JAKARTA, investor.id – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), emiten produk sekuriti digital dan percetakan sekuriti terintegrasi, membukukan laba bersih Rp 90 miliar pada semester I-2024, meningkat 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 85 miliar.
Adapun penjualan Jasuindo mencapai Rp 775 miliar atau turun 16% dari Rp 923 miliar. Segmen produk security mencatatkan penjualan Rp 683 miliar, turun 13,5% dari Rp 790 miliar. Sedangkan penjualan segmen non security mencapai Rp 92 miliar, turun 30,7% dari Rp 133 miliar.
“Kinerja pada semester I tahun ini secara pendapatan memang mengalami penurunan karena normalisasi demand dari beberapa produk perseroan dan terdapat beberapa proyek yang proses pengadaannya mengalami pergeseran periode. Meski demikian, manajemen selalu mencermati dinamika di pasar dengan melakukan berbagai kebijakan strategis, sehingga tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba,” kata Oei, Allan Wibisono, direktur utama Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE), dalam keterangannya, yang dikutip pada Senin (5/8/2024).
Menurut dia, sepanjang semester I tahun ini, perseroan tetap mengandalkan segmen security product yang berkontribusi sebesar 88% dibandingkan tahun sebelumnya 85%. Meskipun pendapatan turun, emiten berkode saham JTPE tersebut tetap berfokus pada produk-produk dengan margin tinggi, sehingga perseroan tetap mampu mencatat pertumbuhan laba.
Selain itu, pendapatan dari pasar ekspor JTPE juga meningkat 10% menjadi Rp 181 miliar pada semester I-2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi ekspor mencapai 23,4% terhadap total pendapatan.
“Peningkatan permintaan dari pasar ekspor datang dari beberapa negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan untuk produk komponen paspor dan produk sekuriti lainnya,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan JTPE, Lukito Budiman.
Dari sisi neraca keuangan, total aset JTPE per 30 Juni 2024 sebesar Rp 1,85 triliun, meningkat 3,1% dari posisi akhir Desember 2023 yang sebesar Rp 1,79 triliun. Liabilitas mencapai Rp 704 miliar, relatif stabil dari posisi Rp 705 miliar. Ekuitas sebesar Rp 1,14 triliun, naik 5% dari Rp 1,08 triliun.
Sementara itu, Oei, Allan Wibisono menegaskan bahwa Perseroan optimistis terhadap prospek usaha pada semester II-2024 “Manajemen telah melakukan berbagai strategi untuk menghasilkan kinerja yang optimal pada semester II, dimana terdapat beberapa katalis positif untuk bisnis perseroan antara lain pencetakan KTP elektronik wilayah Jakarta seiring perubahan status Ibu Kota dan menyambut peluang terkait wacana perubahan desain paspor Indonesia,” jelas dia.
JTPE juga menyiapkan ketersediaan bahan baku untuk memenuhi target pemesanan yang akan melonjak pada semester II. Selain itu, inovasi terbaru perseroan pada segmen produk digital (e-sign) yang meliputi tanda tangan digital, sertifikat elektronik, dan penyimpanan dokumen signing juga direncanakan mulai berkontribusi terhadap pendapatan JTPE pada semester II.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News