefisiensi ekonomi dan mengurangi kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.
5. Krisis perbankan
Penyebab krisis moneter 1998 adalah krisis perbankan. Sebelum krisis, banyak bank di Indonesia memberikan kredit yang kurang hati-hati dan memiliki praktik manajemen risiko yang lemah.
Ketika krisis terjadi, banyak bank mengalami masalah likuiditas dan gagal memenuhi kewajiban mereka, yang semakin memperparah krisis moneter.
6. Krisis regional dan dampaknya
Salah satu penyebab utama krisis moneter tahun 1997 di Indonesia adalah krisis moneter di Asia. Krisis dimulai di Thailand dengan runtuhnya mata uang Baht pada Juli 1997.
Krisis ini menyebar cepat ke negara-negara lain di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Indonesia terkena dampaknya karena investor global mulai menarik modalnya dari seluruh kawasan, termasuk dari Indonesia.
Semua faktor ini saling berinteraksi, menyebabkan kehancuran nilai tukar rupiah, meningkatnya inflasi, kebangkrutan perusahaan, dan akhirnya krisis ekonomi yang meluas.
Krisis ini tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memicu perubahan politik besar, termasuk jatuhnya rezim Orde Baru di bawah Soeharto pada Mei 1998.
Dampak krisis moneter
Keadaan ekonomi Indonesia pada 1998 krisis moneter sangatlah buruk. Nilai tukar rupiah anjlok sangat tajam dan inflasi melambung sangat tinggi.
Keadaan ekonomi Indonesia pada 1998 krisis moneter antara lain:
Devaluasi rupiah: Rupiah mengalami penurunan drastis dari sekitar 2.500 per dolar AS menjadi lebih dari 17.000 per dolar AS pada puncak krisis.
Inflasi tinggi: Keadaan ekonomi Indonesia pada 1998 krisis moneter yaitu inflasi yang naik gila-gilaan. Tingkat inflasi melonjak, harga barang-barang kebutuhan pokok meningkat tajam, dan banyak masyarakat mengalami kesulitan ekonomi.
Kebangkrutan dan pengangguran: Dampak krisis moneter adalah banyak perusahaan gulung tikar, menyebabkan meningkatnya angka pengangguran. Selain itu, sektor perbankan juga runtuh, dengan banyak bank ditutup atau diambil alih oleh pemerintah.
Krisis sosial dan politik: Dampak krisis moneter menyebabkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan masyarakat, yang memicu demonstrasi besar-besaran. Akhirnya, pada Mei 1998, Presiden Soeharto mengundurkan diri setelah berkuasa selama 32 tahun, menandai berakhirnya era Orde Baru.